NovelToon NovelToon
Satu Cinta Untuk Istri Ketiga

Satu Cinta Untuk Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Istana/Kuno / Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom young

Apa jadinya ketika seorang pria yang tidak memiliki perasaan harus disandingkan dengan seorang wanita yang mampu merubah seluruh hidupnya, Raja Gustaf pria dingin keturunan bangsawan itu sudah memiliki dua istri, akan tetapi selama pernikahan dengan kedua istrinya dia tidak merasakan arti cinta yang sesungguhnya.

Namun dengan datangnya Layla Candra kedalam hidupnya menjadi istri ke tiga Gustaf merasakan adanya perasaan cinta untuk Layla...

Namun Layla sendiri merasa pernikahnya dengan Raja Gustaf adalah kematiannya setiap hari, karena ia di paksa menikah oleh Ayahnya sebagai aliansi demi sebuah wilayah benteng Candra...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom young, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter~4 Menyerah demi harga sebuah darah

"Kalau kau masih sayang dengan nyawamu dan juga keluargamu, lebih baik kau katakan. Menyerah saja Yang Mulia Batara Candra!" Raja Gustaf menyeringai, ia menatap tajam kearah pedangnya yang sudah tepat di leher Raja Batara Candra.

Raja Batara menarik nafas berat, matanya berkaca-kaca mengingat keluarganya terutama Putri Layla. Karena dalam lubuk hatinya ia telah berjanji akan melindungi Istana ini pada Layla. Namun kenyataannya?

Beliau merasakan kekalahan, karena sekelilingnya para Prajuritnya terluka parah, kedua Putranya masih di tawan, bahkan para pengawal kepercayaannya juga telah gugur di medan perang.

Peperangan ini, benar-benar pertumpahan darah yang sangat sering terjadi di setiap Istana. Namun cara licik dan kejam Raja Gustaf sungguh diluar kendali.

"Baiklah. Aku menyerah..." dengan berat hati, Raja Batara mengatakan itu, air matanya jatuh, ia langsung menjatuhkan pedang dan Prajurit Raja Gustaf langsung sigap mengikat Raja Batara menjadi tawanannya.

Setelah Raja Gustaf membawa Raja Batara menjadi tawanannya, Prajurit kerajaan Candra berjalan tertatih menuju tempat persembunyian para Herem di Goa bawah tanah.

"Aaaa... Putri Layla, Putri Layla." suara Prajurit terbata, karena ia memegangi perutnya bekas luka sayatan pedang oleh Prajurit Malta Wijaya.

Putri Layla yang sedari tadi duduk berdoa sambil memeluk kedua lututnya, saat ia mendengar suara salah seorang Prajurit Candra. Ia langsung keluar dari dalam Goa, di susul oleh para wanita yang lain.

"Putri Layla maafkan hamba." Prajurit merintih kesakitan.

Mata Layla langsung memanas dan berkaca-kaca, ia tidak mau berprasangka. Akan tetapi Prajurit yang datang menghadapnya sudah cukup membuatnya mengerti kalau Istana Candra sedang tidak baik-baik saja.

"Bagimana dengan Yang Mulia Raja?" suara Layla gemetar hampir tak terdengar

"Yang Mulia Raja, mengakui kekalahannya Putri, dan Beliau telah dibawa menjadi tawanan Raja Gustaf." Prajurit itu menjawab dengan pandangan matanya yang mulai kabur dan saat itu juga ia langsung jatuh ketanah.

Semua wanita yang Layla bawa langsung menangis histeris, karena jika Raja mereka mengaku kalah maka semua wanita yang ada dalam Istana Canda akan menjadi pelayanan di kerajaan Malta Wijaya.

"Layla, jika Ayahmu mengaku kalah dan kita semua akan menjadi pelayan di Istana Malta Wijaya, lebih baik kita semua minum racun saja. Daripada kita harus menjatuhkan martabat kita sebagai pelayan di Istana Malta Wijaya." Ibunda Ratu menangis histeris, ia mengguncang kedua lengan Layla, sedangkan mata Layla menatap nanar dan berkaca-kaca.

Ia masih tidak percaya jika Ayah handanya menyatakan kalah dalam peperangan ini. Disisi lain, ia juga tidak bisa berasumsi kejadian seperti apa yang terjadi hingga Ayahnya mengakui ke kalahannya.

"Ibunda... Cukup Ibunda, yang dikatakan Prajurit tadi tidaklah mungkin benar, Ayah Handa bukanlah seorang Raja yang pengecut." Layla langsung menatap Ibunya dengan mata berkaca-kaca.

"Tapi Layla, dengan jelas tadi Prajurit mengatakan hal yang sebenarnya." kaka iparnya bersuara.

Batin Layla langsung terguncang antara takut yang di katakan Prajurit itu benar nyatanya. "Tidak kaka ipar, aku yakin kaka ku Kudus dan Mahesa telah datang dan membantu Ayah Handa, melawan Raja Gustaf!" menyebut nama itu, darah Layla langsung terasa mendidih.

Ia langsung mengusap kedua matanya sebelum air matanya jatuh lagi.

"Tolong kalian semua tetap disini. Aku akan keluar melihat apa yang terjadi disana." Layla mengenggam pedang dengan erat di tangannya.

Ibundanya berusaha menghalangi Layla, namun nampaknya niat gadis itu begitu bulat, Layla yang sama sekali tidak takut dan tidak gentar akhirnya keluar dari dalam persembunyian meskipun hatinya terasa tercabik saat prajurit memberi kabar kalau Ayah Handanya mengaku kalah.

Dengan langkah gama, Layla menyusuri tanah yang debunya begitu pekat, serta sayup-sayup suara rintihan para Prajurit yang sedang menghadapai ajal.

Bukanya takut, Layla malah lebih kuat lagi menggenggam pedang di tangannya, sorot matanya yang tajam sesekali melirik kearah sekeliling.

"Sudah tidak ada dentingan suara pedang?!... Artinya Ayah Handa?" Layla menarik nafas kasar, ia berusaha menetralkan suasana hatinya.

Kakinya terus melangkah pelan, matanya masih tetap fokus memandang kearah depan mencari dan terus waspada.

Namun alangkah terkejutnya Layla, saat di depan sana. Ia melihat para kesatria kerajaan Candra gugur, darah berceceran dimana-mana, nafas Layla mulai naik turun tak beraturan.

Kali ini. Semua sudah jelas yang dikatakan Prajurit itu benar nyatanya kalau Ayah Handa. Raja Batara benar-benar kalah dalam peperangan.

"Tidak! Ayah Handa... Aku tidak percaya ini Ayah Handa." Layla terisak dalam.

Dendamnya kepada Raja Gustaf begitu membara, "Gustaf! sungguh kau tak layak disebut sebagai Raja!... karena caramu seperti seorang pecundang."

Layla langsung memungut pedang Raja Batara yang tergeletak ditanah, isaknya semakin menjadi saat ia melihat pedang Ayah Handanya berlumuran darah.

Layla sendiri tidak tahu apakah Ayah Handanya dibawa dalam kedaan selamat atau luka parah, yang pasti saat ini ia hanya bisa meratapi nasibnya kalau tak lama lagi seluruh wanita Istana Candra akan di tangkap dan di jadikan budak di kerajaan Malta Wijaya.

"Adai saja Ayah tidak melarangku ikut berperang, sudah ku pastikan aku akan memenggal langsung kepala Raja Gustaf dengan pedang ini!" Layla mengangkat pedang di tangannya, matanya merah berkaca-kaca.

Bahunya naik turun terisak, namun tanpa Layla sadar sebuah tangan mengusap lembut pundak Layla.

Layla langsung mengusap air matanya, dan menoleh kebelakang ternyata yang ada di belakangnya adalah Raja Batara.

"Ayah, Ayah Handa..." Layla seolah tak percaya jika yang berdiri dan tersenyum samar di hadapannya adalah Ayah Handanya.

Namun tepat di belakangnya ada kakanya Pangeran Kudus dan Mahesa yang masih terikat rantai baja, bahkan tubuh kedua kakanya menyusut kurus.

"Ayah Handa, apa-apa ini? Kenapa kedua kaka ku masih saja mereka tawan?" Layla langsung angkat suara saat melihat kedua kakanya di perlakukan sedemikian rupa bahkan masih di bawah penjagaan ketat beberapa prajurit Raja Gustaf.

"Maafkan Ayah, Layla karena harus membuat aliansi ini." batin Raja Batara, ia terpaksa membuat semua skenario ini.

"Lepaskan kaka ku! Atau kalian semua akan mati dengan pedangku ini!" Layla mengancam, ia membuka pedang dari tempatnya.

Namun Ayahnya langsung menghalangi, "Jangan Putriku jangan, redam-lah amarahmu, jangan kembali membuka jalan perang. Raja Gustaf akan membebaskan kedua kakamu, asalkan kau harus setuju menikah dengan seseorang bagsawan wilayah Jaya Wijaya." tatapan Raja Batara seolah memohon.

Sedangkan dada Layla seolah di terjang arus tsunami saat Ayah Handanya mengatakan itu, sedangkan sejak dulu wilayah Canda dan wilayah Jaya Wijaya tidak pernah damai. Namun entah kenapa sekarang Ayah Handanya meminta agar seorang Putri Candra menikah dengan bangsawan Jaya Wijaya?

1
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ di usir bocah
Seroja_layu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
dasar memang sifat lu itu ....susah kasih tahu lalat jika bunga lebih wangi di banding sampah 🤧🤧🤧
vj'z tri
selamattt 🫣🫣🫣🫣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 masa langsung kebuka kartu lu
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 salah cari lawan Mpok
vj'z tri
samperin say 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
hayolah keluarkan insting detektif mu 🤧🤧🤧
vj'z tri
maka nya kenalan Mpok kalau gak kenal 🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
hadeuhhhh para lampir mulai bergosip ria 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
kerennnnnn🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
yakin amat mas bro ,kaya nya nanti lu yang tunduk 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
mau kesel ,tapi semua itu benar 🤧🤧🤧🤧
vj'z tri
hadeuh 🤧🤧🤧kan juga gegara u nyerang tadi malam neng 🤧🤧
FiaNasa
akankah Laila bisa mewujudkan dendamnya pada guztaf
vj'z tri
yang kemarin itu di hapus ta ?
Blueberry Solenne
iya tapi tindakannya terlalu kejam
Blueberry Solenne
Dasar ibl!$ serakah ya
Blueberry Solenne
wah sekeluarga di sandera, kejam juga tu raja Gustaf
Blueberry Solenne: Heheh takut kena sensor,
total 2 replies
Blueberry Solenne
Ya Tuhan serem amat isinya kelapa orang (takut di hide jadi di plesetin)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!