Demi menjalankan misinya mencari tahu mengenai pelaku pembantaian massal keluarga Anthony, dengan rela Tuan Vigor menikahkan putri tunggalnya dengan seorang mafia yang merupakan putra sahabatnya untuk melancarkan misinya dan mendapatkan harta yang ia inginkan. namun lain halnya dengan si mafia, yang mempunyai tujuan lain dengan adanya ia masuk kedalam keluarga elit itu untuk bisa menguasai dan mengendalikan keluarga itu lewat Calon istrinya yang saat ini mendapat julukan Bloody Queen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vionnaclareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam
Sesuai janji yang telah di tetapkan tadi pagi, malam ini sebuah rombongan mobil kembali memenuhi halaman rumah yang luas itu, matahari baru saja terbenam beberapa jam yang lalu namun halaman itu kembali diterangi oleh sorotan lampu mobil yang satu persatu menghentikan mesinnya tepat di depan rumah megah itu.
Begitu juga dengan salah satu mobil utama yang pemiliknya akan menjadi sorotan malam ini, pemilik mobil itu mulai keluar dari sarangnya sembari menampilkan senyuman paling ramah ketika melihat banyaknya bodyguard yang menyambut mereka.
Wanita yang saat ini menggenakan dress putih elegan dengan potongan rambut pendek sebahu berjalan masuk kedalam rumah itu bersama putra kesayangannya.
" Hallo selamat malam" sapa wanita berumur 40 tahunan itu dengan begitu ramah terhadap sepasang pemilik rumah yang tengah menyambut mereka di dalam ruang tamu.
" Selamat malam juga Luna sudah lama aku tidak bertemu denganmu, terimakasih sudah mau hadir dan menerima undangan makan malam kami." Respon Evie yang merupakan istri dari tuan Vigor sembari memeluk tubuh wanita itu.
"Aku juga senang bertemu denganmu lagi Evie." Jawabnya.
" kalau begitu mari, anggap saja seperti rumah sendiri." Sahut Vigor sembari mempersilahkan mereka masuk.
Langkah kaki mereka berempat mulai terdengar dan masuk kedalam sebuah ruang makan yang terletak tidak terlalu jauh dari tempat sebelumya, ruang makan itu dipenuhi dengan aroma roti yang baru dipanggang dan sup yang mendidih, memancarkan rasa hangat dan keramahtamahan. Masing masing dari mereka mengambil tempat duduk disana sehingga meja makan yang biasanya hanya berisi 3 orang kini terlihat cukup ramai karena adanya tamu yang begitu istimewa.
" Sebelumnya aku ingin berterima kasih karena kalian mau mengundang kami makan malam disini." Ucap Luna sembari menatap dua pasangan yang duduk di bangku sebrang.
"Tidak perlu berterima kasih Luna, lagi pula kita jarang sekali berkumpul seperti ini lagi, padahal dulu kita sering seperti ini, kalian tahu aku saja terkejut ketika suami ku ini bilang ingin mengadakan makan malam dengan kalian." Jawab Evie sembari menatap suaminya itu.
"Itu kenangan yang lama sekali, kita jarang bahkan tidak pernah kemari setelah Leo mulai sekolah di Canada."
"Kau memang benar, kita juga memaklumi hal itu, lalu bagaimana kabar putrimu Luna, dia belum kembali?" Tanyanya.
"Dia masih kuliah di Italy,mungkin beberapa bulan lagi dia akan kembali." Jawabnya.
" Ahh begitu rupanya."
"Luna, apa Leo sudah memberitahu mu tentang rencana pernikahan nya?" Cela Vigor di tengah percakapan dua wanita yang tidak ada habisnya itu.
"Tentu saja, putraku sudah memberitahu ku tadi."
" Wahh berita yang sangat bagus, melalui hubungan pernikahan ini, pasti membuat keluarga kita semakin dekat, aku sangat menyetujui nya lagi pula Yoona dan Leo sudah berteman sejak kecil." Sahut Evie dengan begitu girangnya.
" Tapi Luna Kalau menyangkut masa lalu, sebenarnya ada beberapa masalah yang menimpa putriku." Lanjutnya dengan nada yang berubah menjadi begitu serius.
" Apa itu kecelakaan yang menimpa Yoona 20 tahun yang lalu?" Sahut Leo sembari meletakkan handphonenya yang sedari tadi dia pegang.
"Benar, akibat dari kecelakaan besar itu, membuat putra dari Kak Oliver meninggal, dan Yoona kehilangan semua ingatannya sampai saat ini, jadi kalian harap mengerti." Ucapnya.
" Aku sudah mengetahui nya paman sudah menceritakannya bibi." Jawabnya
" Ahh begitu, aku harap kau bisa memaklumi nya Leo" Ucapnya lagi dan Leo pun menganggukinya.
"sudah sudah kenapa kalian malah membahas masa lalu Eoh, ngomong ngomong dimana yoona kenapa dia belum turun juga" sahut Vigor ketika putrinya gang yang sedari tadi mereka tunggu belum turun juga.
" Maid tadi bilang dia masih mandi, sebentar aku akan melihat dan memanggil nya" ucap istrinya itu yang membuatnya mulai beranjak dari kursinya.
" Umm Bibi bagaimana kalau biar aku yang memanggil nya." Tawar nya yang tiba tiba mengajukan diri.
" kau serius, ahh baiklah itu ide bagus karena lagi pula kalian juga akan menjadi suami istri nanti, kau tahu dimana kamarnya kan." Ucapnya yang mulai duduk lagi di kursinya, sedangkan Leo mengangguki pertanyaan itu.
Dan akhirnya Leo pun beranjak dari kursinya dan berjalan keluar dari ruang makan itu menuju ke kamar Yoona yang ada di lantai atas.
kini dia pun tiba di depan pintu kamar gadis itu, dia mulai mengetuk pintu kamar itu tiga kali, namun tidak ada respon ataupun jawaban dari pemilik kamar itu, melihat hal itu dia pun perlahan mulai pintu kamar itu dan masuk ke dalam
Dengan begitu lancang ia berjalan masuk kedalam kamar itu tanpa harus mendengar persetujuan dari pemiliknya, dan ketika dia masuk kedalam kamar itu, dia mencium aroma yang sangat harum,namun anehnya dia tidak melihat keberadaannya di sana.
Lalu beberapa menit kemudian kemudian ketika Leo hampir ingin memanggil nama pemilik kamar, tiba tiba sebuah pintu kamar mandi pun terbuka dan membuat pandangan Leo sontak mengarah kearah Seorang gadis yang keluar dari dalam kamar mandi dan masih memakai jubah mandi miliknya.
"Astaga kau ternyata,ku kira papa." Ucapnya sedangkan pria itu hanya diam menatap gadis itu yang sama sekali tidak ada perasaan panik ketika melihat ada pria yang masuk kedalam kamarnya apa lagi melihatnya yang hanya memakai jubah mandi.
" tunggulah sebentar, aku ingin ganti baju, apa mungkin kau kemari ingin membantuku tuan." Lanjutnya lalu masuk kedalam ruang ganti miliknya tanpa mengunci pintu ruangan itu.
Mendengar hal itu membuat Leo hanya diam menatap Yoona yang masuk kedalam ruang ganti itu, dan tidak lama kemudian dia pun memutuskan untuk ikut menyusul gadis itu kedalam.
Dan sesampainya disana dia gadis yang sudah memakai celana jeans pendek diatas lutut dan masih sibuk mengancingkan Br4 yang ingin dia kenakan itu.
" Kau masuk juga akhirnya." Ujarnya ketika menyadari kedatangan nya, sedangkan pria itu mulai berjalan mendekat ke arahnya yang sedang berdiri di depan cermin itu.
" Kenapa kau lama sekali hmm?" Tanyanya sedangkan Leo perlahan mulai menyisihkan rambut panjang Yoona dan membantu nya untuk mengancingkan benda itu.
" Kau tidak marah jika aku membantumu?". Tanya nya sembari menatap pantulan wajahmu di cermin.
Yoona tersenyum smirik ketika mendengar pertanyaan itu, "untuk apa aku marah, bukankah sebentar lagi kau akan menikahiku?" Jawabmu sembari membalikan tubuhnya dan menatapnya.
" Sekarang katakan padaku,apa yang harus ku kenakan hari ini untuk menemui calon mertuaku, setidaknya aku tahu tipe pakaian mu." Lanjutnya sedangkan Leo hanya tersenyum lalu mengambil salah satu baju yang ada pada lemari baju disana.
" ahh seperti kau salah menilaiku Sayang." Ucapnya sembari memakaikan pakaian itu padanya.
" Benarkah?"
" Kau pikir aku ingin menikahi mu karena cinta?dengar sweatie, aku bukanlah 10 mantan tunangan mu itu."
"kau tahu tentang hal itu?" Tanyanya yang membuat Leo kembali memunculkan senyuman manis miliknya.
" Tentu saja,Tujuan ku menikahimu itu sama seperti tujuan mu yang ingin menikahi 10 pria yang mati sebelum hari pernikahan."
" Sama seperti mu,aku juga ingin memperluas kekuasaan ku." Lanjutnya dan membuat gadis itu sontak tertawa remeh sembari menatap pria yang dia anggap lucu.
" Benarkah, sekarang katakan padaku, bagaimana caranya hmm darling, semua yang ada di sini berada di dalam tangan ku?" Tanyanya
" itulah kenapa ada pepatah acuhkan cabangnya dekati pusatnya, aku tidak memerlukan bantuan orang di sekitarmu, aku hanya perlu mengendalikan pusatnya iya kan." Ucapnya sembari mentapnya dengan begitu lekat.
" Kau tidak tahu siapa aku, Apa kau pikir kau akan menang melawanku?"
" dan lagi pula bagaimana caranya kau mengendalikan ku hmm?" Tanyanya lagi sembari mengalungkan lengannya pada leher pria itu dengan tatapan menggoda hasrat miliknya.
"Kau yakin, jangan sampai kau terpesona denganku dan akan menjadi korban kesebelas ku." Lanjutnya sementara Leo perlahan mulai mengancingkan kemeja milik Yoona yang masih tebuka hingga menutupi bidang dada yang sedari tadi berusaha untuk membunuhnya.
"Dengar Queen, sebelum aku berhasil menikahi mu, kau tidak akan bisa memancingku, aku akan mengendalikan mu dan ku pastikan kau yang akan gila karena ku." Jawabnya.
" Benarkah, kalau begitu ayo kita lihat siapa yang akan mati terlebih dulu disini." Ujanya sembari tersenyum begitu manis terhadap pria itu lalu pergi begitu saja dari ruangan itu meninggalkan Leo sendirian disana.
"aku benar benar menyukai wanita itu." Batin Leo sembari menatap kepergian Yoona.
Yoona berjalan menuruni tangga dan pergi ke arah ruang makan yang dipenuhi oleh orang orang yang sedari tadi menunggunya
" Itu dia, kenapa kau lama sekali Eoh sayang, kita semua menunggu mu dari tadi. "
"Papa tahu sendiri kan aku kalau mandi lama." Jawabnya sembari duduk di kursi yang berada tepat di depan Vigor.
" Eoh, Apa kau tidak bertemu Leo, bukannya dia tadi yang memanggilmu, kenapa kau turun sendiri?" Tanyanya ketika menyadari sesuatu dan tidak melihat tanda tanda Leo kembali.
" Aku disini paman." Sahut Leo yang baru saja tiba di sana sembari membawa sebuah jaket di tangannya.
" Aku masih mengambil jaket untuknya" lanjutnya yang kemudian memakaikan jaket itu pada Yoona yang duduk di bangkunya.
" maafkan aku sayang, sepertinya aku salah memilih baju untukmu, jadi pakailah agar kau tidak kedinginan hmm. " Bisiknya sembari tersenyum dengan begitu manis pada gadis itu, lalu duduk tepat di sampingnya.
"Astaga ada apa ini? "
" Bukan apa apa paman, dia tadi meminta rekomendasi baju padaku, dan aku asal mengambilnya. " Jawab Leo sebab kenyataannya Yoona saat ini memakai kemeja putih tipis yang Leo ambilkan tadi.
" Sayang? " Gumam Evie yang tidak sengaja mendengar bisikan mereka.
" astaga padahal kalian sudah lama tidak bertemu, tapi sepertinya sudah sangat akrab dan serasi."
" Sepertinya kita harus mempercepat pernikahan mereka" lanjutnya.
" Lihat, kali ini aku yang menang Yoona." Bisik pria itu sehingga membuatmu seketika meliriknya dengan begitu tajam.
" Bagaimana jika lusa hmm, karena dua minggu lagi aku dan istriku sudah pergi ke Italy." Ucap Vigor yang membuat istrinya itu seketika tersedak makanan yang baru saja masuk kedalam mulutnya.
" uhuk uhuk apa?"
" Tidak tunggu dulu, bukankah itu terlalu cepat, kita juga harus menyiapkan banyak sekali hal, seperti tempat, gaun, undangan dan lainya. "
" Kau jangan khawatir aku punya kenalan yang bisa menyiapkan itu semua dalam satu malam. "
" Tapi tetap saja."
" Oke oke, Minggu depan bagaimana?"
" itu lebih baik, bagaimana pendapatmu Luna? "
" Aku terserah pada mereka, karena mereka yang akan menikah bukan."
" Kalau aku sangat tidak keberatan paman. " Sahut Leo
" Kalau kau Yoona? " tanya Vigor pada putri nya yang sedang sibuk memotong daging yang ada di piringnya itu.
Yoona menatap kearah Papanya yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan harapan, "Kalau itu yang terbaik, dan kalian menyetujuinya, aku juga tidak masalah Pa, lagi pula kita tidak boleh menunda hal baik iyakan Darling? " ucapnya sembari tersenyum kearah pria yang ada di sampingmu dan menyodorkan sepotong daging padanya.
Melihat hal itu Leo dengan senang hati menerima suapan darinya itu, meskipun dia tahu apa yang dia maksud itu.
"Ya tuhan,,,, inilah yang aku mau." Ucap Vigor sementara Yoona perlahan mulai mendekatkan diri pada pria itu.
" Aku tidak pernah kalah, kau yang sudah mengajakku bermain, jadi ayo kita lihat seberapa seru permainanmu ini. " bisiknya sementara pria itu hanya diam mendengar perkataan darinya itu.
Hari pernikahan mereka sudah di tentukan, hal itu membuat suasana ruangan itu menjadi ramai, mereka saling bercerita dan membahas ini dan itu, bahkan mereka juga membicarakan tentang masa lalu yang bahkan Yoona sendiri tidak tahu apa apa.
"Leo, apa kau besok sibuk, kalau tidak bagaimana kalau kalian besok pergi berkencan, supaya kalian bisa lebih akrab." Usul Evie.
"Ohh ide yang bagus itu." Timpal Vigor.
"Tentu saja bibi, besok aku akan kemari untuk mengajak Yoona jalan jalan." Jawab Leo.