berawal dari di tolak oleh pria yang di sukai nya berakhir di kejar oleh putra dari keluarga Duke .
apa kah kalian penasaran dengan bagai mana perjalanan mereka
ayo baca
★CONQUERING THE BARON'S DAUGHTER ★
untuk mengetahui ending dari kisah cinta mereka ,dan kisah persahabatan sang MC
★selamat membaca★
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bila bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
tak terasa sudah waktu nya masuk kembali ke akademi , saat ini Abigail sedang membaca buku di kamar asrama ,dengan kepala yang menyandar di pundak milik Mawara
"haaaaa, kanapa waktu masuk Akademi cepat sekali, aku belum puas liburan nya" gerutu Viona
" sama" sahut kompat ketiga gadis itu
"belum lagi kita mendapat banyak tugas begitu masuk ,bukan kah ini kejam" ucap Mawara
" ngomong ngomong soal tugas ,apa kalian ingat apa tugas yang di katakan oleh guru tata kerama kita" tanya Mirota ,yang di ikuti dengan ketiga teman nya yang ikut berpikir
Mengingat ngingat apa perkataan guru mereka itu, " apa ya,aku tidak ingat" ucap Viona
" aku pun tak mendengar nya aku sibuk membaca" sahut sambung Mawara
" aku tidak tahu" timpal Abigail yang mendapat respon wajah datar dari ketiga teman nya
" bagai mana kau mau ingat kau saja tidur tadi" ucap Mirota dengan wajah sinis
" heheh, nama nya juga lelah sehabis praktik sihir" kekeh Abigail
" sudah lah biar aku keluar dan bertanya pada mirid di kamar sebelah " ucap Abigail lalu beranjak dan pergi
Setelah lima menit pergi Abigail kembali dengan wajah tersenyum , " aku tau apa tugas kita" ujar Abigail yang membuat ketiga teman nya itu penasaran
" apa " tanya Viona
" kita di tugaskan untuk , kembali mempelajari tata kerama berbicara ,karna katanya nanti ketika hari kelulusan kakak tingkat kita ,akan banyak orang tua mereka yang datang jadi kita harus bisa mengendalikan cara bicara dan sikap" ujar Abigail menjelaskan
" ooh" sahut ketiga teman nya
" eh ,nanti kalau tidak salah di hari kelulusan mereka ,akan ada pestadansa nya juga , dan ini melibatkan seluruh orang yang ada di aka demi, apa kalian akan ikut" tanya Mawara
" eem,bagai mana kalau seperti biasa saja " usul Abigail
" iya benar juga ,ambil beberapa makanan lalu pergi kau memang pintar Abigail" ujar viona
" tapi apa kalian tidak takut kejadian seperti taun lalu ,yang kita ketahuan dan lalu harus berurusan dengan guru tata kerama selama lebih dari satu bulan" ujar Mirota yang membuat mereka mengingat tentang hukuman yang mereka dapat kan
" eeh seperti nya kita tak usah kabur ,aku tidak ingin di suruh menjadi asisten nya lagi selama sebulan" ujar Mawara dengan suara yanga kecewa
" ya kami juga" sahut ketiga nya
Setelah pembicaraan itu mereka memutuskan untuk menyelesaikan tugas mereka yang masih menumpuk
Hingga mereka tidak menyadari jikalau sore sudah tiba
(krucuk)
Suara gemuruh itu memecah kan kesunyian di ruang asrama itu yang membuat Abigail ,Mawara ,dan Mirota langsung menatap ke arah Viona
" kau lapar" tanya Mirota ,yang di angguki oleh Viona
" hhhm ,ternyata sudah sore ,wajar saja kalau kau lapar ,sebaik nya kita bereskan semua ini lalu bersih bersih dan setelah itu kita keruang makan ,untuk makan malam" ujar Abigail mengarah kan ke tiga teman
Ketiga nya melakukan arahan yang di ucap kan Abigail dan menyelesaikan semuanya , dan setelah membersih kan tubuh mereka mengenakan pakaian kasual mereka dan lalu pergi keruang makan
namun sebelum sampai ke tempat tujuan mereka berpapasan dengan tiga orang pria yang tak lain adalah , Erland , Richard ,dan Adrian
" ah ,kalian ingin keruang makan juga " tanya Erland
" iya " jawab Abigail dengan sopan
" ayo pergi bersama " ajak Erland
" tentu" sahut Abigail
' padahal kan memang satu arah ,ada saja akal akal lAN tuan muda Tristen' Monolok Viona sambil menyenggol nyenggol jari Mawara untuk memberi kode
Sedang kan Mawara mengangguk angguk sambil mencibirkan bibir nya ,semen Tara itu Mirota terus di tatap oleh Adrian seakan menanyakan sesuatu
melihat itu Mirota hanya menunjukan sebuah kantung di yang di sangkut kan baku nya ,dan itu sudah menjawab pertanyaan dari Adrian
Dan Richard terus menatap Mawara berharap wanita itu menatap nya juga ,namun nihil Mawara malah menarik Viona untuk berjalan lebih cepat ,dan tangan Viona menarik Mirota dengan di ikuti oleh Mirota yang menarik tangan Abigail
Mereka berjalan bergandengan tangan sedang kan di belakang ,ketiga pria itu hanya menggeleng melihat pria laki keempat wanita itu
" andai Albara melihat kelakuan adik dan gadis yang dia sukai ,bagai mana ya respon nya" ujar Richard
" entah lah mungkin di juga akan menggeleng" sahut Adrian
...****************...
Setelah sampai dan mengambil jatah makan mereka duduk bersama di meja yang paling pojok yang dekat dengan jendela
mereka makan sambil memandangi langit malam yang indah bersama bintang dan rembulan yang terang
" langit malam sungguh indah ya nona Abigail" ujar Erland sambil menatap manik mata Abigail
" ya ,tuan Erland sangat indah ,tapi langit nya ada diluar jendela itu ,bukan pada mata saya" sahut Abigail dengan sedikit menekan kan kalau dia tidak nyaman di tatap
" tapi mata mu lebih indah dari pada langit itu ,nona,bagai mana mungkin aku bisa mengalih kan pandangan Ku dari mata mu" sahut Erland dengan senyuman
" terima kasih atas sanjungan anda ,tapi bukan kah mata anda lebih indah ,warna mata anda bagai kan lautan biru yang dalam dan penuh akan misteri" sahut Abigail sambil mengambil cermin kecil dari dalam saku nya
" jika kau tak percaya lihat lah" ujar Abigail sambil menyerahkan cermin itu
Namun tiba tiba cermin itu di rampas dari tangan nya, " ah terima kasih karna sudah membawa cermin nona Abigail ,aku memang membutuh kan nya" ucap wanita yang merampas cermin itu
Mawara sudah ingin bangkit dari duduk nya untuk membalas ucap wanita itu yang tak lain adalah Lady Arin Balca
Namun Abigail menahan nya dengan tatapan yang mengatakan untuk kembali duduk kepada Mawara,Mawara menuruti ucapan Abigail dan kembali duduk dengan perasaan dongkol
" ya ,silahkan lady pakai lah ,aku tau kau sedang tidak memiliki uang" ucap Abigail sambil tersenyum
" apa maksud mu" sahut Arin dengan emosi
" siapa yang tidak tau kalau uang saku mu kan di kurangi oleh Marquess Balca" sahut Abigail dengan santai
" jaga ucapan mu " ucap Arin dengan emosi
" ucapan yang mana ,kan aku hanya mengucap kan fakta" sahut Abigail
" kau.." Arin sudah melayang kan tamparan ke wajah Abigail namun tangan nya tertahan oleh tangan seorang pria
" t--tuan Erland"
" Lady Arin Balca bisa kah kembali ke tempat ,semua orang di sini ingin menikmati makan malam mereka dengan tenga ,jadi jangan membuat keributan" ucap Erland dengan wajah datar namun aura yang di keluarkan bahkan sampai membuat bulu kuduk Abigail berdiri
Melihat itu Arin langsung menuruti nya dan berjalan kembali duduk bersama kedua teman nya dengan kesal
" kalian pasti kaget ,ayo lanjut kan makan nya" ujar Erland yang di angguki oleh orang yang ada di meja itu
...****************...
Setelah menyelesaikan kan makan nya keempat gadis itu pergi terlebida hulu untuk kembali ke kamar Asrama mereka
Namun dalam perjalanan ke asrama mereka bertemu dengan sosok berjubah hitam ,melihat itu keempat gadis itu langsung bersikap siaga
orang dengan jubah itu berjalan ke arah mereka , seketika Mawara langsung memasang kubah untuk melindungi mereka dan Mirota menutupi dirinya Abigail dan Viona dengan kubah air agar Tan merasakan panas
Namun ketika orang itu membuka jubah nya mereka langsung kaget karna orang itu adalah Arion Alvaro
" apa yang kau lakukan dengan jubah itu" tanya Abigail
"aah , aku akan pergi untuk waktu yang lama ,karna ada sedikit urusan ,tolong berikan surat ini kepada bunga kecil ku ya" setelah memberikan surat ,Arion langsung pergi denan sangat cepat
Bahkan mereka hampir tak menyadari kepergian pria itu ,karna rasanya seperti hanya satu kedipan mata pria itu sudah hilang
Surat itu memiliki bunga kering dan setempel dengan gambar mawar yang indah, ' sebenar nya ada apa dengan bocah itu,kan dia bis saja mengantar nya sendiri' Monolok Abigail dengan bingung
" Viona ,pinjam Jan aku merpati mu" ujar Abigail yang di angguki oleh Viona
Segera Viona bersiul dan seekor burung merpati datang , Abigail memberikan surat itu kepada Viona dan lalu Viona segera mengikat surat itu di kaki merpati itu
" pergilah ke kediaman viktorian dan berikan kepada Nathali Viktorian " ujar nya dan lalu menerbangkan burung itu
" apakah bisa sampai" tanya Abigail
" tentu saja" jawab Viona
Setelah nya mereka kembali berjalan menuju asrama dengan penuh ketenangan
★Bersambung★