NovelToon NovelToon
I LOVE YOU DOSEN KILLER

I LOVE YOU DOSEN KILLER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: aenyn unyu

Nadia sik cantik dan manja sama sekali tidak pernah terfikir untuknya menikah muda, sayangnya, sebuah insiden yang tidak diinginkan membuatnya harus mengambil keputusan dan harus menikah.

Bukan hanya sekedar menikah dengan laki-laki yang tidak dicintainya, tapi bonusnya, Nadia menikah dengan dosen yang mendapat predikat sebagai dosen hot sekaligus kiler bernama Bratayudha Wirasena.

Akankah pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta itu akan bertahan dan akan menumbuhkan benih-benih cinta diantara keduanya.

Yang penasaran, baca saja kisah mereka ya, dijamin seru dan menghibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aenyn unyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POSTINGAN IBU NIA

Hari itu adalah hari minggu, Nadia gak punya kegiatan, jadinya dia menghabiskan waktunya dirumah orang tuanya.

Nadia bosen dirumah, ingin jalan-jalan hanya sekedar cari angin doank atau nongkrong atau enggak me time dengan belanja dan memanjakan diri disalon, semenjak menikah dia sudah tidak pernah lagi melakukan hal-hal semacam itu lagi, oleh karna itu dia mengajak Dewi, dan Dewi yang masih sendiri sieh oke aja, dan kini tinggal Nadianya yang harus minta izin.

Tanggapan mama dan papanya saat Nadia minta izin adalah.

"Dirumah aja Nad, ngapain keluar segala, ntar capek gimana." jelas itu bentuk larangan yang diperhalus yang dilontarkan oleh mama Alin, gimana tidak, belajar masak saja harus nunggu Nadia lahiran dulu baru mau diajarin sama dia.

Nadia duduk disofa dengan wajah cembrut, mengambil bantal dan meletakkannya dipangkuannya.

"Orang-orang pada kenapa sieh pada lebay banget, ini gak boleh, itu gak boleh, aku hanya hamil bukannya sekarat, lagian diluar sana banyak ibu hamil yang kerja berat dan kandungannya baik-baik saja." protes Nadia.

Papa Alfian menimpali, "Mama kamu bener sayang, sebaiknya kamu dirumah sajalah, lagian emangnya Yudha ngizinin kamu keluar apa."

Nadia lupa dengan Yudha sebagai suaminya, lagian fikir Nadia, toh Yudha tidak akan tahu kalau dia pergi karna lakinya itukan jauh darinya, fikirnya ngapain minta izin segala.

"Udah kok, Nad udah minta izin, dan pak Yudha ngizinin." bohongnya.

Mama Alin dan papa Alfian saling lirik satu sama lain, lewat bahasa mata saling bertanya apakah Nadia bohong atau tidak.

"Serius Nad udah minta izin, dan pak Yudha ngizinin aku, kalau gak percaya, tanya saja sama dia." saat mengatakan hal tersebut, Nadia was-was juga, takut kalau orang tuanya melakukan apa yang dikatakan yaitu menghubungi Yudha untuk mengkonfirmasi apa yang dia katakan barusan.

"Serius Yudha ngizinin kamu pergi."

"Seriuslah pa, masak sieh Nad bohong, lagiankan Nad perginya sama Dewi, Dewi pasti akan jagain Nad kok."

"Gimana nieh pa."

"Ya udah, karna Yudha juga udah ngizinin apa boleh buat ma, tapi jangan lama-lama, kalau ada yang mau dibeli langsung dibeli aja, jangan muterin mall sampai lima kali baru beli."

"Iya pa." balas Nadia happy.

"Dianter sopirnya papa ya Nad."

"Gak usah, Dewi yang akan jemput." ucap Nadia sambil berlalu ke kamarnya untuk siap-siap.

*******

Nadia dan Dewi jalan-jalan ke mall, mereka shoping dan belanja beberapa hal, termasuk membeli skincare dan juga belanja baju, untuk skincare, Nadia gak bisa sembarangan membeli mengingat dia tengah hamil, dia harus memilih skincare yang sesuai untuk ibu hamil sepertinya.

"Wik, lucu banget yah nieh baju." Nadia menempalkan baju yang dimaksud ditubuhnya sembari memperlihatkannya kepada sahabatnya tersebut.

"Iya Nad lucu, lo pasti makin cantik kalau lo pakai tuh baju."

"Hmmm, tapi guekan lagi hamil Wik, bentar lagi juga perut gue gede, gak bakalan muat lagi ntar." jawab Nadia dengan nada lesu dan kembali meletakkan pakaian tersebut dirak gantungan baju dengan matanya tidak lepas memandangnya.

"Kan bisa dipakai setelah melahirkakan Nad."

"Lo kayak gak tahu aja bentukan wanita kalau udah melahirkan, pasti tubuh gue bakalan melar dan gak bakalan cantik lagi."

"Lo pasti bakalan tetap cantik Nad, lagiankan lo melahirkan seorang anak, itu hal yang sangat membanggakan bagi seorang wanita." Dewi berusaha membesarkan hati Nadia melihat wajah murung Nadia yang membayangkan bentuk tubuhnya kalau nanti perutnya sudah membesar.

"Apa pak Yudha bakalan ninggalin gue gak ya kalau entar gue jadi jelek dan gendut."

"Lo udah mulai jatuh cinta ya sama suami lo itu."

Sadar kalau dia keceplosan menyuarakan isi hatinya Nadia buru-buru meralat, "Ehhh itu..ya gaklah, gue gak cinta kali sama dia."

"Terus maksud omongan lo barusan apaan, tinggi banget ya ngengsi lo, udah ngalah-ngalahin tingginya menara eiffel."

"Ya guenya sieh gak cinta Wik, gue melihat realita yang ada, banyakkan cowok suka gitu, ninggalin pasangannya saat pasangannya itu udah jelek dan gendut."

"Gak semualah, itu mahh emang lakinya aja yang buaya."

"Kalau menurut lo, pak Yudha tipe laki-laki kayak gitu gak."

"Kayaknya sieh gak ya Nad."

"Kenapa lo bisa berfikir begitu."

"Habisnya dia itu cuek banget sama cewek-cewek ganjen dikelas yang suka nyari perhatian sama dia." Dewi menyampaikan pendapatnya tentang Yudha, "Jadi ya Nadia, lo seharusnya mulai sekarang lebih perhatian dah tuh sama laki lo sebelum pak Yudha mulai jenuh dengan tingkah lo yang masa bodo itu, pak Yudha berpaling dari lo baru deh tahu rasa, secara gitu laki lo banyak yang mau."

Nadia diam tidak menimpali, dia meresapi apa yang dikatakan oleh Dewi.

******

Setelah membeli semua yang mereka inginkan, mereka memutuskan untuk mengisi perut disebuah tempat makan dimall tersebut.

Sembari makan, kedua wanita itu memainkan ponselnya, sampai mata Dewi melebar saat dia membuka sosial media.

"Nad, lo udah lihat postingannya ibu Nia gak."

"Ibu Nia dosen kita itu."

"Iya."

"Ya gak mungkinlah postingannnya muncul, kan gue gak ngefolow dia, emang dia mosting apa sieh." kepo Nadia, perasaannya mulai tidak enak, dia yakin postingan ibu Nia ada kaitannya dengan Yudha.

Dewi diam tidak langsung menjawab pertanyaan Nadia, "Mmmm, itu....."

"Mana hp lo gue lihat."

Dengan ragu Dewi menyerahkan ponselnya kepada Nadia.

Sama seperti Dewi, mata Nadia juga melebar saat melihat postingan ibu Dewi, sebuah foto ibu Nia dan Yudha tengah makan siang, foto itu sieh biasa aja, tidak ada sender-senderan atau pegang tangan, seperti makan siang dengan rekan kerja biasa, tapi caption dibawah foto itulah yang membuat Nadia emosi.

Hari ini makan bareng sebagai rekan kerja, siapa tahu besoknya bisa jadi teman hidup, jodoh tidak ada yang tahukan.

Seketika itu, rasa lapar Nadia menghilang begitu saja, hatinya terasa panas, atau mungkin lebih tepatnya terbakar cemburu, namun disangkal oleh Nadia.

"Nad, mereka hanya makan siang biasa, gue yakin pak Yudha gak tahu tentang postingan ibu Nia ini, gue yakin kalau dia tahu, dia pasti meminta ibu Nia untuk menghapusnya."

"Kita pulang sekarang Wik." ucap Nadia tanpa bisa ditahan dengan suara ketus tanpa mengindahkan ucapan Dewi yang berusaha untuk menenangkannya.

"Oke." jawab Dewi menyetujui, dia menghabiskan es tehnya dan bangkit, "Yuk gue antar."

Meskipun Nadia sering menyangkal tentang perasaannya terhadap Yudha, tapi Dewi yakin kalau sahabatnya itu sudah mulai cinta sama Yudha, apalagi melihat ekpresi Nadia yang tidak bisa disembuyikan, kentara sekali kalau dia tengah cemburu.

*******

1
Reni Anjarwani
lama upnya
Reni Anjarwani
lama bgt upnya
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lama bgt upnya
Anonim
Bagus
Anonim
😍
Anonim
Up nya thor bikin penasaran
Anonim
😍
Anonim
Suka
Anonim
😍
Anonim
Kok nggak up riap hari thor
Anonim
Up date nya thor
Anonim
Up date thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!