"A...aku hanya ingin kamu bahagia, menikahlah dengannya. Aku bersedia berpisah..."
Tatapan suaminya yang pada awalnya penuh amarah menjadi penuh rasa iba."Aku rasa tunjangan perlu di revisi."
"Dia muda dan cantik, kamu berhak mendapatkan yang lebih baik. Hanya saja foto pernikahan boleh untukku? Aku hanya ingin mengenang saat kita susah dan senang bersama-sama."
Sang suami kembali tertegun, menelan ludahnya."Aku akan menambahkan satu villa lagi dalam pembagian harta nanti."
Sementara putranya, berbisik kepada ibunya."Bagus ibu, manipulasi rasa bersalah Ayah. Agar kita mendapatkan lebih banyak hartanya lagi."
***
Ayu Ningsih merupakan istri sekaligus ibu rumah tangga yang baik. Memiliki seorang putra yang begitu cerdas.
Suaminya datang, mengatakan bahwa selingkuhannya hamil dan ingin menceraikan istrinya.
Ayu Ningsih, pada awalnya marah, tapi putranya memberikan gagasan yang lebih bagus."Cerai Boleh! Harta Harus!"
Ibu dan anak yang ingin memiskinkan pasangan selingkuh itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayah Lama Dan Ayah Baru
Terakhir kali bertemu dengan mantan, saat melihat mantan pacarnya berjualan jamu gendong, membawa seorang anak yang masih kecil, anak yang begitu penurut dengan pakaian yang lusuh.
Hal yang membuat Arkan Jovanka tidak tega. Pria itu sempat menjadi TKI di negara lain, barulah memiliki modal untuk mendirikan bisnis. Ketika bisnisnya maju pesat, dirinya mengetahui keadaan perekonomian keluarga Ayu hanya sedikit membaik.
Karena itu dengan sengaja, Arkan Jovanka diam-diam menjadi investor dari usaha suami Ayu, Dani. Anggap saja pria itu melindungi Ayu dari jauh.
Tapi setelah mengetahui semua hal yang terjadi pada Ayu. Tentu saja dirinya tidak terima, menarik semua dana investasinya selama ini, itulah yang dilakukan oleh Arkan Jovanka.
Pria yang hanya berniat mengamuk di perusahaan. Kemudian pergi dengan keren. Mengingat calon anak tirinya yang katanya belum mau menemuinya.
Tapi…ketika dirinya memasuki lift. Pria itu tiba-tiba kembali ikut masuk.
Tidak mungkin Arkan Jovanka tidak mengenalinya. Wajah pria itu benar-benar mirip dengan Ayu. Wajah yang diwariskan dari sang ibu, putra tirinya memang benar-benar tampan.
Tapi apa yang harus dikatakan pertama kali? Bagaimana caranya menjilat seorang pria dewasa, agar bersedia menjadi anak tirinya? Dirinya harus menjilat Virgo Atmajaya, supaya bisa menaklukkan hati Ayu Ningsih.
Jantungnya berdegup dengan cepat, di saat-saat seperti ini memang lebih buruk daripada berbicara dengan banyak investor. Lebih buruk daripada meyakinkan para klien. Lebih buruk daripada menghajar pembelot di perusahaannya.
Berhadapan dengan anak tiri…kalau anak tirinya tidak suka bagaimana?
Karena itu kalimat yang keluar dari mulutnya adalah…
“Kamu pasti nak Virgo kan? Benar-benar tampan…cocok dengan wajah ibumu yang cantik.”
Ingin rasanya Arkan Jovanka menangis saat ini, ingin rasanya memukul-mukul kepalanya sendiri pada dinding lift. Kalimat sapaan macam apa itu? Calon putra dirinya pasti akan ilfil padanya kan?
Virgo tiba-tiba melirik dingin ke arahnya. Hal yang membuat Arkan Jovanka begitu tegang menghela nafas.
“Anda mengenal ibuku?” Pertanyaan dengan nada yang berat, penuh tekanan. Seakan-akan pria itu berkata, kalau kamu mencoba menyentuh ibuku Kamu akan mati. Ibuku akan aku bawa kabur, seperti menekankan kata-kata itu.
Padahal kenyataannya tidak, justru Virgo yang begitu tegang saat ini. Investor ini mengenal ibunya? Tapi wajar kan? Mungkin investor ini bertemu dengan ibunya karena mengenal ayahnya. Tapi tetap saja, berada di dekat investor ini begitu menegangkan.
Dua orang yang sama-sama tegang, dua orang yang sama-sama gugup.
“Aku adalah kenalan lama ibumu. Kamu memiliki wajah yang mirip dengan ibumu. Makanya aku bisa mengenalimu.” Arkan Jovanka berusaha tersenyum, menepuk bahu pemuda ini. Berusaha benar-benar terlihat akrab. Tapi bagaimana caranya agar akrab dengan anak tiri yang berusia puluhan tahun lebih muda?
Lebih gampang jika masih anak-anak, bisa diberikan permen atau snack. Kalau orang dewasa? Bagaimana cara merayu putra tirinya?
“Oh…Jadi anda lumayan mengenal ibu saya? Kebetulan nama saya Virgo Atmajaya. Ini adalah kartu nama saya. Boleh bertukar nomor kontak? Kebetulan Saya ingin memiliki banyak kenalan dan relasi. Siapa tahu kita dapat saling tolong-menolong nanti. Atau bisa akrab dengan bermain catur atau bermain golf.” Virgo berusaha mencairkan suasana, apa pria berbadan besar bak preman ini akan memberikan nomor kontaknya?
Ternyata dengan cepat memberikannya. “Ini nomor kontak dan akun media sosialku. Nanti kita bisa bermain catur atau bermain golf bersama-sama. Aku bahkan bisa bermain bowling dan billiard. Biasanya anak muda lebih suka bowling dan billiard kan?” Pria ini kembali menepuk-nepuk bahunya. Seakan-akan begitu akrab dengannya. Pria botak bagaikan preman yang sedikit tertawa.
Sedangkan Virgo juga ikut tertawa terkekeh, melirik ke arah tato berbentuk ular di leher pria itu. Astaga! Salah bergerak dikit, mungkin langsung dor!
Pintu lift pada akhirnya terbuka. Virgo segera keluar dari lift, dirinya tidak boleh terlihat begitu banyak memiliki kontak dengan investor. Agar semuanya tidak menjadi begitu mencurigakan bagi ayahnya.
“Paman…kalau begitu nanti aku chat…sekarang Aku harus pergi bekerja.” Ucap Virgo pada pria yang masih ada di dalam lift.
“Iya, nanti kita akan bertemu lagi. Minum bir, bermain billiard, dan bowling.” Arkan Jovanka terkekeh, dalam hatinya bertanya-tanya. Bagaimana kesan pertama anak tirinya pada dirinya? Apakah sudah cukup oke?
“Sepakat!” Virgo melambaikan tangannya.
Pintu lift tertutup sempurna. Sedangkan Virgo mengelus-elus dadanya sendiri. Orang tadi mungkin investor berbahaya. Dari penampilannya saja yang sudah seperti preman. Membuatnya ketakutan setengah mati.
“Tidak apa-apa…tidak apa-apa…aku sudah punya nomor kontak investor besar!” Ucapnya bergoyang-goyang menatap nomor kontak dan akun media sosial di handphonenya. Mengecup-ngecup handphonenya beberapa kali. Investor yang dapat membuat ayahnya panik, sudah pasti salah satu investor terbesar di perusahaan.
Dirinya tinggal mendekati, meyakinkannya untuk join mendirikan perusahaan baru. Itulah tempat berlindung terkokoh baginya dan ibunya.
***
Sedangkan Arkan Jovanka yang berada di dalam lift. Perlahan senyumannya memudar, melirik ke arah asistennya.
“Apa kesan pertama yang aku tinggalkan sudah bagus?” Tanyanya dengan nada dingin.
“Sudah tuan…anda akan menjadi ayah tiri yang baik!” Sang asisten mengacungkan jempol pada tuannya.
Pintu lift kembali terbuka, mereka keluar di area lobby, hendak pergi meninggalkan gedung Atmajaya Group. Sudah tidak ada urusan lagi mereka di tempat ini.
Saat itulah mobil milik Dani berhenti, pria itu tergesa-gesa memasuki gedung kantor miliknya. Berjalan dengan cepat, nafasnya tersengal-sengal, menatap ke arah Arkan Jovanka.
“Maaf saya ada keperluan di tempat lain! Mungkin bawahan saya menjamu anda kurang baik. Saya juga dapat menunjukkan proposal bisnis lain yang—” kalimat pria itu disela.
“Yang paling penting dari kokohnya perusahaan, adalah pimpinannya yang disiplin. Tapi hari ini pemimpin perusahaan tidak datang, berani-beraninya absen saat aku datang ke sini!? Aku tidak peduli pada apapun! Aku akan menarik semua dana investasiku di sini!”
Arkan Jovanka mengucapkannya dengan tegas. Tidak bisa diganggu gugat, meninggalkan gedung perusahaan.
Sedangkan Dani membulatkan matanya tertegun, mengejar Arkan Jovanka.
“Pak Jovan! Pak Jovan bukan begitu maksud saya! Tadi kebetulan saya ada urusan keluarga. Harus mengurus perceraian, dan memeriksakan kandungan istri baru saya. Pak Jovan!” Teriak Dani mengejar orang itu.
Sedangkan Virgo menatap dari lantai 2, mengangkat sebelah alisnya sembari tersenyum.