NovelToon NovelToon
Pernikahan Gadis Tomboy Dan Ketua Mafia

Pernikahan Gadis Tomboy Dan Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Wiwi

Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah sakit

Tok...

Tok...

Tok...

"Sein....! Apa kamu di kamar?" Tanya Adelia sambil mengetuk pintu kamar sang anak.

"Ya...! Masuk aja ma...!" Jawab Seinara sambil tiduran di atas kasurnya.

Adelia pun memasuki kamar sang anak, lalu berjalan menghampiri Seinara yang masih asyik bermain handphonenya.

"Sein, kamu kok masih tiduran di kamar, memang kamu hari ini nggak ada jadwal kuliah?" Tanya Adelia setelah berada di samping sang anak.

"Ada ma, cuma nanti siang. Jadi bisa santai dulu" jawab Seinara yang masih aja sibuk dengan handphonenya.

"Kalau begitu kamu bisa dong ikut mama sama papa sebentar?" Tanya Adelia lagi.

"Emang kalian mau pergi kemana?" Tanya Seinara cuek namun penasaran.

"Mama mau jengukin seseorang di rumah sakit, kamu ikut ya? Sekalian kamu kenalan sama calon suami kamu" jawab Adelia dengan nada sedikit memohon.

Mendengar jawaban dari sang mama Seinara pun menghentikan aktivitasnya. Kemudian menatap sang mama dengan penuh kecurigaan.

"Maksud mama apa? Dan sebenarnya siapa yang sedang sakit?" Tanya Seinara bingung dan penasaran.

"Sebenarnya yang sakit itu calon mertua kamu, dan sekarang beliau ingin sekali bertemu sama kamu. Jadi mama ingin kamu ikut ke rumah sakit" jawab Adelia dengan hati-hati, jujur dia takut kalau sang anak akan marah dengan rencananya itu.

"Huft... Kenapa harus buru-buru gini sih? Kenapa kalian nggak ngasih aku kesempatan untuk berpikir?" Gerutu Seinara kesal.

"Sayang, calon mertua kamu ini sedang sakit dan beliau ingin sekali ketemu langsung sama kamu. Jadi kamu tolong pahami keinginan beliau nak" bujuk Adelia.

"Baiklah... Seinara ikut, tapi janji hanya jengukin orang itu aja ya? Jangan ada rencana tersenyum!" Tegas Seinara pasrah.

"Iya...! Mama janji nggak ada rencana lagi selain jengukin beliau" jawab Adelia sambil tersenyum bahagia.

"Kalau begitu, mama keluar dulu ya. Aku mau siap-siap dulu" ucap Seinara pada dang mama.

"He'em, mama akan keluar dari kamar ini sekarang.

Adelia pun beranjak dari tempat tidur sang anak, lalu dia berjalan keluar dari kamar meninggalkan Seinara yang masih terdiam dan terpaku. Sebenarnya Seinara males untuk ikut kedua orang tuanya. Namun dia tidak punya pilihan lain, apalagi niat kedua orang tuanya itu ingin mempertemukan Seinara dengan calon mertuanya. Padahal Seinara belum sepenuhnya menyetujui rencana orang tuanya.

"Gimana ini, aku nggak bisa menolak permintaan mama. Jujur aku juga belum. Menyetujui perjodohan itu, tapi mama terlihat sangat bahagia. Jadi nggak tega buat menolaknya, ya Allah... Gimana ini....? Udahlah,ending jalanin aja dulu. Itung-itung nyenengin kedua orang tua, itu aja lah" lirih Seinara yang kemudian beranjak dari tempat tidurnya.

Seinara berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi Seinara pun bersiap untuk ikut pergi bersama kedua orang tuanya. Kali ini Seinara memilik baju yang cukup sopan. Yaitu kaos warna putih dan celana jeans biru, dia memilih jean yang tidak sobek-sobek seperti biasanya. Karena dia juga tidak ingin dianggap berandal oleh kedua calon mertuanya.

"Sepertinya baju ini cukuplah, tinggal pakai jaket aja terus udah deh" lirih Seinara setelah mengenakan bajunya.

Seinara keluar kamar dan menuruni tangga, lalu berjalan menuju ke tempat kedua orangtuanya berada.

"Yuk ma, pa, aku udah siap...!" Seru Seinara pada kedua orang tuanya.

Kedua orang tuanya tidak menjawab, mereka justru menatap Seinara dengan tatapan aneh. Mendapatkan tatapan seperti itu Seinara pun bingung.

"Kenapa kalian menatap Sein dengan tatapan seperti itu? Apa ada yang aneh dengan penampilan Sein?" Tanya Seinara bingung.

"Kamu yakin ingin bertemu dengan calon mertua kamu dengan penampilan kamu ini?" Tanya Adelia heran.

"Iya, memangnya kenapa ma? Bukannya ini sudah sopan ya?" Jawab dan tanya Seinara semakin bingung.

"Iya sih, ini memang sopan nak. Tapi kamu ini akan bertemu dengan calon mertua, kenapa kamu berpenampilan seperti ini? Harusnya kamu itu pakai gaun atau dress yang cantik dong sayang" jawab Adelia sambil tersenyum.

"Huft... Ribet banget sih! Orang cuma mau jengukin orang sakit doang kok harus pakai gaun atau dress! Udahlah, kalau memang mama ingin aku pake drres, mending aku nggak jadi ikut aja!" Tegas Seinara sambil menghela nafasnya.

"Udah... Udah... Nggak usah mempermasalahkan penampilan, yang penting sekarang kita berangkat ke rumah sakit" ucap Ardi menengahi perdebatan kecil antara anak dan istrinya.

"Ya udah, kali ini mama ngalah. Tapi tolong lain kali kamu harus nurut sama mama ya" jawab Adelia pasrah.

"Ya... Tapi aku nggak janji" jawab Seinara cuek sambil berlalu meninggalkan kedua orang tuanya. Ardi dan Adelia hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang anak. Saat ini Abraham sedang disuruh sang papa untuk menggantikan pekerjaan di kantor, sehingga dia tidak bisa ikut. Sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit Seinara hanya diam, dia sedang memikirkan nasibnya yang sebenar lagi akan menikah.

"Sebentar lagi gue akan menikah, apa gue masih bisa bareng sama temen-temen tang lain ya? Apa suami gue nanti akan mengizinkan gue untuk tetap ngumpul bareng sama teman-teman?" Lirih Seinara dalam hati sambil menatap keluar jendela mobil.

Sesampainya di rumah sakit, Seinara dan kedua orang tuanya segera menuju ke ruang rawat Merlin. Karena memang tujuan utama mereka untuk menjenguk Merlin. Begitu sampai di depan ruang rawat Merlin Adelia segera mengetuk pintu ruangan di depannya.

Tok...

Tok...

Tok...

"Assalamu'alaikum...!" Ucap Adelia sambil mengetuk pintu.

"Wa'alaikum salam...!" Jawab orang dari dalam ruangan.

Ceklek...

"Eeeh... Ternyata kalian yang datang...! Ayo silahkan masuk" seru Sandy setelah membuka pintu dan melihat keluarga Seinara berdiri di depan pintu.

"Sorry nih, aku baru bisa datang sekarang" ucap Ardi sambil tersenyum.

"Nggak apa-apa kok, lagi pula keadaan istriku juga nggak begitu membahayakan" jawab Sandy.

Mereka berjalan memasuki ruang rawat Inap Merlin. Kedatangan mereka langsung disambut dengan gembira oleh Merlin.

"Eeeh... Ternyata kalian toh yang datang, astaga....! Ini Seinara anak kalian ya? Duuuuh... Cantik banget, lebih cantik aslinya daripada di foto ya?!" Seru Merlin dengan gembira.

Ternyata seruan Merlin berhasil mengalihkan perhatian Nathan yang sejak tadi sibuk dengan laptopnya. Diam-diam Nathan melirik ke arah Seinara berada, dan tanpa sadar bibirnya mengulas senyum samar.

"Heeem... Lumayan cantik juga" gumam Nathan yang langsung kembali fokus pada laptopnya.

"Iya Tante saya Seinara, tapi saya nggak secantik Tante kok" jawab Seinara sedikit gugup.

Dia gugup karena sejak tadi dia merasa ada yang sedang memperhatikannya.

"Hahaha... Kamu ini bisa aja nak. Oh iya, mumpung kamu udah disini, Tante ingin memperkenalkan kamu sama anak Tante" ucap Merlin sambil melirik kearah Nathan yang sedang sibuk.

Seminar pun menengok ke arah yang ditujukan oleh Merlin. Kedua matanya langsung terpaku pada sosok yang sedang duduk di sofa sambil menatap layar laptopnya.

"Oh... Tuhan...! Kenapa cowok itu terlihat begitu gagah dan ganteng banget? Tapi kok terlihat familiar ya? Apa kita sebelumnya sudah pernah bertemu? Entahlah... Gue nggak mau terlihat terpesona sama dia" lirih Seinara dalam hati.

"Than...! Sini dong!, kamu kok malah sibuk sendiri sama kerjaan!" Seru Merlin memanggil anaknya.

"Iya mom, bentar lagi nih. Tanggung soalnya" jawab Nathan yang langsung menyelesaikan pekerjaannya.

"Buruan dong sayang! Masa kamu tega sih membuat perempuan secantik Seinara menunggu!" Seru Merlin meledek sang anak.

"Iya ini udah selesai kok" jawab Nathan yang kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri sang mommy.

"Kenapa sih mom? Orang sedang ngerjain proposal kok di gangguin!" Tanya Nathan malas pada sang mommy.

"Kamu ini nggak sopan banget, kenalin ini om Ardi sama Adelia, dan yang ini anak cewek mereka" jawab Merlin sambil memperkenalkan Ardi dan keluarganya pada sang anak.

"Halo om, Tante" sapa Nathan pada Ardi dan Adelia.

"Halo juga Than" jawab Adelia sambil tersenyum dan berjabat tangan dengan Nathan.

"Ternyata kamu mirip banget sama Daddy kamu waktu masih muda Than" ucap Ardi sambil menjabat tangan Nathan.

"Masa' sih om? Mungkin lebih ganteng Daddy jaman dulu kali om!" Jawab Nathan sambil tertawa.

"Nggak kok, hampir mirip banget, seperti pinang yang di belah dua" jawab Ardi sambil tersenyum.

"Baiklah..." Jawab Nathan mengalah.

Setelah itu Nathan berjalan menghampiri sang mommy dan duduk di sampingnya. Dia melewati Seinara yang sejak tadi berdiri diam di samping sang mama. Namun tiba-tiba Merlin mencubit pinggangnya dan mengomelinya.

"Aww....! Sakit mom...!" Seru Nathan mengadu saat mendapatkan cubitan dari sang mommy.

"Sukurin...! Siapa suruh kamu ngelewatin cewek cantik!" Jawab Merlin kesal.

"Udah jeng, jangan begitu sama anak sendiri. Lagi pula Nathan juga nggak sengaja kok, mungkin dia nggak enak untuk langsung kenalan sama Seinara" ucap Adelia sambil meledek anaknya.

"Dia memang seperti itu anaknya jeng, jadi harus pake kekerasan biar ngerti!" Jawab Merlin.

Nathan masih terus mengusap pinggangnya yang tadi di cubit sang mommy. Namun Merlin kembali memukulnya, agar Nathan segera mengajak Seinara untuk berkenalan.

PLAAKK...

"Astaga mommy...! Yang ini aja masih sakit, kok di tambah lagi sih?!" Seru Nathan memprotes tindakan sang mommy.

"Habis kamu masih diam saja sih! Buruan kenalan sama Seinara! Jangan sampai dia menunggu kelamaan!" Bentak Merlin pada sang anak.

"Iya... Iya... Sekarang juga aku kenakan sama dia" jawab Nathan pasrah sambil berjalan menuju ke tempat Seinara berdiri.

"Hei... Nama saya Nathan, nama kamu siapa?" Tanya Nathan menyapa Seinara sambil mengulurkan tangannya.

"Saya Seinara!" Jawab Seinara sambil membalas uluran tangan Nathan.

Hanya sebentar mereka berjabatan, karena keduanya sama-sama gugup. Mereka baru pertama kali bertemu jadi wajarlah sikap mereka begitu.

"Duuuuh... Kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya ya? Padahal dari tadi masih baik-baik saja. Gue belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Waktu pacaran sama Sam juga nggak secepat ini detak jantungnya. Entahlah... Gue nggak mau baper dulu, takutnya dia sudah punya pacar" lirih Seinara dalam hati setelah melepas jabatan tangannya dari Nathan.

"Jantungku kok seperti habis lari maraton ya? Apa mungkin gara-gara bersentuhan sama cewek ini ya? Aaah... Tapi nggak mungkin deh, bukannya selama ini nggak ada yang bisa membuat aku terpesona? Jadi nggak mungkin aku terpesona sama cewek model beginian. Yang modelnya sexy seperti artis juga nggak ada yang bisa kok, apalagi cewek seperti dia?! Nggak mungkin banget" lirih Nathan dalam hati setelah melepaskan jabatan tangannya.

Tak ingin semakin gugup berada di dekat Seinara, Nathan pun ingin berjalan menuju ke tempat semula. Namun Merlin kembali menghentikannya.

"Kamu mau kemana Than?!" Tanya Merlin pada Nathan.

"Aku... Aku ingin melanjutkan kerajaan mom" jawab Nathan gugup.

"Tetap disitu, mommy ingin melihat kamu sama Seinara berdiri bersama!" Tegas Merlin.

"Baiklah...!" Jawab Nathan pasrah.

"Dad, lihat mereka deh! Mereka terlihat serasi kan?!" Seru Merlin bertanya pada suaminya.

"Tentu saja dong mom, mereka kan memang pasangan yang sangat serasi. Nggak sia-sia kita jodohin mereka dari dulu!" Jawab Sandy bangga.

"Benar banget itu jeng, nggak sia-sia kita jodohin mereka!" Tambah Adelia.

"Iya saya juga setuju perkataan Sandy tadi" tambah Ardi juga ikut menyetujui perkataan Sandy.

"Diiihh... Mama sama papa kok jadi ikutan lebay banget sih? Bukannya kita baru ketemu hari ini ya? Kenapa mereka bilang kita pasang serasi? Bikin malu aja deh mereka" lirih Seinara dalam hati sambil menutup wajahnya dengan sebelah tangannya.

Berbeda dengan Nathan yang sudah biasa dengan sikap dan tingkah kedua orang tuanya. Dia jauh lebih santai dan cuek mendengar candaan dari para orang tua di depannya.

"Kenapa mereka jadi seperti ini sih? Bikin eneg aja tingkah mereka. Ingin rasanya segera pergi dari tempat ini, kenapa nggak ada yang telfon aku hari ini ya? Kemana Alex dan yang lain? Biasanya mereka seneng banget gangguin aku? Tapi kenapa hari ini mereka nggak ada yang nelfon?" Lirih Nathan kesal dalam hati.

Seinara dan Nathan sibuk dengan pikiran masing-masing, namun perkataan Merlin berhasil menyita perhatian keduanya.

"Dad, mumpung mereka berdua ada di sini, gimana kalau hari ini kita langsungkan pertunangan aja?" Tanya Merlin pada sang suami dan mengusulkan.

"WHAT'S...  PERTUNANGAN?!" seru Seinara dan Nathan secara bersamaan.

HAHAHAHA....

Tawa keempat orang tua di depan Seinara dan Nathan bersamaan. Mereka tertawa mendengar dan melihat keterkejutan Seinara dan Nathan. Mereka merasa kedua anak itu sangat kompak.

"Kalian ternyata sangat kompak ya" ledek Merlin segera.

"Iya kalian sangat kompak, udah persis seperti suami istri" tambah Adelia ikut meledek anaknya juga.

"Apaan sih ma, jangan meledek Sein begitu dong" protes Seinara pada sang mama.

Kedua pipi Seinara saat ini mungkin sudah seperti kepiting rebus, karena menahan malu gara-gara ledekan dari ibunya.

"Kalian nggak salah ingin mengadakan pertunangan kita hari ini?" Tanya Nathan mencoba mengalihkan perhatian semua orang.

"Iya, menurut mommy nggak ada yang salah kok! Toh sekarang kamu dan Seinara sudah ada di sini" jawab Merlin yakin.

"Tapi kalian nggak memberitahu kita sejak awal! Jadi Nathan keberatan" tegas Nathan dengan wajah sedikit kesal.

"Sein keberatan ma, pa!" Tambah Seinara juga.

"Hahahaha... Tuh kalian kompak lagi, sama-sama memprotes permintaan mommy" seru Merlin kembali meledek anak dan calon mantunya.

"Mom, Nathan nggak sedang bercanda!" Protes Nathan tegas pada sang mommy.

"Mommy juga nggak sedang bercanda Than! Mommy serius ingin kalian berdua bertunangan hari ini!" Jawab Merlin jauh lebih tegas lagi.

Seinara dan Nathan pun saling pandang mendengar jawaban tegas dari Merlin. Namun Seinara tidak ingin menyerah begitu saja, dia mencoba membantah keinginan tersebut.

"Ma, bukannya tadi mama sudah janji sama Sein di rumah?" Tanya Seinara pada sang mama.

"Iya nak, mama memang sudah janji sama kamu, tapi ini..." Jawab Adelia bingung dan merasa bersalah pada anaknya.

"Tapi apa ma?! Kenapa tiba-tiba ada acara seperti ini?! Kenapa kalian nggak mau ngertiin perasaan Sein?! Kenapa kalian nggak ngerti sedikitpun perasaan Sein?! Ma, pa, Sein itu punya perasaan, Sein bukan barang mati yang bisa kalian mainkan sesuka hati!" Bentak Seinara dengan mata berkaca-kaca.

Kemudian Seinara berlari keluar dari ruang rawat inap itu. Dia berlari tak tentu arah sambil berlinang air mata. Seinara menangis sambil terus berlari menjauhi ruang rawat inap Merlin.

1
Ikhsan Fatkhurozi
bener tuh si Arjuna pibdahin aja
Ikhsan Fatkhurozi
lanjut
Intan Hidayat
uiiih... Seinara dan Nathan mulai pdkt
Ikhsan Fatkhurozi
semakin manarik
Hidayatul Wahid
lanjut dong nggak pake lama
Intan Hidayat
lanjut
Ikhsan Fatkhurozi
persahabatan yang menarik
Ikhsan Fatkhurozi
cukup menarik, semoga semakin menarik kelanjutannya
Hidayatul Wahid
👍
Hidayatul Wahid
seinara mantap
Intan Wiwi
siap
Intan Hidayat
lanjut
Intan Hidayat
yuk sein jangan lemah
Intan Hidayat
oke juga Seinara
Intan Hidayat
lanjut
Intan Wiwi
terimakasih udah mampir
Intan Hidayat
sepertinya masa lalu Seinara menarik
Intan Hidayat
Nita nyebelin
Intan Hidayat
sepertinya Arjuna suka sama Seinara nih
Intan Hidayat
Nathan mulai tanggung jawab juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!