Mengisahkan tentang seorang kakak yang memendam perasaannya terhadap adiknya.
Seorang Ma Jiaqi pemuda pendiam, yang menyimpan rasa cintanya terhadap sang adik selama lebih dari sepuluh tahun. Perasaan itu seakan terus tumbuh seiring berjalannya waktu yang selama itu juga menyebabkan dirinya harus melewati rasa sakit yang Ia pendam.
"Apa benar bahwa kakak menyukaiku?"
"Maafkan kakak."
"JAWAB PERTANYAANKU!" Teriak Wati saat mengetahui semua fakta.
Sehingga ... pada suatu hari sang adik mengetahui tentang perasaannya. Jawaban apa yang akan sang kakak berikan? Apakah Jiaqi akan memberitahu tentang perasaannya? Atau bahkan sebaliknya?
Juga beberapa dari sahabatnya yang mengalami permasalahan CINTA yang mereka lalui.
"Pergilah dari hadapanku! Aku tak butuh kau berada di kehidupanku."
"Dewi sebegitu benci kah kamu terhadapku?"
"Ben j-jangan terlalu kasar! Ini sa-sakit."
"M-maaf aku terbawa suasana."
Penasaran? Yuk ikuti terus cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wati Charoline H., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sera & Tony (Aku mencintaimu).
Karena sudah mendapatkan izin dari sang istri. Tony segera mengangkat tubuh Sera ala bridal style ke kamarnya, membaringkan tubuh gadis itu pelan. "Kamu sudah siap ...?"
Sera mengangguk meskipun dirinya sudah gemetaran akibat rasa takut yang akan di mainkan oleh Tony. Tony merangkak di atas tubuh Sera, mengusap lembut wajah cantik Sera lalu mengecupnya selembut belaian seorang suami. Tony meraih tangan Sera yang mencengkram erat seprai ranjang.
"Apa kau takut? Jika kau belum siap kita bisa hentikan sekarang dan melanjutkannya nanti saja," ucap Tony saat mengetahui tangan istrinya bergetar.
Sera menggeleng. "Tidak ... lakukan saja kak."
Tony hanya tersenyum ia mengecup bibir mungil itu sesaat lalu menjauhi tubuhnya yang berada di atas tubuh Sera. Sera yang melihat suaminya menghentikan acara ritual sebelum permainannya dimulai merasa heran, ia pun bangun.
"Kenapa berhenti kak?" ucap Sera. Ada rasa kecewa yang menjalar di hatinya, entah itu karena permainannya di hentikan secara tiba-tiba atau Tony sudah merasa kecewa atas dirinya yang kurang menggairahkan suaminya.
"Sepertinya kamu capek, istirahatlah aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Tony dengan senyuman yang tak pernah luntur dari bibirnya untuk istri tercintanya.
Tony pun berdiri untuk menuju ke kamar mandi tapi langkahnya terhenti saat mendengar ucapan istrinya.
"Apa kakak kecewa denganku?"
Tony membalikkan badannya menatap wajah Sera. "Hmm? Maksudmu?"
"Kakak pasti kecewa kan karena aku tidak becus melakukan kewajibanku sebagai seorang istri?" Sera mengalihkan pandangannya ke arah lain karena tidak ingin Tony tau bahwa matanya sudah berkaca-kaca.
Tony yang merasa bahwa Sera sudah salah paham atas dirinya segera menghampiri sang istri. "Hei ... sayang kau salah faham," ucap Tony langsung menangkup wajah Sera.
Sera melepaskan tangan Tony dari wajahnya. "Sudahlah kak, mungkin kau benar aku sedang capek."
Sera menidurkan dirinya membelakangi Tony seraya menghapus air matanya yang telah jatuh. Beberapa saat kemudian Sera merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya dengan erat, Sera tentu tahu siapa pelakunya.
"Maafkan aku."
Suara itu terdengar lirih yang terus mempererat pelukannya yang membuat si pemilik tubuh terdiam.
"Maafkan aku sayang."
Kata-kata lirih itu terdengar kembali, akhirnya Sera pun mengusap lembut tangan suaminya dan membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Tony. "Aku juga minta maaf kak."
"Kamu tidak salah sayang, akunya saja yang kurang mengerti sehingga membuatmu seperti ini maafkan aku sayang, aku hanya tidak ingin kau merasa lelah." terang Tony.
Tony pun menghapus air mata istrinya yang masih menitikkan bulir beningnya. "Sayang kamu tau, kalau aku tidak suka kamu menangis! Air matamu begitu berharga untukku, jadi aku mohon jangan pernah sekalipun kamu meneteskan air mata ini itu, mengerti?"
Sera mengangguk. "Iya kak."
"Sebaiknya kita tidur ini sudah larut malam," ajak Tony pada Sera. Mereka pun akhirnya memilih untuk tidur dengan Tony tetap posisi memeluk Sera dari belakang. "Selamat malam sayang aku mencintaimu," Tony mengecup leher Sera, menghirup aroma wangi yang dikeluarkan oleh istrinya.
Sera hanya tersenyum dengan mata tertutup.
***
"Mau sampai kapan kamu akan tetap menahanku ...?"
"Sampai kau mencintaiku dan menerima pernikahan kita."
"Jangan gila ...! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu ataupun menikah dengan mu, karena aku mencintai kak Jiaqi bukan dirimu!" ucapnya, dengan tatapan tajam ke arah laki-laki yang sedang duduk di sofa berwarna merah.
"Berarti kau akan siap menerima pesanan mayat laki-laki itu terkirim ke alamat rumahmu."
Bersambung ...
Mohon maaf, ijin promo ya thor. Ada suka cerita perang epik dng MC yg punya bnyk pasukan..mampir yuk di novel sy " penguasa dua benua" moga suka..
semangat semoga dengan sedikit kritikan bisa memotivasi penulis untuk menjadikan karya yg lebih baik.. aminn
1. akhirnya wati tau klo jiaqi bukan kakak kandungnya.
2. sera sama tony akhirnya pisah.
3. dewi meninggoy, cowoknya jadi sad boy.
4. menik mencoba menerima ben.
5. whidie nikah sama cowoknya.
btw berarti yg happy ending cma si whidie dong yg lainnya sad ending and open ending 😭😖
paling menarik peehatian kata2 patkay coklat, masa upil disamakan sm cinta 🤣🤣🤣