NovelToon NovelToon
BISIKAN LUKISAN BERDARAH

BISIKAN LUKISAN BERDARAH

Status: tamat
Genre:Hantu / Misteri / Penyelamat / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Bagi Adista, barang antik bukan sekadar benda mati; mereka memiliki jiwa, cerita, dan keindahan tersendiri. Hobinya mengoleksi barang-barang unik dan kuno selalu berhasil membawa kepuasan tersendiri, hingga suatu malam di sebuah ruang pelelangan rahasia, matanya terpaku pada sebuah mahakarya yang unik.
​Sebuah lukisan tua berbingkai emas kusam yang menggambarkan sosok perempuan dengan air mata darah.
​Ada daya tarik magis yang tak kasat mata, seolah lukisan itu sengaja memanggil namanya. Tergiur oleh keunikan dan aura mistisnya, Adista berhasil memenangkan lelang tersebut tanpa tahu harga yang harus ia bayar bukan sekadar uang.
​Sejak lukisan itu tergantung di dinding rumahnya, atmosfer berubah mencekam. Langkah kaki misterius, bau anyir yang menguap di udara, hingga bisikan ghaib yang menyayat hati mulai meneror malam-malam Adista. Sosok perempuan dalam kanvas itu seolah hidup, dan tangisan darahnya perlahan mulai merembes keluar dari bingkai, menuntut balas yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 12

Hari demi hari berlalu dengan cepat, namun rutinitas di dalam rumah besar itu mulai berubah secara drastis. Adista masih belum menyadari bahaya besar yang sedang mengintai sepupunya. Di matanya, Bram hanya sedang mengalami masa-masa sulit dan butuh waktu lebih banyak untuk menenangkan diri di dalam kamar.

​Adista sama sekali tidak tahu bahwa setiap kali malam tiba dan kegelapan menyelimuti rumah, kamar tamu itu berubah menjadi tempat yang sangat mengerikan. Wanita misterius bergaun merah marun itu selalu datang tepat tengah malam. Dengan pesonanya, ia terus membuai Bram dengan rayuan-rayuan maut.

​Setiap malam, Bram seperti kehilangan akal sehatnya. Pengaruh sihir dari anggur merah dan kecantikan palsu wanita itu telah menutup mata batinnya rapat-rapat. Bram terus bergumul liar, melewati malam demi malam yang penuh gairah bersama makhluk tersebut. Bagi Bram, suara desahan kenikmatan di dalam kamar itu adalah surga, tanpa ia sadari bahwa setiap detik yang ia lewati bersama wanita itu, separuh dari energi kehidupannya sedang disedot habis. Tubuh Bram perlahan-lahan mulai digerogoti dari dalam.

​Pagi itu kembali datang, membawa cahaya matahari yang hangat ke dalam rumah. Adista sudah rapi dengan pakaian kerjanya, berdiri di depan meja makan sambil memandangi jam tangan. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi, namun pintu kamar tamu masih tertutup rapat.

​Sudah hampir satu minggu ini Bram selalu bangun terlambat. Setiap pagi, Adista harus berangkat ke kantor sendirian karena sepupunya itu tidak pernah keluar kamar sebelum jam sebelas siang. Hal ini mulai mengundang rasa penasaran sekaligus kecurigaan di dalam hati Adista.

​"Kenapa Bram sekarang jadi pemalas sekali? Wajahnya juga kelihatan makin kurus dan pucat setiap kali kami berpapasan di siang hari," gumam Adista dengan dahi berkerut.

​Rasa penasaran yang besar akhirnya membuat Adista melangkah menuju kamar tamu. Ia berniat untuk membangunkan Bram secara paksa pagi ini. Ia ingin mengajak sepupunya itu berbicara serius tentang perubahan sikapnya yang aneh akhir-akhir ini.

​TOK... TOK... TOK...

​"Bram! Bangun, Bram! Ini sudah siang, kamu harus makan," panggil Adista sambil mengetuk pintu dengan keras.

​Sama seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada jawaban dari dalam. Kesabaran Adista mulai habis. Ia langsung memutar gagang pintu dan mendorongnya hingga terbuka lebar. Hawa di dalam kamar terasa sangat pengap, gelap, dan luar biasa dingin, membuat Adista refleks memeluk tubuhnya sendiri.

​Di atas kasur, Bram tampak tertidur dengan posisi menyamping, meringkuk seperti bayi di balik selimut tebalnya. Wajah Bram yang terlihat dari balik selimut tampak sangat memprihatinkan; pipinya kempot, kulitnya pucat keabu-abuan, dan ada lingkaran hitam yang sangat tebal di bawah matanya. Ia tidur begitu lelap, bahkan tidak terusik sama sekali oleh suara pintu yang dibuka.

​Adista menggelengkan kepala, merasa prihatin sekaligus kesal. Pandangan matanya kemudian beralih ke meja kecil di samping ranjang. Di sana, pemandangan yang sama kembali terlihat: dua buah gelas yang diletakkan di samping sebuah botol kaca . Di dasar salah satu gelas, terdapat sisa cairan berwarna merah yang mengering.

​"Minum lagi? Pantas saja dia tidak bisa bangun pagi kalau setiap malam kerjanya hanya mabuk-mabukan," batin Adista dengan nada kecewa.

​Adista berjalan mendekati meja tersebut. Ia berniat untuk mengambil gelas-gelas itu dan membawanya ke dapur untuk dibersihkan. Ia tidak ingin kamar tamunya menjadi kotor dan berbau karena barang-barang bekas minum yang dibiarkan menumpuk.

​Adista mengulurkan tangannya, lalu mengangkat kedua gelas piala itu. Namun, tepat saat ia mengangkat gelas yang masih berisi sisa cairan merah tersebut, Adista merasakan sesuatu yang aneh. Cairan di dasar gelas itu tampak terlalu kental, menempel erat di dinding kaca dan berwarna merah kecokelatan yang pekat, tidak seperti karakter anggur merah pada umumnya yang encer dan bersih.

​Karena merasa curiga, Adista mendekatkan gelas itu ke arah wajahnya. Ia berniat memastikan apakah itu anggur atau bukan. Adista mengendus perlahan sisa cairan di dalam gelas tersebut.

​Seketika, mata Adista membelalak lebar. Tubuhnya mendadak kaku karena syok.

​Bau yang menusuk hidungnya sama sekali bukan bau khas anggur merah yang manis atau asam segar. Bau itu adalah bau anyir darah yang sudah membusuk, bercampur dengan aroma daging berulat yang sangat menyengat dan menjijikkan. Bau busuk itu begitu kuat hingga membuat perut Adista langsung bergejolak mual.

​Adista menjauhkan gelas itu dengan tangan yang mulai gemetar. Ia menatap sisa cairan merah di dalam gelas dengan rasa ngeri yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Di bawah sorotan cahaya matahari pagi yang samar-samar, cairan merah pekat itu tampak mulai dikerumuni oleh beberapa ekor lalat kecil yang mendadak muncul entah dari mana.

​"Ini... ini bukan anggur," bisik Adista dengan suara yang bergetar hebat karena takut. "Ini darah... darah manusia yang sudah membusuk!"

​Pikiran Adista langsung melayang pada cerita-cerita ganjil yang diucapkan Bram seminggu lalu tentang soto babat yang berubah menjadi kulit kepala dan jari tangan manusia. Saat itu, Adista mengira Bram hanya berhalusinasi karena stres. Namun sekarang, melihat dan mencium sendiri cairan menjijikkan di dalam gelas ini, sebuah kenyataan mengerikan mulai menghantam kesadaran Adista.

​Adista menoleh ke arah Bram yang masih tertidur lelap di atas kasur. Rasa cemas dan takut yang teramat sangat kini mencengkeram hatinya. Sesuatu yang sangat jahat dan tak terlihat mata ternyata benar-benar sedang terjadi di dalam kamar ini setiap malam, dan sepupunya yang malang telah menjadi korban utama dari teror ghaib tersebut.

1
MARQUES
bagus kalau bisa lanjutkan cerita begini author🙏
MARQUES: kalau bisa MC nya tetap cewe KK sama jangan ada namanya cinta cintaan biar jalan cerita nya seru sekian saran saya 🙏
total 2 replies
andhig Rosdiana
🥳
andhig Rosdiana
terimakasih udah like komen dinovel aku 😍nantikan karya karya terbaru aku ya 🥳
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
alhir nya tamat sudah ya kk
perjalanan panjang sekali
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ohh kuncinya di lukisan itu ya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
aq harap dendam laras cepat usai jgn melampiaskan pada yg bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
walah jadi ini oenyebab nya
tp laras ini gmn sih umya tau jya dendam padahal smeua g jahat
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apa ya g ada yg lain sih knp malah adista
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh jadi gmn laras
apakah kau juga mau memblas ke adista
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi ketujuh orang itu termasuk ayah laraswehh lantas siapa lagi coba
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha om knp ngung smpe sekarat sih apa g kelaman hayo
his
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kenapa memilih diam
aduh gmn sih ini
Ungkar Aj
maaf ya suy untuk saat ini author belum bisa update ,hape author rusak ,tunggu seminggu lagi insyaallah author up sampai tamat /Sob/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
aduh piye sih di ulur3 mkin lama makin menjadiw saja
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
sesulit itukah berkata jujur

krn dosa lama kai skrg menempuh apa yg kau tabur

tp.setidaknjya klo berani mengakui dn bertibat akan lenih enteng tp ini tak ada niat ya sudah lah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ininlah akibatnya klo salah g mau ngaku salah jd ya di hantui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kenapa g mengku saj biar g di hamtui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduhh ini knp rupanya lukisan itu smpe ke adista krn ada dalam li gakran keluarganya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi ini rupanya anak nya di bantai padahal anak nya tak tau apa2
apakah dgn riyan juga ya
nahhh ini jadi misteri
Iis Dawina
iya kali om Harun terlibat pembunuhan laras
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!