Tak menyangka, setelah sampai di kota dan belum lagi bekerja . Tini malah salah masuk kamar ,dia tidak tau kalau ternyata kamar yang dia masuki adalah kamar milik tuan muda disana .
"Kau cari mati ya ? "
"Mau menjebak ku ?"
"Siapa yang menyuruh mu?"
Tini jelas ketakutan, pria tinggi besar didepan nya ini begitu menakutkan. Walaupun wajah nya tampan ,tapi hanya dengan satu tangan saja dia bisa mencengkeram leher tini dengan kuat membuat tini sulit bernafas . Apalagi kini wajah mereka sudah cukup dekat ,tanpa memberi kesempatan tini untuk menjelaskan nya. Pria yang memiliki tubuh kekar dan besar itu pun langsung meraup bibir tini ,mencium nya dengan kasar membuat tini kewalahan dan hampir mati karena tak bisa bernafas .
Bagaimana kisah selanjut nya? yuk langsung mampir 💁♀️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SK(Ciuman pertama)
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Cup.....
Tubuh Surtini menegang, dia tak percaya kalau Gara mencium bibir nya saat ini . Tubuh nya kaku ,tak bisa bergerak sama sekali hingga akhirnya Gara melepaskan ciuman nya membuat nya sadar dan langsung menampar pipi tuan muda itu.
Plaaaak....
Wajah Gara miring ke kanan, pipi nya terasa perih karena tamparan Surtini jelas keras membuat nya meringis. Sudut bibir nya pun sedikit luka ,darah pun terlihat disana membuat Surtini melotot dan langsung menyentuh sudut bibir Gara tanpa sadar .
"Ma....maaf tuan ,tapi tuan muda hhmmm" ucap Surtini dan langsung mundur, mengangkat tangan nya karena dia tak ingin membuat Gara marah .
Gara pun tersenyum tipis ,dia menatap wajah Surtini yang memerah karena marah dan kesal juga malu . Dia bisa melihat nya dengan jelas, kini dia berjalan maju hingga tubuh nya dekat dengan Surtini tapi Surtini pun dengan sigap mundur perlahan hingga akhirnya Gara menarik pinggang Surtini dan tubuh Surtini menempel di tubuh nya .
"Tu....tuan muda " ucap Surtini dengan suara terbata, dia berusaha mendorong tubuh Gara karena merasa ngak enak kalau sampai harus seperti ini .
Apalagi saat ini Gara membawa nya ke dalam kamar pribadi nya, membuat Surtini merasa takut dan bingung . Harus nya dia tak berada disana ,dia yakin kalau pesta itu masih berjalan dan membutuhkan Gara disana .
"Kenapa hhhmmm? " tanya Gara dengan pelan tepat di telinga Surtini membuat tubuh Surtini semakin tegang ,entah kenapa ada gelenyar aneh di tubuh nya akibat hembusan nafas dari Gara
"Ki....kita ngak pantas seperti ini tuan muda ,saya ....saya masih ingin kerja dengan baik di kota ini " jawab Surtini dan Gara pun mengangguk walaupun Surtini tak melihat nya ,dia memegang dagu milik Surtini kemudian mengangkat nya ke atas hingga tatapan mata mereka bertemu
"Aku akan membuat mu bekerja dengan baik, jangan khawatir . Aku juga akan memberikan uang untuk mu ,jika kau bisa mengikuti perintah ku" ucap Gara dan Surtini hanya bisa diam ,dia tak tau apakah Gara berkata jujur atau tidak.
Tok....tok....tok....
Gara menatap ke arah pintu kamar nya di villa itu, Gara dan Mahesa memiliki kamar pribadi sendiri di villa keluarga Cendana begitu juga sebalik nya jika berada di villa keluarga Baskoro . Dia tak memesan apa pun sehingga dia yakin kalau yang datang mungkin Lulu, dia pun masih menatap ke arah pintu hingga akhirnya Surtini mendorong tubuh Gara dan ingin segera membuka nya tapi di tahan oleh Gara.
"Kamu di dalam saja dulu,biar aku yang bukakan " ucap Gara membuat Surtini mengangguk, dia tau kalau tuan muda nya ini khawatir jika ada yang melihat kebersamaan mereka sehingga menyuruh nya untuk tetap di sana dan dia pun memilih untuk bersembunyi di dalam kamar mandi .
Surtini tak berniat membuat keributan ,tapi mungkin karena tatapan aneh yang diberikan oleh Gara makanya Lulu berpikiran kalau Gara menyukainya dan dia yang mencoba mencari perhatian tuan muda itu
"Ada apa ?" tanya Gara saat dia melihat Lulu sudah berada didepan pintu kamar nya ,dia juga bisa melihat makanan dan minuman yang di bawa lulu di atas nampan .
"Maafin aku Ga.....aku terlalu emosi karena kamu liatin pelayan itu, aku takut kamu di goda oleh nya. Kamu tau sendiri kan, nama nya pelayan. Pasti dia ingin naik derajat dan memanfaatkan mu harta juga kedudukan mu " jawab Lulu dengan nada manja ,dia mengerucutkan bibir nya karena masih kesal dengan Gara yang membela pelayan .
"Itu bukan urusan mu ,harus nya kamu minta maaf pada nya bukan pada ku " ucap Gara dan lulu langsung menerobos masuk ,dia duduk dengan santai di sofa yang berada didekat tempat tidur nya .
"Ga.....aku hanya akan minta maaf sama kamu, aku mau kamu perduli sama aku seperti dulu "ucap Lulu yang tak ingin mengalah, dia yakin kalau Gara memiliki kepedulian pada nya selama ini
"Sekarang keluar dari sini, aku mau istirahat " ucap Gara ,dia tak ingin berdebat dengan Lulu karena dia ingin membuat Surtini terus berada disisi nya .
Entah kenapa dirinya begitu nyaman berada didekat pelayan muda itu, belum lagi kedua mata nya yang selalu ingin menatap wajah Surtini . Begitu juga saat merasakan kelembutan bubur Surtini, kini dia ingin sekali mencicipi nya lagi.
"Gara ....kamu tau kan kalau aku mencintai mu ,aku ingin bersama mu " ucap Lulu tanpa malu ,Surtini jelas mendengar nya dari dalam .
"Tapi aku ngak mencintai mu ,aku menganggap mu sebagai teman saja jadi lebih baik kamu pergi dari sini " jawab Gara sambil berusaha mendorong tubuh lulu keluar dari kamar nya.
"Ck....kamu istirahat dulu deh ,nanti aku kesini lagi. Itu aku bawain cemilan dan jus jambu biji kesukaan mu ,diminum ya. Biar kamu bisa bertenaga lagi kalau perlu apa apa, aku ada di kamar ku hhmm" ucap Lulu yang langsung tersenyum lebar sambil berjalan menuju keluar kamar
Gara hanya menatap ke arah meja ,dia bisa melihat cookies keju dan jus buah kesukaan nya. Dia hanya bisa menyela nafas nya kemudian dia menatap ke arah lainnya, dia ingin mencari keberadaan Surtini disana hingga dia melihat pintu kamar mandi terbuka.
"Sa....saya permisi dulu tuan muda " ucap Surtini yang bersiap melarikan diri dari sana ,tapi langsung di tahan oleh Gara tangan nya sehingga dia hanya bisa terkejut dan berusaha menarik tangan nya
"Surtini ....." panggil Gara dengan pelan dan Surtini semakin terkejut karena tuan muda nya mengenal dirinya .
"Kamu tidur dimana ? Gabung sama yang lainnya ?" tanya Gara, entah kenapa dia ingin sekali tidur bersama dengan pelayan ini .
"Engg....ngak tuan ,saya di kamar bik Karsih " jawab Surtini dengan pelan, dia mengernyitkan dahi nya mendengar pertanyaan Gara .
Gara mengangguk saja ,kemudian dia melepaskan tangan Surtini sehingga bisa membuat Surtini segera berlari keluar dari kamar itu. Dia ngak ingin nanti nya gara menahan nya lagi, dia begitu takut dan khawatir jika berdekatan dengan Gara .
Mengingat dirinya baru saja sampai di kota ini ,Surtini ngak mau di pulangkan kembali atau mungkin di cekal untuk datang kesini lagi karena dirinya yang mengganggu kehidupan tuan muda kaya raya seperti Gara.
Gara pun tersenyum kecil melihat Surtini yang berlari kecil dari kamar nya, dia tau kalau Surtini ketakutan pada nya yang membuat nya yakin kalau Surtini memang bukan pelayan penggoda dan dia semakin tertarik dengan Surtini
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘