NovelToon NovelToon
Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Status: tamat
Genre:Komedi / Badboy / Sudah Terbit / Mafia / Tunangan Sejak Bayi / Cintapertama / Playboy / Teen School/College / Bad Boy / Tamat
Popularitas:30.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Baca juga Playboy Jatuh Cinta 2 (Kisah Cinta Shena dan Leo) sekuel dari PJC 1

Shena terpaksa bersedia menjadi pacar Leo. Ia mau mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan teman-temannya. Ia juga harus menanggung beban sebagai kekasih seorang buaya darat, bahkan ia pun harus menghadapi banyak hal yang berbahaya.

Sedangkan Leo sendiri mulai jatuh cinta pada Shena karena hanya gadis itu yang berani menjauhinya di saat semua cewek-cewek berlomba-lomba mendekatinya. Leo ingin membuat Shena juga jatuh cinta padanya meski harus dengan menggunakan cara yang ektrim dan tidak biasa.

Kisah ini bukanlah kisah cinderela ataupun kisah seperti yang ada dalam drakor bbf. Kisah ini sangat berbeda dengan kedua kisah buming tsb.

Selalu ada kejutan di setiap episodenya dan dijamin berbeda dengan kisah-kisah orang kaya dan si miskin lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 30 Peti Kemas

“Baguslah, aku tidak perlu repot-repot untuk bunuh diri! Silahkan, bunuh aku sekarang, aku sudah siap!” tantang Shena dan membuat heran wanita yang menculiknya.

“Kamu sama sekali tidak takut?” tanya wanita itu.

“Takut? Aku? Satu-satunya hal yang paling aku takuti adalah kehilangan orang yang aku sayangi seperti teman-temanku. Jika aku mati sekarang, aku malah senang, dengan begitu aku tidak perlu berkorban lagi demi mereka.” Shena berkata dengan jujur.

“Huh, baru kali ini aku bertemu dengan orang sepertimu yang tidak takut akan kematian. Pantas saja Leo sangat tergila-gila padamu.”

“Jangan pernah menyebut nama cecunguk itu lagi di depanku! Apalagi di detik –detik kematianku! Cepat, bunuh aku sekarang! Tunggu apalagi?” bentak Shena yang sudah pasrah akan akhir hidupnya.

“Tidak secepat itu, Sayang ... tunanganmu saja belum datang, akan lebih menyenangkan jika dia melihatmu mati tepat di depan matanya,” ujar wanita itu sambil tertawa terbahak-bahak.

Shena sendiri terkejut, ternyata ada juga orang yang sadis seperti Leo. Bahkan lebih sadis malah. Menyaksikan orang yang dicintainya mati di depan mata kepalanya sendiri, sungguh sangat menyakitkan.

Orang ini pasti sangat dendam dengan Leo atau keluarganya atas apa yang pernah mereka lakukan pada wanita ini sehingga kebenciannya pada Leo membuat dia harus bersikap sekeji ini. Siapa wanita itu sebenarnya?

Tunggu! Berarti Leo akan datang kemari?

Shena jadi bingung, karena saat ini Leo sedang dalam perjalanan bisnis ke luar negeri bersama dengan Xiao nai dan Wei wei. Tidak mungkin dia meninggalkan perjalanan bisnisnya dan datang kemari hanya demi orang sepertiku. Sungguh sangat tidak mungkin.

“Leo tidak akan datang ke mari,” ujar Shena pada wanita yang menculiknya.

“Oh iya? Bagaimana kamu bisa seyakin itu?” wanita itu menatap tajam mata Shena walaupun Shena tidak bisa melihatnya.

“Karena dia tidak ada di sini,” jawab Shena penuh percaya diri.

“Bagaimana kalau dia datang, dia sangat mencintaimu! Tidak mungkin dia mengabaikan tunangannya begitu saja.”

Shena ragu dengan apa yang dikatakan wanita itu. Meskipun Leo mencintainya, tapi Shena sudah menolaknya secara terang-terangan. Sebab sampai detik ini, Shena tidak punya perasaan apa-apa pada Leo. Jika Leo pintar, maka dia akan mengabaikan Shena dan melanjutkan hidupnya untuk mencari wanita lain yang bisa membalas cintanya daripada harus datang ke sini untuk cari mati.

***

“Anda mau minum apa, Tuan?” tanya pramugari pada Leo yang duduk di salah satu bangku pesawat kelas bisnis sambil membaca koran.

“Tidak!” jawab Leo tanpa memerhatikan tatapan mata pramugari yang mecoba genit padanya.

Pramugari itu kecewa karena Leo sama sekali tidak mau melihatnya. Padahal, ia bersiap memainkan matanya untuk memikat Leo jika cowok itu mau menatapnya. Sayangnya, apa yang diharapkan pramugari itu tidak sesuai dengan ekspektasi. Leo bersikap acuh padanya, bahkan menganggapnya seolah tidak ada. Pramugari itu beralih ke penumpang lain untuk menawarkan minuman yang sama.

Ponsel Leo tiba-tiba saja berdering, ia membuka pesan yang masuk ke dalam ponselnya karena panggilan teleponnya sedang ia alihkan saat ia berada di dalam pesawat. Mata Leo menatap tajam pada layar ponsel setelah Leo selesai membaca isi pesannya.

“Ada apa?” tanya Xiao nai dari balik kursi penumpang yang ada di belakang Leo.

Leo menoleh ke arah sepupunya dan memberikan ponselnya pada Xiao nai. Mereka berdua saling memandang serius satu sama lain.

Setibanya di bandara, Leo menelepon beberapa orang pengawalnya sambil memesan tiket kembali ke tempat asalnya. Beruntunglah hari ini bukan lah hari libur sehingga Leo bisa dengan cepat mendapatkan tiket pulang tanpa harus menunggu lama.

Tanpa pikir panjang ia kembali ke pintu masuk ruang tunggu untuk penerbangan berikutnya. Leo memang mendapat pesan dari si penculik Shena agar segera datang untuk menyelamatkan Shena. Penculik itu juga mengirim bukti foto Shena yang sedang tertidur pulas dengan kondisi terikat di kursi.

Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya Leo terus mengumpat karena merasa kecolongan tidak bisa melindungi gadis yang ia cintai. Padahal, Leo sudah memprediksi, cepat atau lambat kejadian seperti ini pasti terjadi, mengingat siapa Leo dan ketenarannya selama ini.

“Halo,” Leo mengangkat teleponnya yang berdering begitu tiba di bandara. “Ehm ... aku sudah tiba di bandara ... iya .. lakukan dengan cepat .. aku akan segera menyelamatkan Shena ... baik! Xiao nai akan menjelaskannya pada kalian! Bersiaplah!” Leo menutup teleponnya dan bergegas mengambil mobilnya yang beberapa jam lalu baru saja ia parkir di halaman parkir bandara Soetta.

Leo mendapat pesan singkat yang berisi alamat di mana Shena di culik dengan ancaman akan membunuh Shena jika Leo sampai membawa bala bantuan atau melapor ke polisi. Leopun kembali menelepon anak buahnya setelah membaca pesannya.

“Ada perubahan rencana ... aku akan ke sana dulu, jangan lakukan apapun sebelum mendapatkan perintah dariku. Jika aku tidak ke luar dalam waktu 30 menit, kalian boleh bertindak!” Leo menutup ponselnya dan melajukan mobil sportnya dengan kecepatan penuh supaya bisa lekas sampai di lokasi tempat di mana Shena disekap.

“Awas saja jika sampai mereka melukai Shena sedikitpun, akan aku pastikan mereka semua menyesal seumur hidup?” gumam Leo. Tangannya mengepal dengan kuat di atas kemudi setir mobilnya.

Leo datang ke sebuah dermaga yang dipenuhi dengan truk trailler. Dilihat dari alamat yang diterima Leo, tempat ini merupakan salah satu terminal peti kemas/container yang digunakan sebagai tempat transit antarnoda kapal dan truk peti kemas antar negara. Dermaga ini biasa digunakan untuk kegiatan operasional yang terdiri dari stevedoring, cargodoring, dan receivingl delivery dalam perdagangan antarnegara.

“Mereka benar-benar penjahat kelas kakap. Tempat ini terlalu bagus untuk menyekap orang. Huh ... merepotkan sekali!” gumam Leo saat ke luar dari mobil.

Lokasi dermaga ini sangat sepi. Tidak ada seorangpun yang berlalu lalang di sini. Pos penjagaan ke luar masuk juga kosong. Tempat ini mirip dengan kuburan yang tidak berpenghuni.

Baru beberapa langkah berjalan, Leo langsung di todong dari belakang dengan senjata api paintball semi otomatis type AKM 74 yang menempel rapat di belakang kepalanya.

“Angkat tanganmu!” suruh seseorang yang menodongkan pistol pada Leo.

Dengan tenang, Leo mengangkat kedua tangannya tanpa bergeming sedikitpun. Disekelilingnya, sudah ada sekitar 8 orang sedang mengepungnya dengan senjata sama seperti yang ditodongkan pada Leo saat ini.

“Jalan!” suruh seseorang itu lagi.

Leopun menurut dan mulai melangkahkan kakinya maju ke depan. Para penjahat itu membimbing Leo masuk ke dalam sebuah gudang berukuran besar yang berada di ditengah-tengah jajaran peti kemas/container.

Pintu gudangpun terbuka dan Leo di dorong dengan senjata api agar memasuki gudang yang gelap itu. Setelah berada di dalam, para komplotan penjahat langsung menyebar dan berbaur dengan seluruh anggotanya lengkap dengan senjata api di tangan masing-masing.

Sejauh ini, Leo hanya mengamati keadaan, memantau situasi dan kodisi serta ingin memastikan bahwa Shena baik-baik saja, karena itu dia tidak melakukan apa-apa dan hanya diam seribu bahasa.

“Selamat datang ... di markas kami, aku harap kamu nyaman di sini. Anggap saja seperti rumah sendiri.” sindir wanita yang juga tadi berbicara dengan Shena. Karena keadaan yang gelap, Leo tidak bisa memastikan siapa wanita yang berbicara dengannya, tapi Leo bisa menebak suara siapa itu.

“Tentu saja aku nyaman, sekali ... apalagi ada dirimu di sini, Bibi Nunuk chuby,” jawab Leo sambil menyunggingkan senyumnya seolah merasa senang bisa bertemu kembali dengan pengasuh dirinya.

****

1
Sri Yanti
Lumayan bagus
Rita susilawati
3x baca.sedih bner Thor campur haru Shena ketemu leo
kendra maulana
bagus ceritanya
Muis Agus
Leo ganteng bgt..
Muis Agus
semngt shena
Elly
sgt luar biasa sy krn author bisa mengabungkan dia judul novel menjadi satu sy suka ❤❤❤
Yurniati
semangat terus update nya thorr
yeonjunlope
Luar biasa
yeonjunlope
ngakakkk 🤣🤣🤣
yeonjunlope
hahaa harus bgt nyandra gitu 🤣
siti yanti
huh mau nyumpahin Leo sayang dia ganteng tapi ikut sedih dan nyesek sama Shena
siti yanti
Shena mw lari kemana percuma lha kamu itu sdh masuk di labirin cinta yg Leo kuasai
Diantt Oioi
sedikit percaya Sama gak percaya
agustin puspita
diculik lagi...
agustin puspita
leo konser
agustin puspita
hadiah dari 'ayah'
agustin puspita
musuh bebuyutan ...
agustin puspita
korban salah gampar leo,,sabar ya....
agustin puspita
ganteng semua...
agustin puspita
mantap duo kampret beraksi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!