NovelToon NovelToon
Pesona Adik Angkat

Pesona Adik Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: bundaAma

Aaron Alexander Demian Dirgantara, seorang pria sukses yang memiliki perusahaan di Amerika yang bergerak di bidang infrastruktur dengan kekayaan yang tidak terhitung, memiliki paras tampan dengan tinggi badan ideal dan bentuk tubuh yang cukup bagus.

Ia merupakan seorang pria yang sangat di puja puja dan menjadi impian para wanita, namun ia hanya menganggap wanita sebagai tisu basah dan mainannya.

Setelah 10 tahun ia tak pulang ke negaranya, ia malah terpincut pada seorang wanita muda yang sering ia temui di sebuah club, wanita yang membuatnya penasaran dan ingin memiliki nya seutuhnya.

Namun takdir berkata lain, selain saingannya yang lumayan banyak ia tertampar dengan kenyataan jika wanita kecil incarannya adalah adik angkatnya sendiri yang sering ia temui di rumah dengan pakaian syar'i nya.

Bagaimanapun kelanjutannya, yuk ikuti kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundaAma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps-30

Merebahkan badannya di atas ranjang, Hajeera menarik nafasnya perlahan memandangi langit langit malam yang di penuhi stiker bintang. Ia menatap stiker bintang yang berkelap kelip saat lampu kamar di matikan.

Setelah membersihkan tubuhnya, matanya mulai terkantuk-kantuk karena efek lelah dan tubuh yang sudah segar. Namun sebuah pesan masuk ke dalam ponsel miliknya.

Tinggg

Ia mengambil ponselnya yang terletak di samping kepalanya tempat ia merebahkan tubuhnya, dilihatnya sebuah pesan masuk dari pria yang baru saja ia temui barusan.

Demian : apakah kamu sudah sampai rumah? Maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang karena ada hal yang mendesak.

Ujung bibir Hajeera terangkat membentuk senyuman kecil yang nyaris tak terlihat, tanpa mengulur ngulur Hajeera membalas pesan dari Demian.

"Tidak masalah, pekerjaan mu lebih penting! Lagipula aku bisa pulang sendiri.."

Demian: Aku tahu, kamu bisa pulang sendiri hanya saja aku sedikit khawatir membiarkan mu pulang tengah malam begini.

Hajeera: Aku pulang dengan selamat jadi tidak perlu khawatir, lagipula pulang malam hari sendirian sudah keahlian ku.

Demian: syukurlah jika kamu pulang dengan selamat, tapi Ana, bolehkah aku mendengar suara mu entah mengapa baru saja berpisah dengan mu aku sudah merindukan mu saja.

Hajeera memutar bola matanya malas melihat pesan yang dikirim oleh Demian.

Hajeera: Aku ngantuk, besok kita bisa bertemu.

Setelah membalas pesan tersebut, Hajeera menyimpan ponselnya di atas nakas, lalu mulai memejamkan matanya perlahan.

Perlahan lahan, matanya mulai tertidur dan nafasnya mulai teratur menandakan jika sang empu sudah memasuki masa tidurnya.

Sedangkan di luar gerbang, Demian memilih pulang ke rumah karena jarak antara tempat ia bertemu dengan klien lebih dekat dengan rumahnya dibanding apartemen nya. Tubuhnya yang sudah kelelahan, mengajaknya untuk menurunkan egonya dan memilih pulang ke rumahnya.

"Den, maaf pak safno tadi ketiduran..." ujar pak safno membuka gerbang rumah, mempersilahkan mobil Demian untuk masuk.

"Maaf mengganggu pak, terimakasih..." jawabnya memasukkan mobilnya ke dalam basement rumah lalu memarkir nya dengan rapih.

Cittttt

Baru saja kakinya melangkah keluar dari mobil, sebuah tangan lentik melingkar di perutnya. Mata Demian secara otomatis melihat ke arah tangan yang memeluknya lalu memutar kepalanya melihat siapa gerangan yang memeluknya dari belakang meskipun ia sudah tahu siapa orang yang dengan lancang memeluknya dari belakang.

"Mengapa masih belum tidur?" tanya Demian memutar tubuhnya kebelakang seraya melepaskan pelukan Indri.

"Aku kesulitan tidur..." jawabnya dengan bibir tersenyum menghiasi wajahnya yang semakin cantik saat tersenyum.

"Tidurlah, ini sudah pukul 2 dini hari.." titahnya yang di jawab gelengan kepala oleh Indri.

"Bisakah kamu menemani ku tidur? Aku selalu bermimpi tentang ayah.." ucap Indri, matanya memerah menahan bendungan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.

Hati Demian merasa iba, namun ia masih normal dan rasanya ia ingin menolak permintaan Indri yang menurut nya memang tidak pantas, apalagi Hadriana wanita yang disukainya saat ini sangat jijik pada seorang pria yang menyukai adik angkatnya.

Meskipun kenyataannya, ia tak sedikitpun menyukai Indri sebagai pria melihat wanita, ia hanya memandang Indri sebagai teman saja tidak lebih dari itu, jika bukan karena Indri pernah mengandung benihnya ia mana mau dekat-dekat dengan Indri yang kehidupannya di luar sana sangat ia kenali.

"Kamu bisa meminta mamah untuk menemanimu, mamah pasti tidak akan menolak mu.." ujar Demian setelah sekian lama terdiam mencari jawaban.

"Apakah kamu menolak ku?" tanya Indri air matanya mulai menetes perlahan tanpa bisa ia bendung lagi.

"Kamu tahu sendiri, Hajeera selalu tidur di kamar mamah dan papah saat aku meminta mamah untuk menemaniku, dia juga sama seperti ku pasti bermimpi buruk, aku sebagai kakaknya meski hanya sebatas kakak angkat, bukankah aku harus mengalah?"

"Tapi nyatanya aku juga kesulitan tidur, meski aku susah berusaha untuk bisa tidur sendiri karena aku sudah dewasa, kadang ada kalanya malam malam itu melintas lagi di bayanganku..."

"Aku hanya bisa memintamu yang menemaniku Aaron!!..." Indri menangis sesenggukan dengan suara pelan, ia mencoba menahan tangis nya tapi tak bisa sama sekali ia tahan.

Hati Demian merasa sakit, membayangkan Indri harus melewati malam malam menakutkan itu sendirian. Umurnya yang sudah besar memaksanya untuk bersikap dewasa meskipun kondisi psikologis nya membutuhkan orang tuanya. Namun karena Hajeera juga sama seperti nya dan Hajeera masih kecil ia terpaksa harus menutupi keinginan nya dan mengalah pada Hajeera lagi dan lagi.

"Jangan menangis, malam ini biar aku temani..." Demian menghapus air mata Indri yang membasahi pipinya. Membawanya perlahan ke dalam rumah untuk mengistirahatkan tubuhnya.

Meskipun tubuhnya sangat ingin istirahat, namun ia tidak bisa menolak permintaan Indri yang pastinya membuat mentalnya semakin tertekan.

Demian mengantar Indri masuk ke dalam kamar nya, tanpa ia sadari seseorang melihat nya memasuki kamar Indri dengan menggandeng nya.

"Cihhh... Manusia manusia Dajjal, si miskin dan si bodoh!!!" Hajeera berdecih menatap dua punggung pria dan wanita yang masuk ke dalam kamar yang sama kamar wanitanya.

Ia kembali melanjutkan langkahnya untuk mengambil air minum di lantai bawah tenggorokan nya terasa kering karena udara malam ini yang sangat dingin.

Menuangkan segelas air ke dalam cangkir, Hajeera meneguknya perlahan agar tenggorokan nya tidak tersedak akibat air. Perlahan tenggorokan nya mulai terasa basah karena tegukan airnya.

"Hihhh... Dua manusia pecinta zina, Astaghfirullah terang terangan sekali mereka? Ternyata si bodoh masih belum sadar juga..." ujarnya bergidik ngeri membayangkan hal tak senonoh yang tengah dilakukan di dalam kamar kakak kakak angkatnya.

Sedangkan di dalam kamar indri, Demian menepuk nepuk tubuh Indri agar cepat memejamkan matanya, tubuhnya sudah terasa kaku dan kepalanya mulai berdenyut.

"Tidurlah, aku tidak akan kemana mana!" ucap Demian menenangkan Indri yang masih tidak memejamkan matanya.

"Naiklah Aron, kita sama sama tidak mabuk kejadian yang lalu pasti tidak akan terjadi lagi, saat merebahkan kepalaku ke atas pahamu mungkin aku akan cepat tertidur..." pintanya pada Aaron yang tengah duduk di kursi yang ia simpan di dekat ranjang yang tangah Indri tiduri.

Demian pun terpaksa menuruti Indri, ia hanya berharap agar Indri cepat tidurr dan ia cepat cepat bisa merebahkan tubuhnya.

"Baiklah..." jawabnya setuju, naik ke atas ranjang setelah Indri sedikit bergeser ke tengah tengah ranjang.

Indri pun segera merebahkan kepalanya ke atas paha Demian setelah Demian duduk berselonjoran di atas ranjang, tangan kirinya menuntun tangan Demian agar mengelus elus kepalanya.

Demian pun menurut ia mulai mengelus elus pucuk kepala Indri dengan lembut, namun bukannya memejamkan mata, bibir Indri malah mengigit gigit kecil paha Demian dengan tangan nya yang mulai nakal di atas paha Demian.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
Kanza: terimakasih bunda sudah mau meninggalkan jejak untuk menyemangati saya, dukung terus yah Bun❤️
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!