NovelToon NovelToon
ONE IN A MILLION (BxB)

ONE IN A MILLION (BxB)

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Hamil di luar nikah / Romansa / LGBTQ / Idola sekolah / BXB
Popularitas:691
Nilai: 5
Nama Author: kuciang

kamu tidak melihatku, tapi aku melihatmu, dari banyaknya manusia kamu yang aku lihat, tetap lah bersinar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kuciang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

"iya gua setuju" ujar liam mengiyakan ucapan zayn

"di usahakan" jawab ethan membuat yang lain menghela nafasnya

"bebas dan terserah luh, merinding gua denger luh ngomong saya anda, kaya kaga normal aja gitu"

"woy zayn" panggil ervan yang langsung masuk ke dalam

"nemu juga luh kelas gua" ujar zayn yang melihat temannya

"nih, gua denger nama nih bocah" alex yang langsung menujuk ethan

"musuh kita nih nanti"ethan yang bingung hanya mengerutkan kening

"yoi, yuk nyeblak" ajak ervan

"woi kaga ada seblak di sini" teriak liam yang di jawab lambaian tangan

"maksudnya musuh, apaan sih" bingung daniel

"dia siswa yang suka bolos di sekolahnya, suka buat onar,dan harus di pisahkan, makannya zayn di kelas kita" jawab ethan membuat yang lain mengerti

"luh tau, diam aja" tanya liam, namun bukannya menjawab ethan lebih memilih pergi yang langsung di ikutin yang lain.

"mau pesen apa luh" tanya alex yang melihat menu di atas

"nasi goreng harganya 75 ribu, itu nasinya terbuat dari apa cok" kaget zayn "itu es teh 12 ribu, gulanya dari batu kristal kali ya"

"makannya gua bilang ge apa, duit 200 ribu luh kaga berati apa-apa di sini" ujar ervan yang memesan nasi goreng tiga san es jeruknya tiga

"gua rasa utang gua bisa sampe 20 juta deh, sama luh berdua" yanh di ikutin anggukan dari mereka "kita aja lulus sekolah masih lama cok"

"sabar ini ujian, makan yang kenyang soalnya kita balik jam 3 sore" zayn yang mendengar jam pulang hanya melemaskan tubuhnya

"bolos balik yuk" ujar zayn yang membawa nampan makanannya

"noh luh liat pagernya, kalo udah jam belajar, tuh kawat ada tekanan listriknya, bisa kesetrum pingsan kita" ervan menujuk pagar, membuat zayn melihat di setiap atas pagar ada kawat yang mengelilingin pagar

"nih luh bisa balik, kalo dapet tanda tangan kepala sekolah, atau wali kelas luh, nah yang gampang nih, ketua osis " ujar alex membuat zayn menghela nafas untuk kesekian kalinya

"ya udah bolos kaya biasa aja lah" jawab zayn membuat yang lain menghela nafas lagi

"di sini luh tau kenapa kaga ada yang bolos, jawabannya osis di sini bakal keluar kelas nyari siswa yang bolos" ujar ervan membuat zayn tersenyum

"napa luh senyum" tanya alex, zayn memberisikan sesuatu di temannya, membuat temannya tersenyum

Bel istirahat selesai semua siswa balik lagi kekelasnya, bahkan jika jam kosong mereka lebih memilih diam di kelas, sambil membaca buku atau mengerjakan tugas yang di berika guru

"zayn mana, ko gua lupa tuh bocah belum masuk" mendengar ucapan liam ethan melihat kesamping, benar dia lupa kalo dirinya sudah tidak duduk sendiri lagi

"tunggu sini" satu kalimat membuat mereka heran, tapi lebih memilih diam, bahkan kepergian ethan membuat mereka heran.

di kantin mereka bertiga memilih tidak masuk kelas, sengaja mereka mencari kantin, agar mudah terlihat

"nih jajanan gua banyak kan" mengeluarkan jajanan di tasnya, karna sebelum bel istirahat selesai zayn kekelasnya membawa tas yang berisi makanan

"buset dari ibu luh ini" alex memilih makanan yang dia inginkan "tumben baik bangat"

"bukan...ini punyanya sih ketus" jawab zayn yang juga menikmatin makanannya

"ketos bego, bukan ketus" seru ervan "tapi di sini emang gitu, kalo yang ganteng pasti dapet snek dari fansnya"

"lah gua ganteng kaga dapet" ujar zayn, temannya yang mendengar hanya memutar bola matanya malas

"luh nyadar dikit apa, item kusem bau oli kaya luu bilang ganteng, luh liat tuh ketos" kesal ervan

"ohh iya ya, mancung, kulit putih, bulu mata lebat sama alisnya, ganteng sih" ujar zayn sambil berfikir "bukan ganteng lagi, ganteng bangat"

bruk

Dua tangan tepat menghalangin kiri kanan nya zayn, dengan hembusan nafas yang terasa, dengan posisi yang begitu dekat, karna kedua tangan yang bertopang pada meja

"siapa yang ganteng" suara berat dan tegas itu, zayn kenal karna belakangin ini mengisi gendang telinganya

"ini sih zayn bilang luh ganteng" ujar alex membuat zayn malu

"kalian balik kekelas, atau mau saya hukum" tanya ethan, alex dan ervan yang mendengar langsung lari meninggalkan zayn sendiri

"kamu..jangan berulah" ethan langsung mengakat tubuh zayn dengan satu tangan, dan satu tangan lagi membawa tas zayn

"luh kaga cepek apa gendong gua mulu" kesal zayn yang satu hari sudah dua kali di gendong

"dari pada harus lari" zayn yang mendengar jawaban dari ethan, mengerti apa maksud ucapannya

Di kelas banyak gosip, tentang zayn dan ethan, zayn yang sudah di gendong dua kali oleh ethan, bahkan bukan hanya di kelas, gosip itu sudah menyebar dengan cepat

"duduk diam, dan kerjakan tugasnya" ethan langsung mendudukan zayn di kursinya

"bukunya tidak ada, tadi sudah di kumpulkan" jawab zayn membuat liam dan daniel tertawa

"gua baru liat bocah sekolah niat, bawa satu buku doang, bego bangat sumpah hahaha" tawa daniel pecah

Bruk

Ethan melempar selusin buku yang masih baru, tentu tidakannya membuat mereka kaget, satu pack buku yang masih tersegel rapih

"kerjain, tidak ada alasan lagi" singkat namun membuat mereka berhenti tertawa

Zayn yang menulis soal di papan dengan jawabannya sekalian, dengan muka yang serius tidak luput dari pandangan ethan

"udah, gua keluar dulu ya" ucapan zayn tentu bikin kaget liam dan ervan, tanpa menunggu jawaban zayn ingin pergi, tapi tangannya di tahan oleh ethan, sampai zayn duduk di pangkuan ethan

"diam biarku periksa" bukan hanya ethan yang melihat jawaban dari zayn, tapi liam dan ervan juga ikut melihat jawabannya "salah"

"yudah biarin, salah dikit doang" santai zayn yang menikmatin cemilannya

"mana ada dikit ini mah, semuanya " tawa daniel melihat jawaban zayn "ini di suruh ngitung berapa kecepatan kelereng, luh jawab tak terhitung"

"lah ini lebih kocok, jika buah jatuh dari pohon yang tingginya 2 meter, dengan kecepatan 10s/d, berapa jarak buat jatuh dari pohon, keren jawaban luh, lagi sibuk males mikir"

"emang orang bego mana yang mau ngitung buah jatuh, sama kelereng ngegelinding" kesal zayn, ethan yang mendengar hanya bisa memijat pangkalan hidungnya

"sini aku ajarin" singkat namun zayn masih dalam pangkuan ethan, zayn yang tidak sadar dapat tatapan sinis dari yang lain "paham"

"kaga gua bego, coba cek otak gua berasap kaga"zayn menujukan kepalanya ke liam dan daniel

"wahh berasep tuh, dikit lagi kebakar" seru liam dengan sedikit tawa

ethan mengelus puncak kepala zayn dengan lembut "di mana yang kaga paham"

"semua, gua kaga paham, otak gua mau meledakkk" teriak zayn dramatis

"hahaha udah itu tan biarin dia istirahat" ujar daniel

Zayn langsung menidurkan kepalanya di atas meja, bahkan elusan kepala membuat zayn memejamkan matanya, dengan posisi zayn yang masih di pangku oleh ethan

1
Katty Lestary
lanjut thor
Katty Lestary
ayo lanjut lagi
Katty Lestary
bagus..lucu juga cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!