NovelToon NovelToon
Penantang : Dari Sekolah

Penantang : Dari Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Action / Duniahiburan / Fantasi
Popularitas:751
Nilai: 5
Nama Author: Xdit

Rio Mahadipa adalah Korban bully di sekolahnya semasa dia Berada di sekolah menengah, tetapi saat dia tidur dirinya mendapati ada yang aneh dengan tubuh nya berupa sebuah berkat lalu dia berusaha membalas dendam nya kepada orang yang membully nya sejak kecil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xdit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman - 3

Bukkh!!

Tubuh Ravel sedikit terdorong ke depan. pukulan itu benar-benar terasa di punggungnya. Matanya terbuka lebar, napasnya terputus sesaat.

 "Siapa Di sana?, pukulan mu lumayan berdampak pada ku.." katanya, nada suaranya berubah dari santai menjadi waspada.

Ravel menengok ke belakang. Di sana berdiri Rio. Namun sosok ini terasa berbeda. Rambutnya yang biasanya jatuh lemas kini tersibak ke belakang, memperlihatkan seluruh wajahnya. Tatapannya liar, senyumnya terlalu lebar, dan napasnya terdengar tidak beraturan. Bukannya terlihat tenang atau dingin, Rio justru tampak seperti seseorang yang kehilangan rem terakhirnya.

"He ha haa..Ini nya tolong di itukan!!."

Rio tertawa keras, suaranya pecah, kata-katanya meloncat tanpa arah. Tubuhnya sedikit condong ke depan, seperti pegas yang siap meledak kapan saja.

Ia menunjuk Ravel sambil terus tertawa. "Hey hey paman besar itu di itu itukan!!."

Nada suaranya naik turun, seperti anak kecil yang bermain, tapi sorot matanya membuat udara di sekitar terasa tidak nyaman.

Ravel memutar tubuh sepenuhnya menghadap Rio. Alisnya menegang, senyum tipisnya menghilang. "Kau ngomong apa sih!!.. kalau sudah besar maka berbicaralah dengan benar!!." Ravel kesal dan marah.

Tanpa memberi waktu, Ravel melesat maju. Tangan kirinya terangkat, mengincar kepala Rio dengan gerakan cepat dan tegas.

Namun Rio langsung menunduk. Gerakannya ringan, refleksnya tajam. Tangan Ravel hanya menyapu udara. Dalam satu hentakan, Rio melompat ke belakang, menjaga jarak, kakinya mendarat mantap di tanah.

Rio kembali tertawa, lebih keras dari sebelumnya. "Ha ha kau tidak bisa menangkap ku lagi?, makanya di itukan lalu di ini kan!!."

Tubuhnya bergoyang ringan, senyumnya semakin lebar. Bagi Kris dan yang melihat dari kejauhan, satu hal terasa jelas.

"Wah orang gila lainya sudah datang!.. Kenapa dia terlihat aneh?."

Ravel kembali menerjang. Kali ini tubuh besarnya melesat seperti peluru, jauh lebih cepat dari sebelumnya. Udara di sekitarnya seakan tertekan oleh gerakannya.

Kris dan Liam yang berdiri tak jauh hanya bisa membelalakkan mata, tubuh mereka kaku. Mereka bahkan tidak sempat menangkap bayangan Ravel yang bergerak, terlalu cepat untuk diikuti oleh mata biasa.

Namun berbeda dengan mereka, Rio melihat semuanya dengan jelas. Gerakan Ravel terasa lambat di matanya, seperti bayangan yang dipaksa berlari di dalam air kental.

Bibir Rio terangkat membentuk senyum yang semakin aneh, kepalanya sedikit miring seolah sedang menonton sesuatu yang lucu.

"Wah wah!! itu menakutkan lohh ,paman..apa kau tidak takut menabrak lalu di anukan ini nya dan di itukan!."

Rio menggeser tubuhnya ke kanan, menghindari sergapan itu dengan langkah ringan. Tanah di tempat Ravel mendarat sedikit retak karena tenaga yang dilepaskan. Tapi Ravel tidak berhenti. Tumitnya menghantam tanah, tubuhnya berputar, lalu kembali mengejar Rio tanpa jeda, jarak di antara mereka terus dipangkas.

Wajah Ravel mulai berubah. Senyum santainya lenyap, digantikan urat-urat yang menegang di pelipisnya. Napasnya terdengar berat, bukan karena lelah, tapi karena emosi yang naik. "Bicara yang benar! bocah bajingan!!" teriaknya keras, suaranya menggema di sekitar taman.

Rio terus bergerak, langkahnya zig-zag, kadang terlalu dekat, kadang tiba-tiba menjauh. Setiap kali Ravel hampir menyentuhnya, Rio selalu lolos dengan selisih yang tipis, seperti sengaja mempermainkan jarak. Tawanya tidak berhenti, malah semakin lepas, seolah pengejaran ini adalah permainan menyenangkan baginya.

1
DANA SUPRIYA
kasihan Rio, sabar ya walaupun sabar itu membuat hati kesal
lyks kazzapari
ya saya bantu dg like dan hadiah 😄
Rdt: wah makasih banyak,aku jadi ngerepotin kamu jadinya 😅
total 1 replies
Hans_Sejin13
jangan lupa bantu saya kak
Rdt: oke ,udah ku bantu
total 1 replies
Rdt
peak
Anisa Febriana272
Mampir, jangan lupa mampir juga ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!