NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Kepergian Sang Pelindung

Fajar belum sepenuhnya menyingsing ketika Edward berdiri sendirian di tepi desa.

Kabut pagi masih menggantung rendah di antara pepohonan, menutupi sebagian jalan setapak yang mengarah ke hutan. Udara terasa dingin, namun tidak cukup untuk mengusir ketegangan yang perlahan memenuhi pikirannya.

Tatapan Edward mengarah ke arah rumah Alana lampu di dalamnya masih redup.

Gadis itu mungkin masih tertidur, tidak menyadari bahwa sesuatu akan berubah hari ini.

Edward menghela napas pelan.

Keputusan ini bukan sesuatu yang ia inginkan Namun ini adalah sesuatu yang harus ia lakukan langkah kaki halus terdengar dari belakangnya.

Tanpa menoleh, Edward sudah tahu siapa yang datang.

Henry.

Ia berdiri beberapa langkah di belakang rajanya, lalu berlutut dengan hormat.

“Yang Mulia.”

Edward tetap memandang ke depan.

“Kondisi wilayah?”

Henry menjawab dengan suara serius.

“Masih stabil… namun tidak sepenuhnya aman.”

Ia melanjutkan, “Beberapa patroli kami di perbatasan menemukan jejak pergerakan bangsa serigala.”

Tatapan Edward sedikit mengeras.

“Seberapa sering?”

“Lebih sering dari sebelumnya.”

Henry mengangkat kepalanya sedikit.

“Sepertinya mereka mulai menguji pertahanan kita.”

Edward terdiam.

Itu sudah cukup untuk memastikan satu hal.

Raja Serigala tidak akan berhenti dan jika ia tidak segera bertindak maka ancaman itu akan semakin besar.

“Aku harus kembali,” ucap Edward akhirnya.

Henry tidak terlihat terkejut Ia sudah menduga keputusan itu.

“Untuk sementara waktu?” tanyanya.

Edward mengangguk.

“Ya.”

Ia menambahkan dengan suara rendah,

“Aku tidak bisa membiarkan wilayah vampir melemah saat ini.”

Henry memahami sepenuhnya Sebagai raja, Edward tidak hanya bertanggung jawab pada satu orang Ia memiliki seluruh bangsa vampir yang harus ia lindungi.

Namun itu juga berarti ia harus meninggalkan Alana untuk sementara.

Beberapa saat kemudian, Edward berdiri di depan rumah kakek Alana pintu terbuka sebelum ia sempat mengetuk Kakek Alana sudah berdiri di sana seolah ia memang sudah menunggu.

“Kau akan pergi,” katanya langsung.

Edward tidak menyangkal.

“Ya.”

Paman dan bibi yang berada di dalam rumah ikut keluar wajah mereka langsung berubah serius ketika mendengar itu.

“Sekarang?” tanya bibi.

Edward mengangguk pelan.

“Hanya sementara.”

Paman menyilangkan tangannya.

“Berapa lama?”

“Tidak lama,” jawab Edward.

Namun ia tidak menyebutkan waktu pasti Karena ia sendiri tidak tahu Ia hanya tahu bahwa ia harus pergi dan kembali secepat mungkin.

Kakek Alana memandangnya dalam.

“Alana belum siap.”

Edward menatap balik.

“Aku tahu.”

Itulah sebabnya ia tidak ingin pergi Namun keadaan memaksanya.

“Karena itu aku datang ke sini,” lanjutnya.

“Aku ingin menitipkannya pada kalian.”

Paman menghela napas panjang.

“Kau tidak perlu meminta.”

“Dia keluarga kami.”

Bibi mengangguk.

“Kami akan menjaganya.”

Namun Edward belum selesai.

“Ada beberapa hal yang harus kalian lakukan.”

Nada suaranya berubah lebih tegas Paman dan kakek langsung memperhatikannya dengan serius.

“Pertama…”

“Jangan biarkan Alana keluar dari desa.”

Kakek mengangguk.

“Itu sudah jelas.”

Edward melanjutkan,

“Segel yang ku buat hanya melindungi wilayah desa.”

“Jika dia keluar…”

tatapannya menjadi lebih tajam.

“aku tidak bisa menjamin keselamatannya.”

Bibi menelan ludah pelan.

Ia masih mengingat apa yang terjadi di hutan Ia tidak ingin itu terulang.

Edward melanjutkan,

“Kedua…”

“Pastikan dia selalu memakai kalung itu.”

Kakek langsung mengerti.

“Itu penghubung antara kalian.”

Edward mengangguk.

“Selama kalung itu ada padanya…”

“aku bisa merasakan keberadaannya.”

Ia berhenti sejenak.

“Jika dia melepasnya…”

“aku akan kesulitan melacaknya.”

Paman mengerutkan kening.

“Dia kadang melepasnya tanpa alasan.”

“Mulai sekarang, jangan biarkan itu terjadi.”

Nada suara Edward tidak keras.

Namun cukup untuk menunjukkan betapa pentingnya hal itu.

Bibi mengangguk serius.

“Kami akan memperhatikannya.”

Edward akhirnya melanjutkan ke hal terakhir.

“Dan…”

Ia berhenti sejenak.

Seolah mempertimbangkan sesuatu.

“Aku tidak akan meninggalkan desa ini tanpa perlindungan.”

Kakek sedikit mengangkat alisnya.

“Maksudmu?”

Edward tidak menjawab dengan kata-kata.

Namun beberapa detik kemudian…

beberapa bayangan muncul di sekitar rumah.

Gerakan mereka cepat Hampir tidak terlihat Namun cukup untuk membuat paman dan bibi terkejut enam sosok berdiri tidak jauh dari mereka.

Mereka terlihat seperti manusia biasa pakaian sederhana wajah tenang Namun aura mereka tidak biasa.

“Bawahanmu?” tanya paman pelan.

Edward mengangguk.

“Mereka vampir terpilih.”

“Dan mereka akan tetap berada di desa ini selama aku pergi.”

Bibi menatap mereka dengan ragu.

“Mereka akan tinggal di sini?”

“Ya.”

Edward menjawab tenang,

“Mereka akan menyamar sebagai penduduk biasa.”

“Tidak ada yang akan menyadari keberadaan mereka.”

Kakek memperhatikan keenam vampir itu dengan tajam ia bisa merasakan kekuatan mereka tidak sekuat Edward Namun, cukup untuk menghadapi ancaman biasa.

“Dan tugas mereka?” tanya kakek.

Edward menjawab singkat.

“Melindungi Alana.”

Ia melanjutkan,

“Dua orang akan berjaga di sekitar rumah.”

“Dua orang akan mengawasi desa.”

“Dan dua lainnya akan berpatroli di hutan.”

Paman mengangguk pelan.

“Itu cukup.”

Namun Edward menambahkan satu hal lagi.

“Jika sesuatu terjadi…”

“mereka akan bertindak tanpa ragu.”

Tatapannya menjadi dingin.

“Tidak peduli siapa yang menyerang.”

Bibi sedikit menegang mendengar itu.

Namun ia tidak mengatakan apa-apa.

Karena ia tahu…

ini bukan lagi dunia manusia biasa.

Beberapa saat kemudian, keenam vampir itu bergerak.

Dalam sekejap, mereka menghilang dari pandangan Namun, bukan berarti mereka pergi mereka hanya menyatu dengan desa Menjadi bagian dari bayangan tidak terlihat Namun selalu ada.

Edward kembali menatap rumah Alana hatinya terasa sedikit berat Ia tidak ingin pergi Namun ia tidak punya pilihan.

Kakek Alana memperhatikannya.

“Kau ragu.”

Edward tidak menyangkal.

“Sedikit.”

Kakek tersenyum tipis.

“Itu hal yang wajar.”

Ia melanjutkan,

“Namun jika kau tidak kembali sekarang…”

“maka ancaman itu akan datang lebih cepat.”

Edward mengangguk.

Ia tahu itu.

Dan itulah alasan ia berdiri di sini sekarang.

Paman melangkah mendekat.

“Kau bisa pergi dengan tenang.”

“Kami akan menjaganya.”

Bibi menambahkan dengan lembut,

“Dia tidak akan sendirian.”

Edward menatap mereka satu per satu.

Untuk pertama kalinya ia benar-benar mempercayakan sesuatu yang berharga kepada manusia.

Dan bukan sembarang manusia.

Keluarga dari wanita yang ia cintai.

Ia menundukkan kepalanya sedikit.

“Terima kasih.”

Beberapa saat kemudian…

Edward berdiri di tepi desa sekali lagi.

Langit mulai terang.

Cahaya matahari perlahan menembus kabut.

Hari baru dimulai Namun bagi Edward ini adalah awal dari perpisahan sementara Ia menoleh untuk terakhir kalinya ke arah desa.

Ke arah rumah Alana.

“Aku akan kembali…”

gumamnya pelan.

Dan dalam sekejap—

tubuhnya menghilang ke dalam bayangan.

Menuju wilayah vampir.

Di dalam rumah, Alana perlahan membuka matanya.

Ia tidak tahu kenapa tapi pagi itu terasa berbeda seperti ada sesuatu yang hilang Ia duduk perlahan, lalu menyentuh lehernya.

Kalung itu kembali terpasang.

Ia tidak ingat kapan terakhir kali ia melepasnya.

Namun kali ini.ia tidak berniat melepasnya lagi.Di luar rumah, kehidupan desa mulai berjalan seperti biasa.

Penduduk mulai beraktivitas.Suara langkah kaki mulai terdengar.

Namun di antara mereka ada enam sosok yang tidak terlihat mencolok Mereka berjalan seperti manusia biasa berbicara seperti manusia biasa.

Namun mata mereka selalu waspada mengawasi menunggu dan melindungi Karena mulai hari itu…desa kecil itu tidak lagi hanya dijaga oleh satu raja Namun oleh bayangan yang bergerak dalam diam.

Sementara itu, jauh di tempat lain Edward telah kembali ke wilayahnya Dan tanpa disadari oleh siapa pun dua dunia kini bergerak bersamaan satu melindungi satu mengintai Dan di tengah semua itu Alana tetap berjalan seperti biasa tanpa mengetahui bahwa dirinya adalah pusat dari segalanya.

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!