NovelToon NovelToon
PANTASKAH AKU BAHAGIA

PANTASKAH AKU BAHAGIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Deskripsi Novel: Pantaskah Aku Bahagia

"Dunia melihatku sebagai badai, tanpa pernah mau tahu betapa hancurnya aku di dalam."
Lahir sebagai saudara kembar seharusnya menjadi anugerah, namun bagi Alsya Ayunda Anantara, itu adalah kutukan yang tak kasat mata. Di mata orang tuanya, dunia hanya berputar pada Eliza Amanda Anantara—si anak emas yang sempurna, cantik, dan selalu bisa dibanggakan. Sementara Alsya? Ia hanyalah bayang-bayang yang dipandang sebelah mata, dicap sebagai gadis pemberontak, jahat, dan tukang bully.
Di balik tawa cerianya yang dianggap palsu, Alsya menyimpan luka yang menganga. Ia hanya ingin dicintai. Ia hanya ingin diperhatikan. Itulah alasan mengapa ia begitu terobsesi mengejar Revaldi Putra Raharja. Baginya, memiliki Revaldi adalah cara untuk membuktikan bahwa ia jadi berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: RASA MERDEKA

Pagi pertama di bengkel Arka terasa sangat berbeda bagi Alsya. Tidak ada suara ketukan pelayan yang membangunkannya, tidak ada aroma sarapan mewah dari koki pribadi, dan tidak ada tuntutan untuk memakai baju yang serasi dengan Eliza.

Alsya terbangun karena suara deru motor di bawah dan aroma kopi murah yang diseduh Arka. Dia keluar ke balkon kecil, melihat Samudera yang sedang membantu Arka membongkar mesin sebuah motor tua.

Keringat bercucuran di dahi Samudera, tapi ekspresi wajahnya tampak sangat lepas.

"Pagi, Tuan Putri Bengkel," goda Samudera saat mendongak dan melihat Alsya dengan rambut sedikit berantakan.

Alsya tertawa, tawa yang benar-benar lepas dari perutnya. "Jangan panggil gitu! Gue lagi nyari cara gimana caranya masak mi instan tanpa bikin dapurnya meledak."

"Sini turun, biar gue ajarin dasar-dasar bertahan hidup," sahut Arka sambil tertawa.

Kehidupan baru ini memang tidak mudah. Alsya harus belajar mencuci bajunya sendiri, menghemat uang sakunya yang kini hanya berasal dari hasil tabungan pribadinya yang sempat ia sembunyikan, dan menghadapi tatapan sinis dari orang-orang di sekolah yang menganggapnya "jatuh miskin".

Namun, di sekolah, Alsya justru menjadi idola baru secara diam-diam. Keberaniannya melawan dominasi keluarga Anantara memberikan inspirasi bagi siswa lain yang merasa tertekan. Sebaliknya, Eliza kini menjadi bayangan. Papa Saga benar-benar menjalankan hukumannya; Eliza dikawal ketat, tidak boleh membawa ponsel, dan semua pengeluarannya diawasi.

Di jam istirahat, Eliza melihat Alsya sedang duduk di bangku taman bersama Samudera, berbagi sebungkus nasi jinggo yang sederhana. Eliza mengepalkan tangannya hingga kukunya memutih.

"Gue yang selama ini jadi anak emas, tapi kenapa gue yang ngerasa dipenjara?" gumam Eliza penuh kebencian.

Tiba-tiba, Revaldi menghampiri Eliza. Wajahnya juga tampak kusam karena ayahnya sangat marah besar atas kegagalan rencana pertunangan mereka.

"Loe mau diam aja lihat mereka bahagia, El?" tanya Revaldi dengan nada memprovokasi.

"Loe punya rencana apa lagi? Rencana loe kemarin gagal total," sahut Eliza ketus.

"Kali ini bukan soal bisnis atau perjodohan. Gue tahu kelemahan Samudera yang paling fatal. Ingat teman Samudera yang lumpuh itu? Rian?" Revaldi menyeringai. "Ternyata Rian itu punya dendam pribadi yang belum selesai. Dia nggak setulus itu memaafkan Samudera. Kalau kita bisa bawa Rian ke hadapan Alsya dan menceritakan versi kejadian yang sebenarnya... Samudera bakal tamat."

Eliza menoleh, matanya kembali berkilat. "Loe bisa bawa dia ke sini?"

"Apapun buat ngelihat mereka hancur, El."

Di sisi lain, Samudera sedang menatap Alsya yang sedang sibuk mensketsa wajahnya di buku gambar.

"Sya, gue janji. Gue bakal kerja keras buat biaya kuliah loe nanti. Gue nggak mau impian loe jadi pelukis mati cuma karena loe milih gue," ucap Samudera serius.

Alsya meletakkan pensilnya, lalu menggenggam tangan Samudera. "Sam, loe udah kasih gue hal paling mahal di dunia ini: kebebasan buat milih jalan gue sendiri. Soal biaya, kita bisa cari bareng-bareng. Gue nggak takut hidup susah, yang gue takut cuma hidup tanpa kejujuran."

Samudera tersenyum, lalu mengecup kening Alsya. Namun, di kejauhan, bayang-bayang masa lalu bernama Rian sedang dalam perjalanan menuju kota mereka, membawa badai baru yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.

Masa lalu Samudera kembali menghantui!

Apakah kemunculan Rian akan mengubah segalanya? Dan mampukah cinta Alsya bertahan saat dia mendengar sisi lain dari tragedi yang membuat Samudera terbuang?

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!