NovelToon NovelToon
Main Hati

Main Hati

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:378.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Perhatian!!
Novel ini mengandung banyak garam yg akan membuat anda darting😅. Namun juga mengandung banyak gula tapi tidak membuat diabetes😅. Novel penuh emosi dan diakhiri dengan kebucinan. Selamat membaca!!

****
"Bagaimama kalau aku kepincut dengannya, Bi?" Kesal Livy pada Febian, suaminya.

Febian baru saja mengatakan pada istrinya kalau pria itu akan mencari seorang sopir pribadi sekaligus bodyguard untuk Livy. Pasalnya akhir-akhir ini Febian sering sekali melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Jadi, dia tidak punya banyak waktu untuk istrinya.

"Itu tidak akan mungkin, Sayang! Karena di sini hanya ada namaku." Ucap Febian sambil menunjuk dada istrinya.

Ucapan adalah doa. Ternyata ucapan Livy kala itu menjadi kenyataan. Entah alasan apa yang melatar belakangi Livy sampai main hati dengan Dewa, sopir pribadi sekaligus bodyguard'nya.

****

Jangan lupa follow akun ig author @dee_k9191 untuk melihat visual tokoh2 dari novel ini ya guys!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 4 ~ Perasaan Yang Aneh

Livy masih belum mengerti dengan ucapan suaminya. sesampainya di kamar, dia meminta penjelasan pada Febian. Dan Febian membenarkan kalau memang dia akan mencari sopir pengganti Pak Dirman sekaligus bodyguard untuk istrinya.

“Bagaimana kalau aku kepincut dengannya, Bi?” kesal Livy pada Febian.

Baik Livy maupun Febian memang belum bertemu langsung dengan seseorang yang akan menggantikan Pak Dirman.

Febian memang sengaja mencari sopir pribadi pengganti Pak Dirman sekaligus menjadi bodyguard untuk istrinya. Pasalnya akhir-akhir ini pria sangat sibuk dengan pekerjaan kantor. setelah ini juga akan sering melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, juga keluar kota.

“Itu tidak akan mungkin, Sayang! Karena di sini hanya ada namaku.” Ucap Febian sambil menunjuk dada istrinya.

Livy hanya mendengus kesal. Dia ingin protes pun sepertinya tidak bisa. Pasti alasan Febian demi kebaikannya. Walau itu benar, tapi untuk menjadi bodyuardnya sepertinya Livy sangat keberatan. Hidupnya nanti seolah diawasi dua puluh empat jam oleh bodyguardnya jika sang suami sedang berada di luar kota.

“Sayang!” Febian mencekal lengan Livy yang hendak masuk kamar mandi menyiapkan air hangat untuknya.

“Bukankah kamu kemarin bilang kalau selama aku ada perjalanan bisnis ke luar negeri maupun ke luar kota, kamu ingin tinggal di rumah saja. jadi aku akan aman jika ada bodyguard yang menjaga istri cantikku ini.” Febian berkata sambil mengusap lembut pipi istrinya.

Livy hanya menghembuskan nafasnya pelan, lalu mengangguk samar. Ya sudah, kalau kehendak suaminya seperti itu dan demi kebaikannya juga, Livy tidak bisa berbuat apa-apa.

**

Kini Livy dan Febian sedang makan malam berdua. Mereka sangat menikmati menu makan malamnya. Seperti biasa, pasangan suami istri itu selalu hangat walau hanya berdua saja tidak ada anak di sisi mereka.

Tak lama kemudian Bi Ratih datang dan mengatakan kalau sedang ada tamu yang sedang menunggunya di ruang tamu. Pasti itu calon sopir pribadi sekaligus bodyguard yang tadi direkomendasikan oleh salah satu teman Febian.

“Suruh dia menunggu dulu, Bi. Kami masih makan.” Jawab Febian, dan Bi Ratih mengangguk paham.

Livy dan Febian pun kembali melanjutkan makannya. Setelah itu barulah mereka menemui tamu yang sudah menunggunya di ruang tamu. Livy terlihat malas. Namun ia berusaha baik-baik saja.

Sesampainya di ruang tamu, di sana sudah ada sosok pria seumuran Febian sedang duduk menunggu si pemilik rumah datang. Livy pun dibuat seperti tidak percaya dengan keberadaan pria seusia suaminya itu. benarkah pria itu akan menjadi sopir pribadi sekaligus bodyguardnya? Karena menurut Livy, dari tampangnya saja sangat tidak cocok. Terlalu tampan. #eh. Livy benar-benar merutuki kebodohannya.

“Selamat malam!” sapa Febian dengan sopan.

Pria yang sedang duduk itu langsung berdiri dan mengangguk hormat pada Febian. Namun setelah itu tatapannya tertuju pada wanita yang sedang berdiri di samping calon majikannya. Bukankah wanita itu yang ia temui tadi saat di café. Bukan. Tidak hanya sekali ia bertemu dengan wanita itu. tapi beberapa kali. Jadi wanita cantik itu adalah istri dari calon majikannya. Dan wanita itu juga akan menjadi majikannya.

“Selamat malam, Tuan, Nyonya.” Balas pria itu dengan sopan. Lalu Febian mempersilakan duduk kembali.

Pria itu mengeluarkan amplop berwarna coklat berisi surat lamaran kerja dan memberikannya pada Febian. Sembari menunggu Febian membaca CV nya, pria yang bernama Dewa itu sesekali melihat ke arah Livy. Namun sayangnya Livy terlihat membuang muka.

“Baiklah. Surat lamaran ini hanya formalitas saja. saya sudah tahu banyak dari Niko, karena saya juga membutuhkan cepat seorang sopir sekaligus bodyguard. Kamu juga sudah diberitahu oleh Niko kan?” tanya Febian setelah membaca CV milik Dewa.

“Sudah, Tuan…”

“Ah iya, nama saya Febian. Dan ini istri saya Livy. Nanti pekerjaan kamu adalah sebagai sopir pribadi istri saya sekaligus bodyguardnya.” Febian menjelaskan banyak hal mengenai pekerjaannya nanti, terutama tugasnya terhadap sang istri.

Febian juga mengatakan kalau Dewa akan tinggal di rumahnya. Karena kebetulan sekali pria itu masih single, jadi tidak ada kendala apapun dalam menjalankan pekerjaannya nanti.

Dewa sangat berterima kasih pada Febian juga Livy karena sudah diterima bekerja. Sudah hampir satu tahun ini memang Dewa menjadi pengangguran. Adapaun pekerjaan serabutan yang ia jalani, namun tak cukup membiayai hidupnya. Lagi pula pekerjaan ini sangat mudah baginya.

Sebelumnya memang dia bekerja sebagai seorang bodyguard. Namun karena sesuatu hal, akhirnya ia memilih resign dari pekerjaan itu. hingga sampai hari ini baru bisa kembali lagi bekerja sesuai dengan keahliannya.

“Baiklah. Mulai besok kamu sudah bisa mulai bekerja. Kalau istriku tidak ada kepentingan untuk keluar rumah ataupun pekerjaan di luar, kamu harus tetap standby. Apa ada pertanyaan?”

Dewa mengangguk paham. Penjelasan sudah cukup dimengerti. Dan itu artinya mulai besok dia juga akan tinggal di rumah ini. beruntung sekali. Jadi dia tidak akan memikirkan biaya sewa rumahnya lagi.

Usai perbincangan itu, Dewa pamit undur diri. Pria itu mengangguk hormat pada Febian dan juga Livy.

**

Usai pertemuannya dengan Dewa, Febian dan Livy masuk ke dalam kamar. Febian sendiri masih sibuk dengan beberapa pekerjaannya. Namun pria itu memilih membawa laptopnya ke kamar daripada di ruang kerja dan membiarkan istrinya sendirian.

“Bi, apa menurut kamu tentang Dewa?” tanya Livy tiba-tiba.

Febian menghentikan sejenak pekerjaannya. Lalu ia meraih amplop coklat yang berisi data diri Dewa tadi dan diberikan pada Livy.

“Dia pria baik. Aku sudah tahu banyak dari Niko. Kalau kamu ingin tahu, coba saja baca data dirinya.” Jawab Febian lalu menyodorkan amplop coklat itu.

Livy pun menerimanya dan membacanya dengan seksama. Pria bernama Dewa dan berusia dua pulu sembilan tahun itu memiliki pengalaman bekerja yang sangat baik. Pria itu juga mempunyai beberapa kemampuan yang dimilikinya terutama berhubungan dengan pekerjaan yang digelutinya tentunya. Lalu tatapan Livy tertuju pada foto berukuran tiga kali empat itu. entah kenapa dia betah sekali memandangi foto Dewa. Namun dia segera menepis pikiran buruk itu.

“Nih, Bi. Aku sudah membacanya. Kalau begitu aku tidur duluan ya?” ucap Livy dan meninggalkan kecupan singkat di bibir Febian.

“Baiklah. Aku menyelesaikan ini dulu, setelah ini aku akan menyusul.” Jawab Febian.

Keesokan harinya, saat Livy sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya, ternyata Dewa sudah datang. karena Febian masih berada di kamarnya, akhirnya Livy lah yang mengantar pria itu dan menunjukkan di mana kamarnya berada. Livy juga memberitahu pada Dewa beberapa hal.

“Terima kasih, Nyonya!” ucap Dewa.

“Jangan panggil Nyonya. Aku belum terlalu tua dan tidak pantas dengan panggilan itu.” sahut Livy sedikit kesal.

“Maafkan saya, Nona!” ujar Dewa memperbaiki ucapannya.

Livy menatap pria itu sekilas sebelum pergi melanjutkan aktivitasnya tadi.

“Maaf Nona Livy!” seru Dewa menghentikan langkah Livy.

“Apakah hari ini saya ada tugas mengantar anda pergi ke suatu tempat?”

“Nanti saja aku kasih tahu dan aku berikan beberapa catatan penting tentang tugas kamu.” Jawab Livy dan tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan Dewa yang juga sedang menatapnya. Lalu ia segera pergi begitu saja dengan perasaan yang aneh.

.

.

.

*TBC

Happy Reading!!

1
MFay
waktunya mereka bahagia 😢
Sulaiman Efendy
SAKIT, UDH PASTI, TPI SALAH LO MNYIA2KN LIVY, DN BODONYA ELO, KNP KASIH LIVY SUPIR YG MSH MUDA.. UDH TAU ISTRI LO, MANJA, BUTUH BELAIAN, BINAL, DN YG PSTI LIVY KURANG IMAN... TPI SEMUANYA IBARATKN NASI TELAH MNJADI BUBUR, TINGGAL DIBERI TOPING DN DINIKMATI... ELO JUGA MSH BISA MNCARI WANITA PENGGANTI LIVY..
Curut Gila
bagus
Curut Gila
jadi galau😭😭😭 terima kasih ceritanya KK👍👍
pipi gemoy
👍🙏☕
Kaizar Kaizar
terimakasih thor sukses selalu dimanapun dirimu berada
~°•●Dee_K●•°~: mksih kk🤗🤗
total 1 replies
Aisyah Dwika
karya yang sangat baik
ema sukmawaty
keren thor
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Lanjut
Crystal
Istri orang mksutnya, bukan suami orang. Kan Livy cwe😄
Maryana Fiqa
terimakasih banyak Thor 🙏🙏,, bagus banget ceritanya
~°•●Dee_K●•°~: sama2 kk..
mmpir ke karya othor yg lain dong kk😁🤗
total 1 replies
Isabell Serinah
lanjut lagi plseeee 👍😭😭
cerita ni terbaik
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Cahyani Sutopo
sad ending😭😭😭
terimakasih kak dee_k atas karya2nya,, semoga suksess terus dengan karya2 barunya,, 👍🥰💪
Ana
makasih kaka 🥰🥰
Alhamdulillah selesai juga kisah livy
meskipun diwarnai dengan kesedihan atas pergi nya papa reno
sukses terus ya ka karya karya nya🥰 👍
DiNa Yuliana
seediiiiih reno harus meninggal....jafi inget kisah cinta reno sma abi dlu...
Neneng cinta
😭😭😭
❤ Nadia Sari ❤
Thanks thor 😘
kiky
di tunggu bonchapnya Thor
Ana
🥺🥺🥺🥺semoga papa reno Baik-baik saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!