NovelToon NovelToon
Arsitek Cantik

Arsitek Cantik

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Fit TRee Fitri

WARNING 21+
Sesion 1 dan 2
Clara Chen

Hana Mariana, cantik, manis, cerdas, imut, ambisius, berani, ceplas-ceplos, ramah kadang cuek, lengkap sudah kepribadian Wanita yang menggemaskan dan membuat penasaran pria-pria di sekitarnya dan rasa iri bagi beberapa wanita dekatnya.
Arsitek Cantik yang mengagumkan.

Hans Roberto, tinggi, Tampan, cuek, dingin usianya 35 tahun, pujaan dan dambaan semua Wanita, bos perusahaan ternama tempat Hana bekerja.

Syarena, teman sekantor Hana, cantik, putih, manja, cari perhatian Pada semua pria yang dijumpainya.

Andreas Andriano, pria kaya yang manja dan menggoda, Playboy, dikelilingi banyak wanita.
Selalu mendapatkan semua yang ia inginkan, membenci penolakan karena tidak pernah ditolak.
Bos dari banyak perusahaan.

Hengky, kakak kelas Anna yang selalu berada di sampingnya.

Dan pemeran lainnya.

Siapakah pria yang akan menjadi pasangan Anna?

Yuk, ikuti cerita Anna si " Arsitek Cantik"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fit TRee Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulauan Riana (2)

" Riana " Suara Kakek lembut, ia menumpahkan rasa rindunya, menangis sesenggukan dalam pelukan putrinya.

" Papa, Maafkan Riana " Riana terus menangis hingga kesulitan berbicara.

Anna melihat, Bapak dan Anak kebahagiaannya akan bertambah walaupun terlambat dan kesedihan tidak ada Nenek di sini, Ia terus berusaha mengusap air matanya yang sangat sulit untuk dihentikan.

" Pa, Mama mana? Apa Mama masih marah ? Mama tidak mau menemui Riana" Riana melepaskan pelukannya, ia terduduk lemas di rumput.

Anna menatap Mamanya.

" Masuklah" Kakek memegang pundak Riana dan mengajaknya masuk.

Anna membantu Mamanya untuk berdiri dan berjalan masuk ke rumah.

" Mama duduklah di sini bersama Kakek, Anna buatkan minuman" Anna berjalan ke dapur meninggalkan Kakek dan Riana, Anna tahu Kakek dan Mamanya butuh waktu.

Riana Melihat isi rumah, foto - fotonya telah di ganti dengan foto Anna, namun tidak ada yang berubah, Foto Anna sama persis dengan foto Riana, Seakan ketika berfoto Anna telah di atur untuk mengikuti gaya Riana.

Semua yang Riana dapatkan di sekolah Anna juga mendapatkannya, bahkan Anna melebihi Mamanya.

Riana tersenyum melihat foto Anna yang tersusun rapi di dinding, dari ia lahir hingga selesai kuliahnya.

Riana berjalan menelusuri setiap sudut rumah, ia melepaskan diri pada rumah tempat ia di besarkan. Ia melihat kebun dan Ternak. Riana mencari Mamanya namun tidak ada, Rasa kecewa memenuhi hati Riana ia berjalan mendekati dan memeluk Anna dari belakang.

" Sayang, Apa yang kamu buatkan untuk Mama ?"

" Ma, kembalilah ke ruang tamu, temani Kakek, Anna sudah selesai " Anna menyentuh pipi Namanya.

" Baiklah Sayang " Riana mencubit pipi Anna dan berjalan menuju ruang tamu, Kakek duduk diam melihat wajah sedih Riana.

" Pa, Riana tidak melihat Mama " Riana duduk di samping Kakek.

Anna datang membawa baki berisi minuman dan cemilan.

" Minumlah dulu, setelah itu kita menemui Mamamu " Kakek mengusap punggung Riana.

" Ya, Riana akan menurut " Riana terlihat manja berbeda dengan Anna

Anna tersenyum melihat kelakuan Mamanya.

" Ma, apa Mama mau ganti baju dulu, pake baju Anna" Riana mengangguk.

Riana dan Anna berjalan bersama menaiki tangga kamar Anna yang dulu adalah kamar Riana.

Riana duduk di atas tempat tidur, ia mengusap tangan ke atas kasur, memperhatikan setiap sudut kamar, sangat rapi dan teratur.

Anna berdiri di depan Lemari pakaian, ia bingung harus memberikan pakaian yang bagaimana untuk Mamanya. Mereka akan ke pemakaman.

Anna mengambil 2 celana kerja berwarna hitam, dan baju kemeja lengan panjang berwarna lembut. Postur tubuh mereka berdua sama, hanya Anna lebih tinggi dari Mamanya.

" Sayang,, apa kamu suka berolahraga ?" Riana baru sadar dengan postur tubuh sempurna putrinya.

" Tentu saja ma, tubuh yang sehat , jiwa yang kuat untuk otak yang cerdas " Anna tersenyum berjalan mendekati Mamanya membawa pakaian yang telah ia pilih.

" Kita akan menggunakan ini ?" tanya Riana, ia tidak pernah menggunakan celana.

" Anna tidak punya gaun atau dress " Anna tertawa

" Oh tidak, Mama akan buatkan gaun khusus untuk Putri Mama "Riana bersemangat ia memutar tubuh putrinya.

" Baiklah, sekarang kita ganti pakaian, Kakek pasti sudah lelah menunggu " Anna menarik tangan Mamanya.

Anna dan Riana ganti pakaian bersama, Riana menatap tubuh Indah Putrinya yang hanya berbalut pakaian dalam.

Mereka berdua turun bersama, Anna mengikat rambut panjang seperti ekor kuda sedang Riana membiarkan rambutnya tergerai.

Kakek tersenyum bahagia melihat Anak dan Cucunya berjalan bersama. Mereka terlihat seperti Dua bersaudara bahkan lebih seperti saudara kembar dengan dua kepribadian yang berbeda. Anna menemui bik Yani yang sedang membersihkan kebun, ia memberitahukan bahwa mereka akan pergi ke pemakaman.

Anna menggandeng tangan Mama dan Kakek nya. Mereka berjalan bersama menuju mobil mewah berwarna merah yang terparkir di halaman rumah, Riana memperhatikan mobil.

" Sayang, apa kamu membeli mobil Mahal ini ?" Riana menyentuh bagian depan mobil, Riana tidak menyangka jika putrinya memiliki selera yang bagus dan sangat tinggi. Itu adalah mobil limited edition yang hanya orang-orang tertentu bisa memilikinya.

Anna membukakan pintu untuk Kakek.

" Hadiah dari temen " jawab Anna santai menutup pintu mobil bagian belakang. ia mengitari mobil membuka pintu pengemudi.

" Apa !" Mama kaget mobil semahal ini hadiah dari teman, Riana segera masuk duduk di samping Kakek.

" Sayang kamu sudah punya pacar yaa? atau calon suami ?" Riana merebahkan kepalanya di bahu renta Kakek.

" Belum Ma " Anna menghidupkan mesin mobil, mengendarai mobil menuju area pemakaman, Riana tidak memperlihatkan jalanan, ia hanya bermanja melepaskan rindu dengan Kakek.

Mobil berhenti di depan pagar permakaman berwarna putih bersih. Pemakaman dengan nuansa rumput hijau dan pepohonan yang rindang sangat terawat.

" Ma , kita sudah sampai " Anna membuka pintu mobil Kakeknya.

Riana bergegas keluar ia sudah tidak sabar mau bertemu dengan Mamanya.

Riana melihat sekeliling Tidak ada rumah di sana, hanya terlihat taman dengan pepohonan yang rindang dan sebuah pemakaman.

" Kenapa kita di sini sayang " Mata Riana mulai berkaca-kaca, sebenarnya pertanyaan itu tidak perlu ia ungkapkan karena ia sendiri sudah bisa menebak jawabnya.

" Ayo Ma temui Nenek " Anna menggandeng salah satu tangan Mama yang masih diam membeku.

Mama menggeleng - gelengkan kepalanya, air mata kembali membasahi wajahnya yang masih sebab.

Kakek menghampiri Riana

" Ayo Nak, Mamamu tidak marah kepadamu, ia hanya terlalu merindukan dirimu " Kakek memegangi tangan Riana yang satunya lagi.

Mereka bertiga melangkahkan kaki bersama menuju pemakaman Nenek.

Tertulis di batu nisan " Rana Meliana "

Riana tersungkur di hadapan makam Mamanya, ia tak sanggup menahan beban Tubuhnya, kekuatan terasa terkuras habis.

" Ma, Maafkan Riana " Riana menangis, matanya benar-benar telah bengkak, wajahnya sembab.

Anna memeluk Mamanya, Kakek mengusap batu nisan dan pundak Riana.

Setelah melepaskan kesedihan dan Rindu, Anna mengajak Kakek dan Mama kembali ke rumah, Anna tahu Mamanya sangat lelah.

Mereka bertiga menuju rumah tanpa ada yang berbicara.

Riana kesulitan membuka matanya yang telah bengkak. Ia sangat lelah dan tertidur dalam pangkuan Kakek di dalam mobil. Anna mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang bahkan kadang pelan agar Mamanya bisa beristirahat.

Sesampai di rumah Anna memarkirkan mobilnya di tempat semula, Riana terbangun, Matanya tidak terbuka sempurna karena terlalu banyak menangis.

Anna membuka pintu untuk Kakek dan Mamanya di bantu bik Yani.

Anna mengantarkan Mama ke kamar Kakek agar Tidka perlu menaiki tangga, Pasti Mama sangat ingin istirahat bersama kakek.

" Istirahatlah Ma bersama Kakek di sini " Anna merebahkan tubuh Mama di atas tempat tidur dan menyelimutinya. Kakek duduk di kursi santainya.

Anna meninggalkan Kakek bersama dengan Mama di kamar, ia berjalan menuju dapur, melihat bik Yani yang sedang membuat makan malam.

Anna membiarkan bik Yani bekerja di dapur, ia menuju teras rumah duduk di kursi santai di bawah pohon Bugenvil yang sangat Cantik tidak berdaun lagi karena di penuhi dengan bunganya.

Anna menatap langit yang cerah, namun Matahari bersembunyi di balik awan.

Ia memejamkan matanya, merasakan perih.

*****

💓Terimakasih atas Dukungannya, komentar like n Vote♥️

♥️Semoga Readers Suka 💓

1
ssyareyys_
Thor ga lanjut?
Sri Mulyati
Luar biasa
Aep Saepurahman
alhamdulillah
Aep Saepurahman
sedih dikit
Aep Saepurahman
hehehe ternyata orang kaya juga sama ya
Aep Saepurahman
hehehe belum pernah jatuh cinta kali si bos
Aep Saepurahman
anna banyak yang suka nih
Aep Saepurahman
semoga sukses anna
Aep Saepurahman
indah nya anna
Aep Saepurahman
masih ok
Aep Saepurahman
menyenangkan
Aep Saepurahman
awal cerita nya menarik
Erina
ceritanya seru thor
nur baiti
bagus kisah cintanya ......
jadi geretan sama ana mau pilih siapa
Widyanti Ningsih
malas baca banyak kejahatan nya gak sesuai dengan judul nya terlalu ber tele"
Widyanti Ningsih
gadis goblok Akir nya hancur gak punya pendirian
Sekar Sekar
ikutan mewek thoor😭😭😭😭
Marhaban ya Nur17
kasihan pak juan
Wahyu Lestari
cerita nya trlalu flatt khusus buat anna,,
Hans,kl bisa di buat greget tegas dn punya bnyak koneksi serta bodyguard,bukankah sultan bgitu
Karate Cat 🐈
jangan bilang hengky satu ayah sama andreas.. bisa kusut urusannya 😓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!