Entah dewi Fortuna sedang memihak diriku atau tidak?!
Baru saja aku diterima jadi karyawan magang di perusahaan Terkenal yang ku impikan dan juga baru saja aku di panggil Mommy ?!
Hei !! aku masih lajang, umurku saja masih seperempat abad. Pacaran saja belum pernah dan tiba-tiba sudah disambut oleh Anak, What !!
"Mommy?"
"Eh. . . Mommy??"
•Novel ini hasil karya Khayalan author semata diharapkan untuk selalu mendukung.
>> masa revisi di lakukan saat author memiliki waktu luang jadi maafkan bila ada banyak Typo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DNA_2005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Sesampainya Di Mansion Utama~
Alex, Rei dan Cyla sudah disambut oleh Omanya Rei yaitu Irene.
"Sini nak" ucap Irene sambil merentangkan tanganya, Rei berjalan ke arah Irene dan memeluk Rei dengan erat.
"Aduh cucu Nenek sudah tumbuh besar rupanya" lanjut Irene sambil mengelus puncak rambut milik Rei.
"Oma kita hanya terpisah selama 9 jam bukan 9 tahun" ucap Rei yang sudah melepas pelukan dari neneknya. Irene hanya terkekeh melihat tingkah laku cucunya yang kadang seperti remaja dan kadang seperti anak kecil.
"Mom, where dad?{dimana, ayah}" tanya Alex.
"Daddymu ada urusan di London" jawab Irene
"Tunggu, kalau Daddy di London buat apa Daddy meminta kita makan malam bersama?" tanya Alex. Belum sempat Irene menjawab pertanyaan dari Alex, Cyla sudah memotong pembicaraannya dengan berdehem.
"ehm, saya meminta maaf bila memotong pembicaraan kalian, tapi apa tidak sebaiknya dibicarakan di dalam ruangan saja" ucap Cyla yang merasa tidak nyaman bila mengobrol apalagi hal pribadi di depan pintu mansion seperti ini.
"Tuh kan, Mom sampai lupa mengajak kalian untuk masuk. Ya sudah ayo kita masuk dan membicarakannya di dalam" ucap Irene sambil menunjukan senyumannya yang anggun.
"Baiklah" pasrah Alex dan masuk ke dalam.
"Terima kasih, nyo ah maksud saya Mom" ucap Cyla sambil tersenyum manis dan dijawab oleh anggukan Irene.
"Ayo Rei Pagang tangan Mommy" ajak Cyla sambil memberikan tangan kanannya ke Rei yang langsung dipegang oleh Rei dengan semangat.
"Ayo" ucap Rei semangat. Cyla dan Rei berjalan berdampingan menuju ruang makan. Irene yang melihat sikap Cucu dan Calon menantunya hanya bisa menggelengkan kepala karena heran dengan sifat Rei yang Bisa berubah 180% dari anak yang dingin seperti kakek dan ayahnya menjadi anak kecil lugu.
Sesampainya di ruang makan~
"Baiklah, mari kita makan anak-anak Mom hari ini Mom yang memasak semua makanannya" ucap Irene penuh semangat.
''Terima kasih Mom" ucap Cyla dan duduk di samping Alex.
"Selamat Makan" ucap Merek serentak setelah berdoa. Alex sudah menyelesaikan makannya dengan nafsu yang kurang dan memulai obrolan di atas meja makan tersebut.
"Jadi mom, buat apa mom memerintahkanku untuk mengajak Cyla makan bersama bila Dady yang mengundang saja tidak ada" tegas Alex yang membuat Irene memberhentikan kegiatan makannya.
"Daddymu ingin kamu,Rei dan Calon menantu mom, bisa menginap di sini karena dad ada urusan kan Di London" jawab Cyla dengan penuh wibawa nya.
"Baiklah jika itu mau, dad dan mom. Alex akan menurutinya" ucap Alex yang sudah berdiri dari kursinya.
"Dan juga Cyla jangan coba-coba lari dari Mansion ini" tegas Alex kepada Cyla dan berjalan-jalan keluar dari ruang makan.
"Huft, baik pak" pasrah Cyla. Rei yang melihat ekspresi mommy nya hanya bisa mengelus lembut pipi mommy nya.
"Don't fear, Mom. There is Rei here{Jangan takut, Bu. Ada Rei di sini "}" ucap Rei sambil tersenyum lembut ke arah Cyla.
"Thanks, My little Boy Rei" ucap Cyla sambil mengecup kening Rei lembut.
"Sudah-sudah acara tebar kasih sayang kalian, lebih baik Rei kembali ke kamarmu dulu dan Cyla silahkan ikuti kepala pelayan tersebut" ucap Irene sambil mengambil beberapa piring kotor di atas meja makan.
"Ah, Mom lebih baik mom saja yang duluan saya yang bersihkan ini." Ajak Cyla kepada Irene.
"Don't worry,Cyla{tidak papa,Cyla}. Mom sudah terbiasa lebih baik kamu ajak Rei ke kamarnya sepertinya Rei tidak ingin lepas darimu" ucap Irene sambil terkekeh kecil saat melihat Rei yang dari tadi melihat Cyla di dekat pintu keluar.
"Baiklah, saya permisi. Terima kasih atas makananya yang rasanya sungguh enak" puji Cyla yang dijawab oleh senyuman manis Irene.
"Mari Rei, kita ke kamarmu" ajak Cyla sambil menggandeng tangan Rei.
"Tentu" semangat Rei "Thanks, Oma" bisik kecil Rei yang masih bisa terdengar oleh Irene. Irene yang mendengarnya langsung tersenyum saat mendengar ucapan tulus sang cucu satu satunya.