NovelToon NovelToon
I Love You, Mr. CEO!

I Love You, Mr. CEO!

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / One Night Stand / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: UmiLovi

Bahagia karena telah memenangkan tiket liburan di kapal pesiar mewah, Kyra berencana untuk mengajak kekasihnya liburan bersama. Namun siapa sangka di H-1 keberangkatan, Kyra justru memergoki kekasihnya berkhianat dengan sahabatnya.

Bara Elard Lazuardi, CEO tampan nan dingin, berniat untuk melamar tunangannya di kapal pesiar nan mewah. Sayangnya, beberapa hari sebelum keberangkatan itu, Bara melihat dengan mata kepalanya sendiri sang tunangan ternyata mengkhianatinya dan tidur dengan lelaki lain yang merupakan sepupunya.

Dua orang yang sama-sama tersakiti, bertemu di kapal pesiar yang sama secara tak sengaja. Kesalahpahaman membuat Kyra dan Bara saling membenci sejak pertama kali mereka bertemu. Namun, siapa sangka setelah itu mereka malah terjebak di sebuah pulau asing dan harus hidup bersama sampai orang-orang menemukan mereka berdua.

Mungkinkah Bara menemukan penyembuh luka hatinya melalui kehadiran Kyra? Atau malah menambah masalah dengan perbedaan mereka berdua yang bagaikan langit dan bumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmiLovi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama Bersama Orang Asing

"Arrrrrrgggg!! Di mana aku!!"

"Di mana ini? Apa yang terjadi?! Siapa kamu??!"

Teriakan demi teriakan yang memekakkan telinga membuat tidur lelap Kyra seketika terganggu. Setelah semalaman menangis histeris, berusaha membangunkan lelaki mabuk yang ternyata adalah driver sialan itu, berteriak meminta bantuan, mendayung sekoci demi mengejar kapal pesiar meski semua berakhir sia-sia, Kyra pun akhirnya menyerah.  Sambil mengangkat kepalanya yang terasa berat usai menangis semalaman, Kyra merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku karena semalaman tidur dengan tubuh tertekuk.

Yang pertama ia lihat adalah wajah lelaki menyebalkan itu tengah menatapnya. Kyra memasang kacamatanya dan memperhatikan wajah lelaki tadi yang nampak panik dan mengamati lautan luas di sekitarnya.

"Kenapa aku di sini? Kamu menculikku?" cecar pria itu sambil menunjuk wajah Kyra dengan geram.

Kyra menepis tangan itu pelan. "Maaf, apa untungnya menculik driver sepertimu?!"

"Apa katamu?!"

"Tuan, nggak ada untungnya bagiku menculik driver sepertimu! Tolonglah waras sedikit. Aku terjebak bersamamu di sini juga gara-gara menyelamatkanmu!"

Bara menarik tangan Kyra dengan kasar dan mencengkramnya dengan erat. Berani sekali gadis ini memakinya!

"Kamu menyelamatkanku dengan cara memisahkanku dari kapal pesiar itu?!" kecam Bara geram.

"Kamu mabuk, lalu terjatuh di sekoci ini. Aku berusaha membangun kamu tapi tali pengait sekoci itu tiba-tiba lepas dan sekarang beginilah keadaan kita!"

"Bohong! Kamu pasti sengaja menjebakku, bukan?" Bara mengencangkan cekalannya hingga Kyra meringis menahan sakit.

"Terserah kamu mau bilang apa! Aku sudah lelah karena semalaman mendayung. Sekarang giliranmu! Sana dayung perahunya sampai kita menemukan pulau terdekat!"

Bara menelan salivanya dengan frustasi. Cekalannya di tangan Kyra perlahan mengendur, tatapannya mengawasi sekeliling dengan nanar. Hamparan laut biru yang luas tak bertepi seolah menjadikan dia satu-satunya manusia yang tersisa di muka bumi.

Masih dengan kesadaran yang telah sepenuhnya kembali, Bara melempar dayung pada Kyra dengan kasar.

"Dayunglah! Kita harus segera mendarat sebelum terjadi badai!" perintah lelaki itu tanpa rasa iba sama sekali.

Dengan terpaksa dan entah mengapa menurut begitu saja, Kyra lantas meraih dayung itu. Sementara Bara, memeriksa setiap sudut sekoci untuk mencari benda apapun yang bisa membantunya cepat sampai di daratan. Setidaknya di daratan nanti, ia bisa minta tolong pada warga setempat untuk menghubungi Morgan atau keluarganya di rumah. Sayangnya, sekoci ini tak memiliki mesin sehingga untuk bergerak masih membutuhkan kayuhan dayung yang besarnya tak seberapa! Bara berdecak dalam hati.

"Cepatlah! Kita bahkan tidak bergerak sama sekali!" rutuk Bara kesal.

Kyra melirik lelaki yang tak tahu terima kasih itu dengan jengkel. Tidak bergerak katanya?

"Hei, jangan melamun! Cepat, kayuhlah lebih gesit!"

Brak.

Kyra melempar dayung di tangannya ke arah pria cerewet itu sambil berdecak marah.

"Kamu dayunglah sendiri! Kamu kan lelaki!"

"Apa kamu bilang?!" Bara melotot marah.

"Kamu lelaki paling cerewet yang aku kenal! Bahkan kecerewetanmu mengalahkan Gio!"

"Siapa itu Gio?"

"Ck, sudahlah, Tuan, kamu nggak akan kenal dengan Gio meskipun aku jelaskan panjang lebar! Dayunglah saja perahu ini. Aku sudah capek!"

Kyra menarik ransel kecilnya ke depan dan mengeluarkan sebotol air mineral. Kyra benci lelaki yang banyak bicara, jika saja marah tak menyebabkan asmanya kambuh, mungkin Kyra akan menceramahi lelaki itu habis-habisan.

Sekian lama mendayung, dari mode bersemangat hingga mode sekaratul maut, akhirnya sebuah pulau nampak dari kejauhan. Tak terkira rasa bahagia Bara dan Kyra ketika barisan pepohonan yang menjulang tinggi di pulau itu terlihat oleh teropong kecil yang tersedia di safety box sekoci.

Sekumpulan batu karang yang mengitari di sekitar pulau membuat harapan Bara semakin berkobar. Ia semakin mempercepat laju gerakan tangannya agar bisa segera sampai di pulau itu dan kembali pulang. Karena batu-batu karang kecil menghalangi perahu untuk mendekat, mau tak mau Bara dan Kyra turun agak jauh dari bibir pantai. Dengan cekatan, Bara mengulurkan tangannya pada Kyra untuk membantu gadis itu turun dari sekoci. Usai memastikan jangkar mendarat dengan aman di pasir pantai, Bara lantas berlari menerjang ombak untuk mencapai pulau.

Melihat ke sekeliling pulau yang sangat sepi, perasaan Kyra mulai buruk. Bila pulau ini berpenghuni, mengapa tak nampak perahu satupun di sekitar bibir pantai? Tak ada rumah atau apapun yang menjadi tanda-tanda adanya kehidupan.

"Cepatlah!" teriak Bara yang sudah sampai di bibir pantai.

Kyra kembali mengayunkan kakinya hingga akhirnya ia tiba di tepian pulau.

"Mengapa pulau ini sepi sekali? Ke mana penduduknya?" gumam Bara sembari terus melangkah memasuki rimbunnya semak-semak.

Sekali lagi, Kyra mengedarkan pandangannya ke sekeliling bibir pantai. Firasatnya masih buruk, namun sebisa mungkin Kyra tetap berpikiran positif.

"Kamu mau ikut ke dalam hutan atau mau menunggu di sini?" tanya Bara ketika Kyra masih mematung.

"Aku ikut."

Dan setelah hampir dua jam berjalan mengarungi lebatnya hutan, mereka berdua kembali sampai di bibir pantai di sisi yang berbeda. Karena lelah, mulai lapar dan dehidrasi, Bara menghempaskan tubuhnya di pasir pantai. Ia merebahkan diri dan memejamkan matanya untuk sesaat.

"Aku lapar ... aku haus ..." lirih Bara yang telah kehabisan tenaga.

Kyra yang sejak tadi duduk tak jauh dari Bara, lantas mengeluarkan sebotol air mineral dari dalam tasnya.

"Minumlah!" tawar gadis itu sembari menyodorkan botol air mineral berwarna pink miliknya.

Bara membuka mata, ia yang dulunya sangat jijik bila berbagi sendok, gelas atau apapun, entah mengapa malah meraih botol Kyra dan menghabiskan air menyegarkan itu hingga tak bersisa.

"Terima kasih." Bara mengembalikan botol itu.

"Aku akan cari makanan dulu di dalam, kamu tunggulah di sini!" usul Kyra sebelum kemudian bangkit dan membersihkan pasir yang menempel di celananya.

"Tunggu, kamu mau cari makanan apa?"

"Yaaa barangkali ada seblak atau bakso atau mie ayam, kamu mau pesan apa?" kelakar Kyra dengan gemas sembari memutar bola matanya.

Mau tak mau, Bara terkekeh mendengar candaan Kyra yang terasa garing di tengah musibah yang kini mereka hadapi.

"Baiklah, aku pesan pizza dengan toping ekstra keju dan paprika!"

Kyra mengangguk, sambil mendumel tak jelas ia mulai menyusuri hutan di hadapannya. Memangnya apa yang bisa di dapatkan dari hutan seperti ini selain buah-buahan? Mau berburu rusa atau ikan rasa-rasanya juga sangat mustahil.

Seolah semesta mengabulkan keinginan Kyra, langkah kakinya terhenti ketika melihat puluhan pohon pisang yang telah berbuah. Senyum lebarnya tersungging kala dengan cekatan, Kyra memetik satu tandan pisang dan buru-buru pergi sebelum lelaki itu pingsan karena kelaparan.

"Hei, Tuan! Aku menemukan makanan!" teriak Kyra penuh semangat ketika dari kejauhan ia melihat Bara.

Namun sialnya, karena terlalu bersemangat berlari, napas Kyra mulai tersengal. Ia berhenti sejenak dan bersandar di sebuah pohon besar yang berada tak jauh darinya. Kyra lupa bila ia tak boleh terlalu bersemangat, terlalu bersedih atau terlalu bergembira. Dengan tangan gemetar, Kyra merogoh inhaler yang selalu tersedia di dalam tas ranselnya.

"Hei, are you oke?" Bara menepuk pipi Kyra yang memejamkan mata sejak ia menemukannya tadi.

Dengan lemah, Kyra menurunkan inhaler yang masih melekat di mulutnya dan mengawasi Bara. Napas Kyra sudah mulai kembali lega setelah satu dosis obat terhirup olehnya.

"Kamu sakit? Kenapa memaksakan diri mencari makanan kalo sakit!?" rutuk Bara dengan kesal.

Kyra menggeleng, ia lantas meraih setandan pisang yang tergeletak di sampingnya.

"Aku mendapatkan makanan untukmu."

...****************...

...Jangan lupa like dan votenya, Bestie!!...

1
Wayan Kartika
/Smile//Smile//Smile//Smile/
Rossa Simangusong
kyra manusia naif. udah mu mati tapi sok membela. haduuhh kenapa sih sering kali novel novel ini buat sifat kek si kyra? ngga pernah gitu tegas dan ga kenal kompromi yg namanya perundungan apalagi udah sampe menyakiti fisik? sumpah,novel kek gini udah biasa kali. membosankan.
test terts
Luar biasa
RossyNara
mau saingan sama si Gio ya bar? /Grin//Grin//Grin/
RossyNara
kyara mungkin trauma
RossyNara
jangan terlalu kasar Bara nanti kamu yang menyesal
RossyNara
ko aku jadi melow ya
RossyNara
betul kata ayah kyara. lupakan para penghianat bersenang-senang lah.
BunDa TuTi 0910
Luar biasa
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terimakasih banyak, Bestie 🥰🫶🏻
total 1 replies
Efratha
kuduna mah si Edy ulah dipodaran heula Thor,meuni ngeunah pisan si Edy teh langsung paeh,dikerengkeng heula atuh di penjara samodarna
Efratha
maaf Thor,ada baiknya kalau ada bahasa Inggris kasih terjemahannya juga,supaya saya emak berdaster ini tidak bingung
Efratha
sebenarnya si frizzer ini cocoknya nikah sama indungna si kyra,sama² ahli nereka,orangtua yang tidak mengasihi anaknya
Efratha
Luar biasa
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terimakasih, Bestie 🥰🫶🏻
total 1 replies
Anonymous
Aura bella judulnya apa ?
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Judulnya Mi Amor 🫶🏻
total 1 replies
Erny Kurniawati
kaca mata kyra pasti lepas trs tetlihat wajah adlinya,eh teryata ndak culun....halu
Nania Nia
Luar biasa
UmiLovi ✨ IG : LaLoviiii: Terimakasih banyak, Bestie 🫶🏻
total 1 replies
Ayuna Kamelia
bener² modusnya si bara ni
gengsi aja di gedein pake ga ada cinta
di abaikan dikit udah kesel hahah
Ayuna Kamelia
Astagaaaaa jan bilang ntar kyra jadi ratu monyet thor😂😂😂
Yuni Uni
izin ketawa juga thor ....

wkwkwkwwk
Aradika Syika
Kyra yg bodoh.gara2 kmu ceritanya gak seru dasar istri durhaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!