NovelToon NovelToon
Sins Of The Playboy

Sins Of The Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

King Stone (27 tahun) bisa dengan mudah melupakan ratusan wanita yang pernah singgah di hidupnya selama menjadi playboy.

Namun, gadis di hadapannya ini adalah pengecualian mutlak.

Olivier Martinez merupakan cinta pertama sekaligus mantan kekasih King selama tiga tahun di masa high school—gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja demi ego remaja agar tidak terikat oleh seorang wanita di masa depan.

Kini, roda kehidupan berputar. Di dalam rumah sakit mewah miliknya sendiri, King sama sekali tidak memiliki kuasa atas Olivier.

Di hadapan sang mantan kekasih yang menatapnya penuh kebencian dan kini bersenjatakan sumpah medis sebagai dokter residen, King harus menghadapi kenyataan pahit. Ia sadar bahwa luka penyesalan di hatinya jauh lebih sulit disembuhkan daripada luka sayatan parah di perutnya.

Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari karma masa lalu yang siap menghancurkan keangkuhannya.

~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

Raungan mesin SUV hitam milik King Stone memecah ketenangan kawasan luar St. Jude Academy.

Kendaraan antipeluru itu berhenti dengan hentakan kasar tepat di depan lobi utama gedung sains, mengabaikan segala protokol keamanan ketat sekolah elite tersebut.

Beberapa petugas keamanan berseragam yang berniat mendekat langsung mundur teratur begitu melihat plat nomor khusus klan Stone dan lambang serigala perak yang terukir samar di bagian spatbor mobil.

Pintu kemudi terbuka. King Stone melangkah keluar dengan wujud yang sanggup membuat siapa pun menahan napas.

Kemeja hitamnya yang tidak terkancing sempurna memperlihatkan lilitan perban di perut kanannya yang kini telah basah kuyup oleh noda darah segar yang meluas.

Wajah tampannya pucat akibat kehilangan darah, namun sepasang mata elangnya menyala oleh kilat kegilaan, kerinduan, dan rasa posesif yang telah mencapai tingkat absolut.

"King! Tekan perutmu, bodoh!" Kendrick berseru sembari melangkah turun dari pintu penumpang, namun sang kakak sulung mengabaikannya sepenuhnya.

King melangkah lebar membelah selasar gedung, diikuti oleh Kendrick yang berjalan dengan tangan terbenam di saku celana, menampilkan senyuman miring yang penuh antisipasi.

Di ujung koridor dekat aula sains, sosok Kaelix Stone sudah berdiri tegak seperti patung es di samping putranya, Xavier.

Di hadapan mereka, Nora Amelie Martinez baru saja turun dari panggung setelah menyelesaikan presentasi proyeknya.

Tanpa peringatan, tanpa basa-basi formalitas, dan tanpa memedulikan puluhan pasang mata guru serta wali murid yang berada di aula, King Stone memotong jarak dalam beberapa langkah besar.

Pria bertubuh monster itu langsung menjatuhkan tubuhnya berlutut di atas lantai marmer, lalu merengkuh tubuh kecil Nora ke dalam dekapan sepasang lengan kekarnya.

Grep.

King memeluk gadis kecil berusia sepuluh tahun itu dengan sangat erat, menyembunyikan wajah pucatnya di ceruk leher Nora.

Seluruh tubuh tegap sang penguasa Chicago bergetar hebat. Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, detak jantung King yang biasanya sedingin es kini berdegup gila, menghantarkan kehangatan murni yang selama ini hilang dari hidupnya.

Nora Amelie Martinez seketika membeku. Papan klip digital di tangan kecilnya nyaris terlepas. Bocah jenius itu mengerutkan keningnya, matanya yang bulat—yang merupakan replika sempurna dari mata pria yang sedang memeluknya—berkedip penuh kebingungan.

Tubuhnya menegang karena dipeluk oleh seorang pria asing yang asing, beraroma kayu cedar, keringat, dan... bau anyir darah yang samar.

"P-paman... Anda siapa? Lepaskan aku," ucap Nora, suaranya terdengar bingung namun tetap mempertahankan ketegasan alami yang ia warisi dari ibunya. Ia mencoba mendorong dada bidang King, namun pelukan itu tak ubahnya seperti kurungan besi yang tak tergoyahkan, meski pelukan itu terasa sangat berhati-hati agar tidak menyakiti tubuh kecilnya.

King tidak menjawab. Ia hanya mempererat dekapannya, menghirup aroma tubuh putrinya sembari memejamkan mata erat-erat, air mata penyesalan perlahan luruh melewati rahang tegasnya yang ditumbuhi jambang tipis. Anakku... Dia benar-benar darah dagingku, batin King menjerit emosional.

Melihat adegan dramatis di depan mereka, Xavier Stone yang berdiri di dekat Kaelix berkedip berurutan.

Bocah berusia tujuh tahun dengan mata heterochromia indah—biru di kanan dan cokelat di kiri—itu menatap Nora, lalu beralih menatap ayahnya dan sang paman, Kendrick.

Xavier kemudian menunjuk wajah Nora dengan polos. "Lihat, Daddy... Kakak Nora benar-benar mirip dengan adik Kyara, Apa kubilang," celetuk Xavier kecil dengan suara nyaring yang memecah keheningan koridor.

Di klan Stone, dari tiga bersaudara kembar fraternal tersebut, hanya King yang selama ini menyandang status melajang dan steril dari wanita.

Kendrick telah menikah dengan istri tercintanya dan dikaruniai seorang putri bernama Kyara—Dan sementara Kaelix memiliki putra yang memiliki mata indah seperti Mata sang mommy, Xavier.

Ucapan polos Xavier menegaskan bahwa genetika murni klan Stone yang ada pada diri mendiang Kyara, putri Kendrick, tercermin sempurna pada wajah Nora.

Kendrick Stone yang mendengar ucapan keponakannya seketika melepaskan tawa renyah yang sarat akan kegilaan.

Pria itu melangkah maju, berdiri di samping Kaelix, lalu melayangkan pandangan penuh ejekan yang teramat puas ke arah kakak sulungnya yang masih berlutut memeluk Nora.

Prok. Prok. Prok.

Kendrick bertepuk tangan dengan lambat, matanya berkilat jenaka. "

Gila kau, Kak...

"Wah, luar biasa! Katamu selama ini kau menjaga ranjang pribadimu? Katamu kau tetap steril dan menghormati sumpahmu di depan Mommy? Ternyata kau sudah tidak perjaka sejak masih di bangku high school!"

Kendrick terkekeh menggila, menggelengkan kepalanya melihat kemunafikan sang kakak yang terbongkar telak pagi ini.

"Kau membohongi kami semua selama sepuluh tahun ini, Kak! Kau bertingkah di depan klan dan Mommy seakan-akan kau adalah pria paling suci dan perjaka di dunia ini saat aku dan Kaelix sudah menikah dan memiliki anak. Ternyata... kau sudah menyicil keturunan sejak lama sekali di apartemen pribadi mu bertahun-tahun lalu!"

Mendengar sindiran tajam nan memalukan dari adiknya di depan sang putri, King Stone mendadak menegang. Ia perlahan melonggarkan pelukannya pada Nora, namun kedua tangan kekarnya tetap mencengkeram lembut kedua bahu kecil gadis itu, menolak membiarkannya menjauh.

King menoleh tajam ke arah Kendrick, wajah pucatnya mendadak dihiasi rona kemerahan akibat malu yang bercampur jengkel.

"Diam kau, Kendrick! Awas saja kalau kau berani mengatakan hal ini pada Mommy!" ancam King dengan nada ketat, namun suaranya terdengar gugup dan defensif, persis seperti seorang anak kecil yang tertangkap basah mencuri permen oleh saudaranya sendiri.

Kaelix Stone yang sejak tadi berdiri diam seperti gunung es akhirnya membuka suara. Pangeran ketiga yang anti-sentuhan itu melipat kedua tangannya di depan dada, menatap King dengan pandangan menghina yang teramat dingin.

"Kau ingin kami semua ikut berbohong demi menutupi kelakuanmu, begitu, Kak?" tanya Kaelix, suaranya datar tanpa riak emosi namun menusuk tajam.

"Umur anak perempuan di depanmu ini adalah bukti nyata yang tidak bisa dibantah oleh hukum mana pun. Umurnya menunjukkan bagaimana gairah liarmu ternyata sudah meledak-ledak sejak masih duduk di bangku high school dengan gadis dokter itu."

Kendrick kembali menimpali dengan tawa sarkastisnya, mencondongkan tubuhnya ke arah King yang masih berlutut. "Benar kata Kaelix! Dan bagian paling berengseknya adalah... kau bahkan meninggalkannya sepuluh tahun lalu agar kau bisa memiliki masa puas remajamu sebelum waktu perjodohan klan tiba, kan? Wah, wah, King... bersiap-siaplah. Kali ini kau benar-benar akan digantung hidup-hidup oleh Mommy di tiang utama kastel jika beliau tahu kau menyembunyikan cucu pertamanya yang secerdas ini!"

"Kubilang diam, Kendrick!" gertak King, giginya gemertak menahan kesal karena rahasia masa mudanya dikuliti habis-habisan oleh adik-adik kembarnya di depan anak kandungnya sendiri.

Sementara tiga bersaudara Stone itu sibuk berdebat dengan gaya khas mereka yang sedikit gila, Nora Amelie Martinez memanfaatkan momen tersebut untuk menarik tubuhnya mundur, lepas dari cengkeraman King.

Ia berdiri di samping Xavier, menatap ketiga pria dewasa setinggi monster di hadapannya dengan tatapan menyelidik yang sangat cerdas.

Di dalam kepala kecilnya, Nora mulai menghubungkan titik-titik misteri tentang siapa sebenarnya pria-pria aneh yang mendadak mengklaim dirinya sebagai bagian dari masa lalu sang ibu.

1
Yunie
seru nih
ida wati
wkwkwkwk drama persepupuan....jodoh nih kayaknya 🤣
Ros 🌷🦋: Wkwkwk masih rahasia ya kak 🤭🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
wkwkwkwk jngan kebanyakan gaya lu King, lu tuh budak nya El 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkwk🤣
total 1 replies
ida wati
yakin lu King??

mudah2an si Nora tiap malem minta tidur sm emak bapaknya 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Ya Tuhan ngakak aku kak🤣🤣🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
tendang aja oliv si king🤣
Ros 🌷🦋: ngakak 🤣
total 1 replies
ida wati
pake belm aja El biar gak malu wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 3 replies
ida wati
huaaaa othor motong bawanggg 😭😭😭
Ros 🌷🦋: huhuhu 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nora xander masih ada ikatan darah thor,, emg boleh berjodoh,,!!?? 🤔
Ros 🌷🦋: Mereka sepupuan kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
apa Nora jodohnya Xander?
Ros 🌷🦋: kalo direstuin reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
sekarang giliran Ken yg muntah liat tingkah king🤣🤣
Ros 🌷🦋: hahaa biar kebagian muntah triplek K🤣🤣
total 1 replies
Moes Rifah
Thor episodenya 41 kok cuma 29
Ros 🌷🦋: ada 41 episode kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
wakakakaaka aku bahagiaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Hehehe 🤭
total 1 replies
ida wati
siram pake air keras aja biar kaku sekalian wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Ngakak 🤭🤣
total 1 replies
ida wati
grandmam suntik obat tidur aja kalo perlu suntik mati 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak🫶
total 5 replies
ida wati
ahhh Noraaa kau membuatku mewekkk 😩😩😩😩😩😭
Ros 🌷🦋: bayangkan sepuluh tahun kak baru ketemu ayahnya 🤭
total 1 replies
ida wati
thorrr sembako dibawa bawa 😩😩😩😩
Ros 🌷🦋: hihihi Author juga emak2 kak 🤭🤣
total 3 replies
Agus Hidayat
😍😍😍😍😍😍
Ros 🌷🦋: Ma'aciww kak reader, Komentar adalah semangat Author 🤭🤣
total 1 replies
Moes Rifah
ayo Thor lanjut, saya suka ceritax
Ros 🌷🦋: siap kak🫶
total 1 replies
Moes Rifah
lanjut Thor smpe dr martinez hamil anak kedua
Ros 🌷🦋: Hehe siap ya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!