NovelToon NovelToon
GHOST SCHOOL

GHOST SCHOOL

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:11.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riumi

[Proses Revisi]
Empat orang gadis memiliki kemampuan yang semua orang tidak miliki, melihat mahluk halus? melihat masa depan? melihat masalalu? merasakan aura disekitar? Mengerikan bukan? Tentu saja. Siapa yang baik-baik saja ketika memiliki kemampuan tersebut.

Kadang melihat sesuatu yang mengerikan itu sangat melelahkan.

Tapi semua itu membaik ketika mereka bertemu dengan Kakak senior di sekolah barunya, memiliki aura yang notabenenya mereka butuhkan selama ini.

Bagaimana kisah cinta mereka dan kisah mereka dengan para mahluk tak kasat mata?

On IG: @ry_riuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SETUJU

Tiba waktunya istirahat. Makan siang sudah disediakan oleh panitia MPLS.

"Akhirnya istirahat juga." ujar Echa duduk di kursi taman dan mulai membuka makannya.

"Tapi acaranya diluar dugaan Ca. Sekolah inikan isinya anak-anak kalangan atas semua, Hanin kira kita bakalan ada yang dibully atau dikerjain habis-habisan sama seniornya kaya di film-film." ujar Hanin sambil memakan makanan siangnya.

"Iya Vivi juga sempet khawatir semalaman, suntuk mikirin soal itu." sahut Ivy yang setuju dengan pendapat Hanin.

Namun saat Echa ingin menjawab perkataan Hanin dan Ivy, Tiba-tiba mereka bertiga merasakan ada hawa dingin menyentuh tengkuk lehernya. Energi dendam, aura hitam pekat semakin menambah aura horornya.

Echa terkejut saat melihat ada mahluk tak kasat mata berseragam guru yang pakaiannya berlumuran darah, wajahnya pucat pasi dan sangat menyeramkan, dengan wajah yang setengah hancur, hanya memiliki satu mata saja. Echa langsung menggenggam erat tangan Ivy dan Hanin.

"Vi, Nin kalau hantunya liat kesini, kita langsung lari ya." ucap Echa sambil mengambil ancang-ancang.

"Setuju, serem banget." jawab Ivy sambil menganggukan kepalanya.

"Hanin juga ngerasa auranya jahat banget, bisa-bisa nanti Hanin kerasukan." ucap Hanin.

Hantu yang Echa tatap saat ini sedang menatap kearah lapangan dan kemudian beralih menatap Echa dan teman-temannya, ini yang dirinya takutkan sejak tadi. Dia pasti akan di kejar oleh sosok yang memiliki aura pekat.

"LARI!!!" teriak mereka yang terus memegang tangan sahabatnya, mereka tidak berhenti berlari. Hantu itu terus mengikuti mereka bertiga.

"Pergi jangan ikuti kami." ujar Echa sambil bersembunyi di balik punggung Ivy, mereka tidak tahu harus lari kemana lagi, jalan yang mereka pilih ternyata buntu.

Mereka bertiga mulai kehabisan nafas untuk berlari menghindari hantu yang mengejarnya. Hantu perempuan berwujud mengerikan itu menjulurkan kedua tangannya.

Echa bertambah takut saat melihat tangan yang berlumur darah itu semakin mendekatinya. Mereka memejamkan mata saat tangan itu mulai berada di hadapannya, sampai terdengar suara laki-laki, membuat mereka bertiga terlonjak kaget.

"Kalian kenapa?" tanya Bara melihat ekspresi Echa, Hanin dan Ivy yang ketakutan.

"Ada apa sih?" tanya Nathan bingung. Dia melihat kearah yang lihat Echa.

Karena penasaran, Nathan naik menuju tempat yang dilihat oleh Echa, saat Nathan mulai mendekati sosok yang mengejarnya itu, dia malah menghilang begitu saja.

"Kenapa hantunya malah pergi pas dideketin kak Nathan? tadi pas Kak Bara ada di sebelah Caca, hantu itu langsung hilang gitu aja, dan kenapa hantu itu liat dari kejauhan? Apa maksudnya?" tanya Echa pada dirinya sendiri dalam hati.

Dia tidak bisa membaca pikiran Bara, Nathan dan Azka, jika saja Echa bisa membaca pikiran seniornya itu mungkin dia bisa tahu apa penyebab mahluk tak kasat mata tiba-tiba menjauh ketika ada Bara, Nathan dan Azka.

"Gak ada apa-apa disini." gumam Nathan memperhatikan tempat yang tadi dilihat Echa, ketika dirasa tidak ada apa-apa dirinya langsung turun menghampiri mereka bertiga yang sedang ketakutan sekaligus bingung secara bersamaan.

"Kalian diganggu siapa?" tanya Azka penasaran.

"Kalian diganggu senior ya?" tanya Nathan mencoba berspekulasi.

"Ng..gak kok kak, tadi kita cuman ketakutan karena kesasar." jawab Hanin terbata-bata, dia berusaha untuk menutupi apa yang baru saja mereka bertiga alami.

Hanin hampir saja kerasukan, dia tidak dapat menahan energi yang dimiliki hantu itu. energinya sangat pekat sekali sampai dia tidak bisa menahan aura itu. Tapi kenapa hantu itu sampai mental saat di dekati Azka, Bara dan Nathan?

"Kalau ada senior yang mengganggu kalian bilang aja sama kita." ujar Bara sambil menatap kearah Echa.

Entahlah kenapa Bara menatap kearah gadis pendek yang berada di hadapannya itu. Matanya tertuju pada gadis imut yang sedang menutupi rasa takutnya.

"Iya kak." jawab mereka bertiga kompak sambil tersenyum manis.

Setelah kejadian itu Bara, Nathan dan Azka membawa mereka bertiga kembali bergabung di lapangan. Peserta lainnya sudah mulai dikumpulkan lagi untuk menerima arahan selanjutnya.

"Hallo adik-adik gimana seru ga acaranya?" tanya alvero dengan riang.

"Seru kak!!" jawab kami semua kompak

"Untuk hari ini kalian bisa pulang." ucap Alvero

"Yey!!!" teriak kami semua dengan gembira.

"Tapi jangan lupa nanti dateng lagi kesini jam 17.00 ya! jangan ada yang ngaret, kalau ngaret ada konsekuensinya dan jangan lupa bawa apa yang sudah panitia tadi umumkan. Sampai disini paham?" tanya Alvero dengan senyumannya.

"paham kak!!" jawab semua murid kompak

"Kalian boleh pulang, persiapkan diri kalian menjadi queen and king di SMA Starlight ga mudah ya, banyak saingannya." ucap Alvero memperingatkan.

"Siap kak!!" jawab semua murid kompak sambil mengacungkan jempol.

Mereka semua pergi kerumah masing-masing, acaranya sudah selesai tinggal persiapan untuk nanti sore, kecuali Hanin, Echa dan Ivy, mereka mampir dulu ke supermarket yang tidak jauh dari sekolahnya.

Mereka ingin membeli beberapa cemilan untuk mengisi perut jika nanti lapar melanda secara tiba-tiba.

"Ca mau beli apa?" tanya Hanin.

"Caca mau beli makanan ringan aja Nin." jawab Echa seadanya.

"Eh nanti Vivi emput kalian ya. Kita kan searah." ujar Ivy kepada kedua sahabatnya.

"Ayo. Siapa si yang gak mau gratisan," jawab Hanin dan Echa kompak.

30 menit telah berlalu, akhirnya mereka selesai membeli beberapa cemilan, sekarang waktunya mereka bersiap-siap.

"Bi.." teriak Echa dari ambang pintu yang sudah sampai dirumahnya.

"Eh Caca udah pulang? Mau dimasakin apa sama Bibi?" tanya Bi Neni.

"Udah Bi, apa aja deh, Caca bakalan abisin masakan Bibi." jawab Echa sambil mencium punggung tangan Bi Neni.

"Bibi ke dapur dulu ya buat masak." ujar Bi Neni dengan senyum hangatnya.

"Iya Bi, Caca juga mau mandi dulu, bau." ujar Echa yang langsung disambut gelak tawa oleh Bi Neni.

Echa langsung pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap membawa beberapa perlengkapan yang dirinya butuhkan.

...CHAT ROOM...

...Pejuang Crush....

^^^p.^^^

^^^p.^^^

^^^p.^^^

^^^p.^^^

Vivi.

Vivi otw ke rumah Hanin.

5 menit lagi sampe Nin, siap-siap.

Hanin.

Hanin tunggu depan gerbang.

^^^Kalian masuk dulu ya ke rumah.^^^

^^^Caca lagi butuh masukan ^^^

^^^buat bawa baju apa aja.^^^

Hanin.

Siap Ca.

Vivi.

Otw Ca.

"Duh gimana ya?" kata Echa bermonolog kepada dirinya sendiri.

"Bii.." teriak Echa kepada Bi Neni.

"Iya Ca, ada apa?" jawab Bi Neni sambil memasuki kamar Echa.

"Caca pilih jaket yang mana ya? dari Mama atau dari Papa?" tanya Echa kepada Bi Neni.

"Dari Mama bagus Ca, anget kalau di pake malem hari, tapi terserah Caca, Bibi cuman ngasih saran aja." jawab Bi Neni.

"Makasi Bi." ucap Echa sambil memeluk Bi Neni.

"Caca! Bibi lupa lagi masak, Bibi kebawah dulu." kata Bi Neni yang langsung lari menuju dapur.

15 menit kemudian Hanin dan Ivy langsung masuk kedalam kamar Echa yang masih bingung dengan jaket yang akan dirinya bawa.

"Apasi Ca nyuruh kesini?" tanya Ivy kepada Echa.

"Caca pilih jaket yang mana ya? yang dari Mama atau Papa?" tanya Echa kepada Hanin dan Ivy.

"Pake yang dari Mama aja Ca." jawab Hanin.

"kalau Vivi gimana?" tanya Hanin kepada Ivy.

"Vivi juga setuju sama selera Hanin." jawab Ivy.

Echa yang mendapat masukan dari teman-temannya itu langsung memakai jaket pemberian dari mamanya,

Echa, Hanin dan Ivy langsung menuju meja makan yang sudah tersedia masakan Bi Neni, mampu membuat perutnya meminta untuk segera menyantapnya.

Tidak ada yang bersuara saat mereka menyantap makanannya, hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring.

10 menit telah berlalu, mereka sudah selesai memberi perutnya makanan, ini saatnya Echa, Hanin dan Ivy untuk segera berangkat kesekolah sebelum terlambat.

"Bi, Caca pergi dulu ya." teriak Echa kepada bi Neni yang sedang berada di dapur.

"Bi Makasih ya. Lain kali Vivi bakalan makan disini lagi, enak banget." ucap Ivy.

"Iya Bi, masakan Bibi emang paling the best." sambung Hanin.

"Kalian langsung pergi aja, bibi lagi cuci piring." sahut Bi Neni yang berada di dapur.

Tanpa berpikir panjang lagi Echa, Hanin dan Ivy langsung memasuki mobil Ivy untuk menuju sekolah.

"Eh nanti yang jadi ketua siapa?" tanya Ivy kepada Hanin.

"Tanya aja di grup." jawab Hanin.

...CHAT ROOM...

... Gugus 3...

^^^ada yang mau jadi ketua?^^^

^^^ ^^^

Alka

Echa aja.

Putri

Echa.

Bagas

percaya sama Echa.

^^^Ketua: Echa^^^

^^^Wakil ketua: Hanin^^^

^^^Sekertaris: Ivy^^^

^^^Bendahara: Putri^^^

^^^Keamanan: Bagas^^^

^^^PMR: Alka^^^

^^^Makanan: Anita^^^

^^^Setuju ga?^^^

Alka

Setuju

Gea

Setuju

Anita

Setuju

Febi

Setuju

Arumi

Setuju banget

Baim

Setuju

Riri

Setuju

1
Esti Restianti
padahal bukan pertama kali baca,ttp aja nyesek
Miutami Rindu
Mampir lagi ke sini di tahun 2026🤭 Ntahlah tiba² rindu sama Echa n friends😍Suka bngtt soal nya, dan belum nemu cerita horor yang seru lagi d sini
꧁𐌡𐌉𐌙𐌀𐌍𐌀♡♥︎࿐
ku mampir lagi, dulu terakhir baca taun 2022
lala laili
haloo thor
setelah 3 thun lalu aku baca 3 kali, tahun ini baca lagi yng ke empat saking bagusnya ni cerita 😍😍
ᴀᴜʀᴇ́ʟɪᴇ Swan
Ceritanya bagus.
di baca deh, di jamin bakalan nagih 🥳👍
ᴀᴜʀᴇ́ʟɪᴇ Swan
baca ulang lgi di tahun 2025, ingat dlu thn 2022 nge fans sm novel ini. skrg udh Sma tpi tetep suka sama Couple Echa & bara.
saking suka buat nama panggilan jdi caca🤭
yupiiii
gasuka ceritanya terlalu lebay apalagi dgn panggilan yg manggil nama ke diri sendiri geli aja gt, dan kesan horornya ga dpt malah kebanyakan romance. utk thn 2022 okelah novel ini tp pas 2025 dibaca geli banget anjinggg
Itss Amyy: tipikal orang yang gatau cara nya menghargai orang lain yaa gini nihh, padahal kalo ga suka tinggal cabut aja ga perlu kebanyakan bacot segala mana pkek ngatain lagi 🤭
total 15 replies
y u l l i e
kok tamat thooorrrrr????
but thanx ya.....lanjut ghostvilla......bye²
strella♡
author Miss you kapan lanjutin yang teror? 😢
Leandra Anastasya
aku pertama baca cerita ini dari tahun 2022 tapi aku pengen baca lagi karna seru cerita nya thank you ya Thor karna nulis cerita bagus ini dan cerita² lain nya juga
Matthias Von Herhardt
Si Riana lagi Ada ritual Pemujaan... dia itu pengkhianat sbnrnya, juga Ivy...
anikksuriani🌼
Huaaa nggk bisa ini novel trllu kece pokoknya keren banget novel horror pertma yg paling keren yg aku baca susah move on😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Othorr TANGGUNG JAWAB!!!😭😭😭😭
Didi Penulis Horror
kak ceritanya bagus
yasmin azzahra
Luar biasa
Dede Sup
Lumayan
~• Hypper©®Queen°L•A™ •~
calon pasangan nya Echa nih boss, senggol dong 🫠
Sekar Sari
itu nancy momoland bukan si yang jadi viola
Aquarius26
gk bisa berkomentar,,,novelnya bagus banget, speechless sama alurnya,,, tp aq baru nemu & baca ditahun 2025 ,gpp terlambat,drpda tdk sama sekali,,keren novelnya
elsaa
Luar biasa
Imliyana Syafi'i
nyri novel teror keman" aku
di online pengen ad yg jual tp semua nihil
hbsnya greget sma lnjutnn si teror
Evie Aprilianti: di sopee nama nya ap kak.soal aku cari ga dapet
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!