Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
layaknya keluarga 2
Cuaca yang cerah dan hangat nya kota Istanbul di pagi hari. Aylin menyembulkan kan kepala ke luar jendela kamar nya. Tubuhnya terasa segar setelah beristirahat, entah lah, siapa yang sudah berbaik hati menggendong nya hingga ke kamar tidur mewah ini. Tapi Aylin yakin itu pasti bukan lah Albert.
Pemandangan yang indah untuk pagi yang menenangkan. Setidaknya dia tidak perlu bertemu dengan wanita bermuka dua itu, untuk sementara waktu.
Aylin baru teringat, dia belum membuahkan sarapan pagi untuk Kaiden. Ah, putra tiri nya ini, sekarang begitu manja pada nya, bahkan menolak makan jika itu bukan Aylin sendiri yang memasak nya.
Dengan segera Aylin beranjak keluar dari kamar nya, melangkah dengan ringan menuju ke dapur. Di sana para maid sedang sibuk memasak untuk sarapan pagi, untuk majikan mereka yang baru tiba malam tadi.
"Halo, selamat pagi !" Sapa Aylin pada para maid di dapur tersebut.
Para maid langsung mengalihkan perhatian mereka pada Aylin. "Selamat pagi juga nyonya, apa yang nyonya butuh kan?" Tanya para maid tersebut.
Aylin tersenyum tipis lalu melangkah lebih dekat lagi. "Boleh kah aku meminjam dapur nya sebentar. Aku ingin memasak sarapan untuk Kaiden dan Albert."
kenapa Aylin ingin memasak untuk Albert juga, karena jika dia hanya memasak untuk Kaiden saja, Aylin hawatir Albert akan merebut piring Kaiden, seperti yang sebelumnya.
"Biarkan kami saja nyonya, nyonya tinggal tunggu saja di ruang makan." Tolak para maid tersebut dengan sopan.
Aylin kembali tersenyum tipis pada mereka. "Putra dan suamiku sedikit pemilih dalam urusan makanan, bisakah kalian membantuku untuk menyiapkan bahan-bahan nya saja?"
Para maid di sana sangat terkesima dengan sikap Aylin yang sopan dan ramah. Padahal mereka semua mendengar rumor, bahwa nyonya muda mereka adalah orang yang sombong dan kejam. Terutama pada Kaiden. Tapi setelah mereka melihat langsung, ternyata rumor tersebut hanya lag kebohongan yang di besar-besarkan.
"Baik, nona!" Seru mereka serempak. Dan segera memberikan tempat untuk Aylin bergerak bebas untuk memasak. Mereka segera menyiapkan bahan-bahan yang Aylin butuhkan. Karena sudah beberapa kali memasak. Kini hasil masakan Aylin semakin lebih baik dari sebelumnya.
Tak lupa dia juga menambah air suci dari sistem tersebut tanpa sepengetahuan para maid di sana. Agar dia bisa lebih percaya diri memberikan makanan tersebut pada Albert dan kaiden.
Tak perlu waktu lama, semua masakan sudah tersusun rapi di meja makan. tak lupa kopi dan susu hangat untuk Albert dan Kaiden. Aylin sudah seperti seorang istri yang sesungguhnya.
Kaiden mendatangi meja makan dengan mata masih sedikit mengantuk. "Apa yang mamu masak? Bau nya sangat harum sekali?"
Aylin menoleh ke arah Kaiden dengan senyum manis terpatri di wajah cantik natural nya, tanpa makeup. Rambut ikal alaminya ia ikat kebelakang. Menampilkan leher jenjang nya yang indah. "Mami membuat simit( roti isi, keju daging dan sayur), dan menemen (orak-arik telur dan tomat). Jawab Aylin , sambil menyiapkan sepiring simit,dan manen ke hadapan Kaiden.
Albert ikut menyusul, ia duduk tanpa di persilahkan. Aylin pun malas untuk menyiapkan sarapan seperti yang ia lakukan pada Kaiden. Aylin duduk dan mulai menikmati sarapan nya. Albert mengeryit tak suka. "Kenapa kau tak mengambilkannya untuk ku juga?" protes nya.
Aylin memutar bola matanya. "kamu memiliki dua tangan yang bisa kau gunakan untuk mengambil sendiri. Toh semua nya sudah tersedia di meja. Kenapa harus ribut?"
"Kau istriku, bukan kah kau seharusnya menyiapkan juga untuk ku, bukan hanya Kaiden?" Kata Albert tak terima.
Aylin semakin jengah saja dengan sikap Albert yang semena-mena. Jika saja tidak ada Kaiden dan para maid yang sedang mengintip. Aylin ingin melemparkan sendok nya ke muka Albert. Namun akhirnya Aylin mengalah juga, dia berdiri lagi untuk menyiapkan sarapan Albert juga.
Kaiden memandang papi nya dengan tajam. Pria jahat ini selalu menindas mami nya. Tunggu saja jika dia tumbuh sedikit lebih besar. Dia akan melindungi mami nya dari pria jahat ini.
Albert menyadari pandangan tajam Kaiden oada nya, Namun dia hanya tersenyum cuek. mengabaikan segala fikiran buruk Kaiden pada diri nya.
Para maid yang mengintip langsung bersorak tertahan dengan menahan mulut mereka, agar tidak menggangu momen manis keluarga kecil tersebut. Bahkan saking antusiasnya, salah satu dari mereka segera melaporkan nya pada nyonya Gunez.
*
*
*
"mami, Lihat itu! Ada penjual jagung bakar. Boleh tidak Kaiden mencoba nya?" tanya Kaiden dengan wajah memohon.
Aylin dan Albert langsung menoleh ke arah penjual jagung yang sangat ramai pengunjung. sampai-sampai penjual nya tidak terlihat, akibat penuhnya pembeli. Dan kebanyakan dari pembeli itu adalah wanita.
Albert sedikit mengeryit. "Jangan aneh-aneh Kaiden , papi tidak mungkin ikut mengantri dengan para ibu-ibu di sana itu!" Tolak nya.
Wajah Kaiden langsung lesu. Membuat Aylin tak tega, "buar mami saja yang membelikan nya untuk mu! Tunggu lah disini bersama papi!" perintah Aylin pada Kaiden.
Pasalnya mereka bertiga sedang jalan-jalan malam di sekitar Dermaga Karakoy. Aylin melangkah hingga sampai ke depan penjual jagung tersebut. Pantas saja ramai dengan pembeli perempuan, ternyata penjual nya adalah pemuda yang berparas rupawan dan sangat ramah pada para pembeli.
"Sialan, sebenarnya kau itu sistem bertahan hidup atau sistem Harem? Suka sekali kau menyodorkan ku pada banyak lelaki? Dan kenapa sekarang jadi ada hukuman nya, jika menolak misi?" Tanya Aylin pada sistem di otak nya tersebut.
"He he, sistem ini hanya menjalankan tugas, semua program di atur langsung oleh sistem pusat. Jadi jangan protes pada ku. Kerjakan saja misi nya, atau persiapkan tersetrum hingga pingsan he.. He." jawab sistem.
Aylin menghela napas pasrah. kebetulan Aylin dapat antrian paling akhir, bahkan jagung di gerobak tersebut tinggal beberapa biji. Aylin menarik nafas panjang dan mulai menjalankan misinya, dari pada dia di setrum hingga pingsan.
Aylin mencoba mengajak penjual jagung tersebut mengobrol ringan, yang lama-kelamaan menjadi sebuah Candaa. Karena penjual tersebut lumayan ramah dan mudah bergaul. Aylin tidak terlalu sulit untuk menggoda pria penjual jagung tersebut. Mereka terlihat sangat akrab, dan sesekali bahkan mereka terlihat tertawa bersama.
Albert yang melihat itu dari kejauhan, entah mengapa merasa tak suka. Tiba-tiba saja rasanya dia ingin marah, dan menghajar tukang jagung tersebut. Tetapi akal nya menolak itu. Tetapi semakin di pandang. Amarah dalam dirinya semakin sulit di kendalikan. Bahkan wajah Albert sudah berubah sedikit kemerah-merahan. Akibat Amarah yang di pendam.
Dengan tidak sabar Albert menggendong Kaiden menuju ke arah dua orang yang masih asik berfoto bersama. Setelah berada di tempat itu Albert langsung menarik tangan Aylin begitu saja. Membuat Aylin dan penjual jagung tersebut sedikit terkejut.
"Kaiden sudah menunggu mu sangat lama, dan kau malah enak-enakan menggoda pria lain di depan suami mu!!" kata Albert dengan nada agak tinggi.
"Maaf tuan istri banda hanya meminta berfoto bersama saja, jangan salah paham." kata penjual jagung itu, mencoba membela Aylin.
"Diam kamu!!" Bentak Albert , lalu menarik tangan Aylin sambil menggendong Kaiden , dengan langkah lebar. Membuat Aylin kualahan.
kata kata untukmu:
"semangat dan sehat selalu dan jalani harimu dengan kisah yang indah 💪"