Alissa Huntz seorang gadis cantik rupawan, memiliki mata bewarna ungu bersinar, mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi untuk membalas dendam terhadap mereka yang berkhianat kepadanya.
"Bagaimana kalau kamu mengikuti ku, aku akan menjagamu dan melindungi mu. Kamu tidak akan pernah kelaparan dan mencuri lagi" Ucap Alissa sambil tersenyum manis
Beberapa tahun kemudian...
"Aku tidak akan melepaskanmu. Tetaplah disisiku dan menjagaku selama nya seperti yang kamu janjikan Alissa" Ucap Daniel tegas
Ini adalah kisah seorang gadis yang membesarkan penjahat pria yang berusaha menyakitinya di masa lalu.
Catatan Author :
1. Dilarang promosi di bagian komentar, tolong hargai karya author. Karena author disini butuh kritik dan saran^^
2. Cerita murni hasil ide author, tolong jangan copy paste ide cerita sebuah karya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizuure, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan Ini Menyakitkan (2)
Alissa memejamkan matanya. Alissa tidak peduli lagi dengan apapun asalkan ia bisa berkumpul bersama keluarganya lagi.
"Ahh..." Teriak Daniel
Alissa mendengar suara Daniel yang berteriak, Alissa bahkan tidak merasakan sakit apapun di tubuhnya. Alissa membuka matanya secara perlahan, Alissa melihat Daniel yang telah melindungi dirinya dari pedang tajam milik Charles. Alissa merasa hatinya amat sakit melihat Daniel seperti ini. Kenapa? Kenapa Daniel harus ikut menderita bersama dirinya. Seharusnya dulu Alissa tidak perlu merawat Daniel dan membesarkannya untuk merasakan sakit seperti yang ia rasakan ini.
"Daniel, jangan melindungiku. Aku sudah pasrah dengan takdirku. Aku akan tetap mati bagaimanapun juga." Ucap Alissa sedih
"Alissa, kamu harus tetap hidup dan membalas semua ini kepada mereka yang menyakitimu. Apakah kamu rela melihat rakyatmu menderita karena ini?" Tanya Daniel berbisik lemah
"Daniel, aku tidak bisa. Aku tidak sanggup lagi dengan takdir ku ini." Ucap Alissa menangis
"Pegang lah tangan ku. Aku akan membantu mu Alissa. Jadi, tolong tetaplag hidup Alissa." Ucap Daniel
"Apakah aku sekarang melihat drama cinta kalian? Baiklah kalau begitu aku bunuh saja kalian berdua sekaligus." Ucap Charles dingin
Alissa memegang tangan Daniel dengan erat. Alissa sekarang sangat terluka, Alissa tidak dapat mengulangi sekali lagi kejadian dimana ia harus kehilangan keluarganya. Alissa benar-benar berada dititik terbawah nya sekarang .
"Alissa kamu percaya padaku kan? Kamu hanya perlu memandang punggungku. Aku akan menyelematkan dan melindungimu kali ini." Ucap Daniel
Alissa hanya memandang Daniel kosong, Alissa benar-benar masih belum dapat menerima semua kejadian ini. Alissa berharap semua yang terjadi ini hanya mimpi. Alissa berharap ketika ia terbangun Alissa dapat kembali melihat keluarganya lagi.
Alissa dapat merasakan tangannya ditarik oleh Daniel. Alissa melihat Daniel sedang berusaha bertarung dengan Charles. Alissa memandangi Daniel yang sudah kehilangan banyak darah. Bahkan, Alissa dapat melihat wajah Daniel yang tampan sudah berlumuran darah miliknya sendiri. Alissa merasakan sakit melihat Daniel yang berusaha untuk membuatnya tetap hidup.
"Ahh... Alissa pergilah. Aku akan menyusulmu." Bisik Daniel
"Aku... Aku..." Ucap Alissa
"Baiklah ucapkan selamat tinggal pada dunia" Ucap Charles mengayunkan pedangnya.
Alissa merasakan Daniel melindungi dirinya dengan memeluknya sangat erat. Alissa melihat Charles mengayunkan pedangnya ke arah dirinya dan Daniel. Alissa pun mengucapkan kalimat yang membuat Charles berhenti tiba-tiba.
"Excalibur" Ucap Alissa
Alissa memandangi Charles yang memegang bagian dada nya. Alissa tahu dampak dari kekuatan miliknya. Kekuatannya dapat membawa sebuah kehidupan dan menurunkan sebuah kematian.
"Apa... Kamu apa yang kamu lakukan padaku?" Tanya Charles merasa sakit
"Kamu telah berkhianat padaku. Mungkin ini adalah pembalasan dari dewa kepadaku karena telah mengkhianati mu dulu.Sekarang kita telah impas Charles." Ucap Alissa sedih
"Apa maksudmu dengan dulu? Kamu apa yang kamu lakukan. Akhh... ini... apa ini sakit sekali." Ucap Charles
Alissa memandangi Charles yang kesakitan. Alissa merasakan tangannya ditarik oleh Daniel. Alissa menoleh ke arah Daniel yang wajahnya sudah semakin pucat karena kehilangan banyak darah.
"Ayo kita pergi sekarang Alissa. Kita harus meninggalkan kerajaan PurpleLight." Ucap Daniel
Alissa masih terdiam, Alissa tidak ingin hidup lagi. Alissa hanya ingin bersama keluarganya saja. Alissa tidak mau hidup di dunia ini.
"Alissa ayo, sebentar lagi pasukan Marmilize akan mengepung kerajaan ini." Ucap Daniel khawatir
"Kamu pergi, aku tetap berada disini. Ini adalah kerajaan ku. Aku tidak akan meninggalkannya. Lebih baik aku mempertaruhkan nyawaku untuk melindungi kerajaan ini." Ucap Alissa
"Alissa sekarang bukan waktunya untuk seperti ini,kamu harus tetap hidup dan mengambil kembali kerajaan mu. Tolong, jangan seperti ini Alissa." Ucap Daniel
"Maafkan aku Daniel, aku akan tetap disini" Ucap Alissa
"Apakah kamu tidak peduli lagi padaku? Apakah kamu tidak peduli lagi dengan rakyatmu. Buang semua rasa egoismu. Apakah kamu tahu aku bahkan tidak punya keluarga sama sekali namun sekarang aku sudah mempunyai seseorang yang berharga dihidup ku. Aku ingin melindungi nya walaupun aku harus mengorbankan nyawaku." Ucap Daniel
"Daniel, aku tidak tahu. aku merasa sakit, kenapa... kenapa para dewa tidak pernah memberikan aku kebahagiaan yang lama. Kenapa aku harus merasakan kebahagiaan ini sebentar saja? Aku merasa lelah dengan semua takdir yang diberikan dewa kepadaku." Ucap Alissa menangis
"Alissa, kamu harus mengubah takdirmu sendiri. Jangan tetap berjalan di takdir yang telah diberikan para dewa. Aku akan membantu mu untuk mengubah takdirmu Alissa. Kita dapat mengubahnya bersama-sama." Ucap Daniel
"Daniel, bawa aku pergi. Bawa aku pergi dari sini." Ucap Alissa lemah
"Alissa pegang tanganku dengan erat kamu hanya boleh memandang pungguku ketika kita keluar dari kerajaan ini." Ucap Daniel
Alissa menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Daniel. Alissa pun mengikuti Daniel keluar dan meninggalkan Charles yang telah pingsan. Alissa melihat bahwa ia dan Daniel memasuki sebuah lorong panjang. Alissa baru tersadar bagaimana Daniel bisa memasuki ruangan itu. Sebenarnya apa yang terjadi sekarang, Apa yang terjadi dengan semua orang, merupakan pertanyaan yang masih belum terjawab didalam benak Alissa.
Alissa melihat cahaya yang berada diujung lorong, Alissa ingat perkataan Daniel hanya boleh memandang punggungnya. Alissa semakin penasaran kenapa dia harus memandang punggung Daniel. Alissa hanya perlu mengikuti perintah Daniel kali ini.
"Setelah kita keluar dari lorong ini, tetap pandang punggungku Alissa." Ucap Daniel
"Baiklah Daniel" Ucap Alissa
Alissa panik ketika mendengar suara pasukan yang berasal dari belakang. Sepertinya pasukan Marmilize sudah mulai mengepung istana miliknya. Alissa merasa sedih dengan apa yang terjadi dengan kerajaan miliknya sekarang.
Alissa dan Daniel melangkahkan kaki nya keluar dari lorong panjang tersebut. Alissa tiba-tiba mencium bau busuk ketika melangkah keluar.
"Bau ini? Bau apa ini? Seperti Bau bangkai? Aku ingin tahu apa itu." Ungkap Alissa di hatinya
Alissa pun melirik ke sebelah kiri. Alissa begitu terkejut dan berteriak histeris ketika melihat manusia yang memakai pakaian pelayan kerajaan PuprleLight tergantung diatas pohon di hutan.
"Ahh... Itu... itu para pelayan ku, itu para pelayan kerajaan ku Daniel. Apa yang terjadi? Kenapa?Kenapa? " Teriak Alissa histeris
"Alissa sudah kukatakan jangan melihat yang lain kamu hanya boleh melihat punggung ku. Alissa kita harus keluar dari sini sekarang. Kamu tidak boleh lemah seperti ini. Kamu bukan Alissa yang aku kenal jika kamu seperti ini." Ucap Daniel
"Bagaimana aku tidak lemah, para pelayan ku telah diperlakukan seperti itu. Bahkan aku harus kehilangan pelayan kesayangan ku sekali lagi, aku harus merasakan kehilangan ini sekali lagi. Kamu tidak akan tahu rasanya." Teriak Alissa
"Alissa, kita tidak punya waktu untuk berdebat seperti ini. Pasukan Marmilize telah mengejar kita sekarang, apakah kamu ingin ditangkap begitu saja oleh mereka. Apakah kamu tidak ingin membalas semua yang dirasakan oleh para pelayan mu." Ucap Daniel
"Aku, aku tidak akan membiarkan ini. Daniel bawa aku pergi dari sini, bawa aku pergi." Ucap Alissa menangis
"Ayo Alissa pegang tanganku kali ini kamu harus menuruti perintah ku." Ucap Daniel
tadi memandang dg dingin lalu ini langsung senyum
sbnrnya kamu ngambil kebudayaan mn sih thor??
td nya aku kira kamu ngambil budaya kebudayaan era victorian tp td sekilas aku baca aldhric makan dgn sumpit... sekarang malah ada jabatan duke.
bingung aku thor...
kamu ada2 aja thor....
bukannya sekarang dunia itu selalu malam semenjak kehilangan cahaya chakka tree?? atau cm istana aja yg terang dan tempat lain gelap?
keliru kamu thor.... kamu yg buat cerita kamu sendiri yg g konsisten.
bukannya seharusnya 7 bulan?
sewaktu alissa disembunyikan di kuil suci oleh michael itu sudah berlangsung selama 6 hari yg artinya di dunia vanir sudah berjalan 6 bulan, trs di midgard sudah berlangsung 6 tahun (2 tahun menjadi penari fairy secret dan 4 tahun menjadi pelayan) yg artinya sudah 6 minggu atau 1 bulan 2 minggu jd total 7 bulan 2 minggu thor....
akh... aneh kamu thor....
bukannya dewa memberika tugas utk menjaga perdamaian?
bukankah sayap malaikatnya hilang karena para malaikat berusaha utk memusnahkan para iblis?
jd knp harus dihilangkan?
aku bingung dgn pemikiran mu thor.
complicated banget.