NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:38k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan

Malam harinya, Nova tampak duduk dengan wajah serius menghadap laptop di depannya. Seluruh perhatiannya tertuju pada layar yang menampilkan deretan angka-angka dan tulisan yang harus diselesaikannya. Karena besok pagi berkas laporan itu sudah harus ada di meja Alma sebelum jam kerja dimulai.

Dia mulai menghitung dan mencoba menganalisis data, berusaha mengerjakannya sesuai apa yang diinginkan Alma. Nova benar-benar tidak ingin karirnya hancur hanya gara-gara ulah wanita itu --wanita yang disebut istri, rasanya tak lagi pantas karena saat ini mereka sudah seperti musuh. Jikalau disebut mantan pun belum ada kepastian. Nova belum menjatuhkan talak pada Alma, padahal keduanya, sudah lama pisah ranjang, bahkan pisah tempat tinggal pula.

Jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat sedikit, tetapi Nova belum juga beranjak dari tempat duduknya. Dia masih terpaku di sana, hingga suara langkah kaki terdengar mendekat. Marsha terbangun dan keluar dari kamar, ia melihat suaminya yang masih saja fokus menatap layar dan mengetikkan sesuatu.

"Ya ampun, Mas. Belum selesai juga?" tanya wanita itu sambil menguap lebar, lalu berjalan mendekat.

"Sedikit lagi," jawab Nova singkat. Tangannya terus menari di atas keyboard, sedangkan matanya tetap menatap layar tanpa mau menoleh ke arah istrinya.

Marsha menggelengkan kepalanya, lalu menyandarkan dagunya di atas bahu suaminya, sambil menatap layar yang tampak penuh angka dan tulisan itu.

"Sudahlah, Mas. Ngapain sih, detail amat ngerjainnya?" ucapnya ketus. "Toh, dia nggak bakalan teliti banget memeriksanya. Lagian palingan juga dia yang bakal dapet pujian dan terlihat hebat di depan bos, bukan Mas! Jadi, jangan mau dijadikan kacung, buang-buang tenaga, tahu nggak!"

Nova berhenti mengetik sejenak, napasnya terhela kasar. "Tapi kalau nggak aku kerjakan dengan benar, dia pasti akan terus mencari kesalahanku. Dan itu sangat berbahaya buat karir aku, Sya. Kamu paham nggak, sih? Memangnya kamu mau aku dipecat gara-gara dianggap nggak kompeten dan nggak profesional," jawabnya pelan, nada suaranya penuh kekesalan.

Marsha mendengus keras, wajahnya berubah sinis dan penuh rasa tidak terima.

"Mas, itu kenapa, sih, kayaknya takut banget sama dia? Memangnya kalau Mas tunduk dan patuh, dia bakalan mau balik lagi sama, Mas?" tanyanya dengan sewot.

"Yang ada dia justru menganggap Mas kalah dan dia akan menginjak-injak Mas seenaknya!"

Nova bergeming, rahangnya tampak mengeras. Kata-kata Marsha langsung mengusik ke hati. Dia seakan tersadar bahwa apa yang dikatakan oleh istrinya itu, kemungkinan besar memang benar adanya.

"Terus menurutmu, aku harus gimana lagi?" tanya pria itu pada akhirnya.

Dia menoleh ke arah Marsha dan menatapnya dengan penuh tanya, sedikit mulai terpengaruh kata-kata istrinya.

Marsha tersenyum miring, matanya berkilat lagi. Dia mendekatkan wajahnya, dan membisikkan sesuatu tepat di dekat telinga suaminya.

Nova terdiam lama, menimbang-nimbang bisikan Marsha. Rasa benci dan marah karena merasa dikerjai oleh Alma mengalahkan rasa takut yang sebelumnya sempat bercokol di benaknya. Bayangan sikap dingin dan dominan Alma seakan lenyap dari pikirannya.

"Kamu yakin cara ini aman dan nggak bakal ada jejak yang tertinggal?" tanyanya pelan, seperti ada keraguan meski cenderung setuju usulan istrinya.

Marsha tersenyum licik sambil menepuk bahu suaminya pelan. "Tenang saja, semuanya kita atur rapi tanpa ada bukti yang bisa menyudutkan Mas."

Mata Nova menajam, napasnya keluar berat seakan penuh dengan tekad. Perlahan dia kembali menghadap layar komputer, jari-jarinya mulai menyentuh papan ketik. Niatnya sudah berubah, bukan lagi ingin mengerjakan laporan dengan benar dan rapi, melainkan menyusun jebakan yang akan menjeratkan Alma.

Namun, mereka tak menyadari, bahwa semua apa yang mereka katakan serta rencana licik yang baru saja disepakati itu, sangat jelas terekam dan langsung terhubung ke ponsel milik Danish.

...

Keesokan harinya, suasana di kantor cabang kedua Al Gha Corp tampak sibuk seperti biasa. Alma sudah datang tiga puluh menit yang lalu, dan kini wanita itu tengah serius di meja kerjanya memeriksa berkas laporan dari semua divisi.

Sesuai perintah sebelumnya, Nova langsung menuju ruangan Alma. Dia melangkah masuk setelah mengetuk pintu dengan sikap tenang. Padahal di dalam hatinya penuh rencana licik yang sudah dia siapkan semalam, dengan membawa berkas yang sebenarnya sudah diubahnya sedemikian rupa untuk menjebak Alma.

Kemudian meletakkan berkas laporan itu di atas meja kerja wanita itu dengan gerakan sopan.

"Laporan sudah selesai saya kerjakan. Semoga sesuai yang kamu harapkan," ucapnya datar, seraya menundukkan kepalanya sedikit.

"Pak Nova, tolong bersikap profesional saat berada di kantor, karena saya adalah atasan Anda," ucap Alma tegas, membuat Nova tersentak kecil dan sedikit gugup. "Ba-baik."

Alma menatap Nova sekilas, lalu perlahan mengambil berkas tersebut. Jemarinya membuka halaman demi halaman, matanya meneliti setiap tulisan dan angka yang tertera di sana. Wajah Alma terkesan biasa saja, tak menunjukkan reaksi apapun, tetapi dalam hati ia sudah tahu persis apa yang pria itu dan istrinya lakukan. Ia sudah mendengar semuanya lewat rekaman yang dikirim Danish kemarin malam.

Nova menunggu di depan meja, berpura-pura terlihat cemas dan takut. Padahal batinnya tersenyum puas. Dia yakin sekali Alma tak akan menemukan kesalahan yang disembunyikannya, atau kalau pun ketahuan, dirinya sudah bersiap akan menyalahkan wanita itu.

Sesaat kemudian, Alma menutup berkas itu kembali dengan tenang. Ia menatap Nova lekat-lekat, tatapannya dingin dan tajam, persis seperti orang yang sedang marah, tetapi ia berusaha meredam amarahnya tersebut.

"Baik," ucap Alma singkat. "Saya akan memeriksa lebih dalam lagi berkas ini. Kalau nanti ada masalah atau kesalahan yang saya temukan, saya akan memanggil Anda kembali. Dan Ingat, untuk bertanggungjawab atas apa yang semua telah Anda lakukan!" lanjutnya sarat ancaman.

Hati Nova berdebar kencang, tetapi dia tetap memaksakan diri bersikap biasa saja. "Siap, Bu. Saya yang akan bertanggung jawab penuh."

"Bagus. Sekarang silakan kembali ke meja kerja, Anda!" perintah Alma disertai gerakan tangannya memerintahkan Nova meninggalkan ruangannya..

Nova pun keluar dari ruangan itu dengan langkah yang terasa ringan. Dia merasa rencananya berjalan mulus. Padahal yang dia tak tahu sekarang Alma hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk membongkar kebusukannya di depan semua orang.

"Tunggulah, aku pun akan menyiapkan jebakan yang sangat manis untukmu!" ucapnya sambil tersenyum menyeringai.

1
Rahmawati
kalian itu cocok, bisa bisanya alma kepincut sama nova
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
haiizzzz jgn hilangin huruf D nya dnk Al
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣 biar lebih manis
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ya kamu itu loh nish.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak paham🤣
total 1 replies
Esther
Danish penakut ternyata😂😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apalagi daniel🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
tak melihat tak melihat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: udah direpisi🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
padahal clue nya sudah jelas, hantu kepala hitam/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Tak sampai seminggu selesai Nak Danish.Mungjkin 2 hari selesai langsung diberi cuti.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
panik kan danis🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: oooh, sudah tentu🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
tenang Mas Danish itu Alma nya yang mau papi gak maksa ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: maksa sih, dikit🤣
total 1 replies
Rahmawati
ternyata nova masih punya orang tua,, pas lagi terpuruk aja baru inget, kemaren waktu seneng lupa
Siti Muntamah
bang Nova baru sadar kalau punya orang tua
sunaryati jarum
Penyesalan kamu tidak merubah apapun,namun itu lebih baik dari pada tidak sadar akan semua kesalahanmu seperti Marsha
sunaryati jarum
Nova demi memenuhi ambisi Marsha sampai berbuat dzalim pada Alma,korupsi day melupakan kedua orang tuanya maka memang penjara tempaty
Patrick Khan
nangisin nova yg tlp emak nya😭😭😭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
azab juga buat kamu lupa sama orang tua ....
Aditya hp/ bunda Lia: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭 kenapa bisa sedih gini cerita nya 🤧🤧🤧🤧
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, mlh nova yg berhasil menyentuh hatimu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
nova ae sampek lali wong tuwo e 🤣🤣parah km
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huum, parah banget
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ana itu orangnya siapa tuh yang detektif itu lupaaaa ... nasib orang dah tuwir ya gini penyakit lupa 🤦
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Nar Sih
mungkin ini juga termasuk karma mu nova ,yg sdh.melupakan org tua mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo to
total 1 replies
Patrick Khan
terrnyata ana🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!