Mentari Shaqueena Lashira
Mentari gadis lulusan SMA yang harus berurusan dengan seorang Billionaire yang tengah mencari istri. Berbagai kelakuan nakalnya membuat Rafandra pusing tujuh keliling menghadapinya.
Rafandra Maxwell Romanov
Billionaire kaya raya yang didesak orang tuanya untuk segera menikah dan memberikan pewaris pada orang tuanya.
Akankah mereka berakhir bahagia atau malah sebaliknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu andita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epson 29
Maaf ya telat up soalnya othor sibuk 😂😂
Di Gazebo,08.00 pagi
Tari menikmati hembusan angin yang menerpa kulitnya. Setelah kepergian suaminya ke singapura, wajah ceria yang biasanya hadir kini nampak redup.
Dia usap perut ratanya dengan lembut buah cintanya bersama Rafa yang kini ada dalam
rahimnya, " Sayang bantu mommy agar jadi wanita kuat dan tegar seperti keinginan Daddy kamu. "
Bunga, pohon dan sekitarnya menjadi saksi biksu Mentari yang tengah bersedih saat ini. Kepergian suaminya ke Singapura,membuatnya belajar menahan rasa rindu di dada meski itu menyiksa batin dan raganya.
Drt drt drt suara dering ponsel memecah fokusnya saat ini. Mentari mengambil ponselnya dari dalam saku lalu membuka pesan yang masuk.
unknown number
Aku tidak akan membiarkanmu bahagia Mentari! Akan kurenggut segala yang kamu miliki saat ini.
Mentari tidak mengerti. Berulang ulang dibacanya pesan tersebut, tetap saja dia tidak paham maksudnya. Dia mencoba menghubunginya namun tidak bisa, orang yang menerornya menggunakan privat number. .
Tari berdecak kesal, "Dasar sinting tuh orang. " makinya. ups Dia langsung mengusap perut ratanya sambil berkata, "Maafin mommy sayang mommy mengumpat didepanmu. " sesalnya.
"Aku hubungi Rafa kali ya. "
Dia kembali mengambil ponselnya. Tari kini mencoba menghubungi nomor suaminya,
Rafa. lima menit hingga setengah jam kemudian, Rafa baru mengangkat videocallnya, "Maaf ya Yank aku baru mandi tadi di hotel. " seru Rafa takut istrinya merajuk.
Tari menggeleng. Melihat wajah suaminya mengembalikan moodnya lagi, Tari tersenyum sambil berkata, "Enggak papa Mas Rafa. Lagian akunya yang minta maaf sama Mas karena aku ganggu kamu. "
"Habisnya aku sudah kangen sama mas Rafa. " cicitnya.
Di dalam video Rafa nampak mengulum senyumnya mendengar ucapan sang istri, "Enggak papa sayang, lagian kapanpun kamu bisa hubungi mas karena kamu segalanya bagiku. " Terdengar helaan nafas panjang disana,Rafa kini merasa sangat merindukan Tari walaupun baru beberapa jam mereka berpisah.
Setelah satu jam mengobrol, Tari mengakhiri videocall dengan Rafa.Dia bergegas menghampiri mommy tercintanya di dalam mansion.
Beberapa menit berlalu
Mommy Felisia dan Tari masuk ke dalam mobil. sopir melajukan mobilnya meninggalkan Mansion Rafa. Selama perjalanan, mereka berdua saling terbuka satu sama lain.Mentari mengatakan semuanya pada wanita paruh baya tersebut. "Nak, kamu harus hati hati sepertinya ada yang ingin menghancurkanmu. "
"Tapi siapa Mom. Tari mengerutkan kening, berpikir siapa yang berani mengancamnya.Tak lama kemudian ada dua nama yang kini menjadi target kecurigaannya.
Mommy Felisia mengusap kepala Tari dengan lembut.Tari menyandarkan kepalanya di bahu mommy tercintanya.Dia merasa pusing dengan permasalahan yang dihadapinya saat ini namun belum siap mengatakan tentang spekulasinya saat ini pada mommy Felisia.
"Mas Rafa aku butuh kamu Mas. " jeritnya.Tari kembali bersedih jika mengingat sang suami yang ada di negara tetangga.Ingin sekali dia mengatakan semua keluh kesahnya tapi Tari tak mungkin membebani Rafa dengan apa yang dialaminya.
"Kita spa dulu sayang agar rileks, jangan khawatir mertua kamu nanti menyusul kita berdua. Mentari mengangguk kecil dan kembali membenamkan dirinya dalam dekapan ibu tercintanya.
💕💕
Di Cafe, 09.00 pagi.
Melodi duduk berhadapan dengan Sandra. Sandra tampak menyodorkan sebuah foto kearah Melodi. Melodi meraih fotonya dan terkejut.
"Bukankah ini foto Mentari dan Arfan, dapat dari mana dia. " Melodi terlihat bingung dengan maksud dari Sandra.
"Aku Sandra, tunangan dari Arjuna.Arjuna merupakan adik Rafandra, suami Mentari. Oh ya bisakah kamu jelaskan siapa pria disamping Mentari itu. " cecar Sandra.
Melodi membuang nafas kasar, setelah itu menatap lekat Sandra. "Aku Melodi, pria itu adalah Arfandy Rajendra Sakti, mantan kekasih sekaligus cinta pertama Mentari. "
Sandrapun tersenyum miring setelah mendapat kebenaran info yang kemarin disampaikan oleh orang suruhannya. Tak lama kemudian, dia meraih kembali foto tersebut menyimpannya dalam tasnya. "Terimakasih atas infonya, oh ya aku ada penawaran menarik untukmu Melodi. "
"Katakan! Melodi merasa tertarik dengan penawaran yang diberikan Sandra padanya.
"Bagaimana kalau kita kerjasama. Sandra langsung membisikkan sesuatu ditelinga Melodi. Melodi sempat terkejut namun tak lama tanpa ragu langsung mengangguk sontak Sandra menyeringai puas melihat kesetujuan Melodi.
Sandra menyesap vanilla lattenya dengan santai.Sementara Melodi terdiam mengingat apa yang dibisikkan sandra padanya.
Diam diam Sandra tersenyum miring, rencananya akan berjalan lancar, "Sebentar lagi hidupmu akan hancur Mentari. " pikirnya.
"Kapan kita akan menjalankan rencananya. " Melodi nampak tak sabaran dengan hal itu. Sandra tersenyum miring, meletakkan cangkirnya di atas meja.
"Besok dan aku harap kamu tidak berkhianat Melodi. " Tatapan Sandra berubah tajam nan menusuk membuat Melodi bergidik. Diapun segera mengangguk 'kan kepalanya pertanda mengerti.
Melodi menghembuskan nafas pelan sambil berkata, "Kalau tidak ada hal lain lagi aku
pergi. " Melodi bangkit dan berlalu ke luar dari Cafe. Sandra tersenyum puas berhasil mempengaruhi Melodi dan dendamnya pada Mentari akan segera terbalaskan.
Sandra mengambil selembar uang menaruhnya di atas meja.Diapun bangkit, melangkahkan kakinya ke luar dari Cafe.Masuk ke mobil, melaju dengan cepat menjauh dari sana.
Di tempat spa, Mentari kini merasa rileks mendapatkan pijatan di tangan dan kakinya. Namun ingatannya masih tertuju dengan surat yang berisi ancaman untuknya. "Apa mungkin kak Melodi yang melakukannya.Tapi bagaimana mungkin dan apa alasannya? Segitu bencikah dia padaku. " pikir Mentari.
"Kalau begitu jangan jangan Sandra. " tebaknya. Huh aku harus menyelidikinya, aku akan mengawasi gadis itu dan berhati hati darinya.
Selesai dipijat tangan dan kakinya, Tari segera menghampiri kedua ibunya. Dengan wajah berseri, Tari mengajak kedua wanita paruh baya tersebut makan siang.
"Mommy Claudia, Mommy ayo makan siang. " ajaknya dengan penuh semangat. Mommy Felisia tersenyum simpul, mengiyakan ajakan puterinya lalu ke luar dari tempat spa. Mereka masuk ke mobil masing masing, melesat meninggalkan tempat spa.
Skip Di restauran
Mentari, mommy Felisia serta mertuanya tengah makan siang bersama. Kedua wanita paruh baya tersebut begitu memanjakan Mentari, Mentari nampak tersentuh dengan perhatian dari keduanya.
"Mas Rafa terimakasih telah menyadarkanku atas kesalahanku kemarin, sekarang ini aku bahagia bisa bermanja dengan mommy Felisia lagi. Senyuman manis terbit disudut bibirnya memperhatikan kedua ibunya.
Daddy James hanya bisa tersenyum simpul melihat kelakuan istri dan besannya. "Sudah cukup debatnya, lebih baik kita makan. " sahut Daddy James.
"Tari sayang kamu harus makan banyak agar kamu sehat dan janin dalam kandunganmu mendapatkan nutrisi. " ujar Mommy Claudia.
"Iya Mommy terimakasih. Mentari mengunyah makananya dengan lahap. ketiga orang paruh baya nampak sangat senang melihat Mentari yang kembali ceria.
Sambil makan, Tari menceritakan soal dirinya yang menghubungi Raffa. Mommy Felisia merasa kasihan dengan puterinya yang terpaksa berjauhan dari Rafa suaminya.
TBC
sbnrnya asistenya gak salah mendatangkan wanita yg sdh menikah, soalnya pak bos kan nyuruhnya carikan wanita yg baik bkn wanita yg single ato virgin... jadi gak salah kan si Sam sangat asisten mengajukan Anasthasia jdi istri kontrak bosnya, Anasthasia kan emang wanita baik2 yg sdh pny gelar sbgai istri org😁😁😁😁😁😁