NovelToon NovelToon
Gadis Dalam Lukisan

Gadis Dalam Lukisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Janda / Romansa
Popularitas:45.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Alethea adalah seorang kurator museum yang bekerja di museum national gallery art di Washington. Dia sudah dua tahun ditingga! suaminya yang meninggal akibat kecelakaan ski. Suatu hari, dia mendapatkan kiriman lukisan wajahnya. Pengirimnya tertanda dari kota kecil di Irlandia. Alethea diutus oleh bossnya untuk mencari pelukisnya. Tidak mudah untuk mencari hingga dia tiba di desa kecil bernama Cedliff. Di sebuah hotel desa dia bertemu dengan Satoru Shinoda yang terkejut melihatnya. Tanpa Alethea tahu, Satoru adalah pelukisnya. Satu pertanyaan. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya tapi bagaimana Satoru bisa melukis wajah Alethea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap

Satoru memegang pelipisnya. "Kenapa kamu tidak persiapan sih?"

"Lha? Kan ada kamu," cengir Alethea. "Jadi, tolong ya Sir."

Satoru menyipitkan matanya. "Ya sudah, kamu tidak usah nginap di hotel. Tinggal saja di rumah kami."

Alethea terkejut. "Serius?"

Satoru menatap gemas ke Alethea. Tak lama Alaska dan Akito menghampiri mereka bersama dengan Athrun dan Kayleen.

"Ada apa?" tanya Alaska.

"Anak ini datang tanpa persiapan dan belum mendapatkan hotel padahal sudah malam!" jawab Satoru membuat Kayleen dan Athrun tertawa.

"Eh?" Alaska melongo lalu menepuk jidatnya. "Oh ya ampun Thea. Kamu ketularan plengernya Satoru."

Kayleen langsung memeluk Alethea. "Selamat atas pertunangannya. Kapan resminya?"

"Masih menunggu Satoru. Kami menikmati saja dulu," jawab Alethea.

"Thea masih shick shack shock sama mood-nya Toru jadi biar mereka saling kenal dulu," kekeh Akito.

"Tunggu. Berarti lukisan yang wajah wanita tampak kesal di taman itu ... Kamu?" tanya Athrun.

"Yang mana?" Alethea menatap Satoru.

Satoru menggaruk kepalanya. Wajahnya tampak kikuk.

"Satoruuuuu ...." Alethea semakin tajam memandang tunangannya.

"Ano ...."

"`Ano' wa arimasen! Tidak ada Ano!" Mata biru Alethea tampak dingin.

Athrun dan Kayleen terkejut karena Alethea bisa bahasa Jepang namun setelahnya kedua sepupu Satoru itu terbahak. Alaska dan Akito hanya geleng-geleng gemas.

"Excuse me. Mr Satoru Shinoda. Bisa berbicara sebentar," potong direktur galeri.

"Saved by the bell. Baik. Permisi semuanya," pamit Satoru yang bergegas pergi.

"Maaf, lukisannya yang mana, Miss Moretti?" tanya Alethea ke Kayleen.

"Panggil saja Kayleen. Ayo, aku tunjukan." Kayleen mengajak Alethea yang berpamitan ke pasangan Shinoda dan Athrun.

"Apakah Satoru sudah yakin dengan Thea, Oom Akito?" tanya Athrun.

"Satoru sudah jatuh cinta dengan Thea sejak empat tahun lalu. Meskipun dalam mimpi," jawab Akito. "So far, kami sudah tahu bagaimana Thea. Tidak ada yang aneh-aneh. Sejak kematian suaminya, Thea cuma rumah kerja rumah. Tidak ada kumpul di bar sendiri. Kalau pun pergi, dia bersama dengan teman-teman kerjanya."

"Oom sudah periksa rupanya," kekeh Athrun.

"Sudah dong. Kami tidak masalah Thea janda tapi harus dilihat seperti apa dulu," senyum Akito.

"Benar." Athrun mengangguk. "Setidaknya Satoru bisa lebih ekspresif karena kita tahu sendiri kan gimana?"

"Yang penting mereka sama-sama saling mencintai dan menghormati. Thea baik kok," timpal Alaska.

Athrun tersenyum. "Dan Thea sangat paham bidang pekerjaan Satoru."

***

Kayleen memperlihatkan sebuah lukisan kepada Alethea. Begitu melihat sosok dirinya yang tampak kesal di atas kanvas, Alethea langsung terdiam, lalu mengembuskan napas panjang. Ia mengenali betul goresan tangan Satoru, termasuk ekspresi menyebalkan yang dilukis pria itu dengan begitu detail.

“Dia benar-benar keterlaluan!” gerutunya, pipinya mulai memerah.

Kayleen tertawa kecil melihat reaksi Alethea. “Tapi harus kuakui, Satoru berhasil menangkap ekspresimu dengan sempurna.”

Alethea meliriknya tajam, membuat Kayleen semakin geli.

Di satu sisi, dia kesal karena Satoru menjadikannya objek lukisan tanpa izin. Namun, di sisi lain, ada rasa gemas yang sulit dijelaskan. Pria itu selalu punya cara untuk mengusiknya, bahkan melalui sebuah lukisan.

“Awas saja kalau aku bertemu dengannya,” gumam Alethea sambil menatap lukisan itu sekali lagi. “Akan kubuat dia menyesal sudah melukis wajahku seperti ini!”

Kayleen hanya tersenyum penuh arti. Dia tahu, di balik segala kekesalan itu, Alethea sama sekali tidak bisa menyembunyikan betapa istimewanya Satoru di hatinya.

***

Alethea berdiri di tengah ruang keluarga Shinoda dengan mata berbinar. Sejak pertama kali melangkahkan kaki ke dalam rumah itu, dia sudah dibuat terpukau oleh perpaduan arsitektur modern Jepang, perabot antik, dan berbagai karya seni yang menghiasi setiap sudut ruangan.

Dinding kaca besar menghadap taman bergaya Jepang yang tenang, sementara beberapa lukisan abstrak dan patung artistik tertata seolah menjadi bagian alami dari rumah tersebut.

“Ya Tuhan, Satoru. Rumahmu indah sekali!” seru Alethea sambil menoleh kepada pria yang berdiri di sampingnya. “Aku bahkan tidak tahu harus melihat ke mana lebih dulu. Setiap sudutnya seperti galeri seni, tetapi tetap terasa hangat dan nyaman.”

Satoru tersenyum kecil melihat antusiasme kekasihnya. “Kurasa Otousan akan senang mendengar pujian itu. Sebagian besar desain rumah ini adalah idenya.”

Akito Shinoda yang baru saja datang dari ruang kerja mengangkat alis, lalu tersenyum puas. “Benarkah? Kalau begitu, sepertinya seleraku masih bisa diandalkan.”

Alaska, yang berjalan menyusul suaminya, terkekeh geli. “Jangan dengarkan dia, Alethea. Akito bisa membicarakan desain rumah ini selama berjam-jam kalau ada yang memujinya.”

“Aku hanya menghargai orang yang punya selera bagus,” balas Akito santai.

Alethea tertawa kecil. “Kalau begitu, saya harus mengakui bahwa selera Anda luar biasa, Tuan Shinoda. Saya suka bagaimana rumah ini memadukan seni dan kenyamanan. Tidak terasa seperti rumah keluarga kaya yang sengaja dibuat untuk pamer, melainkan rumah yang benar-benar memiliki jiwa.”

Kali ini, Alaska tersenyum lebih lebar. Dia memandang Alethea dengan sorot mata hangat. “Panggil aku Tante Alaska saja, Sayang. Dan aku senang kamu menyukainya. Rumah ini memang dirancang agar setiap orang yang tinggal di dalamnya bisa merasa bebas mengekspresikan diri.”

Alethea mengangguk antusias, lalu berhenti di depan sebuah lukisan besar yang menggantung di dinding. “Lukisan ini indah sekali. Warnanya berani, tetapi ada sesuatu yang terasa melankolis di dalamnya.”

Satoru mengikuti arah pandangannya. “Itu koleksi Mommy. Dia membuatnya bertahun-tahun lalu.”

“Jadi, selera seni ternyata tetap ke rumah ya?” gumam Alethea sambil melirik Satoru dengan senyum menggoda.

“Tetap ke rumah?” Satoru mengangkat sebelah alis. “Aku lebih suka menyebutnya warisan genetik.”

Akito tertawa, sedangkan Alaska menggeleng geli melihat putranya yang selalu punya jawaban untuk segala hal.

Malam itu, Alethea akhirnya menginap di rumah keluarga Shinoda. Alaska bahkan sudah menyiapkan kamar tamu yang nyaman untuknya, meskipun Satoru sempat menawarkan agar Alethea memilih sendiri kamar yang paling disukainya.

Sebelum naik ke lantai atas, Alethea kembali memandangi ruang keluarga yang diterangi cahaya lampu hangat. “Aku merasa bisa betah tinggal di sini,” katanya spontan.

Kalimat itu membuat Satoru menoleh cepat. Senyum tipis muncul di bibirnya. “Benarkah?”

Alethea baru menyadari ucapannya sendiri. “Maksudku, rumah ini sangat nyaman!”

“Tentu saja.” Satoru mendekat, lalu berbisik pelan di dekat telinganya, “Tapi aku tidak keberatan kalau suatu hari nanti kamu benar-benar tinggal di sini.”

Wajah Alethea seketika memerah.

Dari sofa, Alaska yang rupanya mendengar bisikan itu hanya tersenyum penuh arti kepada suaminya.

Sepertinya, malam pertama Alethea di rumah keluarga Shinoda bukan hanya akan menjadi kenangan yang menyenangkan, tetapi juga awal dari harapan baru bagi kedua orang tua Satoru, bahwa perempuan yang begitu mengagumi rumah mereka itu kelak akan menjadi bagian dari keluarga mereka sendiri.

***

Yuhuuu up Siang Yaaaaaa

Thank you for reading and support author

don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Teuing Saha🙃
Keputusan yg bijak,Toru
Meeta Baggio
Ga sia2 selamalaman ga bisa tudur, akhirnyaa menu solusi yg enak buat mereka , alhamdulillah
amilia amel
Alhamdulillah sudah ketemu solusinya
D_wiwied
setelah semalaman ga bisa tidur akhirnya ketemu jg solusinya ya Toru, sepakat buat beli apart sendiri terus Thea ttp bekerja n bahkan sdh planning punya anak.. smg dilancarkan semua urusannya dan segera melangkah ke jenjang pernikahan
D_wiwied
gausah kaget Thea, dibilang keluarga Toru macam mini PBB.. dr orang biasa (yg sbnrnya jg ga biasa2 aja sih), pengusaha, dokter, pembalap, etc bahkan raja dan sultan pun adaaa 😆😆😆
Teuing Saha🙃
Untuk sekarang, cuma tidur yg kamu butuhkan, Toru..
tan_wiedya
kalau kamu mau pindah washington, beli rumah/apt sendiri aja buat kalian toru. rumah yg sekarang ditempati thea dikontrakkan saja 😄
Marsiyah Minardi
Tinggal gantian tempat dulu ga papa Satoru antara New York vs Inggris ,sampai hati mantap memilih di mana akan menetap
Thea bukan tipe perempuan sat set sat set ,terlalu banyak pemikirannya
amilia amel
pindah ke London aja Toru
nantinya Thea bisa bekerja di museum yang sama dengan tante Elle kan😊😊
Teuing Saha🙃
Setidaknya hari ini, kamu berhasil membuat Thea bahagia dengan acara kencan kalian
D_wiwied
agak diluar prediksi ya Toru, lagian kamu yg ngajak2 sendiri eeh sendirinya jg yg cemburu sm aktornya 😆 yg penting pacar bahagia dan kencan hari ini bs dianggap sukses, wes gitu aja 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Aku gemesss banget sama Satoru 🤣🤣
amilia amel
benar-benar kencan yang indah ya Toru
walaupun antimainstream tapi tetep asikk kan😅😅😅
Meeta Baggio
Akhirnyaa kencan yg bener1 kencan juga yaa🤭
Teuing Saha🙃
Aku selalu iri dengan kehangatan keluarga ini 🥰
amilia amel
keakraban yang saling menistakan adalah bahasa sayang khas keturunan Pratomo
Sayem Sayem
randa slh besar Mr Toru..knp kencan k museum udh tau ending e gmn
Marsiyah Minardi
Sukaaaa kali sama keakraban mereka 😍😍😍😍😍
Kuatkan mentalmu aja Thea kalau sudah kumpul keluarga Satoru mode bully 😄😄
tan_wiedya
gatian kencan yang sekarang toru yang manyun 🤭
Teuing Saha🙃
Sukurinnn 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!