NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan Tak Rela

Semua pasang mata langsung tertuju pada pasangan yang terlihat sangat serasi itu.

Pangeran Jeremi memang sudah lama tak terdengar lagi kisah cintanya dengan para gadis. Semua orang tahu standar gadis seperti apa yang cocok untuk sang pangeran.

Di sudut ruangan, Arjuna nampak menahan panas di hatinya. Ia tak rela kekasihnya berada di tangan lelaki lain. Namun ia tahu kalau Fiana sangat terpaksa melakukan semua itu.

"Jangan Juna!" Jelo menggeleng saat melihat Arjuna yang akan mendekat.

"Aku tak bisa menahan rasa cemburu ini."

"Kamu harus bersikap bijaksana dan cerdik. Kamu tahu kan bagaimana kejamnya Jordy Adams? Dia bukan hanya akan membunuhmu tapi juga menyiksa adiknya. Polisi sudah memberi peringatan kepada keluarga Tekins dan keluarga Adams untuk menjaga jarak. Bersyukur sudah hampir 2 tahun ini tak ada konflik."

Arjuna yang tak tahan melihat bagaimana tatapan pangeran Jeremi kepada Fiana segera meninggalkan ruangan pesta.

"Pangeran, kakiku agak sakit. Bolehkah kita duduk? Jujur saja, aku tak terbiasa berdansa." kata Fiana saat ia melihat Arjuna yang keluar.

"Baiklah, cantik." Jeremi masih memegang tangan Fiana, segera mengantar gadis itu ke meja kakak-kakaknya.

"Terima kasih sudah mengijinkan aku berdansa dengan adik kalian." Jeremi dengan sopan sedikit menunduk lalu segera mencium punggung tangan Fiana sebelum melepaskan pegangannya di tangan gadis itu.

Jordy dan Jerry saling berpandangan. Sebagai lelaki, mereka dapat melihat ketertarikan pangeran pada adik mereka.

Walaupun Jeremi bukan putra mahkota, namun jika Fiana bisa jadi dengannya tentu saja akan membuat keluarga mereka menjadi lebih kuat kedudukannya karena Jordy sudah menikahi sepupunya Pangeran yaitu Rina.

"Apakah besok kita bisa makan siang bersama?" tanya Jeremi kepada Fiana.

"Tentu saja. Adikku tidak punya jadwal apapun untuk besok karena dia sedang liburan di sini." jawab Jerry. Ia sengaja menjawab lebih dulu sebelum adiknya menjawab.

"Nanti aku jemput besok jam 11.30 siang. Aku menyapa tamu lain dulu ya?" pamit Jeremi.

"Kakak, aku malu jika harus keluar dengan pangeran." kata Fiana. Sebenarnya ia tak mau jalan dengan lelaki manapun juga.

"Pangeran Jeremi adalah lelaki baik dan terhormat. Bukalah hatimu untuk dekat dengan pangeran karena itu akan menaikan derajat keluarga Adams." bisik Jordy.

Fiana menahan kesal di hatinya. Ia tak dapat menikmati suasana pesta karena Arjuna tak terlihat lagi batang hidungnya sampai Fiana pulang bersama kakak nya.

**********

Menjelang tengah malam, ponsel Fiana berdering. Ternyata itu panggilan dari Arjuna.

"Sayang, ada apa menelpon Ku tengah malam seperti ini?" tanya Fiana.

"Aku nggak bisa tidur. Aku terus memikirkan mu. Temui aku di bagian belakang rumahmu. Di sana ada jalan rahasia. Aunty Reina yang menunjukkan jalannya."

"Tapi ..."

"Please ...!"

Fiana jadi tak tega. "Baiklah."

Ia pun mengenakan kimono dari gaun tidurnya. Perlahan ia membuka pintu kamarnya sambil mengirim pesan pada Arjuna bahwa ia sudah ke sana.

Fiana tahu jalan rahasia itu karena merupakan jalan alternatif untuk melarikan diri dari musuh.

Ia bertemu dengan Reyna di parkiran basement.

"Pergilah, nona. Aku sudah mematikan CCTV. Waktu nona hanya 30 menit."

Fiana pun melangkah memasuki sebuah pintu rahasia. Ia menyusuri lorong yang cukup panjang sampai akhirnya menemukan sebuah pintu besi yang ternyata sudah di buka. Di sana, sudah berdiri Arjuna. Kedua nya langsung berpelukan.

"Maafkan aku, sayang. Aku tak bermaksud menyakitimu dengan berdansa bersama pangeran Jeremi." kata Fiana.

Arjuna melepaskan pelukannya. Ia memegang pipi Fiana dengan kedua tangannya. "Aku tahu. Aku melihat itu di wajahmu." lalu Arjuna mengecup bibir Fiana. Untuk sesaat, keduanya saling berciuman untuk melepaskan segala kegundahan hati.

"Besok pangeran mengajak aku untuk makan siang. Kakak ku yang menyatakan persetujuannya." kata Fiana dengan wajah sedih.

"Sepertinya pangeran tertarik dengan mu." Arjuna menggelengkan kepalanya. "Ini tidak baik, sayang. Apalagi peraturan istana mengharuskan seorang pangeran atau putri raja yang menikah disaat usianya sudah 27 tahun."

"Aku kan bisa menolak. Lagi pula pangeran baru melihatku, aku tak kenal dia, tak mengetahui pribadinya."

Arjuna tersenyum. "Apa bedanya dengan diriku?"

Fiana memegang pipi Arjuna. "Tapi kamu berbeda. Hatiku begitu yakin dengan mu. Dan aku percaya kalau kamu orang baik."

Arjuna kembali memeluk Fiana. "Aku mencintaimu. Sungguh-sungguh mencintaimu."

Fiana tersenyum dalam dekapan Arjuna. Cinta membuat hatinya bahagia.

Ponsel Fiana berbunyi. Ia melihat kalau itu panggilan dari Reyna. "Aku harus pergi."

Arjuna melepaskan pelukannya walaupun tak rela. Ia membelai pipi Fiana lalu kembali mencium bibirnya. "Mimpi yang indah, sayang."

Fiana mengangguk. Ia pun segera melangkah memasuki pintu rahasia itu. Sebenarnya hatinya juga tak rela jika harus meninggalkan Arjuna namun ia juga tak mau mencelakakan Reyna.

Reyna langsung bernapas lega saat melihat Fiana. Ia mendorong lemari untuk menyamarkan pintu lalu keduanya segera masuk kembali ke dalam rumah. Tepat di saat itu Jerry turun dari tangga.

"Kalian dari mana?"

"Aku nggak bisa tidur dan mengajak aunty jalan-jalan sebentar." jawab Fiana.

"Tidurlah. Nanti kamu sakit."

"Kakak mau kemana?"

"Mau memeriksa sekitar sini. Soalnya anak buah kita melaporkan kalau melihat mobil Arjuna Pekins di sekitar sini." lalu Jerry segera pergi. Fiana langsung menelepon Arjuna.

"Aku sudah di jalan raya, sayang. Sudah keluar dari kompleks perumahan mu. Kamu tenang saja."

Fiana pun bernapas lega.

*********

Pangeran Jeremi menarik kursi untuk Fiana duduki lalu ia sendiri duduk di depan gadis itu.

"Pilihlah makanan apa yang kamu inginkan. Semua makanan di sini sangat enak."

Fiana menatap sekeliling restoran. Mereka memang berada di lantai dua. Namun lantai dua ini sepi. Hanya mereka saja.

"Kalau memang makanan di sini enak, mengapa pengunjungnya hanya kita?" tanya Fiana.

Jeremi tersenyum. "Aku sengaja membooking lantai dua ini sehingga kita bisa memiliki privasi. Kalau di lantai satu, sekarang pasti sedang ramai. Namun kamu tidak melihatnya karena parkiran mobil kita langsung di lantai dua."

"Baiklah. Makanan apa yang terenak di sini menurut pangeran?"

"Semua enak."

"Kalau begitu pangeran yang memilih menunya. Aku jadi bingung."

Jeremi terkekeh. Ia senang melihat wajah Fiana yang polos. Hanya menggunakan bedak tipis dan lipstick warna pink. Tak ada eye shadow apalagi maskara karena bulu matanya terlihat lentik alami.

Sambil menunggu makanan disiapkan, pangeran mengajak Fiana berbincang. Ia begitu kagum dengan kepintaran gadis itu.

Walaupun Fiana terus meladeni pangeran bicara namun pikirannya saat ini ada di tempat lain. Ia terus memikirkan Arjuna.

Dua jam mereka habiskan waktu di restoran itu lalu pangeran mengantarnya pulang.

"Nak, bagaimana dengan pangeran?" tanya Jhonny papanya.

"Pangeran baik."

"Kamu tidak tertarik dengannya?"

Fiana buru-buru menggeleng. "Aku tidak tertarik dengan kaum bangsawan, papa. Aku lebih suka lelaki biasa bahkan aku bermimpi akan tinggal di desa."

Jhonny menggeleng kan kepalanya. Ia tak percaya anaknya tak tertarik pada pangeran tampan itu sementara ada banyak gadis yang berharap bisa memasuki istana dan tinggal di sana.

Jhonny sangat mengharapkan putrinya bisa memiliki hubungan dengan penguasa negara ini untuk memperkuat kedudukannya di bandingkan dengan keluarga Pekins.

***********

"Kamu jangan lagi pergi ke rumah musuh kita. kompleks perumahan itu penuh dengan CCTV. Jerry Adams mengirim pesan padaku dan bertanya mengapa mobilmu ada di sana." ujar Jelo saat keduanya ada di ruangan kerja Arjuna.

"Aku menemui Fiana.

Jelo menggeleng kan kepalanya. "Bro, aku akui kalau Fiana Adams itu sangat cantik. Tapi dia akan menjadi sumber masalah bagimu."

Zack yang sejak tadi diam, akhirnya bicara.

"Kamu jatuh cinta?"

Arjuna mengangguk.

Zack tersenyum. "Akhirnya. Kamu memiliki dan merasakan perasaan itu. Sebelum semakin dalam, sebaiknya kamu menghindar dan pergi. Bagaimana kalau kita pergi liburan saja untuk membunuh perasaan mu itu?"

"Maaf, aku tak bisa melepaskan perasaan ini." Arjuna menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya. "Aku rasanya ingin mati jika harus dipisahkan dengannya."

Jelo dan Zack saling berpandangan. Mereka merasa perlu menyelesaikan masalah ini sebelum diketahui oleh orang tua Arjuna.

Ponsel Arjuna berdering. Ada panggilan dari Fiana.

"Sayang, aku merindukan mu." kata Arjuna. Wajahnya langsung berubah senang.

"Aku juga. Oh ya, hari ini aku, Tita dan Jelita mau pergi ke kota Lou untuk ziarah. Apakah kita boleh ketemu?"

"Boleh sekali, sayang. Aku tak sabar."

"Jangan bawa mobilmu jika pergi ya?"

"Baik, sayang. Nanti kita ketemu di sana."

Arjuna menatap Zack. "Aku pinjam mobilmu."

"Untuk apa?"

Arjuna tersenyum. "Menemui kekasihku." katanya dengan kebahagiaan yang terpancar dari hatinya.

**********

Apa yang akan terjadi di sana?

1
Liina Anjani Malick
okeh udh kebuka sedikit" ... jelo ish gelo fiana masih idup tp wajah nya berubah.. kira" gmn pertemuan fiana n bang jun ya😔
tintiin21
makin seru.... 😍😍😍😍
Maria Kibtiyah
siapa diana siapa gadis yg di oeprasi ahk bikin pusing
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
Edgar penuh dgn misteri dan pak Roman kirain tulus membantu Juna🥺
tintiin21
waduh non stop... 😅😅😅😅😅
Liina Anjani Malick
ada apa ya aku jg bingung bang juna😔🤣
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!