NovelToon NovelToon
Karang Bolong Buana

Karang Bolong Buana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Di pesisir timur Kerajaan Pasir Langit, tepatnya di Kademangan Kerangilo, Kadipaten Pasirawan, ada gugusan batu karang purba yang disebut sebagai Karang Bolong Buana.
Gugusan karang itu memiliki lubang sempurna berdiameter satu depa seperti cincin raksasa. Saat purnama, lubang itu memancarkan cahaya biru redup.
Orang yang pertama yang menemukan keanehan Karang Bolong Buana adalah Purwasaga, putra Demang Bungi Pitam.
Saat berlatih di kala badai pada malam purnama total, Purwasaga tanpa sengaja terseret ombak dan masuk ke lubang bercahaya biru. Ketika si pemuda tersadar, ia sudah masuk ke Negeri Elindra, negerinya Bangsa Penjaga Biru yang bukan manusia.
Berdasarkan keterangan orang Elindra, Karang Bolong Buana terbuka setiap purnama sempurna. Jadi, Purwasaga harus menunggu sebulan lamanya untuk kembali ke alam manusia. (RH)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KBB 25 Pulau Hekhek

Pemuda tampan berambut keriting warna hijau gelap berjalan menyusuri koridor yang dalam jarak tertentu ada berdiri seorang prajurit jaga.

Dia adalah Zonk. Pengawas Istana yang ikut dalam rombongan berburu Pangeran Bebalon.

Zonk akhirnya tiba di sebuah taman indah yang memiliki tebing batu berhias berbagai tanaman hias. Selain itu, ada juga banyak burung-burung kecil nan indah. Itu kontras dengan keberadaan sesosok singa besar berwarna merah muda.

Keberadaan singa berantai yang sedang merapat di lantai taman tersebut menunjukkan keberadaan Perwira Singa yang bernama asli Ozeng Khol.

Dilihat dari suasananya, sepertinya Ozeng Khol sedang menunggu kedatangan Zonk.

“Hormatku, Perwira Singa,” ucap Zonk seraya menunduk sejenak sebagai tanda hormatnya.

Ozeng Khol hanya mengangguk. Lalu ia segera bertanya.

“Aku diberi tahu bahwa kau yang mengawasi perburuan di Bukit Seratus Lubang,” ujar Ozeng Khol.

“Benar, Perwira. Aku ikut langsung dalam kelompok berburu Pangeran Bebalon tiga hari yang lalu,” jawab Zonk.

“Tiga hari yang lalu? Bukan kemarin?” tanya Ozeng Khol seakan tidak percaya.

“Tiga hari yang lalu. Baginda Raja dan Keluarga Raja ikut menikmati daging lolot buruan kami dua hari yang lalu,” tandas Zonk.

“Apakah ada peserta pemburu yang melanggar aturan?” tanya Ozeng Khol untuk mendapat jawaban kemungkinan yang lain.

“Tidak ada, Perwira,” jawab Zonk.

“Tidak ada?” sebut ulang Ozeng Khol seakan tidak percaya lagi.

“Sebenarnya ada apa, Perwira?” tanya Zonk, pura-pura lugu.

“Ada perkara rahasia yang sedang aku cari tahu kebenarannya,” jawab Ozeng Khol. Ia kembali bertanya, “Siapa saja yang ikut dalam perburuan kalian?”

“Selain aku dan Pangeran Bebalon, ada Noni Azhmar, Noni Lintha dan suami manusianya, Rungga Muda Monek dan Pasukan Pendukung milik Pangeran Bebalon,” jawab Zonk.

“Berapa lama kalian berburu?”

“Satu hari, tetapi kami sempat bermalam dan pulang di pagi hari,” jawab Zonk.

“Baiklah. Aku rasa cukup, Zonk,” kata Ozeng Khol.

Zonk pun segera menunduk hormat dan berbalik pergi.

Untuk Zonk, Ozeng Khol bisa memanggilnya, tetapi untuk Pangeran Bebalon dan Monek, dia harus pergi menemui keduanya di kediaman masing-masing.

“Kami berangkat berburu tiga hari yang lalu, esok paginya kami pulang membawa delapan lolot,” jawab Pangeran Bebalon saat ditanya oleh Ozeng Khol di kediamannya.

“Apakah ada yang melanggar aturan berburu, Pangeran?” tanya Ozeng Khol.

“Tidak ada, Perwira. Apa yang sedang kau selidiki?” tanya Pangeran Bebalon.

“Ada yang mengambil telur lolot kemarin dan membawa bayi lolot yang belum menetas di Bukit Seratus Lubang,” jawab Ozeng Khol.

“Oh, aku tidak tahu hal itu. Kami pulang sehari sebelumnya tanpa meninggalkan satu orang pun,” kata Pangeran Bebalon. “Aku sarankan kau bertanya kepada Noni Azhmar dan Lintha. Mungkin suami manusianya adalah orang jahat karena mereka sempat bertengkar di dalam perjalanan berburu.”

“Baiklah, Pangeran,” ucap Ozeng Khol.

Dari kediaman Pangeran Bebalon, Perwira Singa beralih mendatangi kediaman Menteri Pulau untuk bertanya kepada Monek. Pemuda itu adalah putra Menteri Pulau.

Dari Monek, Ozeng Khol mendapat jawaban yang serupa dengan keterangan dari Pangeran Bebalon.

Dari kediaman Menteri Pulau, Ozeng Khol pergi ke kediaman Rungga Waka Wakar untuk menemui Lintha. Namun, Lintha tidak ada di rumah. Hari itu, Ozeng Khol hanya mendapat keterangan dari sang ayah.

“Lintha pulang dari berburu seorang diri dua hari yang lalu, tanpa suami manusianya. Lintha mengatakan bahwa dia bertengkar dengan suaminya itu dan membuangnya. Kemarin pagi Lintha sudah menikah lagi dengan pemuda dari Kota Sebalak,” ujar Rungga Waka Wakar. “Datanglah lain kali, Perwira Singa. Atau kau bisa mencarinya di Rumah Makan Darah Biru.”

Dari rumah Rungga Waka Wakar, Ozeng Khol pergi ke luar Kota Bariah untuk pergi ke rumah Rungga Zamar untuk bertemu Azhmar.

“Sepertinya Perwira Singa perlu mencari tahu keberadaan suami manusia Lintha. Mungkin dia tahu tentang sesuatu yang membuatnya melakukan pencurian telur lolot,” kata Azhmar yang memberi sedikit kemungkinan petunjuk. “Manusia itu sempat tinggal sebentar di kediamanku, jadi aku lebih tahu sifatnya.”

Sebelum pergi mencari Lintha di Rumah Makan Darah Biru, tempat adanya Pertarungan Darah Biru, Ozeng Khol lebih dulu mengajukan “Perintah Atas Nama Raja” kepada Pasukan Zirah Ungu untuk mencari keberadaan lelaki manusia yang bernama Purwasaga.

Perintah Atas Nama Raja adalah permintaan pejabat tinggi Istana yang disetujui oleh Raja untuk diberikan kepada Pasukan Zirah Ungu atau pasukan lainnya milik Istana. Dengan disetujuinya permintaan tersebut oleh Panglima Pasukan Zirah Ungu, maka pasukan tersebut berkewajiban melakukan pencarian ke seluruh wilayah Negeri Elindra.

Pasukan Zirah Ungu adalah pasukan keamanan nasional Negeri Elindra.

Operasi pencarian pun segera dilakukan pada hari itu juga.

Sementara itu, Ozeng Khol melanjutkan upayanya mencari Lintha. Ternyata benar, Lintha ditemukan di Rumah Makan Darah Biru. Dia sedang makan bersama dengan suami barunya sambil menonton pertarungan di arena bawah.

“Mohon maaf, Perwira Singa. Suami lamaku sudah aku buang dan aku sudah tidak memiliki tanggung jawab dan ikatan dengannya. Jika dia melakukan pelanggaran hukum Negeri Elindra, aku serahkan sepenuhnya kepada hukum negeri ini. Apalagi tidak baik membahas suami lamaku di depan suami baruku.”

Itulah sikap yang didapat Ozeng Khol dari Lintha.

Namun, pada saat yang sama, Lintha yang serupa sedang berada di sebuah pulau di tengah lautan.

Itu pulau karang yang kecil. Pulau itu dikenal dengan nama Pulau Hekhek. Pulau tersebut diketahui tidak berpenghuni, tetapi merupakan rumah bagi burung kekitik kitik.

Burung kekitik kitik merupakan burung pemakan daging dengan warna bulu hanya ada dua macam, yaitu hijau dan hitam. Jika bulunya hijau, maka warna kepalanya hitam. Sebaliknya, jika bulunya hitam, maka warna kepalanya hijau. Warna bulu juga menjadi identitas gender burung. Hijau itu betina dan hitam itu jago.

Sebenarnya, burung kekitik kitik adalah warga pendatang di Pulau Hekhek, penduduk aslinya adalah cacing hekhek. Cacing yang suka hidup di celah-celah batu karang itu adalah makanan favorit burung kekitik kitik. Bahkan jika ditawari emas pun, burung kekitik kitik lebih memilih cacing hekhek.

“Kau harus tinggal dan bersembunyi di sini, Suamiku. Kau harus bersabar sampai bulan purnama total. Gerbang Buana akan terbuka,” kata Lintha kepada Purwasaga.

“Di mana Gerbang Buana berada?” tanya Purwasaga.

“Di timur pulau ini. Nanti kau bisa menyelam mencarinya di dasar laut,” jawab Lintha. “Sekarang kau beristirahatlah di sini dulu, Suamiku. Kau menderita banyak bengkak. Aku akan membuatkan tempat tidur yang nyaman.”

“Apakah pasukan kerajaan tidak akan menemukan aku di sini?” tanya Purwasaga.

“Tidak akan. Aku sangat yakin. Pulau Hekhek tidak akan terpikirkan akan ditinggali oleh seorang manusia,” kata Lintha. “Nanti aku akan pulang pergi untuk membawakanmu makanan darat.”

“Tapi … apakah kau dan keluargamu akan baik-baik saja di saat aku menjadi buruan pasukan Elindra?” tanya Purwasaga.

“Aku sudah bersikap waspada ketika aku tahu bahwa pengaman pertama segel Makam Pasukan Penghancur Samudera telah dibuka oleh seseorang. Aku yakin bahwa kaulah pelakunya,” kata Lintha.

“Maafkan aku, Lintha,” ucap Purwasaga dengan wajah yang mengenaskan karena masih bengkak besar gegara Rumput Kecup Sial.

Lintha hanya membalas dengan senyuman manis.

“Aku akan pergi sisi sana untuk membuat tempat berlindung,” kata Lintha sambil menunjuk ke satu sisi di pulau tersebut.

Pulau karang itu tidak sepenuhnya karang, tetapi masih ada sejumlah pepohonan sebagai penyejuk. (RH)

1
rajes salam lubis
zonk udah kena suap,ciri khas warga +62
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
burung yang suka menggelitik sampai ketawa Kik Kik Kik 🤣🤣🤣😁😆
Om Rudi: burung apakah itu?
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
wahhhh kendaraan yang di pakai cukur , pakai rem cakram om 🫢😃
Om Rudi: kayaknya 🤭
total 1 replies
rajes salam lubis
pinisirin
rajes salam lubis
alamak
rajes salam lubis
gak perlu di jelaskan la om,buang buang tenaga..bukan buang hajat y!
Om Rudi: 🤣🤣🤣 biar jumlah katanya cepat terpenuhi
total 1 replies
rajes salam lubis
terong ungunya y terang om
Om Rudi: heheheheh
total 1 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
oseng kates wae om dr pada kol wes lah mboh om mumet aq enek rendang enek oon
hahhhh
Om Rudi: 🤣🤣🤣🤣sing sabar Mbak Ayu
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
gak handukan dulu om kan masih basah kuyup abis berenang 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: widihhhh 🤣🤣
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
terong dicabein maknyuzzz 🤤😂😂
Om Rudi: jiahahahah
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Selabak level berapa om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: pedes cukupan 😃😄
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
kalo pepatah negeri Konoha " walau bapak salah asal bahagia kita diam saja" 🤣🤣🤣😁😆🤪
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: ok gas polll mpe jeboll 😂😂😂
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
nama singa jantannya siapa om 🤔🤔😆
Om Rudi: aduh, lupa Om kasih nama
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Ozeng Bazo lebih enak om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: minta tolong istri suruh masakin 😉
total 2 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
Azhmar itu bangsa Demit om
Om Rudi: Om juga belum tahu🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
hatiku gak sedalam itu lho Om. cukup dengan menyentuh dadaku, pasti Om dapatkan hatiku 🙄😘🤣
Om Rudi: hihihihi 🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
ingat, Om. yg oon nya gak boleh nular ke authornya itu kan?😂
Om Rudi: kenapa?
total 1 replies
👣Sandaria🦋
asli ini pasangan kodok, Om🙄😂
Om Rudi: asli dong🤣🤣
total 1 replies
👣Sandaria🦋
anak didiknya Rajes Salam pasti🙄
👣Sandaria🦋
plus tali pengikat burungnya kemarin 🤣
Om Rudi: Om mah sudah lupa, Mak Imut mah ingat aja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!