Bagaimana rasanya saat kamu terpaksa harus menikahi gadis yang menjebakmu? Itulah yang di alami Keenan Wijaya, dia terpaksa menikahi gadis yang sudah dengan sengaja menjebaknya, Anindira.
"Aku akan membuatmu menyesal karena telah menjebakku!" ujar Keenan.
Apakah rumah tangga itu akan kandas di tengah jalan atau akan tetap langgeng dan menimbulkan benih-benih cinta di hati keduanya?
Apa yang melatar belakangi Anindira melakukan penjebakan itu?
Jangan lupa, like, favorite, komen dan vote-nya ya🤗.
Follow:
~ Fb: Samudra Lee
~ Ig: Samudra_Lee_19
Salam sayang dari otor ter--KECEH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Sesuai kesepakatan, untuk sementara Dira dan Keenan akan tinggal di rumah orang tua Dira.
Sore harinya, Keenan dan Dira langsung chek out dari hotel. Mereka langsung menuju ke kediaman orang tua Dira. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya mereka tiba di halaman rumah orang tua Dira. Keenan langsung mengendarai mobilnya masuk ke dalam garasi. Begitu turun dari mobil, mereka berdua disambut oleh Anita di depan pintu.
"Selamat datang di kediaman kami Nak Kee," sambut Anita. "Mari masuk!"
Keenan dan Dira langsung masuk ke dalam rumah, mereka langsung duduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu.
"Maaf ya Nak Kee, rumah kami tidak semegah rumah orang tua Nak Kee," ucap Anita.
"Tidak masalah, toh aku di sini hanya sementara," jawab Keenan.
"Maksud Nak Kee?" tanya Anita. Dia sangat berharap kalau pernikahan Keenan dan putri tirinya segera berakhir sebelum satu tahun. Karena sesuai dengan surat wasiat almarhum kakek Dira, Dira baru bisa mewarisi 40% saham keluarganya, kalau usia pernikahannya bisa mencapai minimal 1 tahun. Jika sebelum 1 tahun, pernikahan mereka berakhir, maka Dira tidak berhak mewarisi 40% saham tersebut.
"Maksudku kelak aku dan Dira akan menempati rumah impian kami. Tidak mungkinkan kalau kami selamanya berada di sini?" jawab Keenan.
"Oiya Nak Kee, aku sudah menyiapkan makan malam yang istimewa untuk kita. Mari kita ke ruang makan!" ajak Anita.
Anita ingin bisa menarik perhatian dari putra bungsu Rangga Wijaya tersebut. Dia berharap dengan bersikap baik terhadap Keenan, suatu saat nanti dia bisa memanfaatkan Keenan untuk berbalik melawan anak tirinya itu.
"Sepertinya ini sudah melewati jadwal makan malamku." Keenan mengatakan itu sambil melihat jam tangan yang dipakainya.
"Sayang, apa kamu mau makan malam bersama Mama?" tanya Keenan kepada istrinya.
Dira terkesiap mendengar panggilan sayang dari Keenan. Dia bahkan mencubit tangannya sendiri untuk membuktikan kalau dia tidak salah dengar.
"Sayang, kok bengong?"
"Memangnya apa yang Mama masak untuk makan malam kami?" tanya Dira kepada Mama tirinya.
"Ada steak, daging rendang, ayam rica-rica dan cumi pedas kesukaan kamu," jawab Anita dengan senyum palsunya.
"Sayangnya aku sedang tidak ingin makan itu sekarang," ucap Dira. Dia sengaja ingin membuat ibu tirinya itu marah.
"Sayang, aku mau delivery pizza bolehkan?" tanya Dira sambil menggoyang lengan Keenan.
"Baiklah, aku akan memesankan pizza terbesar dan terlezat untukmu. Sebentar aku pesankan dulu ya."
Jari-jari Keenan berseluncur di atas papan keyboard ponsel miliknya. Dia mencari sebuah aplikasi penjual makanan online dan memesan pizza yang diinginkan oleh Dira.
"Setengah jam lagi pesananmu datang, sabar ya Sayang."
"Terimakasih, Sayangku," ucap Dira sembari mengecup pipi kanan suaminya.
Anita benar-benar kesal melihat tingkah anak tirinya tersebut. Dia mengepalkan tangannya kuat, menahan semua emosi yang saat ini berkecambuh didalam dada.
"Sayang, aku capek. Kita nunggu pizzanya di kamar saja, yuk!" ajak Dira dengan nada yang dibuat semanja mungkin.
"Baiklah kita ke kamar sekarang," jawab Keenan. "Oiya, Ma. Kalau pizza pesanan kami datang suruh siapapun untuk mengantarnya ke kamar kami."
"Iya, Nak Kee. Kalian istirahat saja, nanti saat pizza itu datang Mama yang akan mengantarnya ke kamar kalian," jawab Anita.
"Terimakasih sebelumnya ya, Ma." Setelah mengucapkan itu Keenan dan Dira berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar Dira yang memang berada di lantai dua.
"Aku tidak percaya kalau putra Wijaya itu bisa dengan mudah menerima Dira. Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi. Aku harus bisa menghancurkan rumah tangga mereka sebelum 6 bulan. Kalau tidak, aku akan kehilangan semuanya," batin Anita. Dia masih memikirkan cara untuk bisa menghancurkan rumah tangga putri tirinya.
"Sepertinya aku memang harus melakukan itu. Keenan Wijaya apa kamu akan tetap berpura-pura mencintai putri sialan itu saat aku menghadirkan dia kembali di tengah-tengah kalian?" Anita tersenyum setelah yakin kalau cara dia kali ini pasti akan berhasil untuk memisahkan Keenan dari Dira.
*****
"Aku sangat bahagia melihat ekspresi kesal nenek lampir itu. Aku benar-benar sangat puas." Dira mengatakan itu dengan senyum yang terus tersungging di bibirnya.
Dira mengambil baju dari dalam lemari dan membawanya masuk ke kamar mandi. Dira mengganti baju yang dia pakai dengan baju yang biasa ia gunakan untuk tidur. Setelah keluar dari kamar mandi, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Akhirnya aku bisa kembali tidur dengan nyaman," ujar Dira dengan merentangkan kedua tangannya.
Namun, Dira terkesiap saat tiba-tiba Keenan menarik tangannya.
"Ada apa Kee?" tanya Dira bingung.
Keenan hanya menampilkan senyum smirk-nya dan itu membuat Dira sedikit takut.
🍂🍂🍂
Tak henti-hentinya Otor ngingetin untuk ngasih like, komen dan giftnya ya. Biar otor terus semangat buat update.
Salam sayang dariku otor ter--KECEH 🌷🌷