"Gue Nikah nya entar nunggu anak lo gede untuk gue jadiin Istri"
Roy tak percaya ternyata kata - kata yang pernah dia ucapkan beberapa belas Tahun lalu saat menjahili Alex menjadi kenyataan.
Meski belum menikahi, tapi saat ini Roy sudah jatuh cinta pada Viana. Roy juga tak menyangka Wanita yang dia tolong malam itu ternyata anak dari sahabat sendiri.
" Bangsat lo Roy! Gue gak nyangka ternyata selama ini lo yang menyembunyikan anak Gue"
Bugh!
Alex terus memukuli Roy hingga tak berdaya. Bukan tidak bisa melawan, Roy hanya pasrah karna dia memang merasa bersalah.
" Daddy, stop Dad! "
Hiks.. Hiks.. Hiks..
" Aku mohon, Tolong jangan sakiti Ayah calon anakku " Ungkap Viana memohon.
Alex meremang, darah nya mendidih mendengar kenyataan yang di ungkapkan putri kesayangan nya.
PLAK'
Satu tamparan keras mendarat mulus di pipi Viana. Alex tak menyangka Putri kecilnya yang dianggap sangat polos dan lugu, bisa melakukan hal sejauh itu. HAMIL DILUAR NIKAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dia Melani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Saat sudah sampai di Unit Apartemen milik Roy, Viana langsung bergegas cepat masuk ke dalam kamar nya. Viana pikir Dia ingin merileks kan otot - otot nya yang terasa kaku, akibat penerbangan nya yang mendadak dari Thailand - Indonesia.
Berendam Air hangat adalah pilihan terakhir Viana untuk sedikit menenangkan pikiran nya yang masih merasa kesal pada Roy. Saat Viana sudah selesai mengisi Air hangat ke dalam Bathup, Viana mendengar Bel Apartemen berbunyi.
" Ck, Siapa sih? Kalau Om Roy kenapa gak langsung masuk ajah coba? Gak bisa banget liat orang tenang sedikit! " Kesal Viana kembali meletakan kembali Sabun cair yang sudah Dia ambil dari Rak sabun yang tertata rapi. Dia bergegas cepat keluar dari kamar nya memakai Bathrobe untuk melihat siapa yang datang.
Ceklek!
" Daaaaaad... dy..." Suara Gadis kecil yang awal nya terdengar melengking berubah menjadi lirih saat melihat siluet Viana yang muncul dari balik pintu. " Aunty siapa? Dimana Daddy ku? " Tanya Anak Kecil itu memberondong dengan wajah bingung dan celingukan melihat ke arah belakang Viana.
" Memang nya siapa Daddy mu Sayang? Nama mu Siapa?" Viana berlutut agar dapat mensejajarkan tinggi badan nya dengan Anak Perempuan yang tiba - tiba muncul di depan Unit Apartemen Roy.
" Roy Aunty! Roy Aditya Aston! " Jawab Raina pasih menyebutkan nama lengkap Daddy nya.
Sebelum Viana kembali bertanya pada Raina,
Viana lebih tertarik beralih pada Pengawal yang berdiri tepat di belakang Raina.
Viana beranjak berdiri menatap intens Pengawal yang datang bersama Raina dari atas sampai bawah. Para Pengawal yang merasa di perhatikan seolah mengerti arti dari tatapan yang di berikan oleh Viana.
" Nona, Ini adalah Nona Raina. Nona Raina ini adalah Putri Tuan Roy! " Ucap Pengawal mencoba menjelaskan.
Viana terkejut menghadapi kenyataan ternyata Roy sudah memiliki anak, tubuh nya terasa lemas hingga merosot kebelakang menabrak pintu Unit Apartemen.
Jika tangan Viana tak bertumpu pada Knop pintu tubuh nya benar benar akan merosot jatuh sampai ke lantai. Viana menatap kosong pada Gadis Kecil yang berdiri di hadapan nya dengan kepala sedikit mengadah menatap nya.
" Nona.. Nona.. " Panggil pengawal mencoba menyadarkan Viana dari lamunan nya.
" Ya? " Jawab Viana cepat sambil membenar kan posisi nya kembali berdiri tegak.
" Apa Nona baik - baik saja? Bisakah Nona membawa Nona Raina masuk untuk bertemu Tuan Roy? Saya akan menunggu Nona Raina di dalam Mobil yang ada di Basemant! " Pinta Pengawal.
Viana yang masih Shock dan bingung, mengiyakan permintaan Pengawal tanpa berpikir kalau Roy sedang tidak ada di Apartemen.
" Tentu, Raina... Ayo masuk Sayang! " Viana menggeser tubuh nya yang tadi berdiri di ambang pintu mempersilahkan Raina masuk.
Saat sudah di ruang Keluarga Viana hanya duduk diam mengamati Raina.
" Jangan menatap ku seperti itu Aunty! Sekarang cepat panggil kan Daddy ku! Aku merindukan nya! " Ucap Raina memulai pembicaraan lebih dulu.
" Tapi Daddy mu sedang tidak ada! Dia sudah pergi ke Kantor! " Jelas Viana. Viana masih belum yakin bajwa Raina anak Roy.
" Tunggu! " Viana beranjak duduk nya dan berlari menapaki Anak tangga Satu Persatu dengan cepat. Dia masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil Ponsel nya yang tergeletak di atas kasur.
Nafas nya terengah - engah karna harus berlari naik turun tangga, Viana kembali menemui Raina yang masih duduk di atas Sofa Ruang Keluarga.
" Kenapa Aunty lari - lari? Aunty bisa terjatuh! " tanya Raina dengan wajah yang semakin bingung melihat sikap Viana.
" Raina! " Panggil Viana sambil menetral kan Nafas nya. " Apa Daddy mu yang bernama Roy itu, ini Orang nya? " Viana menunjukan Layar Ponsel nya tepat di depan wajah Raina, Untuk menunjukan foto Roy yang ada di dalam ponselnya.
" Mana? " Tanya Raina heran. Raina mengambil alih ponsel Viana dan menunjukan pada Viana bahwa hanya ada Layar Ponsel yang gelap.
" Astagaaa! Aku lupa mengisi Baterai Ponsel ku! " Batin Viana sambil memijat pelipis nya yang terasa semakin pusing, Karena Ponsel nya tiba - tiba saja mati saat sedang di perlukan.
*
*
Setelah Dua jam lama nya Raina menunggu Roy yang tak kunjung pulang, Raina mulai merasa sedikit bosan. Dan selama itu juga Viana menemani Raina bermain di ruang Keluarga dan sesekali Kedua nya tertawa arena menganggap pembicaraan yang mereka bicara kan sedikit lucu.
" Aunty, lebih baik Aku pulang sekarang! Aku akan menemui Daddy di lain waktu bersama Mommy! " Ucap Raina yang sudah menyerah menunggu kepulangan Roy.
" Baiklah! Sampai bertemu kembali! " Seru Viana beranjak berdiri untuk mengantarkan Raina ke Basemant tempat Pengawal Raina menunggu.
" Kau! Bagaimana bisa? " Viana terkejut saat baru membuka pintu Aprtemen melihat Para Pengawal yang tadi datang bersama Raina sudah berdiri di depan Unit Apartemen nya.
" Aunty! Aku yang memanggil mereka! " Jelas Raina, tapi Viana masih terlihat bingung. Sejak tadi Raina bersama nya, Viana tak melihat Raina menghubungi siapa pun karena Raina juga tak membawa atau memiliki Ponsel, pikir Viana.
" Aku sudah menekan tombol Control Jam tangan ku yang terhubung langsung pada Para Pengawal. Jika Aku menekan nya, Pengawal akan datang menemui ku, sebab Aku sedang membutuh kan mereka. Kenapa Aunty Norak sekali! " Ledek Raina pada Viana.
" Raina! Aunty sudah Dewasa, Aunty tidak akan hilang meskipun tidak memakai Jam seperti mu!/" Elak Viana yang tak mau kalah.
" Aunty! Daddy bilang semua Orang tetap akan membutuh kan bantuan Orang lain meskipun kita sudah Dewasa! " Telak Raina menasehati Viana. Viana pikir ucapan Raina memang benar. Seperti Viana yang menbutuhkan Roy, tempat untuk berlindung.
" Yaa..." Ucap Viana untuk menyudahi perdebatan mereka. Viana sadar jika Viana terus membalas perkataan Raina, mungkin tidak akan ada habis nya dan berubah menjadi Perdebatan yang sengit.
" Aku, pulang ya Aunty! Terima kasih karena sudah baik pada ku! " Raina berlalu meninggalkan Viana yang masih berdiri di depan pintu Unit Apartemen nya.
Viana bertanya pada dirinya sendiri kenapa Raina tidak tinggal bersama dengan Roy?/Apa mereka sudah berpisah? Sebab Viana ingat betul saat Dia bertanya pada Raina di mana mereka tinggal, Raina bilang Dia tinggal di Penthouse bersama Mommy nya.
" Sudahlah, itu bukan urusan ku! " Viana melangkah masuk ke dalam Apartemen dan melanjutkan aktivitas nya yang tadi sempat tertunda karna kedatangan Raina, yaitu berendam untuk menghilangkan rasa penat nya dan menghilang kan beberapa pikiran yang membuat kepala nya sedikit pusing. Apalagi sejak Raina datang, rasa nya beban pikiran nya semakin bertambah.
" Banyak sekali hal aneh yang Aku lewati hari ini. " Batin Viana dalam hati seraya melangkahkan kaki nya masuk ke dalam Bathtub .
Mampir thor nyimak..🙋