“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”
“Dia hanya pelangganku.”
“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”
“Pelanggan juga.”
Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.
Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.
“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”
“Aku juga! Jangan lupakan aku!”
Su Yang hanya tersenyum.
“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”
Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.
🙏🙏🙏❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 — Pertemuan yang Tak Terduga
Kemunculan Su Yang dengan jubah hijau langsung menarik perhatian seluruh murid Pelataran Luar.
“Itu benar-benar Su Yang!”
“Rumornya ternyata bukan omong kosong. Dia benar-benar menjadi murid Pelataran Dalam!”
Tatapan tidak percaya mengikuti langkahnya.
Belum lama ini, Su Yang masih dikenal sebagai murid lemah yang bahkan sering menjadi bahan ejekan. Sekarang ia sudah mengenakan pakaian Pelataran Dalam.
Sebagian murid merasa iri.
Sebagian lagi hanya bisa menggertakkan gigi.
“Bagaimana mungkin dia mencapai Alam Roh Mendalam secepat itu?”
Su Yang tidak peduli.
Ia terus berjalan menuju Aula Pengobatan.
Begitu masuk, beberapa murid wanita langsung terkejut melihat jubah barunya.
“Su Yang?!”
“Kau menjadi murid Pelataran Dalam?”
Su Yang tersenyum.
“Aku sudah lulus ujian.”
“Selamat!”
Beberapa wanita segera mengerumuninya.
“Kalau begitu kami harus memanggilmu Senior sekarang!”
Su Yang hanya tertawa kecil.
Di antara mereka, Murid Xiao berdiri diam.
Dulu, dialah satu-satunya yang selalu memandang rendah Su Yang. Namun sekarang, ada sedikit penyesalan dalam tatapannya.
Seandainya dahulu ia tidak terlalu cepat menilai pria ini…
“Apakah Tetua Lan ada?” tanya Su Yang.
“Guru pergi menghadiri rapat pagi tadi. Banyak Tetua lain juga dipanggil.”
“Rapat?”
Su Yang langsung menduga penyebabnya.
Li Qiang.
Kematiannya pasti sudah diketahui.
Meski Liu Lanzhi berusaha menutupinya, hilangnya seorang Patriak jelas membutuhkan penjelasan kepada para Tetua.
“Kalau begitu aku akan kembali nanti.”
Su Yang meninggalkan Aula Pengobatan.
Tujuan berikutnya adalah Pelataran Dalam.
Ini pertama kalinya ia benar-benar memasuki wilayah tersebut sebagai murid.
Namun setelah melihat sekeliling, Su Yang justru sedikit kecewa.
Pelataran Luar selalu ramai. Murid-murid berbincang, berlatih, atau berjalan di antara bangunan.
Pelataran Dalam jauh lebih sepi.
Hampir tidak terlihat seorang pun di jalan.
“Benar-benar membosankan.”
Su Yang terus berjalan hingga mencapai sebuah lapangan luas.
Sekitar dua puluh murid Pelataran Dalam sudah berkumpul di sana.
Begitu Su Yang muncul, perhatian mereka langsung tertuju kepadanya.
“Siapa dia?”
“Aku belum pernah melihatnya.”
“Murid baru?”
Beberapa orang tampak bingung.
Biasanya, murid berbakat yang akan naik dari Pelataran Luar sudah dikenal jauh sebelum mereka lulus ujian.
Namun Su Yang berbeda.
Sampai belum lama ini, namanya justru terkenal sebagai murid lemah.
Tiba-tiba—
“Su Yang?!”
Seorang wanita berseru.
Semua orang menoleh kepadanya.
Su Yang juga melihat wanita itu.
Senyum tipis langsung muncul di wajahnya.
Ia mengenalnya.
Li Xiao Mo.
Wanita dari Pelataran Dalam yang dahulu mendatangi kediamannya dengan sikap angkuh dan berniat menjadikannya pelayan pribadi.
Li Xiao Mo sendiri langsung menyesali seruannya.
Su Yang berjalan menghampirinya.
Ketika sudah berdiri tepat di depan Li Xiao Mo, ia membungkuk dengan sangat sopan.
“Sudah lama tidak bertemu… Tuan.”
Semua orang terdiam.
Lalu—
“Hahaha!”
“Jadi dia pelayan Senior Li?”
“Aku seharusnya sudah menduganya!”
Beberapa murid tertawa.
Wajah Li Xiao Mo langsung memerah.
Kenangan pertemuannya dengan Su Yang kembali memenuhi pikirannya.
Dahulu ia datang dengan keyakinan bahwa Su Yang akan mudah ditundukkan.
Namun pada akhirnya, justru dirinya yang dibuat kehilangan seluruh kesombongannya.
“A-Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya gugup.
Su Yang memasang wajah polos.
“Kenapa Tuan bertanya seperti itu?”
Li Xiao Mo hampir menggertakkan gigi.
“Dan pakaianmu… kau sudah menjadi murid Pelataran Dalam?”
“Semua berkat Tuan.”
Su Yang sengaja memperkeras suaranya.
“Tanpa bantuanmu dahulu, mungkin aku tidak akan pernah bisa sampai sejauh ini.”
Li Xiao Mo tahu pria itu sengaja mempermainkannya.
“Senior Li, kenalkan pelayanmu kepada kami!” seru seseorang.
Li Xiao Mo akhirnya tidak tahan.
Ia tersenyum kaku.
“Junior Su, berhentilah menggodaku. Kau membuat mereka salah paham.”
Su Yang menghela napas kecewa.
“Tidak menyenangkan.”
Ekspresi para murid langsung berubah.
Jadi mereka telah dikerjai?
“Siapa sebenarnya orang ini?”
Seorang pria tampan berambut panjang melangkah maju.
“Beraninya kau memanggil nama Senior Li seperti itu?”
“Junior Gu!”
Li Xiao Mo segera menegurnya.
Reaksi itu justru membuat para murid semakin penasaran.
Li Xiao Mo dikenal sombong.
Namun sekarang ia malah membela seorang murid baru?
“Apa hubungan kalian sebenarnya?” bisik seseorang.
Li Xiao Mo pura-pura tidak mendengar.
Ia menatap Su Yang.
“Kenapa kau datang kemari?”
Su Yang melihat para murid yang berkumpul.
“Bukankah ini tempat berkumpul untuk acara yang disebutkan dalam undangan?”
“Apa?!”
Li Xiao Mo terkejut.
“Kau juga terpilih?”
Murid-murid lain langsung gaduh.
“Tidak mungkin!”
“Dia bahkan baru menjadi murid Pelataran Dalam!”
Pria bermarga Gu tadi mendengus.
“Acara ini membawa nama sekte. Apa hak murid baru sepertimu ikut?”
Su Yang tetap tenang.
“Memangnya persyaratannya begitu sulit?”
Li Xiao Mo menghela napas.
“Junior Su, biasanya hanya murid Pelataran Dalam yang sudah cukup berpengalaman yang dipilih.”
“Begitu?”
Su Yang tersenyum.
“Kalau masalahnya kemampuan…”
Tatapannya beralih kepada Li Xiao Mo.
“Kurasa Li Xiao Mo cukup tahu apakah aku memenuhi syarat atau tidak.”
Tubuh Li Xiao Mo menegang.
Wajahnya langsung memerah.
Ia tahu betul apa maksud Su Yang.
Para murid lain juga menangkap makna tersembunyi di balik ucapan tersebut.
“Apa?!”
“Senior Li, jangan bilang kalian pernah—”
“Diam!”
Li Xiao Mo membentak.
“Dia hanya sedang mempermainkan kalian!”
Lapangan seketika hening.
Tak lama kemudian, terdengar suara langkah mendekat.
Semua murid langsung berdiri tegak.
“Itu Matriak!”
Liu Lanzhi muncul dengan langkah anggun.
Seluruh murid membungkuk.
“Salam kepada Matriak!”
Su Yang tetap berdiri santai.
Liu Lanzhi langsung melihatnya.
Alisnya terangkat.
“Aku lihat sifatmu tidak berubah sejak terakhir kali kita bertemu.”
Su Yang tidak menjawab.
Liu Lanzhi menahan senyum.
Menurutnya, Su Yang pasti baru mengetahui bahwa wanita yang menjadi penguji saat ujian Pelataran Dalam ternyata adalah Matriak Sekte Bunga Mendalam.
Ia ingin melihat wajah terkejut pria itu.
Namun Su Yang malah terlihat sangat tenang.
Liu Lanzhi salah mengartikannya sebagai keterkejutan yang terlalu besar.
Ia mendekat.
“Kenapa diam?”
Senyum puas muncul di wajahnya.
“Kau tidak menyangka wanita yang kauhadapi di Aula Ujian ternyata adalah Matriak, bukan?”
Su Yang masih tidak bereaksi.
Liu Lanzhi semakin yakin bahwa akhirnya ia berhasil membuat pria itu kehilangan ketenangan.
Ia mendekat sedikit lagi dan berkata dengan nada menggoda,
“Bagaimana, Su Yang?”
“Setelah mengetahui siapa aku sebenarnya…”
“Apakah sekarang kau menyesali tindakanmu saat ujian waktu itu?”
Tatapan para murid langsung berpindah dari Liu Lanzhi kepada Su Yang.
Suasana mendadak sunyi.
Mereka semua memiliki pertanyaan yang sama.
Apa sebenarnya yang dilakukan Su Yang kepada Matriak saat ujian?
......................
Bersambung...
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat