Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.
Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.
Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 : Skakmat di Atas Altar .
Hari pernikahan megah - mewah yang dinantikan oleh seluruh jagat bisnis tanah air tiba.
Gedung pertemuan mewah di pusat ibukota telah disulap menjadi istana bunga mawar putih premium yang teramat megah, kelopak - kelopak mawar putih segar beraroma harum itu tertata dengan presisi tinggi, sebuah hasil kerja keras, dedikasi, dan semangat membara dari sisil.
Ratusan tamu undangan VIP, investor asing, dan kolega internasional telah memadati area aula utama. alunan musik klasik yang romantis mengalun indah, dari petikan harpa dan gesekan biola, menciptakan atmosfer yang begitu khidmat sekaligus menghanyutkan siapapun yang berada di gedung aula pertemuan itu.
Pintu besar aula utama berlapis emas itu terbuka perlahan, menarik perhatian seluruh pasang mata. detik itu juga, napas para tamu seolah tercekat melihat keanggunan" Nala Putri" yang berjalan anggun mengenakan gaun pengantin seperti salju.
Gadis desa yang dahulu mengawali langkahnya di ibukota dengan kesederhanaan, kini berjalan anggun mengenakan gaun pengantin seputih salju yang menjuntai indah di lantai.
Sebagai seorang gadis yatim yang telah kehilangan kedua orang tuanya, Nala sempat mengira hari bahagianya akan terasa sepi tanpa kehadiran sosok ayah yang mendampinginya.
Namun hari ini, ia Melangkah dengan dada bidang yang tegap dan kepala terangkat penuh percaya diri.
Di sampingnya, Papa Angel - Pria paruh baya itu berdiri dengan setelan jas formal yang penuh wibawa, berdiri tegak membiarkan jemari Nala merangkul lengannya dengan erat.
"Langkah demi langkah mereka ayunkan menyusuri karpet merah dengan penuh kharisma, mengantarkan gadis desa menuju takdir barunya."
Bagi papa Angel, Nala bukan sekedar sahabat karib putrinya sejak zaman SMA di Jakarta. lebih dari itu, calon suami Nala - Adrian Dirgantara adalah putra dari sahabat karibnya sendiri saat menumpu studi di Harvard University dulu.
Demi menghormati mendiang sahabat lamanya, Papa Angel dengan tulus mengajukan diri menjadi wali nikah Untuk mengantarkan sang gadis desa menuju altar suci.
Di barisan kursi terdepan, Angel, Sisil, dan mama angel, menyaksikan momen itu dengan mata berkaca-kaca, kedua sahabat Karib Nala sejak masa abu-abu di jakarta tersebut menatap penuh haru, bangga melihat persahabatan geng mereka kini mengantarkan salah satu dari mereka ke pelaminan yang begitu megah.
Di kursi utama keluarga mempelai pria, duduk nyonya victoria. ibunda tercinta Adrian wanita paruh baya yang tetap memancarkan kecantikan abadi itu menatap menantunya dengan senyuman penuh haru. ada kelegaan yang amat dalam mengalir dadanya setelah bertahun-tahun melewati masa sulit pasca kepergian suaminya.
Di ujung karpet merah yang bertabur kelopak bunga mawar putih, Adrian Dirgantara sudah berdiri gagah menanti dengan setelan tuksedo hitamnya.
Rancangan desainer ternama melekat sempurna pada tubuh tegap sang CEO arogan.
Sorot mata Adrian yang biasanya dingin, tajam, dan di takuti oleh lawan- lawan bisnisnya, kini melembut, terpaku sepenuhnya.
Tatapannya terkunci rapat pada sosok Nala yang kian mendekat.
Ketika langkah Nala dan papa Angel akhirnya sampai di hadapan altar, papa Angel tersenyum tipis seraya menepuk bahu Adrian dengan hangat.
Beliau menyerahkan jemari Nala ke dalam genggaman erat Adrian, menyatukan dua hati yang terikat oleh benang takdir masa lalu.
Di hadapan pemuka agama dan seluruh saksi yang hadir, keduanya saling berhadapan.
"Adrian menatap lurus ke dalam manik mata Nala yang berbinar. lalu dengan suara baritonya yang mantap dan tegas, ia mengucapkan ikrar janji suci pernikahan."
Setiap bait kata yang keluar dari bibir Adrian terdengar begitu sakral, berjanji untuk selalu menjaga, melindungi, dan mencintai Nala dalam suka maupun duka.
' Nala menyusul dengan suara yang lembut namun penuh keyakinan, menggaungkan janji setianya sebagai seorang istri.'
Ketika cincin pernikahan disematkan di jemari masing-masing, tepuk tangan riuh dan para tamu undangan langsung membahana, meresmikan ikatan suci mereka.
Setelah upacara sakral tersebut selesai suasana aula berganti menjadi lebih santai namun tetap elegan. alunan musik klasik berganti menjadi melodi Walt yang lambat dan romantis.
Adrian mengulurkan tangannya mengajak, sang istri untuk berdansa pertama kali sepasang suami istri di tengah panggung altar yang megah.
Nala menyambut uluran tangan itu dengan senyuman manisnya yang memikat.
Tubuh mereka bergerak seirama, berputar dengan anggun di bawah sorotan lampu kristal yang berkilauan. riuh rendah obrolan para tamu dan tawa bahagia dari angel serta sisil membuat suasana pernikahan itu sempurna dan penuh kehangatan.
Namun, dibalik riuh rendahnya pesta dan kemegahan dansa romantis tersebut, sebuah operasi penyergapan senyap yang sangat ketat sedang berjalan di bawah kendali asisten Han, Kevin dan tim keamanannya papa Angel.
Aula yang dipadati oleh ratusan tamu VIP itu sebenarnya telah dirancang menjadi sebuah jebakan rahasia yang terorganisir dengan sangat matang.
Operasi ini bukan hanya diketahui oleh Adrian dan Nala, melainkan telah direncanakan bersama oleh papa Angel, asisten Han, dan kevin , dan Tentu saja sang Nonya besar ibunda Adrian- Nyonya victoria.
Melalui sistem cyber IP tersembunyi yang ditanam Nala sebelumnya, Adrian, asisten Han , dan Kevin sudah mengetahui dengan pasti bahwa sisa-sisa komplotan tentara bayaran suruhan Bramantyo telah berhasil menyusup masuk ke dalam gedung.
Para penjahat itu mengira mereka berhasil mengelabui penjagaan logistik bunga, tanpa menyadari bahwa setiap langkah kaki mereka sejak memasuki lobi utama sudah terkunci oleh radar pemantau.
Tepat saat acara rehat prasasti dan suasana aula sedikit meremang romantis, dua orang pria berjas hitam rapi dengan tatapan mata yang dingin mulai bergerak perlahan menyusuri koridor samping, mendekati area steril altar utama.
Salah satu dari mereka meraba saku jasnya, bersiap mengeluarkan alat sabotase instalasi listrik dan gas gedung untuk menghancurkan martabat keluarga Dirgantara megah utama.
Dua penyusup dari Turki itu melangkah mantap ke atas panggung altar, mengira rencana jahat mereka akan berjalan mulus dan sukses besar.
Namun, tepat saat tangan mereka hendak menyentuh panel instalasi di balik dekorasi bunga mawar, langkah mereka terkunci mati.
KlIK!KlIK!
Moncong pistol laras pendek tiba-tiba sudah menempel erat di balik punggung kedua penjahat tersebut.
Ratusan tamu undangan yang duduk di barisan depan sama sekali tidak menyadari kejadian itu. Pasalnya, orang-orang yang menodongkan senjata adalah puluhan polisi tingkat tinggi dan tim intelijen international bentukan papa Angel yang sejak sore tadi menyamar secara sempurna dengan setelan jas formal layaknya tamu undangan VIP kelas atas.
Asisten Han melangkah keluar dari balik pilar dekorasi, dengan wajah kakunya yang sedatar tripleks, namun matanya memancarkan kilat ketegasan yang sangat mematikan.
Di sampingnya, sisil berdiri dengan berani sambil berkaca pinggang, sifat barbarnya yang membara terlihat jelas saat ia menatap tajam kedua penjahat yang telah membuatnya trauma tempo hari.
"Misi kalian gagal total, tikus Turki ," geram asisten Han dengan suara baritonya yang rendah namun penekanan yang mutlak.
"Haryanto sudah bangkrut di Swiss setelah seluruh rekeningnya dibekukan oleh Papa Angel dua hari lalu. dan kalian berdua, resmi ditahan atas tuduhan terorisme internasional."
kevin yang memegang alat komunikasi cyber langsung memberikan instruksi final kepada aparat.
Dalam hitungan detik, tanpa menimbulkan kegaduhan atau kepanikan di antara tamu undangan lain, kedua tentara bayaran Turki itu langsung diringkus,diborgol, dan diseret keluar melalui jalur evakuasi belakang gedung oleh polisi yang menyamar.
Adrian yang memantau dari kejauhan bersama Nala hanya mendengus dingin penuh kemenangan.
'Skakmat mutlak telah dijatuhkan, dan dendam masa lalu kematian Papa Adrian resmi terbayar lunas dengan cara yang teramat cerdas dan elegan.'
Atas perintah langsung dari papa Angel, puluhan aparat kepolisian tingkat tinggi dan tim intelijen international bersenjata lengkap setelah disiagakan secara masif.
Mereka menyamar secara sempurna dengan mengenakan setelan jas formal hitam yang rapi, membaur di antara ratusan tamu undangan VIP lainnya sambil memegang gelas minuman dengan pandangan mata yang tajam.
Sementara itu, di atas panggung resepsi utama yang megah, sisil berdiri tegap di samping deretan dekorasi altar pengantin.
Sejak mendengar dari asisten Han bahwa tentara bayaran Turki dikirim untuk menghancurkan pernikahan sahabat karibnya sejak zaman SMA di Jakarta, sifat penakut dan trauma sisil seketika lenyap total tanpa sisa.
Jiwa barbar pemberaninya bangkit kembali dua kali lipat, meluap - meluap menjadi rasa geram dan amarah yang membara.
Sisil yang memegang kendali penuh atas dekorasi dari Floris toko bunga diam-diam telah merancang sebuah jepitan mekanis dan jebakan fisik rahasia di dalam vas bunga besi raksasa. yang berdiri tepat dekat panggung altar.
Ia menyembunyikan kawat baja tipis dan sistem pengunci hidrolik otomatis di balik Kelopak - kelopak mawar premium segar miliknya. sisil sengaja memasang jebakan fisik ini tepat di titik di mana agen sabotase kemungkinan besar akan menyentuh instalasi panggung.
"Ayo, datanglah ke sini?"
Penghianat brengsek! ...
Biar kamu rasakan kekuatan cengkraman vas Bungaku!"
Geram sisil dengan mata melotot bersemangat, didampingi oleh asisten Han yang terus menempel di sampingnya dengan binar protektif dan posesive.
Ketegangan yang terkubur di balik dekorasi mewah itu akhirnya mulai memuncak ketika seorang pria paruh baya melangkah masuk melintasi pintu pemeriksaan utama.
Pria itu bertubuh tinggi besar, mengenakan setelan jas mewah dengan perawakan dan gurat wajah khas orang Timur tengah. ia membawa dokumen identitas sebagai seorang investor kaya raya asal Turki.
Namun, di balik topeng hasil operasi plastik total 80 persen yang dilakukannya di Turki, sosok asli di balik kulit wajah baru itu tidak lain adalah Haryanto.
Haryanto adalah sang penghianat terbesar dalam sejarah keluarga Dirgantara. dialah orang yang dahulu berwajah asli lokal, bertindak seolah menjadi tangan kanan terpercaya namun, dengan tega merampok 80 persen kekayaan perusahaan milik papa Adrian melalui jaringan perusahaan cangkang (shell company) rumit saat beliau sedang sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal.
" Setelah berhasil melarikan harta rampokan tersebut, Haryanto kabur ke luar negeri dan mengubah wajahnya secara total demi menghapus jejak dari kejaran hukum internasional."
Haryanto datang ke jakarta hari ini bukan karena merindukan tanah air, melainkan karena didorong oleh amarah dan dendam yang membara.
Beberapa hari yang lalu, ia mendapatkan kenyataan pahit bahwa seluruh roda keuangannya macet total.
Berkat kecerdasan taktis Nala, ketegasan Adrian, serta kekuatan jaringan kekuasaan luar biasa milik papa Angel, seluruh rekening asing milik Haryanto yang tersembunyi di swiss, serta seluruh aset perusahaan cangkangnya yang berada di Turki telah dibekukan secara total oleh otoritas hukum gabungan internasional.
kehilangan seluruh uangnya dan terjebak di ujung tanduk tanpa ruang gerak membuat Haryanto kehilangan akal sehat.
'Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia nekat menyusup masuk ke dalam pesta pernikahan megah - mewah ini.'
Tujuan utamanya hanya satu : naik ke atas panggung altar, mengacaukan pesta, dan mempermalukan seluruh keluarga besar Dirgantara di hadapan kolega internasional sebelum dirinya benar-benar hancur.
Dengan langkah tegap yang dipaksakan agar terlihat tenang, Haryanto berjalan menyusuri karpet merah, menembus kerumunan tamu VIP. sorot matanya yang penuh kebencian tertuju lurus pada Adrian dan Nala yang baru saja menyelesaikan dansa mereka.
Di balik senyum palsunya, dia merasa sangat aman. ia yakin tidak akan ada satu orang pun yang bisa mengenalinya karena wajah lamanya telah hilang sepenuhnya digantikan oleh struktur wajah pria asing.
Namun, Haryanto melakukan kesalahan fatal dengan meremehkan kecerdasan Nala dan keahlian lapangan Sisil.
Ia sama sekali tidak menyadari bahwa area dekorasi bunga mawar putih raksasa yang berada di sisi tangga panggung altar telah dipasangi sebuah jebakan fisik mekanis tingkat tinggi.
Tiga hari yang lalu, sisil di bantu oleh asisten Han telah menyembunyikan seutas kawat baja tipis. berkekuatan tinggi di balik lebatnya dedaunan mawar, terhubung langsung pada sistem pengunci pegas otomatis di dasar vas bunga besi raksasa yang super berat.
Satu langkah....dua langkah...
Tepat saat Haryanto Mengayunkan kakinya untuk menampakkan kaki di anak tangga pertama menuju panggung altar, tumitnya menekan titik perimeter sensitif yang tersembunyi di bawah karpet.
KLIK!