🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri
Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.
Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.
Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.
Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.
Mereka salah.
Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.
Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 - Melampaui Dinginnya Ingatan
...Bab 27: Melampaui Dinginnya Ingatan...
Badai yang diciptakan oleh Penjaga Gerbang Es bukanlah sekadar fenomena cuaca; itu adalah badai psikis yang mengoyak batas antara masa lalu dan masa kini. Han Xuan berdiri di tengah pusaran kristal yang berputar secepat belati, namun indranya yang terhubung dengan Hukum Nihilitas menangkap sesuatu yang lebih berbahaya.
Setiap butir salju yang menyentuh kulitnya membawa serpihan memori yang bukan miliknya fragmen kesedihan Dewi Yue Ling yang bercampur dengan penyesalan ribuan kultivator yang membeku di sini
Wanita penjaga itu melayang di udara, gaun putihnya menyatu dengan kabut salju. Ia mengangkat tangannya, dan sepuluh bunga es di sekitarnya mekar menjadi naga-naga es kecil yang menderu tanpa suara.
"Kau mengandalkan rasa laparmu untuk bertahan hidup, orang asing. Namun di hadapan Yue Ling, kelaparan hanyalah bentuk lain dari kekosongan jiwa yang tidak akan pernah terisi. Bekulah bersama penyesalanmu!"
Naga-naga es itu menerjang. Han Xuan mengayunkan pedang peraknya, menciptakan busur energi yang membelah udara.
Namun, saat pedangnya bersentuhan dengan naga tersebut, ia tidak merasakan benturan fisik. Sebaliknya, sebuah visi menghantam pikirannya dengan kekuatan yang sanggup meruntuhkan gunung
Han Xuan melihat dirinya kembali ke masa lalu, berdiri di tengah halaman Klan Han yang terbakar. Ia melihat wajah-wajah kerabatnya yang menatapnya dengan penuh kebencian.
Di hadapannya, Han Zhao yang masih muda tersenyum licik sambil memegang belati yang berlumuran darah.
"Semua ini karena kau, Xuan," suara Han Zhao masa lalu bergema. "Jika kau tidak lahir dengan bakat yang begitu rakus, klan kita tidak akan hancur. Kau adalah pembawa sial bagi semua orang yang kau cintai."
Di dalam jiwanya yang sekarang, Han Zhao yang asli mulai bergejolak. “Lihat itu, Xuan! Itulah kebenaran yang kau coba lupakan! Kau tidak menyelamatkan siapa pun, kau hanya menunda kematian mereka!”
Han Xuan merasakan tubuhnya mulai membeku. Bukan dari luar, melainkan dari dalam. Es mulai merambat di meridiannya, mengikuti alur emosinya yang goyah. Kakinya terasa berat, dan pedang peraknya mulai meredup. Inilah Trial of the Frozen Heart yang sesungguhnya ujian untuk melihat apakah seseorang bisa tetap berdiri saat seluruh dunianya runtuh dalam rasa bersalah
"Niat tulus..." gumam Han Xuan, suaranya terdengar jauh. Ia mengingat baris dari legenda Yue Ling. "Dewi itu menangis bukan karena ia ingin menghukum manusia, tapi karena ia mencintai dunia ini terlalu dalam hingga ia tidak sanggup melihatnya hancur."
Han Xuan menarik napas panjang. Udara dingin yang masuk ke paru-parunya tidak lagi ia lawan dengan kekerasan. Ia melepaskan Hukum Devour yang bersifat destruktif. Sebaliknya, ia membuka inti jiwanya sepenuhnya.
"Jika Yue Ling menangis untuk dunia, maka aku akan menerima tangisannya," ucap Han Xuan
Seketika, aura hitam dan ungu di sekelilingnya menghilang. Ia tidak lagi mencoba "memakan" badai tersebut. Ia justru menjadi bagian darinya. Ini adalah tingkatan tertinggi dari Sinkronisasi Glacial, sebuah konsep yang ia curi dari pemahaman singkatnya saat berada di kolam klan Frost-Bound
Tubuh Han Xuan memancarkan cahaya perak murni yang sangat tenang. Naga-naga es yang menyerangnya mendadak melambat, lalu perlahan-lahan mencair dan menyatu ke dalam aura perak tersebut. Penjaga Gerbang Es terkejutt, matanya yang tertutup cadar melebar karena terkejut.
"Kau... kau tidak melawan?" tanya wanita itu, suaranya bergetar. "Kau membiarkan kesedihan itu masuk?"
"Kesedihan bukanlah musuh yang harus dikalahkan, Penjaga," jawab Han Xuan, langkahnya kini ringan di atas salju. "Ia adalah harga dari sebuah kepedulian. Aku membawa kegelapan, itu benar. Aku membawa rasa lapar, itu juga benar. Namun, di balik semua itu, aku berdiri di sini untuk memastikan bahwa tidak akan ada lagi air mata yang harus membeku menjadi gunung seperti ini."
Han Xuan mengangkat pedangnya, namun ia tidak menebas. Ia menyentuh dinding es transparan yang menghalangi jalannya dengan ujung jari. Sebuah getaran lembut merambat, dan dinding itu hancur menjadi debu cahaya, memperlihatkan jalan setapak yang ditumbuhi bunga es yang bercahaya keemasan Kristal Cahaya yang asli
Wanita penjaga itu turun perlahan ke tanah. Ia menundukkan kepalanya, pedang-pedang esnya menghilang. "Dalam seribu tahun, kau adalah orang pertama yang tidak mencoba menaklukkan gunung ini dengan ambisi. Kau menerimanya dengan kehampaanmu. Mungkin... kau memang orang yang diramalkan akan meredakan tangis dewi persik maksudnya dewi Yue Ling."
"Lewatlah, Sovereign of Silence," lanjutnya, memberinya gelar yang kini mulai dikenal dunia. "Namun berhati-hatilah. Di atas sana, Sekte Eternal Winter tidak akan menyambutmu dengan filosofi. Mereka telah mengubah air mata dewi menjadi senjata pemusnah."
Han Xuan mengangguk kecil. Sebelum ia melanjutkan pendakian, ia merentangkan tangannya ke arah kaki gunung. Ia mengirimkan gelombang energi pelindung melalui koneksi jiwanya ke pos rahasia Wei dan Xiao Mei. Ia merasakan bahwa musuh mulai mendekat ke arah mereka
"Wei, Xiao Mei... bertahanlah sedikit lagi," bisiknya pada angin
Sementara itu, di kaki Gunung Air Mata, suasana jauh dari kata damai.
Lin Feng berdiri di depan gua tersembunyi Han Xuan. Di belakangnya, terdapat dua tetua dari Sekte Eternal Winter yang masing-masing berada di tingkat Spirit Severing awal. Wajah mereka pucat pasi, namun mata mereka berkilat dengan keserakahan yang tak tertutup.
"Segel bayangan ini sangat kuat, Lin Feng," ucap salah satu tetua sambil menyentuh kubah hitam yang melindungi gua. "Hanya ahli tingkat tinggi yang bisa menciptakan sesuatu yang begitu padat. Apakah kau yakin pemuda itu hanya di tingkat Core Condensation?"
"Aku melihatnya dengan mataku sendiri, Tetua!" sahut Lin Feng dengan nada mendesak. "Tapi dia memiliki Inti Dunia! Jika kita menangkap dua pelayannya ini, dia pasti akan turun dan menyerah. Kita tidak perlu mendaki ke puncak untuk melawannya di wilayah kekuasaannya."
Tetua itu menyeringai, memperlihatkan gigi-giginya yang kuning. Ia mengangkat sebuah palu godam besar yang terbuat dari es hitam. "Buka segelnya. Aku ingin melihat apa yang disembunyikan iblis selatan itu di dalam sini."
Di dalam gua, Wei memegang erat pedang pendeknya, sementara Xiao Mei duduk bersila, mencoba memanggil energi es yang baru saja ia pelajari. Tubuh kecilnya gemetar, bukan karena dingin, tapi karena tanggung jawab yang besar.
"Wei... mereka mulai menghantam segelnya," bisik Xiao Mei. "Tuan Han Xuan memberikan kita teknik Frost-Breathing. Jika segel ini pecah, kita harus menggunakan udara dingin di dalam gua ini sebagai senjata, bukan melawannya."
Wei mengangguk, wajahnya yang biasanya ceria kini tampak keras. "Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu, Xiao Mei. Tuan sudah memberikan segalanya untuk kita. Sekarang giliran kita memberikan waktu untuknya."
DUARRR!
Palu es hitam itu menghantam kubah bayangan, menciptakan retakan besar yang memancarkan percikan listrik ungu. Segel Han Xuan mulai melemah karena sang pemilik sedang berada jauh di puncak, bertarung dengan hukum dunia yang berbeda.
Pertempuran untuk bertahan hidup di kaki gunung telah dimulai, sementara di puncak, Han Xuan baru saja melihat gerbang perak Sekte Eternal Winter yang berdiri megah di tengah badai abadi. Ia tahu, untuk menyelamatkan mereka yang di bawah, ia harus menghancurkan mereka yang di atas dengan kecepatan yang tak terbayangkan
Dunia ini mungkin beku, namun darah yang akan tertumpah hari ini akan sangat panas
<>Cerita Bersambung