NovelToon NovelToon
Kapten Basket Itu Suamiku

Kapten Basket Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Perjodohan
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aqilazahra

Nikah muda? ✅
Nikah online? ✅

Satu kelas sama suami sendiri yang ternyata idola sekolah? Nah, yang ini di luar prediksi BMKG!


Satu tahun lalu, sebuah ijab kabul via video call mengikat takdir Ellea dengan seorang pria di kota. Tanpa cinta, tanpa tatap muka langsung.

Kini, Ellea harus menyusul sang suami ke kota setelah kepergian neneknya. Namun, saat tiba di sana, justru pria itu kabur dari rumah dan takdir membawa mereka untuk bertemu kembali di koridor sekolah.

Pria itu bernama Albiru, pria yang paling dielu-elukan, sang kapten tim basket yang dingin dan tak tersentuh, ternyata adalah pemilik cincin yang sama dengan yang melingkar di jari Ellea.

Bagaimana cara Ellea menyembunyikan rahasia besar ini di depan teman-teman barunya? Dan mampukah sang kapten basket mengenali istrinya sendiri yang bercadar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilazahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegatelan

"Stop!!" teriak Alisa memecah riuh lapangan basket.

Langkah kaki Alisa yang mungil menerobos kerumunan murid dengan napas terengah-engah. Dengan keberanian, gadis remaja itu nekat melompat dan berdiri tepat di tengah-tengah, menjadi barikade hidup yang memisahkan kepalan tangan Albiru dan Andra yang sudah sama-sama mengudara.

Kedua pria yang sedang dikuasai amarah itu seketika tersentak. Mereka menurunkan tangan, menatap Alisa dengan sorot mata yang masih menyalang merah dan sisa napas yang memburu hebat.

Albiru menyeka sudut bibirnya yang robek dan mengeluarkan darah segar dengan punggung tangan. Sambil mendecih kasar, ia melemparkan tatapan mematikan ke arah Andra yang juga sedang memegangi rahangnya yang lebam.

"Urusan kita belum selesai," ucap Albiru dengan ancaman yang tak main-main.

Tanpa menunggu balasan dari lawannya, Albiru mencengkeram pergelangan tangan adiknya dengan beringas. Ia menarik tangan adiknya untuk pergi menjauh dari area lapangan basket, mengabaikan bisik-bisik riuh dari ratusan pasang mata yang menonton mereka. Sepanjang koridor menuju area kelas, Alisa berteriak kesal sembari berusaha melepaskan diri dari tarikan tangan kakaknya yang sekokoh batu.

"Kak Al! Lepasin! Sakit tahu!" jerit Alisa, langkahnya terpaksa menyamakan ritme langkah Albiru yang lebar dan menghentak gusar. "Kak Al ini kenapa sih? Sehari saja nggak bikin masalah bisa nggak? Kenapa hobi banget berantem? Apa Kakak nggak malu sama Kak Ellea?!"

Pertanyaan Alisa yang meluncur tanpa saringan itu seperti rem darurat yang dipaksa pakem. Albiru mendadak menghentikan langkahnya di pinggir koridor dekat kelas. Bahunya naik turun menahan emosi yang masih memuncak, lalu ia berbalik memandangi adiknya dengan tatapan kilatan mata elang yang teramat kesal.

"Justru karena Ellea yang kegatelan gue jadi berantem sama Andra!" bentak Albiru, suaranya menggema di sepanjang koridor yang mendadak senyap.

Deg!

Langkah kaki seorang gadis di belakang mereka seketika terkunci. Ellea yang tadi mengekori di belakang bersama Dania karena rasa cemas yang tak terbendung, mendadak mematung. Kata kegatelan yang meluncur dari bibir suaminya sendiri laksana petir di siang bolong, menghantam telinga dan meremukkan sisa-sisa harga diri yang ia miliki.

Hening mencekam.

“El, kita pergi aja yuk?” ajak Dania gugup.

Kedua adik kakak itu menoleh secara serentak ke arah sumber suara langkah kaki yang terhenti. Mereka melihat Ellea berdiri di sana. Di balik khimar putih dan kain cadarnya, sepasang mata abu-abu Ellea tampak berkaca-kaca, memancarkan luka yang teramat dalam. Dania yang berada di sebelah Ellea bahkan sampai menutup mulut, shock mendengar kalimat sekasar itu keluar dari mulut Albiru.

Albiru tersentak hebat. Rahangnya melonggar, dan rona merah kemarahan di wajahnya perlahan luntur berganti pucat seiring dengan kesadaran yang menamparnya. Ia melihat setetes air mata lolos dari sudut mata Ellea, membasahi kain cadarnya sebelum gadis itu membalikkan tubuh dengan cepat.

"Ellea! El, tunggu!" seru Albiru panik. Rasa gengsinya menguap entah ke mana saat melihat punggung istrinya bergerak terburu-buru menjauh.

Albiru melepaskan cengkeramannya pada Alisa, lalu melangkah lebar mengejar Ellea. "Ellea, maksud gue bukan gitu! Berhenti dulu!" panggil Albiru setengah berteriak.

Namun, Ellea justru mempercepat langkahnya, setengah berlari menuju tangga belakang sekolah yang sepi, mengabaikan seruan pria yang beberapa menit lalu menginjak-injak kehormatannya sebagai seorang istri.

"El, dengerin gue dulu!" Albiru berhasil mengejar Ellea di belakang kelas yang sunyi. Tangan kekarnya bergerak cepat menahan lengan Ellea, membuat langkah gadis itu terhenti secara paksa.

Ellea berbalik dengan sentakan keras, melepaskan tangan Albiru dengan sisa tenaga yang ia punya. "Jangan sentuh aku, Kak!" ucap Ellea dengan suara yang bergetar hebat karena menahan tangis. "Kalau di mata Kakak aku ini wanita kegatelan yang membawa sial dan merusak reputasi Kakak, tolong lepasin aku! Biarkan aku pulang dan kita akhiri semua ini.”

Albiru terpaku, hatinya mendadak mencos perih mendengarkan kalimat pasrah dari istrinya. Ia tahu ia salah besar karena meluapkan emosi cemburunya dengan kata-kata kasar. Otak Albiru berputar cepat mencari cara agar Ellea tidak melangkah pergi lebih jauh dalam kemarahan. Pria itu tahu, jika Ellea sampai mengadu pada Mahira atau pergi dari rumah maka, tamatlah riwayatnya.

Agh!

Tiba-tiba, Albiru memegangi lengan kanannya sendiri. Ia mendesis keras sambil memejamkan mata erat-erat, perlahan menekuk lututnya hingga terduduk bertumpu pada satu kaki di anak tangga. Wajahnya berkerut seolah menahan rasa sakit yang luar biasa.

"A-akh ... ssshh, sakit!" gumam Albiru parau, napasnya dibuat tersengal-sengal. Ia memegangi pipinya yang lebam akibat pukulan Andra tadi, ditambah memegangi bahu kanannya seolah ada sendi yang bergeser.

Melihat perubahan drastis pada suaminya, Ellea yang semula sudah berniat melangkah pergi mendadak menghentikan gerakannya. Naluri alaminya sebagai seorang wanita dan rasa cintanya yang masih tersisa membuat pertahanan egonya runtuh seketika.

"Kak ... Kak Al kenapa?" tanya Ellea ragu, langkahnya perlahan mendekat kembali ke arah Albiru yang masih meringkuk di anak tangga.

"Bahu gue sakit banget, kayaknya tadi kena hantam sudut ring atau kena pukul si Andra sialan itu," ucap Albiru, suaranya dibuat selemah mungkin sembari melirik kecil dari sudut matanya, memastikan triknya berhasil. "Agh, buat napas aja sesak, El ..."

Ellea mengembuskan napas panjang, menyingkirkan sejenak rasa sakit hatinya demi rasa kemanusiaan dan kewajibannya. Gadis itu berlutut di anak tangga atas, sedikit menjaga jarak namun tangannya yang terbalut manset hitam bergerak ragu mendekati bahu Albiru.

"Makanya jangan hobi berantem," tutur Ellea lembut, nada suaranya melembut meskipun masih menyisakan sisa-sisa kesedihan. "Mana yang sakit, Kak? Sini ... biar El lihat."

Albiru diam-diam mengulum senyum kemenangan di dalam hatinya melihat perhatian kecil itu, meskipun rasa bersalah karena membohongi ketulusan istrinya mulai sedikit mengusik nuraninya.

"Gue nggak apa-apa ko, kalau lo mau pergi, pergi aja,” bisik Albiru pelan, matanya menatap lurus ke dalam manik mata abu-abu milik Ellea yang kini berada sangat dekat dengannya.

Ellea tertegun mendengarnya. Ia segera menarik kembali tangannya yang baru saja hendak menyentuh bahu Albiru begitu menyadari bahwa dirinya baru saja dikerjai melalui drama kesakitan palsu suaminya.

"Kak Al bohong ya?" tuduh Ellea kesal, bersiap untuk berdiri kembali.

"Eh, nggak bohong! Ini pipi gue beneran sakit, El. Liat nih, berdarah begini," bantah Albiru cepat, menunjuk sudut bibirnya yang memang robek sungguhan agar istrinya tidak benar-benar pergi.

Sebelum Ellea sempat membalas, langkah kaki yang terburu-buru terdengar menaiki anak tangga dari arah bawah. Sandra muncul dengan wajah panik yang langsung berubah menjadi rahang yang mengetat saat melihat pemandangan di depannya, Albiru yang sedang berlutut di dekat Ellea dengan jarak yang begitu intim.

"Albiru!" teriak Sandra melengking. Ia berlari menaiki sisa anak tangga, lalu dengan kasar menarik bahu Ellea agar menjauh dari Albiru. "Heh, cewek kampungan! Lo ngapain deket-deket sama cowok gue, hah?! Puas lo bikin Albiru berantem dan luka-luka kayak gini karena belain lo?!"

Ellea terhuyung ke belakang akibat dorongan Sandra, namun dengan sigap ia menyeimbangkan tubuhnya. Ia menatap Sandra dengan pandangan yang tak lagi gentar.

"Sandra, jaga mulut lo! Jangan berani sentuh dia!" bentak Albiru ketus. Ia langsung bangkit berdiri tegak tanpa ada lagi sisa-sisa akting kesakitan, memposisikan dirinya sebagai perisai di depan Ellea, menatap Sandra dengan pandangan kesal.

Sandra tersentak, matanya berkaca-kaca menatap penolakan terang-terangan dari pria yang selama tiga tahun ini selalu berada di sisinya.

"Al ... lo kenapa sih sekarang selalu belain dia?" tanya Sandra dengan suara bergetar. “Semenjak ada wanita kampungan ini, elo dan gue jadi sering berdebat! Apa istimewanya cewek kampung bercadar ini dibanding gue, Al? Siapa dia sebenarnya di mata elo?!"

"Dia!" seru Albiru tertahan, rahangnya mengatup rapat. Amarah yang telanjur menyulut dadanya membuat kalimat kebenaran itu sudah berada di ujung lidah.

Melihat gelagat Albiru yang sudah berada di puncak emosi, Ellea yang berdiri di belakangnya mendadak dilingkupi rasa cemas. Jemari tangannya yang terbalut manset bergerak perlahan, menarik ujung baju seragam Albiru secara halus. Ellea teramat takut jika suaminya itu kehilangan kendali lalu membongkar rahasia besar mereka di sini. Terlebih, ujian kelulusan tinggal dua bulan lagi, ia tidak ingin nama baik mereka dipertaruhkan dan hancur berantakan dalam sekejap.

"Dia siapa, Al?!" tanya Sandra lagi, menuntut jawaban dengan nada meninggi saat menyadari ada interaksi sekecil apa pun di antara keduanya.

Albiru menarik napas panjang, mencoba menekan egonya dalam-dalam demi merasakan tarikan lembut di bajunya. "Dia sepupu gue. Dan gue punya tanggung jawab buat menjaganya," jawab Albiru perlahan, suaranya mendatar namun terdengar begitu penuh penekanan.

Sandra tertawa hambar, air matanya kini benar-benar lolos membasahi pipi. "Cuma sepupu? Cuma karena status sepupu, elo sampai tega mengabaikan gue yang selalu ada buat lo selama tiga tahun ini, Al?!"

Mendengar perdebatan yang kian meruncing dan melebar ke mana-mana, Ellea perlahan melepaskan genggamannya dari ujung baju Albiru. Ia merasa suasana itu kian mencekik nuraninya. Kehadirannya di sini seolah hanya menjadi batu sandungan bagi hubungan orang lain.

"Kalian selesaikan saja urusan kalian berdua di sini. Saya permisi, pergi dulu," ucap Ellea dengan nada suara yang teramat datar dan tenang, menyembunyikan getar luka di dadanya sebelum akhirnya membalikkan tubuh dan melangkah cepat.

"Ellea! El, tunggu!" panggil Albiru panik, berniat langsung mengejar langkah istrinya. Namun, lengan kokohnya buru-buru ditahan secara paksa oleh Sandra yang tidak membiarkannya pergi begitu saja.

Albiru menggeram frustrasi. Ia menghentikan langkahnya, lalu berbalik memandangi Sandra dengan kilatan mata penuh kemarahan yang tertuju lurus pada gadis itu.

"Kalau nyokap gue sampai tahu dan marah besar gara-gara masalah hari ini, ini semua murni gara-gara elo, Sandra!" tukas Albiru tajam sembari menunjuk tepat ke arah wajah Sandra. "Sudah pernah gue bilang berkali-kali kan ke elo ... jaga sikap lo dan jangan pernah usik dia lagi?!"

Setelah meluapkan ancaman dingin yang sukses membuat Sandra terpaku seribu bahasa dalam kekesalannya, Albiru menyentak tangannya dengan kasar hingga cengkeraman Sandra terlepas, lalu berlari cepat demi mengejar Ellea yang sudah menghilang.

1
Iped Suhendi
sangat bagus cerita nya.
Iped Suhendi
semangat ya nulis nya.Bagus banget cerita nya.Saya suka 😍
Aqilazahra: terima kasih Kak, sudah mampir. semoga suka ya
total 1 replies
Muharlita Muharlita
saya suka
Devan Davin
bgus skli
Aqilazahra: terima akak sudah mampir
total 1 replies
rattna
bagus
Aqilazahra: terima kasih kakak, sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!