Aaron Lisin pria yang berambisi membalaskan dendam akan kematian orangtuanya. Hingga bertahun-tahun lamanya akhirnya Aaron menemukan orang itu.
Karena yang dendam yang begitu membara di hatinya, putri dari musuhnya ikut menjadi sasaran pembalasan Aaron. Berbagai penderitaan dan kekejamannya telah membuat gadis belia bernama Evelyn begitu tersiksa. Evelyn gadis cantik yang tidak mengetahui apa-apa, mau tidak mau harus terjerat dalam pernikahan yang Aaron buat.
Seiring berjalannya waktu, apakah Aaron bisa luluh akan kepolosan gadis itu. Ikuti terus ceritanya.
Note: Karya ini sudah dirilis di akun lama aku Terpaksa dipindahkan karena adanya suatu kendala. Dan untuk kelanjutannya akan aku rilis di lapak ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novia Butera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke pesta
Setelah Evelyn selesai dirias, sekarang mereka akan memakaikan baju yang akan dikenakannya.
Beberapa gaun sudah sudah tersedia di sana. Hanya tinggal mencocokkan gaun mana yang cocok dikenakan sesuai dengan riasannya.
Perias itu meminta Evelyn memilih gaun yang disukainya. Sepertinya Aaron akan membawanya ke acara formal, melihat gaun-gaun mewah khusus acara tertentu.
Sebenarnya Evelyn menyukai semua gaun itu, tapi pilihannya jatuh pada gaun tertutup dengan lengannya yang panjang. Tentu kita tahu apa tujuan Evelyn memilih gaun itu.
Para perias saja sampai heran dibuatnya, kenapa gadis ini tidak memilih gaun terbuka yang tentunya akan membuat dirinya semakin cantik jika mengenakannya.
Meski gaun yang dikenakannya tertutup, kecantikan alami yang dimiliki gadis itu tidak berkurang sama sekali. Dia tetap terlihat elegan walau tidak menggunakan gaun tertutup sekalipun.
Setelah semuanya selesai, Evelyn dituntun turun ke lantai bawah. Di sana Aaron sudah menunggunya duduk di atas sofa sembari menyesap segelas wine di tangannya.
Aaron menoleh ke arah tangga ketika mendengar suara langkah kaki yang bergesekan dengan lantai. Dia melihat Evelyn yang kini sudah berubah drastis, kecantikan gadis itu luar biasa tiada duanya.
Dalam hati dia memuji kecantikan gadis yang kini sudah berdiri di hadapannya, tapi wajahnya tidak menunjukkan raut senang melihat gadis itu. Wajah itu tetap dingin seperti biasanya.
Evelyn hanya menundukkan kepalanya di hadapan Aaron, tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.
Aaron sangat tampan saat itu, kemeja formal yang dibalut jas mewah dan rambut klimisnya membuat pria itu semakin tampan saja. Evelyn hampir saja terpesona dibuatnya, tapi secepat mungkin dia membuang jauh-jauh pikirannya itu.
Tanpa mengucapkan apa-apa Aaron berlalu dari hadapannya. Pergi begitu saja menuju pintu keluar mansion.
"Mari Nona..." ucap Remar.
Evelyn mengangguk, lalu berjalan mengikuti langkah Remar.
Evelyn memasuki mobil yang baru saja Aaron masuki. Keduanya duduk bersebelahan di dalam mobil tersebut.
Mobil melaju keluar dari halaman mansion dan tidak ada satupun yang membuka pembicaraan di dalam mobil itu.
Tidak butuh waktu lama, mereka tiba di sebuah gedung hotel mewah. Evelyn tau hotel ini, karena dia juga beberapa kali pernah menginap di sini bersama kedua orang tuanya.
Pengawal membukakan pintu mobil untuk Evelyn, begitu juga dengan Aaron. Keduanya turun dari mobil dengan anggun dan gagahnya.
Aaron mendekati Evelyn, menarik lengannya dan meletakkan di antara lengannya. Evelyn terkesiap saat itu, menatap Aaron dengan heran.
"Jangan senang dulu, aku membawamu ke sini sebagai pasangan. Kuharap kau bisa menjaga sikapmu di sana." ucap Aaron dengan tatapan mematikannya.
Evelyn mengangguk, "Baik Tuan.."
"Satu lagi, jangan memanggilku Tuan di sini. Panggil namaku saja." perintahnya.
"Iya A...Aaron." Evelyn terbata. Dia agak risih memanggil nama Aaron tanpa embel-embel Tuan di depannya.
"Hmm bagus. Kurasa kau sering mengikuti acara formal bukan, jadi jangan membuatku malu." ujarnya dengan penuh menyindir.
Evelyn mengangguk, kemudian berjalan beriringan dengan Aaron di sampingnya.
Kemewahan menyambut mereka ketika sampai di sebuah ballroom yang dipenuhi para tamu undangan. Evelyn dapat menebak jika ini adalah pesta pernikahan. Terlihat dari banyaknya papan bunga yang dihias dengan tulisan ucapan selamat kepada pasangan pengantin.
Evelyn yang sudah terbiasa dengan acara ini hanya diam saja, mengikuti kemana Aaron membawanya.
TBC ☘️☘️☘️