NovelToon NovelToon
Second Chance

Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: QueenBwi

Aruna Cheryl Adijaya adalah anak perempuan yang diadopsi oleh keluarga konglomerat Adijaya yang tersohor. Ia diambil sebagai pengganti Aaira Beril Adijaya- si bungsu yang meninggal karena sakit.
Namun kisahnya tidak seindah yang dibayangkan, kehadirannya tidak dianggap oleh ketiga saudaranya yang lain.

Tidak sampai disitu, nasib buruk masih mengikutinya saat ia dipaksa oleh Ayana- ibu tiri ketiga saudara angkatnya itu untuk menikahi seorang pria yang berusia 15 tahun lebih tua darinya. Dalam pernikahan itu ia disiksa hingga akhirnya dibunuh oleh suaminya sendiri.

Tapi saat Aruna membuka matanya, ia kembali ke usia saat masih berusia 10 tahun, 2 tahun setelah diadopsi.
Apakah Aruna akan kembali mengalami takdir yang sama? Atau Aruna akan berjuang untuk merubah takdir hidupnya yang mengenaskan?

Di saat Aruna sudah bertekad dengan keputusannya, takdir kembali mempermainkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenBwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enam Belas

"Una!" panggil Ganesha yang berlari ke arahnya saat mendapati anak itu baru saja turun dari mobil.

"Pagi, Ganes."

Ganesha tersenyum dan memeluk Aruna sejenak sebelum menatap anak itu lagi, "Kau sudah merasa sehat?"

"Ya, aku bahkan bisa berlari sekarang," jawab Aruna dengan candaan dan membuat Ganesha tertawa pelan. Kemudian ia menggandeng lengan Aruna sembari berjalan masuk ke dalam sekolah.

"Ngomong-ngomong, bukankah tadi kau di antar kak Abimanyu?" tanya Ganesha.

Aruna mendengus, "Lebih tepatnya ia menumpang mobilku menuju kampusnya."

"Oh, Wow! Kau tahu, ini pertama kalinya aku melihat salah satu kakakmu mengantarmu ke sekolah. Kau pasti sadar semua anak-anak memperhatikan, kan?"

Hanya helaan nafas pelan yang terdengar, "Aku saja tidak menyangkanya, dan abaikan saja mereka. Apa pun yang aku lakukan memang selalu menarik perhatian."

Tak di sangka Ganesha tertawa geli, "Una! Aku tak tahu kau senarsis ini!'

"Menurutmu begitu?"

"Yup. Tapi, kenapa kau semakin mengurus?"

Aruna menatap anak itu penasaran, "Sekurus itu?"

"Ya! Kau benar-benar harus banyak makan, Una!"

"Ganes benar, kau butuh banyak makan," sebuah suara menginterupsi mereka tiba-tiba dari arah belakang. Kedua gadis kecil itu menoleh dan mendapati Abas berdiri di sana dengan cengiran lebarnya.

"Pagi Una! Pagi Ganes!" sapanya.

Desisan Aruna terdengar tak suka, "Jangan menanggilku begitu."

"Tapi aku temanmu!" ucap Abas lantang.

Astaga! Demi apa pun, rasanya Aruna ingin sekali menyumpal mulut anak itu dengan plakban kuat-kuat. Lagipula ia tak mengerti kenapa Abas sangat berisikeras sekali untuk berteman dengannya?

Tidakkah ia tahu siapa Aruna sebenarnya? Seharusnya ia sudah mendengar kabar tentangnya yang merupakan anak angkat keluarga Adijaya. Berteman dengannya takkan membawa dampak apapun bagi keluarganya, di tambah perlakuan dingin yang ia terima sudah memperjelas semuanya.

Kenapa masih tidak paham juga?

Apa otak anak berusia 10 tahun sulit untuk mencerna hal-hal seperti ini?

Tidak.

Rasanya bukan itu.

Abaskara mungkin masih berusia 10 tahun tapi ia tahu anak itu tidak bodoh. Cara berfikir Abas sudah bisa di sandingkan dengan cara orang dewasa berfikir, ia lebih kritis dan bisa memahami situasi dengan baik. Setelah diingat kembali, di masa depan Abas akan menjadi seorang pembicara handal terkenal yang suaranya akan di dengar oleh seluruh lapisan masyarakat. Poster dan baliho tentangnya akan terlihat di mana-mana.

Pantas saja nama anak itu terdengar tak asing meski Aruna tak pernah bertemu dengannya secara langsung saat masih kecil. Tapi dulu Abaskara mengabaikannya, tidak pernah mau repot untuk mengajaknya berteman seperti ini.

Lalu kenapa sekarang memaksa untuk menjadi temannya?

Satu lagi yang Aruna pahami tentang Abas adalah anak itu punya tekad yang keras. Jadi, sekuat apa pun Aruna mencoba menolak keberadaannya, Abas takkan gentar dan menyerah.

Menyusahkan sekali memang.

"Terserahlah, aku lelah menghadapimu," gerutu Aruna yang langsung kembali berbalik dan berjalan diikuti Ganesha di sampingnya. Senyuman Abas merekah dan membuat anak itu menyusul dengan berjalan di sebelah Aruna yang lain.

"Jadi sekarang kita teman, kan?"

"Kalau aku menolak, kau akan menyerah?"

"Tentu tidak!" jawab Abas semangat.

Aruna mengabaikan dan terus berjalan menuju kelasnya. Bagusnya Abas tidak sekelas dengannya dan hal itu cukup di syukuri oleh Aruna. Bisa gila dirinya jika harus satu kelas dengan anak itu juga.

"Sampai bertemu saat istirahat nanti, Una!" kata Abas sambil melambai semangat kemudian berlari menuju kelasnya sementara Aruna bersikap tak perduli.

***

Ini pelajaran olahraga dan Aruna sudah berganti pakaian dengan pakaian olahraga bersama dengan Ganesha. Mereka akan bermain melempar bola hari ini untuk melatih gerakan tangan.

"Sebaiknya kau duduk saja, Una. Kau baru sembuh," ucap Ganesha.

Aruna menggeleng, "Sudah kubilang aku baik-baik saja. Aku bahkan sanggup berlari sekarang."

"Aku tetap cemas padamu," lirih Ganesha pelan.

"Jangan cemas, Ganes."

"Aku tahu."

Pelajaran olahraga kali ini mereka lakukan bersama kelas lain yang juga memiliki jam olahraga yang sama. Dikarenakan guru mereka yang sedang ada kesibukan maka kelas mereka bergabung dengan kelas lainnya. Itulah mengapa akan di adakan tanding lempar bola antar kelas masing-masing. Peraturannya adalah yang tidak bisa menangkap bola dengan benar akan di keluarkan hingga anggota di tiap tim habis. Pemenangnya di tentukan dari seberapa banyak anggota yang bertahan.

Bukan permainan sulit sebenarnya, tapi tubuh Aruna terlampau kecil untuk mengimbangi permainan teman-teman yang lain. Kalau pun ia akan keluar pertama juga tak masalah, sih. Toh, ia tak terlalu bersemangat sebenarnya.

Setiap anak sudah menempati posisi masing-masing dan Aruna terkejut karena mendapati Mahesa berdiri di tim lawan.

Loh?

Mahesa berada di kelas itu?

"Ganes, sejak kapan Mahesa berada di kelas itu?" tanya Aruna sambil berbisik pada Ganesha di sebelahnya.

Ganesha yang paham pun melirik ke arah Mahesa yang nampak sudah siap berdiri di posisinya.

"Oh! Kau benar. Ini pertama kalinya aku melihat Mahesa mengikuti olahraga," ucap Ganesha.

"Ha? Selama ini tak pernah?"

Ganesha menggeleng, "Dia murid jenius kalau kau lupa dan kegiatan luar begini bukan favoritnya."

Ah, iya. Bagaimana mungkin Aruna lupa tentang hal itu? Karena selalu peringkat pertama satu sekolahan dengan nilai tinggi, Mahesa mendapat perlakukan khusus yang selalu membuat murid-murid lain iri dengannya. Ia bebas untuk tidak mengikuti pelajaran apa pun asal nilainya tidak turun dan kehadirannya tidak bolong.

Mahesa jarang sekali berada di kelasnya karena anak itu akan selalu berada di perpustakaan sekolah membaca buku. Tidak heran ia tak memiliki teman dekat sama sekali, bahkan teman sekelasnya sendiri pun merasa asing dengan keberadaannya.

Lalu kenapa tiba-tiba mengikuti olahraga?

Aruna sibuk berfikir hingga ia merasakan ada seseorang yang menatapnya sedari tadi. Anak itu menoleh dan mendapati Marina sedang menatapnya dengan tatapan tajam. Ya ampun, ia lupa selain Paula ada anak lainnya yang selalu mengusik dirinya yaitu Marina. Bisa dibilang mereka satu kelompok meski berbeda kelas.

Semenjak Aruna memutar waktu, ia tidak bertemu dengan Marina karena anak itu tidak berada di sekolah selama dua minggu. Marina merupakan model cilik yang cukup terkenal saat ini.

Jika tak salah ingat di masa depan nanti anak itu akan menjadi selebritis yang penuh dengan skandal dan sempat menjalin hubungan dengan Antares sebelum berakhir di tinggalkan.

Namun, Marina sangat terobsesi untuk menjadi bagian dari keluarga Adijaya hingga ia nekat melakukan berbagai cara agar Antares mau menikahinya, salah satu caranya adalah dengan menjebak kakak ketiganya itu. Sayangnya, nasib Marina berakhir tragis karena Antares bukan pria bodoh yang dengan mudah jatuh di jebakannya.

Tapi bagaimana bisa Marina mengenal Antares dan mereka menjalin hubungan?

Ah, sial! Rasanya kemana pun ia berpaling selalu saja ada hubungannya dengan keluarga Adijaya.

Apa itu artinya akan sulit melepaskan diri dari Adijaya?

"Una, fokus. Permainan akan di mulai," peringat Ganes saat menyadari Aruna seperti sedang melamun sejak tadi.

Aruna mengerjap sejenak dan mengangguk, "Oh, oke."

Namun, ketika sedang fokus matanya tak sengaja melihat ke arah Mahesa di mana ternyata anak itu sedang melihatnya.

Hah?

Bukannya malu karena ketahuan, Mahesa hanya bersikap cuek dan memalingkan pandangannya santai.

Kenapa, sih?

Ketika peluit guru olahraga berbunyi, permainan pun di mulai. Masing-masing tim tidak mau kalah dan berusaha menumbangkan anggota lawan. Sejauh ini Aruna berhasil menangkap bola dengan benar tanpa terlewat sama sekali, meski beberapa kali ia harus meringis kesakitan karena lemparan ke arahnya seperti sengaja di perkuat.

"Una, kau baik?" tanya Ganesha cemas setelah lemparan terakhir tadi terdengar cukup nyaring menghantam telapak tangan Aruna.

"Ya, hanya sedikit memerah."

Ganesha mengangguk lalu melihat ke arah anak-anak yang sengaja melempar dengan kuat tadi ke arah Aruna. Tanpa sadar menatap mereka tajam dengan alis menukik, benar-benar kesal sekali dengan perlakuan mereka.

Maka saat giliran Ganesha, ia tidak segan-segan melakukannya. Memasang kuda-kuda untuk melempar dan mengerahkan kekuatannya, membuat incarannya terkejut hingga merunduk karena takut ketika bola melambung ke arahnya dengan cepat.

Bukannya apa tapi bola yang mereka pakai itu cukup keras teksturnya, jadi jika terkena badan saat di lempar sakitnya tidak main-main. Maka dari itu di larang mengincar bagian-bagian fatal yang dapat menyebabkan cedera serius.

Priiiiit!

"Keluar!" kata guru olahraganya sembari menunjuk anak yang menunduk tadi. Ganesha tersenyum puas setelahnya

Aruna sampai takjub di buatnya. Tak pernah ia lihat sisi Ganesha yang ini sebelumnya.

"Wow, Ganes! Kau keren sekali," puji Aruna.

Ganesha menoleh dan tersenyum lebar, "Aku memang keren."

1
Heni Setiyaningsih
semoga di kehidupan kedua aruna jd strong woman
Heni Setiyaningsih
cerita ttg reinkarnasi, semoga bagus cerita nya Thor 👍💪💪
QueenBwi
Ayo baca! 💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!