NovelToon NovelToon
Single Daddy

Single Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintamanis
Popularitas:327.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kolom Pena

Menjadi Single Daddy tak pernah terbayangkan oleh Adrian Malvero. Karena memang dia belum pernah menikah, ataupun memiliki anak.

Hanya saja, dia terpaksa menerima gelar itu untuk menggantikan orang tua bayi mungil yang baru saja berumur satu tahun. Bayi itu adalah anak kakanya, yang meninggal bersama istrinya saat mengalami kecelakaan tunggal.

Dari kecelakaan itu, hanya anak mereka yang selamat, dan keluarga dari istri kakaknya juga menolak kehadiran bayi tak berdosa itu. Apakah Adrian mampu merawat seorang bayi, atau malah menyerah dan mencarikan orang tua adopsi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SD - 30. Will You Marry Me

Sekar langsung terdiam membisu saat mendengar cerita Adrian. Ada rasa sakit di uluh hatinya, saat tau Adrian memiliki anak dengan Susi. Ada rasa cemburu, karena Susi lah orang pertama yang melahirkan keturunan Adrian.

Tapi, di sisi lain. Sekar sangat bahagia, karena Abiyan masih memiliki orang tua. Sekar langsung mengesampingkan perasaannya, dan menyambut haru kejujuran Adrian.

"Aku sungguh bahagia Kar, saat mengetahui Abiyan adalah anakku. Aku merasa seperti menemukan harta karun yang sangat besar, apalagi saat aku membaca laporan yang Hans dapatkan dari rumah mas Aditya," ucap Adrian sambil menciumi punggung tangan Abiyan.

"Kamu tau gak, Dri. Sebenarnya aku sudah merasa ini sangat lama, apalagi melihat cara kalian tidur. Suka bikin orang jengkel, dan lihat wajahnya sangat mirip kamu. Hanya saja aku gak berani bicara, takut kamu tersinggung atau apa." Kini Sekar lah yang berkata.

Setelah itu mereka saling pandang, menatap satu sama lain. Tangan Adrian juga langsung terulur membelai pipi Sekar, dan di belai lembut pipi mulus itu.

Deg ... deg ... deg ....

Jantung keduanya seakan berlomba-lomba untuk berdetak, saat mereka saling pandang. Ada rasa ingin memiliki, dan ingin berbuat lebih jauh. Namun, tak lama setelah itu Sekar merasakan kehangatan di bibirnya.

Sekar sedikit terkejut, tapi Sekar menikmati itu. Perlahan-lahan Sekar memejamkan matanya, dan menikmati permainan Adrian di area bibirnya.

Sekar seakan lupa akan segalanya. Yang dia tau, ada kupu-kupu terbang dan menggelitik perutnya. Bulu kuduk nya langsung berdiri, saat tangan Adrian menyentuh lehernya.

Adrian terus menekan leher Sekar, hingga menimbulkan sensasi yang aneh. Sejenak Adrian melepaskan ciumannya itu, dan langsung menyederkan keningnya di keningnya Sekar.

Sekar yang merasa kehilangan, langsung membuka matanya. Ada rasa kecewa, tapi rasa itu langsung hilang saat mendengar ucapan Adrian.

"Sekar, will you marry me?"

"Apa!"

Sekar yang sangat terkejut langsung mendorong tubuh Adrian. Dia merasa ada yang aneh dengan pendengarnya, apalagi yang Sekar dengan adalah kata-kata lamaran.

Tunggu-tunggu! Sepertinya telingaku butuh du servis, mana mungkin Adrian berkata seperti itu. Ayo Sekar, kamu jangan malu-maluin. Jangan pernah jatuhkan harga diri, hanya karena kemaluanmu itu. Mana mungkin seorang Adrian, melamarmu!" gumam Sekar sambil mengorek-ngorek telinganya. Bahkan Sekar sampai mengetes telinganya, dengan suara ponselnya.

"Terdengar jelas, kok. Apa aku hanya berhalusinasi saja, ya?" Gerutunya sambil terus mengutak-atik telinganya.

"Kamu kenapa, Sekar?" tanya Adrian kebingungan.

"Aku gak kenapa-napa, hanya aku mulai berhalusinasi deh. Lebih baik, kamu temenin Abiyan. Aku mau cari udara segar dulu." Karena terlalu malu, akhirnya Sekar mengambil jalan pintas.

Sekar lebih memilih pergi, untuk menenangkan pikiran. Namun baru satu langkah Sekar berjalan, tapi Adrian langsung mencegahnya.

"Kamu belum menjawabku, Sekar! Bisa-bisanya kamu langsung kabur, tanpa memberi jawaban!" seru Adrian sangat kesal.

"Jawaban apa? Memangnya kamu tanya apa, sampai aku harus menjawabnya?" tanya Sekar sangat kebingungan.

Seketika Adrian langsung menepuk jidatnya sendiri. Bagaimana tidak, dia membutuhkan keberanian tinggi, tapi Sekar seakan tak mendengarkan ucapan Adrian tadi.

"Sungguh kamu gak mendengarkan aku, Sekar?" tanyanya untuk memastikan.

"Iya, aku serius."

Adrian pun menarik napasnya sangat kasar. Dengan tekat yang sangat kuat, dia akan mengulang kembali ucapannya tadi.

"Sekar, will you marry me?"

Sekar langsung terperangah mendengar ucapan Adrian. Bahkan Sekar, langsung terdiam membisu.

Jadi itu bukan halusinasi saja. Jadi benar aku mendengar Adrian melamarku, astaga! Aku sangat nervous, aduh gimana ini gimana. Kenapa bibirku sangat kaku, aku ingin bicara iya, aku mau. Tapi aku takut di PHP, gimana ini. Sekar bergelut ria dengan hatinya sendiri.

Sedangkan Adrian menunggu kejelasan dari Sekar. "Sekar, kamu kok diem sih? Apa jawaban darimu, aku menunggu loh." Adrian bertanya kembali.

"Aku gak mimpi, kan? Apa aku berhalusinasi, atau apa?" tanya Sekar sangat lirih.

"Gak, kamu gak berhalusinasi. Aku benar-benar melamarmu, Sekar. Baiklah jika kamu gak percaya aku akan mengulang lagu, ucapanku."

Adrian pun melihat sekeliling, untuk mencari sesuatu. Karena di ruangan itu hanya ada Vas bunga, beserta isinya. Jadi Adrian mengambil bunga itu, satu tangkai dia buat seperti cincin. Sedangkan yang lain, di buat seserahan.

Karena membutuhkan saksi, akhirnya Adrian membangunkan Abiyan. Adrian ingin Abiyan menyaksikan semuanya, karena jika bukan karena Abiyan dia gak akan pernah bisa dekat dengan Sekar.

"Sayang, bangun sebentar dong. Daddy mau kamu jadi saksi, saat Daddy melamar Mommy. Katanya kamu mau Daddy dan Mommy menikah, jadi seorang bangun sebentar ya?" bisik Adrian.

Karena mendapatkan bisikkan lembut di telinganya, akhirnya perlahan-lahan Abiyan bangun. Dengan muka bantal, Abiyan tersenyum dan berusaha duduk.

"Apakah itu benar, Daddy?"

"Iya, Sayang. Kamu saksikan ya, Daddy mau melamar Mommy," jawab Adrian sangat lembut.

"Yeahh, kalau gitu aku mau rekam sama ponsel. Aku mau buat kenang-kenangan, agar bisa di lihat sewaktu-waktu." Adrian pun mengangguk.

Setelah itu Abiyan sibuk mengutak-atik ponselnya, dan Adrian pergi keluar untuk mencari saksi lain. Sedangkan Sekar hanya menutup mukanya sangat malu, hatinya sangat bergetar, detak jantungnya pun juga makin menggila.

"Selesai!" seru Adrian sambil membawa lima orang Suster.

Sungguh Sekar merasa sangat malu. Daritadi dia hanya berdiri di pojokan, gak berani bersuara. Apalagi sekarang di tambah tatapan para Suster, yang seperti ingin menjahilinya.

"Oke, Sayang. Kita mulai, kameramu hadapan sini ya?"

"Oke Daddy."

Tanpa tunggu lama, Adrian langsung bersujud di hadapan Sekar. Bahkan tangan Adrian meraih tangan Sekar, dan mulai menatapnya penuh cinta.

"Sekar, aku tau ini sangat mendadak. Bahkan bisa di bilang ini tidak pantas, karena melamar kamu di rumah sakit tanpa cincin asli. Tapi, aku gak mau menunggu terlalu lama lagi," ucap Adrian dengan suara bergetar khas orang ingin menangis.

Begitu juga dengan Sekar. Air matanya langsung lolos, saat mendengar ucapan Adrian. Hatinya sangat bahagia, akhirnya apa yang dia tunggu selama ini terjadi juga.

"Entah sejak kapan rasa ini muncul. Tapi, yang aku ingat. Sejak pertama kamu masuk ke kantor, dan menjadi Sekretarisku di situlah muncul rasa penasaran padamu. Hanya saja, aku terlalu munafik, aku terlalu memikirkan gengsi. Tapi aku sekarang sadar, jika aku sangat mencintaimu Sekar." Lagi-lagi Adrian menjeda ucapannya. Dadanya terasa sesak, saat mau mengatakan ini.

Adrian akhirnya menarik napasnya, dan membuangnya begitu kasar. Dia terlalu nervous, hingga jari-jarinya berkeringat dingin.

"Sekar, maukah kau menikah denganku? Menjadi istri serta ibu dari anak-anakku?" tanya Adrian penuh harapan.

Sedangkan Sekar semakin menangis. Dia masih terlalu terbawa suasana, hingga dia sulit mengatakan sesuatu. Sedangkan para Suster, terus bersorak meminta Sekar untuk menerima.

"Terima, terima, terima." Begitulah sorak mereka.

"Ayo Mommy, terima lamaran Daddy. Ayokkk!" Abiyan juga ikut bersorak, untuk menyemangati Sekar.

"Ke—kenapa baru sekarang, Bodoh! Kamu tau aku selalu menunggu kamu peka, tapi kenapa baru sekarang. Tega banget kamu bikin aku, jadi perawan tua," ucap Sekar sambil memukul pundak Adrian.

"Maafkan aku, ini memang salahku. Tapi, sekarang aku gak akan mengulang kesalahan itu. Jadi, apakah kamu mau menikah denganku Sekar Arum?" tanyanya lagi.

"Iya, aku mau. Sangat mau, Adrian."

Adrian pun tersenyum lega. Dengan cepat dia memasangkan cincin dari ranting bunga itu, dan melingkarkan di jari manis.

"Maaf karena cincinnya palsu. Tapi, nanti akan aku ganti dengan cincin yang sangat bagus," ucap Adrian sambil mengecup lembut punggung tangan Sekar.

"Yeahh! Mommy dan Daddy akhirnya bersatu, dan aku akan punya adik!" Sorak Abiyan.

Sekar dan Adrian pun mendekati Abiyan. Mereka berdua memeluk Abiyan, dengan kehangatan yang lembut. Akhirnya Abiyan bisa merasakan, memiliki orang tua asli dan Abiyan sangat bahagia untuk hari ini.

Terima kasih, Tuhan. Akhirnya Mommy, dan Daddy bisa bersatu, aku harap mereka gak akan pernah terpisahkan. ~ Abiyan

.

.

.

Happy Reading

1
Wied Indah Widyastuti
Susi kmn
Queen Tdewa
dri kecil udah d ajarkan buat menghajar org rupanya
vi
Baru baca..... sepertinya menarik.... lanjut thor
Nurul Eny
iya ni Thor,padahal ceritanya seru lho
Katherina Ajawaila
thour ko blm ada kelanjutannya🙏
Katherina Ajawaila
udh nikah lah biar ada baby utk bantu obatin Abiyan thour plase
Katherina Ajawaila
mantap surantap, oi anjut thour
Katherina Ajawaila
bini edan
Katherina Ajawaila
semoga aja baik hasilnya
Katherina Ajawaila
ya udh bsk nikah nya, org gampang ngk usah pesta yg penting sah nya aja
Katherina Ajawaila
ko jadi tebolak y thour
Katherina Ajawaila
sasmi Edan, somnong arogan, kapok usir suami padahal dia msh butuh.
Katherina Ajawaila
seru jadi nya tapi bagus kebongkar bobronya Maria sm anaknya yg sok kegantengan. ribet to cowo
Katherina Ajawaila
liat bu mirna mau anaknya di bikin mesin cetak anak 🤭🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
next thour
Katherina Ajawaila
pusing liat bu mirna mmg nya blm tau kalau anak bu Maria udh ada istri, dasar
Katherina Ajawaila
seru biar Adriisn aja blng sm mm mertua kalau iiffan udh ada istri ngk mungkin mau anaknya di madu di bikin mesin cetak anak. emang enak
Katherina Ajawaila
udh punya aby aja thour, dr pd punya nenek tapi jahat. ngk berkah malah
Katherina Ajawaila
ya udah ka bisr tes utk transflasi sumsum tulang belakang biar cepat thour kasian anak kecil aby
Katherina Ajawaila
heran ada nenek yg nyagkal cucu padahal anaknya yg perempuan. tega banget y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!