~Saat berusia 9 tahun Faisal di tinggal oleh sang ayah untuk selama-lamanya. Dan beberapa bulan kemudian, sang ibu pun meninggalkan dia untuk menikah lagi dan memilih hidup bersama keluarga baru nya. Dan karna itu pula, kini Faisal tumbuh menjadi sosok yang pendiam dan juga dingin~
~Yessi adalah seorang gadis polos dan ceria, yang baru bekerja beberapa hari di sebuah restoran, Namun karna sebuah kesalahpahaman ia di paksa menikah dengan teman yang juga bekerja di restoran tersebut~
Gimana kisah mereka selanjutnya? Yuk baca👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira amna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4. Andra curiga
Saat andra memasuki pagar kostan nya, ia tak melihat motor Faisal terparkir di sana. Andra langsung mengeluarkan hp nya untuk menelpon Faisal, tetapi setelah 2 kali mencoba Andra tak mendapat jawaban dari teman nya itu.
"Kemana nih bocah, kebiasaan banget ngilang Mulu" gerutu Andra sambil menaiki tangga.
Dan Andra mencoba untuk membuka pintu kamar Faisal. siapa tau tuh anak ngumpet dari Andra. Namun nihil, pintu itu masih terkunci.
Sementara orang yang lagi di cari oleh Andra, sedang menikmati suguhan yang di siapkan oleh ibu nya Yessi.
"Jadi nak faisal baru pindah ngekost?" tanya ibu Mira, saat mereka sedang mengobrol sehabis makan.
"Iya Bu, baru sekitar 3 harian!" jawab Faisal, dengan senyum tipis.
Sedang kan Yessi mencuci piring bekas makan tadi. kebetulan kedua kakak Yessi sudah pulang tadi siang. Yessi hanya mendengar kan obrolan ketiga nya, tanpa ikut nimbrung. Karna dia cukup canggung, jika harus duduk terlalu lama bersama Faisal. Menurut Yessi tatapan lelaki itu, seperti sedang menguliti nya.
Setelah makan malam, Faisal langsung berpamitan pada kedua orang tua Yessi. "Hati-hati di jalan nak faisal" ujar ibu Mira ramah.
"Iya Bu, saya permisi dulu. Assalamualaikum" pamit Faisal, yang langsung melajukan motor nya usai mendapat balasan salam.
Faisal pulang dengan di bekali kue basah, yang sempat di buat oleh Bu Mira tadi siang. Bu Mira memang sering mendapat pesanan kue basah, jadi setiap membuat pesanan selalu di lebih kan untuk keluarga nya.
Saat Faisal sudah menapaki tangga terakhir, ia di kaget kan dengan keberadaan Andra di sana. Pria itu berdiri hanya menggunakan celana boxer dan bertelanjang dada, di tangan pria itu juga ada rokok dan kopi.
"Bagus jam segini baru pulang, dari mana aja lu?" omel Andra, sudah seperti seorang Emak yang memarahi anak nya.
"Ada urusan" jawab Faisal singkat, dan itu membuat Andra jadi curiga.
Andra mengikuti langkah Faisal memasuki kamar kost nya. Lalu Andra duduk lesehan di karpet, mengambil remot tv dan menyalakan nya. tatapan mata nya tak sengaja, jatuh pada plastik putih yang berisi kan banyak jenis kue basah.
"Sal ini kue beli dimana?" teriak Andra, tanpa sadar kalo Faisal sudah keluar dari dalam kamar mandi.
"Di kasih" jawab Faisal mengagetkan Andra.
"Si anjir, nongol gak bilang-bilang" ucap Andra memegangi dada nya. Dan Faisal pun hanya acuh pada respon teman nya itu.
"Di kasih siapa, ampe sebanyak ini?" tanya Andra dengan bingung.
"Ibu nya Yessi!" Radit langsung melengos, setelah mengatakan itu.
"Hah.. Yessi temen kita di resto?" tanya Andra dengan nada terkejut.
"Ya menurut lu?" jawaban Faisal, terlalu santai hingga membuat Andra emosi.
"Wah gila sih ini, lu nyolong start duluan bro!" kata Andra dengan ekspresi nelangsa.
"Apaan sih lu, gue biasa aja sama dia. Tadi gak sengaja liat dia di jalan, jadi gue tebengin" jawab Faisal sedikit kesal.
"Gak sengaja tapi Ampe 2 kali" Andra tertawa sumbang.
Faisal hanya menghela napas pelan, ia males meladeni Andra yang selalu membuat emosi nya naik.
"Tapi gue ikhlas bro, kalo emang lu naksir Ama si Yessi. Itu tanda nya, berarti lu normal kan!?" Andra langsung mengaduh, saat tulang kering nya di tendang oleh Faisal.
Faisal merebah kan tubuh nya di atas kasur, sementara Andra masih duduk di karpet, sambil menikmati kue yang di bawa oleh Faisal tadi.
"Buka hati lu sal, siapa tau lu emang beneran jodoh Ama si Yessi!" ujar Andra, di tengah keheningan itu.
"Gue gak siap, kalo ujung nya bakal di kecewain lagi ndra!" ujar Faisal lirih.
"Kan gue udah bilang sal, gak semua cewe di dunia ini tuh kaya nyokap lu" Andra kesal pada teman nya, yang bebal itu.
"Gimana kalo misal nya lu tiba-tiba nikah? Apa lu bakal memperlakukan istri lu dengan gak adil nanti?" Andra berucap dengan nada yang serius.
Faisal hanya terkekeh sumbang, "Omongan lu kejauhan ndra, gue masih lama nikah nya"
"Si blo'on.... yang nama nya jodoh kita gak ada yang tau sal. Bisa jadi besok atau lusa lu nikah!!!" Andra langsung bangkit dari duduk nya, dan bergabung di kasur bersama Faisal.
"Gue males ndra, kalo udah dengerin lu ceramah" ucap Faisal, yang langsung menutup wajah nya dengan bantal.
"Yee si kampret, gue tuh ngomong kaya gitu, karna gue sayang sama lu sal" dan Faisal pun langsung menjauh kan tubuh nya dari Andra. Membuat lelaki itu menendang Faisal hingga terjatuh dari tempat tidur. Lalu kedua nya pun tertawa terbahak-bahak.
*****
Keesokan pagi nya, Andra dan Faisal berangkat kerja bersama mengunakan motor nya masing-masing. Dan kini kedua bujangan itu, sedang duduk di tukang nasi uduk langganan Andra.
"Mak Jum cantik, nasi uduk nya 2 ya. Jangan lupa di kasih cinta di pinggiran nya" pesan Andra, membuat Mak Jum tertawa, karna sudah biasa melihat tingkah konyol Andra.
Faisal hanya tersenyum melihat kelakuan random Andra, lalu ia membuka hp nya dan mengirim pesan pada bunda Dewi. Sebab bunda nya itu, akan meneror nya seharian bila Faisal tak memberi nya kabar.
"Nih nasi uduk nya, spesial buat Andra yang paling ganteng, kalo kata emak nya" ujar Mak Jum terkekeh. Dan Andra pun langsung memajukan bibir nya merajuk.
Setelah menghabis kan 1 porsi nasi uduk, kedua bujang kece itu kembali melajukan motor nya menuju ke restoran.
Saat mereka sedang memarkir kan motor nya, terlihat Yessi, juga baru menuruni motor yang di bawa oleh bapak nya.
"Nak faisal!" sapa bapak Yessi, ketika melihat Faisal berjalan ke arah nya.
Faisal mencium punggung tangan pak Ilyas di ikuti juga oleh Andra. "Mau ngajar pak?" tanya Faisal basa basi, sementara Yessi dan Andra hanya diam.
"Ada rapat di sekolah, biasa lah" jawab pak Ilyas sambil tersenyum. Pak Ilyas itu seorang guru, ia mengajar di SMP swasta di jakarta.
Setelah pak Ilyas pergi, ketiga nya berjalan bersamaan menuju ruangan khusus karyawan.
"Cie... Yang kemaren abis pulang bareng!" ledek Andra, dengan tersenyum jahil.
"Apa sih a Andra, kemaren itu gak sengaja ketemu Ama bang Ical di jalan" jawab Yessi, sedikit sewot.
"Widih udah pake panggilan kesayangan ini rupa nya!" ledek Andra tak habis-habis. "Mana udah ketemu sama orangtua juga lagi, jadi kapan nih di jadiin nya?" lanjut nya lagi.
Faisal melihat Yessi hampir menangis karna terus-terusan di ledek oleh Andra. "Mulut lu diem ndra, ntar anak-anak yang lain pada denger, malah jadi salah paham nanti" ujar Faisal datar.
Sementara Andra hanya terkekeh, karna berhasil menggoda kedua nya.
Kini mereka sudah memulai pekerjaan masing-masing. Faisal sedang sibuk di dapur membantu bang Irgi. karna ini weekend, jadi resto lumayan rame.
Di kasir juga tak kalah sibuk, meskipun lelah tapi Yessi tetap melayani pelanggan dengan tersenyum. Andra sudah bolak balik mengantar pesanan, terkadang Yessi juga ikut membantu bila keteteran. Di resto itu semua saling tolong menolong, tak ada yang membiarkan bila pekerjaan salah satu nya keteteran.
Kini saat sudah lumayan sepi pengunjung, seperti biasa mereka akan bergantian untuk makan. Dan kali ini Yessi tidak makan bersama Faisal ataupun Andra. Karna ia sengaja, makan lebih dulu agar tak berbarengan dengan mereka.
Happy Reading 💜