Apa salahnya jika aku hanyalah seorang gadis dari keluarga yang tidak mampu, aku menjadi bahan hinaan hanya karena aku miskin.
Apakah salah jika aku ingin dicintai
Apakah salah jika aku ingin di kasihi
Aku menginginkan cinta tulus dari Seorang pria.
Aisyah Nirmala adalah namanya, hidup sebatang kara semenjak masih kecil.
dipaksa menjadi istri kontrak untuk 180 hari hari kedepan. di siksa di caci lalu di ceraikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Jonathan
Sebuah rencana licik telah digambar oleh Iqbal untuk mendapatkan Aisyah.
Hari ini pemotretan yang dilakukan Aisyah bersama para model begitu sukses. rencananya mereka akan berada di Bandung selama 3 hari.
"Aisyah bagi rahasia dong.. kenapa wajahmu begitu bersinar hingga membuatku iri padamu?" seru salah satu model yang bercanda kepada Aisyah.
"Aku memakai tepung terigu 1 kg, margarin 1 kg dan pemutih 1 kg." jawab Aisyah Sambil tertawa. Hal itu membuat para model yang lain juga tertawa dengan jawaban yang di ucapkan oleh Aisyah.
Terlihat jelas seorang wanita yang tidak ingin mendekati Aisyah, dia begitu geram dengan semua senyum yang ditebarkan oleh wanita itu. siapa lagi kalau bukan Lia.
"Lihatlah, akan ku buat kau menjadi sampah setelah hari ini." ucap Lia saat melihat Aisyah yang begitu bahagia bersama para model yang lain.
Suasana yang begitu dingin membuat Aisyah seperti seorang wanita yang sedang merasakan sesuatu yang berbeda.
"Setelah kita selesai pemotretan, nanti kita cari rumah makan yang ada di sekitar sini yuk. kelihatannya di villa bawa ada restoran kecil yang bisa kita kunjungi!" seru para model.
Kikan dan Aisyah setuju saat mereka meminta untuk jalan-jalan di sekitar tempat pemotretan mereka.
Hari ini Firdaus dan Mahfud tidak bisa berangkat sore, jadinya mereka akan berangkat malam hari karena ada pasien gawat darurat yang membutuhkan pertolongan mereka. kecewa, itu adalah kata yang tidak bisa diungkapkan oleh Firdaus.. saat dirinya sudah merasakan firasat yang aneh kepada Aisyah.
Mau bagaimana lagi, profesi sebagai dokter adalah profesi yang mengharuskan mereka untuk menolong keadaan darurat tanpa mengenal waktu sama sekali.
Sedangkan di tempat lain, terlihat para model bersama dengan beberapa fotografer sudah berada di sebuah tempat untuk berkumpul. terlihat Jonathan mulai mendekati mereka, tatapan matanya menatap Aisyah yang sedang tertawa kepada teman-temannya.
"Apakah semuanya sudah selesai?" tanya Jonathan kepada para model.
"Sudah pak, semuanya sudah selesai." jawab para model yang menatap wajah tampan Jonathan.
"Kalau sudah selesai lebih baik kalian beristirahat dahulu, karena besok pagi kita akan berjalan-jalan di sekitar tempat ini untuk melakukan sesi pemotretan yang selanjutnya." ucap Jonathan yang meminta para model yang lain untuk segera beristirahat di tempat mereka.
"Ini kan masih siang pak, nanti saja istirahatnya.. lagian kami masih mau melihat-lihat pemandangan di tempat ini." jawab Salah satu model.
"Jangan sampai tubuh kalian sakit dan membuat seluruh sesi pemotretan terbengkalai!" seru Jonathan.
Aisyah tidak mau menjawab semua perkataan pria itu, dia hanya menganggukkan kepalanya tanpa menatap Jonathan.
"Aku pergi sebentar, aku mau menelepon suamiku." bisik Kikan yang kemudian meninggalkan Aisyah untuk menjawab panggilan telepon dari sang suami.
"Aisyah, Bisakah kita berbicara sebentar!" seru Jonathan kepada Aisyah.
Terlihat Aisyah menganggukkan kepalanya, Gadis itu berdiri dan mendekati Jonathan.
"Bisa ikut aku sebentar?" ucap Jonathan yang kemudian meminta Aisyah untuk mengikutinya. terlihat Jonathan sudah berada di taman villa tersebut, wanita itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun dari tadi.
"Ada apa?" tanya Aisyah kepada Jonathan.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Jonathan kepada Aisyah.
Terlihat Aisyah hanya tersenyum, wanita itu tidak ingin berbicara apapun kepada pria yang ada di hadapannya.
"Maafkan aku..." ucap Jonathan.
Sebuah kata yang ingin Jonathan katakan semenjak dua tahun yang lalu, dia terus mencari Aisyah ke seluruh tempat. namun kebodohan yang ditampakkan Jonathan adalah mengapa dia tidak mencari Aisyah ke rumah sakit Dokter Syah yang ada di Singapura.
"Untuk apa kamu minta maaf?" tanya Aisyah.
Jonathan menatap wajah Aisyah, wajah yang begitu dia rindukan selama 2 tahun ini. namun wajah itu terlihat sedikit berbeda lebih cantik dan lebih bergairah.
"Maafkan atas apa yang aku lakukan padamu." ucap Jonathan.
Aisyah hanya menghela nafasnya secara kasar saat kemudian dia duduk di kursi yang ada di taman itu.
"Sudahlah semuanya sudah berlalu, aku sudah melupakan semua yang telah terjadi." jawab Aisyah tanpa terbebani dengan kedatangan Jonathan.
"Apakah kau tidak bisa memaafkan ku?" tanya Jonathan.
"Mengapa aku tidak bisa memaafkanmu." jawab Aisyah.
"Terlihat kau masih menyimpan dendam padaku." ucap Jonathan.
"Mengapa aku harus memiliki dendam padamu?" tanya Aisyah.
"Karena aku telah menyakitimu." jawab Jonathan.
Aisyah hanya tersenyum, mengeluarkan senyum kecil yang membuat Jonathan terus menatap wajah Aisyah.
"Itulah yang namanya kehidupan, aku baru mengetahui saat pagi telah datang kalau Mas Nathan sudah mempunyai istri. Aku terkejut, namun saat matahari menampakan Sinar panasnya, aku juga kembali terkejut saat melihat seorang wanita yang berlari ke pelukanmu dan mengaku sebagai istrimu. memang benar aku sempat mempunyai perasaan padamu, namun perasaan itu adalah perasaan 2 tahun yang lalu." jawab Aisyah.
Jonathan menatap wajah Aisyah, Terlihat pria itu bersimpuh di hadapan Aisyah, entah apa yang dipikirkan oleh Jonathan. pria itu ingin memegang kedua tangan Aisyah, namun terlihat Aisyah menarik tangannya agar tidak disentuh oleh Jonathan.
Sedangkan di tempat lain, terlihat Kikan yang berada di lantai dua.. dia begitu terkejut saat melihat Jonathan mengajak Aisyah ke sebuah taman yang ada di dekat villa. bahkan wanita itu juga melihat Jonathan bersimpuh di hadapan Aisyah, entah apa yang diinginkan oleh Jonathan. namun Kikan sangat tahu bagaimana watak dari sahabatnya itu.
"Sayang nanti aku akan telepon kembali, cepat kau matikan ponsel nya, Aku ada urusan yang sangat penting ini. menyangkut hidup dan mati sahabatmu itu!!" seru Kikan yang kemudian mematikan ponselnya.
"Dasar ubur-ubur banci, beraninya kau mendekati Aisyah kembali." ucap Kikan yang kemudian memasukkan ponselnya di saku celana. langkah kaki Kikan berjalan dengan sangat terburu-buru, dia ingin segera menghajar wajah Jonathan yang telah mempermainkan Aisyah dengan seenak jidatnya.
"Sudahlah mas, semuanya sudah berakhir. perasaan ku sudah berakhir untukmu semenjak dua tahun yang lalu, kau sudah memilih istrimu untuk pelabuhan hidupmu. Jadi aku juga memilih untuk melupakanmu saat itu juga." ucap Aisyah kepada Jonathan.
** bersambung **