Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Pekerjaan Baru Bian
" Kamu telat sepuluh menit Mon ". Laki - laki itu sudah duduk manis di sofa dengan kaki ia silangkan .
" Maaf , aku habis dari rumah sakit Bras ".
" Rumah sakit ?? Memangnya kamu sakit apa ?".
" Apa kamu enggak lihat luka di kaki aku , aku habis jatuh Bras ". Mona menunjukkan lukanya pada Brasco.
" Ha...ha...ha.....". Brasco malah tertawa kencang. " Oh ayolah Mon , kalau hanya luka sekecil itu untuk apa sampai ke rumah sakit segala, pake obat merah saja cukup Mon....kamu buang - buang uang saja , kecuali kamu jatuhnya dari lantai sepuluh , baru wajar kalau sampai masuk ke rumah sakit ".
" Anak kecil saja tidak akan selebay kamu Mon ".lanjut Brasco meledek Mona, yang terlalu berlebihan menurutnya.
" Kalau jatuhnya dari lantai sepuluh enggak usah ke rumah sakit kali , masuknya ke Liang kubur alias mati ". sewot Mona.
Brasco kembali tertawa , " Tuh pinter ".
" Mau apa kamu kemari Bras ?".
" Seperti biasa , aku butuh pelampiasan dan juga uang ".
" Kenapa enggak minta sama istri kamu saja sih Bras ".
" Oh kalau yang itu pasti, tidak akan pernah aku lewatkan , sama kamu kan sensasinya lain Mon...aku juga mau merasakan seperti orang.- orang kaya yang memakai kamu Mon , bukannya mereka semua juga punya istri di rumahnya , boleh saja sih kamu menolak keinginan aku .....tapi apa kamu sudah siap rahasia kamu terbongkar?".
" Ck....kamu selalu saja mengancam aku ". Aku harus cari cara untuk membungkam Brasco selamanya, aku yang capek bekerja , dia yang enak ikut menikmati hasil jerih payah ku.....Di tambah ia dengan sesuka hati menikmati tubuhku , gratisan lagi....
" Ayo Mon....buruan gih , kamu mandi dulu sana , biar kuman yang kamu bawa dari rumah sakit hilang ".
Mona melengos masuk ke dalam kamarnya , " Sialan , awas saja kamu Brasco , aku tidak akan tinggal diam lagi , lelah sudah aku selalu kamu perbudak ".
Uang yang sering Brasco pinta dari Mona , selalu ia pakai buat foya - foya dan berjudi , ada sebagian kecil ia berikan kepada istrinya....sungguh kejam perlakuan Brasco pada Mona.
Tapi tanpa mereka berdua sadari , uang dari hasil pekerjaan haram akan menguap tanpa sisa bahkan uang itu juga di pakai untuk perbuatan haram juga , tidak ada keberkahan sama sekali di dalamnya.
Bian langsung datang ke kantor Elang begitu laki - laki itu menelponnya .
" Hey AL , makin cantik saja kamu....pantesan si Bos sampai bucin berat sama kamu ".
" Eh Mas Bian , mau ketemu sama Pak Elang ?".
" Tadinya aku mau jawab iya sayang , tapi aku masih sayang dengan nyawaku....bisa- bisa Bos kamu buang aku ke antartika ". Bian dan Aleta tertawa pelan.
" Bukan hanya ke antartika , tapi aku akan buang kamu sekalian ke ruang angkasa , biar enggak bisa balik lagi ".
" Eh Pak Bos , cuma menyapa EL , kasihan cewek secantik ini di anggurin di luar , kalau aku yang jadi Bos nya , meja Aleta aku taruh di dalam ".
" Saran kamu bagus juga Bi , biar tidak ada kuda liar yang mengganggunya ". Elang menyeringai , kenapa ini tidak terfikirkan olehnya .
" Masuk Bi, aku yang panggil kamu , kamu malah godain calon istri aku ". gerutu Elang.
Bian terkesiap , " Wah....secepat itukah, gercep juga kamu EL , kok aku enggak tau ya ".
" Ngapain aku kasih tau kamu ....bukan orang penting juga ".
" Penting dong....aku siap jadi saksi pernikahan kamu nanti EL ".
" Enggak perlu repot - repot , saksi pernikahan aku nanti orang - orang penting ".
" Ya...ya...terserah anda saja lah...sekarang ada apa panggil aku kesini , ada tugas penting ya ?".
" Mona....tadi pagi Mona datang kemari ".
" Hah seriusan , tapi kok bisa ?".
" Mana aku tau , mulut kamu tidak ember kan Bi ?". tuduh Elang , mungkin saja Bian keceplosan bilang di mana keberadaan Elang.
" Astagfirullahaladzim, suudzon mulu kamu EL ,ya enggak lah , aku kan tau kamu ilfil sama dia , cuma....enggak sengaja aku pernah bertemu dia di Mal , tapi aku langsung menghindar, waktu itu aku pulang setelah memberi informasi tentang Aleta ".
" Lalu siapa....masa dia tau keberadaanku ".
" Mona sewa orang kali...dia kan tau rumah kamu EL ".
" Bisa jadi , dan aku mau kamu urus dia Bi , dia pasti kembali ".
" Oke , aku siap...jadi ceritanya aku di angkat kerja di sini nih ?".
" Ya , bisa di bilang begitu ".
" Jabatan aku apa nih , jadi Direktur juga enggak apa - apa EL , aku ikhlas ". Bian menaik turunkan kedua alisnya.
" Enak saja , kalau kamu jadi Direktur terus aku jadi apa Bi ...pelayan kamu gitu ". sewot Elang.
" Eh ...boleh juga tuh EL , apa mau di coba ?". ledek Bian.
" Bolehhhhhh.....". Melihat bibir Elang yang menyeringai, Bian menghentikan candaannya.
" Eh enggak jadi ".
" Yakin enggak mau jadi Direktur ?".
" Enggak ah , aku terserah kamu aja , tapi ya....gajinya di atas UMR ya , kan aku karyawan penting, di rekrut langsung sama pemilik perusahaan lagi ".
" Bisa , asal kerja kamu bagus , nanti aku tambahin bonus , kamu jadi bodyguard aku ".
" Asiaaapppp , senang bekerja sama dengan mu EL , aku mulai kerja sekarang atau.....?".
" Sekarang saja ".
" Tapi aku mau ke kantin dulu, mau isi perut , eh itu ada bekal , boleh tuh EL ".
" Ambil saja kalau mau ".
" Serius ?" Elang mengangguk, Bian langsung ke meja Elang dan membuka kotak makanan itu yang ternyata isinya sudah kosong.
" Pantes aja persaaan aku sudah tidak enak tadi , masa Bos besar bawa bekal ". gerutu Bian.
" Itu bukan bekal sembarang bekal Bi ".
" Cakep...". samber Bian.
" Aku enggak lagi pantun omes.....itu bekal dari Aleta , buat sarapan aku , so sweet kan dia ".
" Pamer nih ceritanya, udah deh aku mau makan dulu ".
Bian langsung berlalu dari ruangan Elang , seperti biasa dia akan basa basi dulu dengan Aleta.
Tak lama Risa muncul di sana....ia melewati Aleta dan berjalan terus menuju pintu ruangan Elang.
" Maaf , mau kemana Mbak ?". tegur Aleta , ia langsung berdiri menghalangi pintu , kedua tanganya ia rentangkan.
" Aku mau ketemu Kak Elang, ngapain kamu halangi aku ".
" Ada perlu apa Mbak Risa mau ketemu sama Pak Elang?". Aleta masih berusaha ramah , meski ucapan Risa ketus padanya.
" Terserah aku lah , mau tau aja kamu , kepo amat sih jadi orang ". Risa makin sewot .
Aleta mengelus dadanya, kepalanya menggeleng...Nih orang tau prosedur enggak sih...kayak enggak pernah sekolah aja , mau main masuk aja , ruangan Direktur di samakan sama toilet ..
" Ya tidak bisa begitu Mbak Risa ".
" Bisa lah , aku masih kerabatnya Kak Elang , kamu cuma pegawai tidak berhak melarang ku ".
Aleta memutar matanya, malas sekali bicara dengan orang berkepala batu seperti Risa.
Aku jedotin aja nih kepalanya ke tembok , kali aja sadar....dosa enggak sih... batin Aleta.
" Minggir ". tiba - tiba Risa mendorong Aleta dengan keras , Aleta yang tidak siap hampir saja jatuh .
Bersambung.....
********