NovelToon NovelToon
Jodoh Titipan

Jodoh Titipan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Taqi Bassami, hanya karena ia seorang anak angkat, pria itu harus mengorbankan hidup selamanya. Taqi menukar kebebasannya demi membayar balas budi. Berkat sang ayah angkat, hidupnya yang terpuruk di jalan, kini menjadi sukses.
Bila balas budi bisa dibayar dengan uang, Taqi pasti melakukan hal itu. Tapi bagaimana, jika Taqi harus menikahi wanita pilihan keluarga angkatnya itu untuk membalas jasa. Belum lagi latar belakang Taqi yang perlahan mencuat ke permukaan. Siapa sebenarnya Taqi? Ketika banyak pihak mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trap

Jodoh Titipan Bagian 21

Oleh Sept

Meskipun semalam adalah malam pengantin, nyatanya semua terasa sama saja bagi Taqi Bassami. Mau status menikah atau bujang, tidak ada bedanya. Malah sekarang ia jadi kurang tidur. Bukan karena bergadang untuk hal yang sia-sia, akan tetapi terjaga karena bayi kecil Naqi yang beberapa saat rewel dan terbangun.

Apalagi tadi pagi ummi membahas pompa ASI, jujur ada pikiran aneh dalam kepalanya. Pria bujang yang belum pernah memiliki anak tersebut, mana paham dengan hal-hal perasian. Yang Taqi tahu paling hanya sufor, ya sufor yang dijual di banyak mini market.

Kalau masalah ASI yang dipompa, Taqi tidak bisa membayangkan. Entah prosesnya bagaimana, dan caranya seperti apa. Tidak mau pikiran lari kemana-mana, Taqi menggeleng. Menasehati hatinya agar jangan memikirkan hal yang macan-macam.

***

Pagi itu, setelah makan dan berbicara santai bersama keluarga, tiba-tiba ada kabar yang kurang sedap. Taqi mendapat kiriman gambar dari ponselnya, kantornya yang ada di negeri Jiran tersebut, dilingkari pita kuning. Sempat terkejut, ia pun menghubungi orang kepercayaan yang ada di sana.

Setelah bicara dengan orangnya via telpon, Taqi lalu menemui abah. Ia mengajak abah bicara bedua saja. Keduanya pun duduk di teras, sedangkan Nada dan ummi di ruang tengah.

Awalnya Taqi merasa ragu, takut abah shock jika mendengar kabar ini. Tapi, Taqi juga harus segera ke sana. Memeriksa sendiri apa yang sudah terjadi.

Pria bermata hitam jernih dan tajam itu pun menghela napas panjang, kemudian menata kata-kata. Agar abah tidak begitu terkejut.

"Abah ... Taqi sepertinya harus terbang ke Malaysia." Taqi memperlihatkan ekspresi pria yang dipenuhi kerutan di wajahnya tersebut.

Abah Yusuf jelas saja langsung mengeryitkan dahi, "Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"

Sepertinya abah merasakan firasat buruk, karena baru saja menikah mengapa langsung meninggalkan negeri ini. Membuat pria tua itu merasa curiga.

"Ada masalah di perusahaan, Bah."

"Apa tidak bisa ditangani orang-orangmu, Taqi? Masalahnya kamu baru saja menikah."

Abah Yusuf seakan tidak memberikan ijin untuk Taqi yang hendak ke Malaysia. Sedangkan Taqi, butuh ke sana secepatnya. Akhirnya, ia pun merogoh saku. Mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan pada abah.

"Apa yang terjadi?" tanya abah sambil menajamkan pandang.

"Ada kebakaran di salah satu gudang, Bah. Makanya Taqi mau ke sana. Untuk pemeriksaan dan penyidikan. Ini tidak bisa diwakilkan."

Abah diam sesaat, kemudian mulai bicara kembali.

"Ya sudah, bila semua sudah beres. Langsung kembali."

"Baik, Bah."

Setelah mendapat ijin dari abah Yusuf, Taqi lantas masuk ke dalam rumah. Ia melewati ummi yang memangku Naqiyyah. Dan Taqi hanya melirik sebentar, kemudian bergegas masuk kamar. Nada dan ummi saling melirik, memperhatikan sikap aneh Taqi Bassami tersebut.

"Coba lihat Taqi, Nada! Itu kenapa suamimu?" titah ummi.

'Kenapa harus Nada?' batin Nada. Ia merasa canggung kalau satu ruangan dengan Taqi. Beda dengan dulu, satu meja makan pun tidak masalah saat keduanya berstatus saudara ipar. Kalau sekarang, status sebagai pasangan suami istri yang sah. Tapi rasanya hubungan mereka berdua sangat kaku.

"Nada!" panggil ummi sekali lagi.

"Iya, Ummi!" Nada pun beranjak, kakinya berjalan dengan berat hati.

KLEK

Begitu pintu terbuka, Nada melihat sosok Taqi yang memasukkan beberapa lembar baju ke dalam koper.

Taqi yang mendengar suara pintu terbuka, menoleh sekilas. Pria itu kemudian melanjutkan beres-beresnya.

"Mas mau pergi beberapa."

Sebelum ditanya, Taqi sudah menjawab duluan. Sembari terus menatap perlengkapan yang akan ia bawa.

"Ke mana?" Mau tidak mau, Nada pasti penasaran.

"Ada urusan di Malaysia."

"Oh."

Nada sampai bingung mau bicara apa dengan suaminya itu. Hingga ia hanya mengamati dari posisinya berdiri.

"Apa ada yang bisa Nada bantu?" tawar Nada kemudian ketika Taqi menarik kopernya.

"Tidak, semua sudah beres," jawab Taqi dengan nada biasa.

Mereka suami istri, tapi seperti orang asing. Dan begitu Taqi keluar membawa koper, ummi langsung panik. Jangan-jangan Taqi mau kabur bersama kekasihnya.

"Mau ke mana?" cegah ummi yang gelisah.

"Ada urusan mendesak, Ummi. Maaf karena tiba-tiba."

"Tapi kamu baru menikah!"

"Tidak apa-apa, Ummi. Nanti kalau urusan beres, Taqi langsung pulang," sela abah yang sudah tahu permasalahan putra angkatnya itu.

"Terus Nada tidak ikut?" tanya ummi lagi.

"Urusan pekerjaan, Ummi. Lagian kasian Naqiyyah!" jawab abah membela Taqi.

Ummi pun akhirnya pasrah, sepertinya juga memang pekerjaan Taqi ini penting.

"Ya sudah ... hati-hati. Jangan lupa, begitu semua beres. Langsung balik!"

"Iya, Ummi!"

Taqi pun pamit pada semuanya, dan terakhir pada Nada. Saat akan masuk mobil, Taqi menatap istrinya itu.

"Aku pergi dulu!" pamitnya kaku.

Nada hanya mengangguk. Sama kakunya dengan sikap Taqi padanya. Mereka berdua adalah jenis kanebo kering permanent.

***

Malaysia

Di atas sebuah gedung paling tinggi di negara itu. Seorang pria duduk sambil menyilangkan kaki.

"Kau yakin dia putra kandungan?" tanya pria yang tangannya memegang segelas minuman sambil menikmati langit senja. Sepertinya, dia adalah dalang dari orang yang mensabotase bisnis Taqi di negeri Jiran.

"Sudah kami telusuri, Tuan. 99% mengarah ke fakta tersebut."

PYAAR ...

Pria berkacamata hitam, langsung melempar gelas di tangannya. Ada kemarahan karena tidak sesuai dengan keinginan yang ia harapkan.

"Aku butuh 100%, jika kau salah orang. Laki-laki itu tidak akan muncul. Bertahun-tahun aku mengincarnya. Jika itu bukan anaknya! Maka dia akan tetap sembunyi. Aku muaakk dengan pria itu. Sudah cukup dia mengusik bisnis gelapku bertahun-tahun ini. Cari kelemahan yang lain selain putranya yang hilang itu!" titah si pria dengan rahang tegas. Ia bicara dengan nada tinggi.

Kemudian pria itu menatap tangannya, ada bekas jahitan panjang yang cukup mengerikan. Sepertinya dia bukan orang biasa. Marah pada bekas luka itu, ia menarik lengan bajunya.

***

Bandara International KL, Malaysia.

Di terminal kedatangan di Bandara paling sibuk di negara itu, Taqi berjalan sembari menarik kopernya. Satu tangannya lagi mencoba menghubungi seseorang. Taqi tidak tahu, sejak awal sudah ada yang menguntit dirinya.

Cukup lama Taqi menunggu jemputan, hingga sosok pria berbaju safari hitam datang mendekati dengan mengenalkan diri sebagai utusan teman Taqi.

Tanpa curiga, Taqi ikut saja pada pria tersebut. Karena ia memang sudah janjian akan dijemput orangnya.

Seperti penjemput professional, ia bersikap seperti orang pada umumnya. Sehingga Taqi sama sekali tidak curiga. Akan tetapi, ketika keluar dari Bandara tersebut, si pria berbaju safari hitam itu menekan tombol pada mobilnya. Seketika sebuah gas keluar saat tombol itu di pencet.

Dengan cepat pula, pria yang duduk di belakang setir itu keluar. Ia mengunci Taqi di dalam. BERSAMBUNG

1
Jhon Kuni Wong
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Churin iin
Luar biasa
@bimaraZ
taqi salahjuga..meskipun cuma menena gkan g harus memeluk juga...
@bimaraZ
hhh tagi jadi ketagihan tuh...😍
@bimaraZ
anggap saja nisa dan taqi tidak berjodoh...
@bimaraZ
sampai g bisakomen bacanya ..g kebayang di posisi taqi
jawab iya salah jawab tidak juga berat
RL
Luar biasa
Zumi Zauhair
seruu
indah
😭😭😭😭😭😭
indah
Maa shaa Allaah Gemes ny 😍😍
indah
Hem Rumit nih
indah
Bawang Bombay
😭😭😭
Safitri Agus
jodoh othor yg menentukan 😁🤭
komalia komalia
ooh iya apa nada engga pakai hijab ya
komalia komalia
mas taqi mau bulan madu
komalia komalia
umii iis bukan nya diem bikin orang jadi malu aja
komalia komalia
umi kaya nya engga pernah bikin cap si abah
komalia komalia
udah baca
komalia komalia
itu lah kalau kita punya hutang budi bagai buah si malakama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!