Luna di nikahi Keanu dua tahun yang lalu. Berharap mendapat keluarga baru yang baik dan penyayang. Siapa sangka mulut manis sang mertua berubah seratus delapan puluh derajat setelah beberapa bulan pernikahannya.
Begitu juga dengan suaminya begitu mendengarkan apa yang mamanya katakan. Rumah tangga Luna menjadi tak sehat karna ada campur tangan mertua. Luna di perlakukan tak lebih seperti babu gratisan mereka, hingga Luna mendapat kabar jika kedua orang tuanya menjual tanah. Tanpa memberi tahu suaminya tentang penjualan tanah orang tuanya, Luna berencana membuka usaha untuk masa depanya dan membahagiakan orang tuanya.
Perlahan Luna mulai membalas perlakuan suami, mertua dan iparnya satu persatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Sementara itu di sebuah kamar Luna tengah duduk termenung sambil menatap jendela kamarnya yang ia biarkan terbuka. Lamunannya terhenti saat ayah dan ibunya mengetuk pintu kamarnya yang terbuka.
"Ibu dan ayah ganggu ga?" tanya ibunya masih berdiri di depan pintu.
"Ga bu, ayo masuk." Luna mempersilahkan ibunya masuk.
"Ayah ga di ajak nih." goda ayahnya.
"Eh iya, ayo masuk yah." Kekeh Luna.
"Nduk, kapan kamu balik ke rumah suami mu?" tanya ayah membuka obrolan.
"Ayah ngusir aku? ayah ga suka aku pulang?" Lina pura - pura merajuk.
"Bukan begitu nduk, ayah malah sangat senang kamu pulang. Tapi kamu kan punya suami sekarang nduk tidak baik lama - lama ninggalin suaminya kamu." terang ayah lembut.
"Biarin aja yah, aku masih kangen kalian. Aku masih betah lama - lama di sini. Toh ga ada juga yang berharap aku pulang." Hati Luna terasa perih saat teringat bahwa suaminya saja tak peduli akan keberadaan dirinya.
"Kamu ga lagi ada maslah sama suamimu dan keluarganya kan nduk?" kali ini ibu yang bertanya.
"Ya begitulah, bu. Namanya juga hidup berumah tangga, mana ada jalanya yang mulus." Lina berusaha menyembunyikan apa yang ia alami selama menikah dengan suaminya.
"Ga baik nduk lama - lama bertengkar. Jika memang bisa diperbaiki kenapa tidak." nasehat ayahnya.
"Iya, yah. Nanti setelah selesai semuanya aku pasti pulang dan menyelesaikan semuanya." janji Luna sambil memeluk ibunya manja.
Luna pulang kampung bukan tanpa sebab, ayahnya menghubungi dirinya karna tanah mereka ada yang berminat. Luna di minta untuk mengurus semua mengenai surat menyurat karna mereka tidak paham akan tata cara jual beli tanah.
Tanah mereka akhirnya laku dan ditawar dengan harga yang lumayan mahal. Rencananya tanah itu akan di bangun villa - villa.
"Alhamdulillah, selesai juga. " ucap syukur Lina saat semua proses surat menyurat selesai. Uangnya juga sudah ada di tangan mereka.
"Ini semua buat kamu nduk." ayah menyerahkan semua uang hasil penjualan tanah ketangan putrinya.
"Loh kok buat aku semuanya yah?" tanya Luna heran dan tak percaya uang sebanyak itu jadi miliknya.
"Ya beneran nduk, kamu dan suamimu bisa buka usaha nanti. " harapan sang ayah agar putrinya bisa bahagia bersama suaminya kelak.
"Tapi kalau aku mau usaha, aku maunya sama ayah dan ibu saja. Ayah dan ibu harus ikut aku."
"Ya ga mungkinlah ayah dan ibu ikut kamu, lah kamu aja masih numpang sama mertua kamu kok." tolak ibunya.
"Nanti dengan uang ini kita bisa beli rumah bu dan memulai usaha. Ayah dan ibu bisa bantu aku menjalankan usaha yang akan aku buat nanti." ujar Luna berjanji dalam hati akan membahagiakan kedua orang tuanya.
"Kita liat aja nanti, nduk. Sudah malam sebaiknya kamu tidur. Ayah dan ibu juga mau istirahat." Ayah dan ibunya beranjak meninggalkan Luna sendiri di kamarnya.
Luna benar - benar menikmati hari - harinya bersama kedua orang tuanya. Tak terasa hampir dua minggu ia berada di sana. Jika bukan karna desakan ayah dan ibunya rasanya ia engan untuk kembali rumah mertuanya. Rumah yang telah banyak menyimpan kenangan buruk bagi dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 🔥💪🙏
lagian luna gak sopan deh bentak petugas pengadilan.
semangat menulis thor, gak ada salahnya baca novel2 penulis lain lho buat nambah ilmu, yg penting gak plagiat ...semangaaat