Shinn, seorang pemuda dari keluarga miskin, hidup di dunia biasa...sampai suatu hari ia menemukan barang rongsokan misterius di pasar loak. Saat ia mengutak-atiknya, muncullah jendela sistem aneh yang membawanya ke dunia paralel: sebuah dunia apokaliptik dipenuhi zombie dan puing-puing mecha raksasa.
Dengan sistem yang ia bangkitkan dari sampah, Shinn mengubah takdirnya. Ia menjarah dunia zombie, membangun kekuatan, menyembuhkan ibunya di dunia nyata, dan membentuk harem lintas dimensi yang setia padanya. Tapi itu baru permulaan.
Ketika realitas mulai retak, dan sistem-sistem purba bangkit untuk mengendalikan semua dunia yang pernah ada, Shinn harus memilih: tunduk… atau menjadi Nexus...poros semua dimensi, dan satu-satunya harapan untuk menyeimbangkan kehancuran.
Di tengah konflik antar dimensi, musuh tak terlihat, dan cinta yang tumbuh dalam medan perang, Shinn berdiri di ambang takdir sebagai pejuang terakhir dari Sistem Rongsokan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F R E E Z E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3: System yang Berkembang
Shelter Shinn kini tampak berbeda. Semula hanya tumpukan besi tua dan pelat baja berkarat, kini berdiri bangunan kecil dengan dinding bertuliskan "Zona Aman Lvl.1." Di dalamnya, terminal sistem yang semula hanya menampilkan status dasar kini menunjukkan berbagai pilihan baru.
[Void Genesis System – Versi 1.1 Aktif]
[Fitur Baru Terbuka: Konstruksi Otomatis, Rekrutmen Awal, Penyimpanan Antar-Dunia]
[Peringatan: Serangan Zombie Masif akan datang dalam 72 jam.]
Shinn berdiri kaku di depan panel. Matanya membelalak membaca baris terakhir.
“Serangan zombie? Masif?”
Jantungnya berdetak cepat. Dunia ini benar-benar seperti permainan survival, tapi taruhannya adalah nyawa. Ia belum siap. Shelter nya terlalu kecil, senjatanya terbatas, dan ia sendirian. Namun otaknya bergerak cepat. Ia melihat daftar material dan opsi pembangunan baru.
[Blueprint Tersedia:]
Menara Pengawas Lvl.1
Pagar Listrik Darurat
Generator Energi Tenaga Surya
Gudang Otomatis Kecil
Material yang ia kumpulkan masih belum cukup. Tapi waktu terus berjalan.
“Kalau begitu… aku harus cari lebih banyak.”
Ia membuka peta holografik yang kini lebih jelas daripada sebelumnya. Titik-titik biru menunjukkan reruntuhan mecha di sekitarnya. Titik merah gerombolan zombie.
Ia memilih rute aman dan mempersiapkan perlengkapan seadanya. Sebelum pergi, ia menyentuh layar sistem dan membuka fitur baru: Penyimpanan Antar-Dunia.
Sebuah ruang penyimpanan virtual muncul mirip laci tanpa batas. Ia memasukkan beberapa komponen dan senjata logam sederhana ke dalamnya. Jika benar, ia bisa membawa barang ini ke dunia asal. Harapan muncul di dadanya.
“Dengan ini, aku bisa jual barang bekas dari dunia ini di pasar loak… dan pelan-pelan kumpulkan uang untuk pengobatan ibu.”
Langkahnya menjadi lebih mantap. Dunia ini tak hanya memberinya tantangan ia juga membuka jalan keluar dari kemiskinan dan penderitaan.
Perjalanannya menuju reruntuhan mecha tidak mudah. Beberapa kali ia harus bersembunyi dari zombie yang berkeliaran. Tapi pengalaman sebelumnya membuatnya lebih waspada. Setiap detik terasa berharga, dan setiap langkah harus diperhitungkan.
Ia tiba di lokasi target. Kali ini, bukan hanya mecha tua ia menemukan bangkai drone tempur besar yang tergeletak miring di antara reruntuhan gedung.
[Target Langka Ditemukan: Drone Tempur Mecha Tipe-X – Kondisi: Rusak Parah]
[Waktu Pembongkaran: 15 Menit. Risiko: Zona Terinfeksi Berat.]
Shinn menggertakkan gigi. Ini berbahaya, tapi hadiahnya sepadan.
Ia segera membongkar, mencabut panel logam, sirkuit kontrol, dan tabung energi kecil yang masih menyala lemah. Baru setengah jalan ketika raungan keras terdengar.
Dari arah selatan, empat zombie menyerbu. Kali ini lebih cepat seperti varian evolusi.
Shinn tak sempat mundur. Ia mengaktifkan kekuatan barunya.
[Skill Aktif: Cakar Bayangan Lvl.1]
Tangan kanannya kembali berubah menjadi cakar hitam. Ia menerjang ke arah zombie pertama, menghantam lehernya dengan presisi. Makhluk itu jatuh. Namun tiga lainnya mengepung dari arah samping.
Satu menggigit lengannya. Shinn berteriak, namun sistem kembali bereaksi.
[Kerusakan Berat – Energi Gelap Terserap – Mode Bayangan Lvl.2 Terpicu]
Aura gelap meledak dari tubuhnya. Kali ini, bayangan menyelimuti seluruh punggungnya, membentuk semacam jubah hitam yang bergerak seperti kabut hidup. Dalam sekejap, ia membantai tiga zombie sisanya dengan gerakan refleks yang tak manusiawi.
Ia terhuyung setelah pertarungan. Tubuhnya menggigil. Tapi matanya menyala.
“Aku… jadi lebih kuat.”
Layar sistem menampilkan notifikasi:
[Skill Ditingkatkan: Cakar Bayangan Lvl.2]
[Efek Tambahan: Regenerasi Cepat – 10% HP per Menit selama 5 Menit]
Ia menyelesaikan pembongkaran, lalu kembali ke shelter dengan sisa tenaga. Barang-barang dari drone langka langsung ia masukkan ke penyimpanan antar-dunia.
Begitu ia kembali ke dunia asal ia langsung menuju pasar loak, membawa beberapa suku cadang yang ia klaim sebagai "barang modifikasi luar negeri." Pemilik toko langsung tertarik dan membeli dengan harga tinggi.
Dalam sehari, Shinn mengantongi cukup uang untuk membeli satu paket pengobatan herbal, vitamin, dan makanan bergizi untuk ibunya.
Saat malam tiba, ia duduk di samping tempat tidur sang ibu. Yura membuka mata perlahan, tersenyum lemah.
“Shinn… hari ini kamu pulang bawa roti...?”
Shinn menggenggam tangan ibunya.
“Iya, Bu. Mulai sekarang, kita gak akan kelaparan lagi.”
Di dalam dadanya, api menyala. Dunia zombie, sistem gelap, dan kekuatan dari rongsokan semuanya akan ia manfaatkan. Ia akan membangun markas, menguasai dunia gelap itu, dan di saat yang sama… menyelamatkan keluarga serta membalas mereka yang pernah menghina kemiskinannya.
Dan ia tahu, ini baru permulaan.
[Dunia Zombie – Kota Labirin]
Sementara itu, di sudut Kota Labirin, sekelompok bayangan bergerak di antara reruntuhan.
“Dia semakin berkembang…”
Seorang pria bertopeng tiga mata mengamati layar hologram di depannya. Wajahnya tersembunyi dalam kegelapan.
“Kita harus segera bertindak sebelum dia menjadi ancaman.”
Di belakangnya, puluhan sosok berjubah hitam berdiri tegak. Mata mereka bersinar merah dalam kegelapan.
[Fraksi Bertopeng telah mulai bergerak.]
Shinn belum tahu, tetapi dunia ini baru saja menandainya sebagai pemain kunci dalam perang yang lebih besar.
__________________
To be continued....
it's okay, ganbatte nee.. aku tunggu hasil revisinya nanti. 🥰
kaya kata "Lu," itu rasanya kurang cocok untuk dibawa ke novel, bagiku.. tapi selera orang beda-beda.
terus untuk narasi menurutku lebih enak kalau ga pake bahasa santai. narasi tuh biasanya elegan gitu..
tapi aku tetep suka, alur ceritanya keren dan layak banget untuk diikuti kelanjutannya. semangat terus, Pangeran Es-ku yang tampan. 🥰
yang jelas ga dipisah oleh spasi.
atau mungkin.. "Terutama karena kalian bukanlah orang yang telah menyelamatkan kami."
mungkin lebih jelas lagi konteksnya?
"Kami, aku, dan tim..." jadi ga pusing bacanya. 😁
"Bercucuran dengan deras." atau "Mengalir dengan begitu deras."
konfliknya berkembang secara bertahap. sumpah, aku suka banget! 🔥
cuma aku mau kasih sedikit saran..
tokoh Shin mungkin daripada cuma disebut nama, lebih bervariasi kalau sebut ciri khasnya. rambutnya tebal kah? ada tahi lalat di muka atau area lain? ganteng, mancung, atau gimana. itu bisa untuk visualisasi tambahan, karena dia tokoh utama yang sebaiknya bisa dibayangkan wujudnya oleh pembaca.
"Aku sekarang punya kekuatan, ibu... Tunggulah, akan kuubah semuanya."
menurutku sih, itu lebih natural..
aku suka banget sama gaya penulisannya, mudah dimengerti tapi juga puitis. baru pertama baca karya buatan Pangeran Es, dan ga nyangka ternyata alurnya sekeren ini.
di nt, jarang aku liat karya hebat..
dan jujur, aku terpikat banget sama karya ini. chef kiss lah, buat Pangeran Es. ❄