21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#30
"Aapa sih,!? Tangannya jangan di situ dong,!"
karna tangan Pak Erik sudah berada di dadanya, tidak lupa bermain-main di sana, yang mana membuat Sinara tidak kuat menahan gejolak.
"Ahhhhh, " Mata Sinara membola.
Suara ku. "Ihh sana ahh,, aku mau pake baju ni.,!" Sinara menepuk-nepuk tangan Pak Erak, tapi tidak di gubrisnya.
Pak Erik mencium bibir Sinara, tapi di tutup rapat oleh empunya.
"Buka mulutnya sayang, kalo nggak, , "
"Aaa, sakimmmhhh," Pak Erik ***** kuat di dua gunung kembarnya.
Kini lidah Pak Erik sudah merambah masuk ke dalam mulut Sinara, bermain-main di sana.
"Hahh hah," Terdengar napas Sinara sudah tersendat-sendat, membuat Pak Erik terpaksa melepaskannya.
"Yangg,,!?" kini Pak Erik merengangkan jarak mereka, tetapi tangannya masih di pinggul Sinara, pandangan mereka terkunci.
"Emhhh, kenapa,,!?" Kini Sinara sudah tidak malu-malu lagi untuk menatap mata Pak Erik dengan jarak yang sangat dekat.
Pak Erik berbisik di kuping Sinara.
"Aku pengen lihat tubuh kamu tanpa sehelai benag pun, boleh ya sebentarr aja!? "
"Haa, nggak," Sinara langsung memusingkan tubuhnya ke arah lain.
"Boleh ya, boleh ya sayang,," Suara manja, "lihat aja kok nggak lebih,!!"
"Nggak, nanti aja, tunggu waktu yang tepat ya, ,, sekarang aku laper. Katanya mau ngajakin aku makan,!?"
Nggak tau apa orang malu, lagian kita itu belum menikah Pak Erik.
Pak Erik memusingkan lagi tubuh Sinara ke arahnya,. "Benar ya nanti, aku boleh melihatnya,!?"
"Hehhh,, ya udah sekarang kita makan aku laper,."
"Ya udah, tapi masa kamu nggak pake bajunya, tapiii bagus juga sih,, cupp, hahaha,!!" Pak Erik langsung berlari ke arah toiletnya, karna melihat Sinara sudah mau cemberut., "Ya udah kamu dandan yang cantik buat aku, sekarang aku mau mandi dulu." Pekiknya di dalam toilet.
Sinara hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah kekasih tuanya, seperti anak-anak abg yang baru jatuh cinta saja. tapi Sinara merasa sangat bahagia. Kini Sinara menghadap ke kaca yang ada di dalam walk in kloset milik Pak Erik.
"Ahh masa aku pake baju begini, yang ada aku di tertawain sama dia, ahh gimana ni,"
Sinara hanya mengenakkan baju kaos putih milik Pak Erik yang ukurannya sangat besar hampir tertutup celana pendek yang ia kenakkan, betis putih nan mulusnya terpampang nyata, rambutnya yang basah terurai begitu saja.
"Sayang, udah siap pake bajunya,!? Kok lama banget,!? Kamu nggak apa-apa kan.!? "
"Iiya nggak apa-apa," Sinara membuka kan pintunya. "Lihat ni bajunya, lucu kan!? " Sinara memanyunkan bibirnya.
Pak Erik terpana melihat kekasihnya.
"Tukan lucu, udah ahh aku mau tukar,!"
Belum sempat Sinara masuk, tangannya sudah di tarik Pak Erik,.
"Nggak kok, kamu pake apa saja pasti kelihatan cantik termasuk pake baju ini, walau pun kegedean tapi masih kelihatan imut-imut, bagi aku, apa lagi pipinya ini, bikin aku gemes, pengen cubit melulu,! " Pak Erik mencubit pipi Sinara yang sudah memanas.
"Jadi maksud kamu pipi aku tembem gitu,, huhh, "
"Emm,," Pak Erik berpikir.
"Tukan," Sinara dengan wajah cemberut nya.
"Heii walau pun kamu tembem, atau
apa pun itu bentuk kamu, aku tetap
akan mencintai kamu selamanya,
karna aku sudah jatuh cinta, sama perempuan yang menggemaskan ini"
Pak Erik menarik pipi Sinara yang sudah merona duluan karna ucapannya.
Sinara hanya mengangguk,. "Kok pipi kamu merah lagi,.!?"
"Ihh nggak adalah,. Ayo cepat Katanya mau makan,.!?! " Sinara melewati Pak Erik dengan gaya malu-malunya.
Like😘😘