NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Kejam

Obsesi Sang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Rosline gadis berusia 20 tahun yang terlahir bukan dari keluarga berada. Dia memiliki hidup yang sulit, bukan hanya menanggung beban hidupnya sendiri, tapi juga menanggung beban keluarganya. Suatu ketika Rosline mendapat tawaran kerja partime di salah satu rumah mewah untuk menjaga kakek tua, tapi tanpa diduga rumah itu ternyata rumah seorang Mafia kejam...

Rosline semakin bingung harus bertahan atau harus pergi dari sana. Sementara dia sangat butuh uang untuk keluarganya....
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Rosline?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 : Edwin Memeluk Rosline

Rosline langsung menunduk cepat sambil pura-pura fokus merapikan kantong belanja di tangannya sendiri.

Sedangkan Bara hanya berdiri diam di sampingnya dengan wajah datar seperti biasa. “Sudah selesai?” tanyanya singkat.

“Su-sudah, Tuan.”

“Kalau begitu, kita pergi sekarang.”

Daniel langsung bergerak lebih dulu membuka jalan keluar minimarket sambil tetap waspada memperhatikan sekitar. Untungnya tidak ada hal mencurigakan lagi selama mereka berjalan menuju mobil.

Namun Rosline tetap refleks mendekat sedikit ke sisi Bara tanpa sadar. Setiap melihat mobil hitam lewat, jantungnya langsung ikut tegang.

Dan anehnya… Bara tidak mengatakan apa-apa soal itu. Mobil akhirnya kembali melaju meninggalkan area minimarket.

Kali ini suasana jauh lebih sunyi. Daniel fokus menyetir cepat menuju mansion, sedangkan Bara terus memeriksa beberapa pesan di ponselnya dengan wajah dingin.

Rosline sendiri memeluk kantong mi instannya di pangkuan seperti harta berharga. Beberapa kali ia menguap pelan karena rasa takut dan tegang tadi mulai berubah jadi lelah.

Sampai tanpa sadar, kepala gadis itu perlahan miring ke samping. Dan beberapa menit kemudian, Rosline benar-benar tertidur karena kelelahan.

Daniel yang melihat lewat kaca spion langsung melirik pelan ke belakang.

Sedangkan Bara menoleh sebentar.

Kepala Rosline kini bersandar tepat di bahunya dengan napas teratur. Pria itu diam beberapa detik.

“Apa perlu saya bangunkan, Tuan?” tanya Daniel pelan.

“Tidak usah.”

Jawaban Bara terdengar cepat dan datar seperti biasa. Namun pria itu juga tidak memindahkan kepala Rosline dari bahunya.

Perjalanan kembali berlangsung cukup lama sampai akhirnya. Mobil hitam mereka memasuki gerbang besar mansion Alexander.

Dan Rosline langsung terbangun saat merasakan mobil melambat.

“Hm…?” matanya berkedip bingung beberapa kali sebelum langsung membeku.

Ia sadar kepalanya tadi bersandar di bahu Bara.

Rosline langsung duduk tegak panik. “Ma-maaf Tuan! Saya tidak sengaja ketiduran!”

Bara hanya keluar dari mobil tanpa menjawab.

Rosline makin malu sendiri. Namun begitu ia turun dari mobil. Matanya langsung membesar kaget, area mansion sekarang jauh lebih ramai dibanding sebelumnya.

Beberapa mobil hitam berjajar di halaman depan. Banyak pria yang memakai jas dan memakai alat komunikasi berjaga di berbagai sudut mansion dengan wajah serius..Sistem keamanan terlihat diperketat.

Rosline langsung menelan ludah gugup. Dan tepat saat mereka berjalan naik menuju pintu utama mansion.

“Rosline!” Suara seseorang memanggil cepat.

Rosline baru saja menoleh ketika Edwin tiba-tiba berjalan cepat menghampirinya dari dalam mansion.

Pria itu langsung memegang kedua bahu Rosline dengan wajah penuh kekhawatiran. “Kau tidak terluka?” tanyanya cepat sambil memperhatikan wajah gadis itu dari atas sampai bawah.

Rosline langsung bengong beberapa detik. “Eh… saya baik-baik saja Tuan Edwin.”

“Mobil kalian tadi dikejar Black Viper.” lanjut Edwin tegang. “Aku sudah mendapat laporannya.”

Rosline berkedip gugup melihat Edwin yang benar-benar terlihat khawatir sekarang.

“Syukurlah…” gumam Edwin pelan sambil menghela napas lega. “Aku sempat takut terjadi sesuatu padamu.”

Dan tanpa sadar, Edwin menarik Rosline masuk ke dalam pelukannya sebentar karena terlalu lega.

Rosline langsung membeku syok. Sedangkan beberapa meter di belakang mereka. Tatapan Bara berubah dingin seketika melihat pemandangan itu.

Rosline langsung kaku di tempat saat Edwin memeluknya tiba-tiba.

“Tu-Tuan Edwin…” gumamnya panik.

Edwin baru tersadar beberapa detik kemudian lalu buru-buru melepaskan Rosline. “Maaf.” ucapnya cepat sambil mengusap tengkuknya sendiri. “Aku terlalu khawatir.”

Rosline langsung mengangguk gugup. “Ti-tidak apa-apa…”

Namun suasana mendadak terasa aneh.

Karena di belakang mereka… aura Bara berubah jauh lebih dingin sekarang. Tatapan pria itu lurus mengarah ke Edwin dengan wajah tanpa ekspresi. Tapi justru itu yang membuat Daniel diam-diam menelan ludah.

Edwin akhirnya menoleh ke arah kakaknya. “Kau terluka?” tanyanya serius.

“Tidak.”

“Bagaimana dengan mobil yang mengejar kalian?”

“Menghilang begitu saja.” jawab Bara singkat.

Edwin menghembuskan napas lega pelan. Namun beberapa detik kemudian tatapannya kembali ke Rosline lagi. “Kau benar-benar tidak apa-apa?” tanyanya lebih lembut sekarang.

Rosline langsung salah tingkah. “Sa-saya baik…”

Belum selesai bicara, Bara tiba-tiba berjalan melewati mereka begitu saja.

“Masuk.” ucapnya dingin tanpa menoleh. “Di luar tidak aman.”

Rosline langsung refleks menoleh cepat ke arah Bara. Entah kenapa, nada suara pria itu terdengar sedikit lebih tajam dari biasanya.

Edwin juga terlihat menyadarinya, tapi ia hanya menghela napas, lalu ikut masuk ke dalam mansion bersama mereka. Begitu masuk, suasana mansion benar-benar berubah dibanding pagi tadi.

Beberapa pria berpakaian hitam berjaga di lorong utama. Monitor CCTV menyala di ruang keamanan. Bahkan beberapa pengawal terlihat membawa senjata api tersembunyi di balik jas mereka.

Rosline langsung makin tegang.

Kakek Alberto yang sedang duduk di ruang tengah langsung membelalak begitu melihat mereka masuk.

“Akhirnya kalian pulang juga!” gerutunya cepat. “Kalian lama sekali!”

Namun begitu melihat wajah pucat Rosline, ekspresi pria tua itu langsung berubah. “Kau kenapa?” tanyanya cepat.

Rosline baru ingin menjawab.

Namun Bara lebih dulu berkata dingin, “Black Viper mengejar kami di jalan.”

Suasana ruang tengah langsung hening.

Tatapan Kakek Alberto berubah tajam seketika. Bahkan aura pria tua itu mendadak terasa berbeda sekarang.

“Mereka mulai berani bergerak terang-terangan?” gumamnya pelan.

Edwin langsung mengangguk serius. “Kemungkinan besar mereka sudah tahu soal pelabuhan timur.”

Daniel ikut maju sedikit. “Tadi mereka bahkan mencoba memblokir jalan, Tuan.”

Rosline langsung menunduk kecil. Jujur saja, mengingat kejadian tadi saja sudah membuat lututnya lemas lagi. Namun tiba-tiba…

“Kemarilah.”

Rosline berkedip bingung saat Kakek Alberto memanggilnya.

Pria tua itu menepuk pelan tempat duduk di sampingnya. “Duduk.”

Rosline langsung menurut. Dan tanpa diduga, Kakek Alberto justru memegang tangan Rosline sambil mendengus kecil. “Maaf.” ucapnya tiba-tiba.

Rosline langsung melotot kaget. “Untuk apa, Tuan?”

“Kalau bukan karena aku meminta makanan viral itu…” gerutu Alberto pelan. “Kau tidak akan ikut terseret begini.”

Rosline langsung panik menggeleng cepat. “Ti-tidak Tuan Besar! Itu bukan salah Tuan!”

Namun pria tua itu tetap terlihat kesal pada dirinya sendiri. Sedangkan Bara yang berdiri tak jauh dari sana diam memperhatikan Rosline beberapa detik.

Tatapannya perlahan turun pada tangan gadis itu. Tangan Rosline masih sedikit gemetar sampai sekarang. Dan entah kenapa… rahang Bara kembali menegang melihatnya.

Suasana ruang tengah mansion terasa jauh lebih berat sekarang. Monitor keamanan terus menyala di sudut ruangan. Beberapa pria berpakaian hitam hilir mudik sambil berbicara lewat alat komunikasi mereka.

Sedangkan Rosline masih duduk di samping Kakek Alberto dengan wajah pucat. Jemarinya bahkan belum berhenti gemetar sejak tadi.

Tatapan Bara masih tertuju padanya beberapa detik sebelum akhirnya pria itu berkata dingin pada Daniel.

“Perketat penjagaan lantai dua.”

“Baik, Tuan.”

“Tidak ada orang asing masuk tanpa izin dariku atau Edwin.”

Daniel langsung mengangguk hormat lalu pergi cepat.

Edwin yang berdiri dekat meja ruang tengah kini membuka tablet miliknya sambil melihat beberapa laporan keamanan. “Aku sudah meminta timku memeriksa seluruh jalur menuju mansion.” ucapnya serius. “Untuk sementara area sekitar masih aman.”

Bara mendengus kecil. “Mereka tidak akan berhenti sampai dapat yang mereka mau.”

Kakek Alberto langsung mengangkat wajah. “Pelabuhan timur?”

“Hmm.”

Rosline hanya diam mendengarkan mereka bicara. Namun semakin lama, kepalanya justru makin pusing. Semua pembicaraan mereka terasa seperti film mafia sungguhan.

Dan sekarang mansion ini bahkan dijaga ketat seperti benteng perang. Rosline tanpa sadar menunduk pelan sambil menggenggam ujung bajunya sendiri.

Sampai tiba-tiba…

“Kau pucat sekali.”

Rosline tersentak kecil saat mendengar suara Bara tepat di depannya.

Entah sejak kapan pria itu sudah berjalan mendekat.

Rosline langsung gugup. “Sa-saya baik-baik saja…”

Bara justru mengernyit tipis melihat wajah gadis itu. “Kau gemetar.”

Rosline langsung refleks menyembunyikan tangannya cepat. “Ti-tidak…”

Namun sebelum ia selesai bicara, Bara tiba-tiba menyentuh dahinya sebentar.

Rosline langsung membeku.

“Dingin.” gumam Bara rendah.

Edwin yang melihat itu langsung ikut mendekat. “Apa dia sakit?”

“Kemungkinan syok.” jawab Bara singkat.

1
Indri
Sukaaaa🤣
It's me Sky: wkwkwkkw/Proud/
total 1 replies
Keenan41
semangat thor
It's me Sky: Pasti dong, mksh dukungannya✌🏻/Hey/
total 1 replies
Hennyy exo
semangat rosaline🤭🤭
It's me Sky: Hihihihi, mksh/Smile/
total 1 replies
Hennyy exo
wow sampai sini alurnya bagus thor
It's me Sky: terimakasih bnykk/Smile/
total 1 replies
Amoera
semakin menegangkan thoor, lanjutkan dong😍
It's me Sky: hrs dong/Chuckle/
total 1 replies
Amoera
ceritanya sangat menarik, lanjutkan ceritanya thoor... semangat ratusan bab
It's me Sky: psti dong, mksh/Doge//Rose/
total 1 replies
Amoera
woww... ada cerita baru nih, wajib baca sih kayanya... semangat thoor😍
It's me Sky: iya dong, sni¹ mmpir/Hey/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!