Bisakah seorang bad boy mendapatkan wanita yang ia cintai saat pandangan pertamanya? Bahkan akankah wanita itu memperjuangkan cinta mereka hingga ke jenjang penikahan?
Adriel Dary Raymond, pria tampan yang terkenal dengan julukan bad boy serta sikap cuek dan dinginnya. Tiba-tiba di pertemukan dengan seorang wanita. Jovanka Lovta Orlando, merupakan wanita yang mencuri hati pria bda boy itu. Wanita pindahan ini memiliki paras cantik dengan pesona serta rahasia tak terduga.
Mereka berdua memiliki masa lalu yang menggoreskan rasa trauma akan cinta dalam suatu hubungan. Akankah mereka saling mencintai? Dan apakah mereka bisa melalui badai dan memperjuangkan hubungan cinta mereka?
WARNING !
Maaf karena terdapat kata-kata kasar dan adegan dewasah. Harap bisa lebih bijak untuk membaca, dan yang belum cukup umur jangan baca 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ins.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MORNING (2)
Seusai mandi, Adriel menghampiri Jovanka yang sedang sibuk merias diri. Adriel menatap takjub akan pesona kecantikan Jovanka. Ia pun merasa puas akan pakaian yang ia berikan pada Jovanka terlihat sempurna membalut tubuh wanitanya.
"Mmmmm, perfect!" ujar Adriel dengan memeluk tubuh Jovanka dari belakang.
"Astaga! Kenapa kau tak mengeringkan tubuh dan rambutmu. Jika begini kau akan masuk angin, Sayang. Sini aku bantu keringkan rambutmu itu!" pinta Jovanka.
Adriel pun berdiri dan mengambilkan hair dryer yang bearadi laci sebelah nakas tempat tidurnya. Ia pun berbalik dan memberikan alat tersebut pada Jovanka. Dangan manja ia duduk dibawah Jovanka dan memeluk kaki jenjang kekasihnya. Jovan pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakan Adriel.
"Segeralah pakai bajumu, Sayang!" perintah Jovanka.
Sedangkan prianya sedari tadi sibuk menggosok-gosokan wajahnya pada kaki beserta lutut Jovanka. Ia bertingkah seperti kucing yang manja pada majikannya.
Setelah selesai Adriel pun memakai baju santa casual nya, dengan perpaduan jaket putih kombinasi hitam. Kali ini wajahnya terlihat baby face, segar dan tampan. Sungguh ciptaan tuhan yang teramat indah.
"Sayang, kemarilah!" pinta Jovanka
"Ada apa, Cantik?? kenapa berteriak?" tanya Adriel.
Jovanka meminta Adriel untuk menundukkan kepalanya. Dan tiba-tiba ia mencium pipi mulus sang pacar dengan gemas.
"Kali ini wajahmu sangat imut seperti bayi, aku sangat gemas" ucap Jovanka dengan mencium pipi dan mencubit gemas pipi mulus kekasihnya.
"Kau, apa sangat suka mencubit pipi orang lain? Atau ini merupakan kode untukku, Sayang? Jangan katakan jika kau saat ini sedang menginginkan seorang bayi dariku?Apa sebaiknya kita izin cuti saja hari ini, ya?" ucap Adriel tepat di depan wajah kekasihnya.
Plakk,,,,
"Dasar mesum!"
Jovanka sengaja memberikan Adriel sedikit pelajaran dengan menjitak keningnya. Tiba-tiba Adriel mengeluarkan sepatu sneakers dari sebuah kota yang berjumlah dua pasang. Dan sepatu tersebut nampak sama dari warna, corak serta merk.
"Sayang, enakan sepatu ini!" Adriel meletakkan satu pasang sepatu tersebut di hadapan kaki Jovanka.
"Apa ini untukku? Dan itu milikmu? Apa kita akan memakai sepatu couple?" tanya Jovanka.
" Iya, apa kau tidak menyukainya?" Adriel balik bertanya pada Jovanka.
"Tidak,Sayang! Aku sangat menyukainya. Terima kasih!" ujar Jovanka yang merasa tak enak hati.
"Sayang, jangan terlalu memanjakan aku begini. Aku takut, malah nanti aku bergantung padamu,"
"Apaan, sih, Yank. Wajar dong jika kamu bergantung dan manja sama aku. Kan kamu akan menjadi istri dan ibu dari anak-anak aku, bukan? Udah deh, ayo berangkat, entar kita telat, lho!"
Akhirnya mereka berangkat ke kampus bersama dengan memakai pakaian senada dan sepatu yang tentunya menambah kesan pasangan romantis.
Ini penampilan Adriel saat ini ya...
INI SEPATU COUPLE MEREKA YEAHHH
*******
KELUAR KAMAR
Betapa kagetnya Jovanka yang keluar dari pintu apartemen Adriel yang seakan tak asing dengan loby yang saat ini tempat mereka berdiri.
"Bentar dech, Yank! Ini bukannya apartemen Luxury kan,ya? lantai 6, bukan?" tanya Jovanka penuh penekanan.
"Iya, kok kamu tau? Emang kamu pernah kesini? Ngapain dan sama siapa?" tanya Adriel yang mulai posesif.
Jovanka pun langsung melihat no apartemen Adriel, dan...jeng... jeng....
"Yank, sebelah apartwmnmu ini adalah apartemen aku. Lihat,nih," Jovanka menunjukkan no apartemennya pada Adriel, Adriel pun tertawa melihat ekspresi wajah Jovanka saat ini.
Jovanka pun memencet sandi pintunya dan terbukalah pintunya.
"Kebukakan! Mau ikut masuk nggak yank?" Jovanka menawari Adriel.
"sejak kapan kamu punya apartemen ini,Yank? Perasaan selama aku disini kita gak pernah ketemu atau pun papasan?" ujar Adriel.
"aku baru beberapa hari ini nempatinnya liat aja belum terlalu lengkap juga kan perabotannya. Ini hadiah dari Kak Sebastian, tapi kok dia milihnya pas di sebelahmu, ya? Apa dia nggak tau, kamu tinggal disini?"
"Gak mungkin jika Sebastian sengaja. Lagian gak yang pernah tau alamat apartemenku, kecuali asisten aku. Mungkin ini yang di namakan takdir tuhan Yank" Adriel pun tersenyum
Tak lama berjalan-jalan dalam apartemn Jovanka Adriel mendapatkan sedikit ide.
"Yank! Karena kita loby apartemen, gimana kalo kamu tinggal di tempatku aja? Biar aku suruh asisten ku mindahin barang-barangmu ke tempatku, gimana?" tanya Adriel penuh harap.
"Jangan! Apaan, entar ketahuan orang tuaku dan oarng tua kitakan berabe. Apalagi leluar kabar kalo aku sama kamu kumpul kebo. Jangan samain perqturan negara ini sama negara di luar sana tau," Jovanka menolak ide Adriel.
"Tapi, semalam kita udah jadi kebo, kan?" ujar Adriel sambil menyeringai.
"Iya, kamu yang kebo!" Jovanka melempar bantal sofa tepat di muka Adriel.
Adriel pun terkekeh melihat wajah Jovanka yang berubah masam. Akhirnya, mereka memutuskan berangkat menuju kampus saat itu juga. Kurang lebih mereka akan menempuh perjalanan sekitar 25 menit.
Setelah sampai di parkiran kampus, Adriel membukakan pintu tuan putrinya. Mereka pun turun dan berjalan beriringan. Adriel merangkul pinggang Jovanka erat sampai ke ruang kelas. Sontak pasangan dua sejoli itu menjadi perbincangan hangat para mahasiswa.
"Wahhh, ini dia pasangan panas kita," sapa key pada Adriel dan Jovanka
"Apain, sih? Apanya yang panas. Emang kita bawa kompor?" jawab Jovanka dengan memanyunkan bibirnya
"Wuiidiihhh, sejak kapan lu jadi romantis bin alay gini, sepatu couple, dan lu jadi posesif banget kayaknya ke Jo?" tanya rengga.
"Diem lu pada,,,bilang aja lu iri sama gue, sebab calon bini gue perfect banget ya kan ?" ujar Adriel mencibir mereka.
"Iya, si jovanka mah perfect buat lu, tapi lu nya belum tentu peefect buat jovanka, ya nggak jo hahahhaha??" goda key ke adriel
"Sialan lu pada..."umpat adriel
" Udah dong berantemnya kayak anak bocah aja kalian...!!! ya udah kalo gitu aku ke kantin dulu ya sayang , soalnya aku janjian sama anak2?" Jo pamit menemui sahabatnya
"aku ikut yank" rengek adriel
"Ihhh ni bocah..tingkahnya kayak jo bakalan ilang aja" sahut antonio...
"Ya iyalah dari dulu sampe sekarang mana ada cewek adriel yang paket komplit kayak Jovanka...hahahahha pasti takut lah dia" tawa key,antonio dan rengga menggelegar menggoda Adriel,
Jovanka pun mengecup pipi Adriel dan memeninggalkan mereka ke kantin...
#**Gimana readers udah pada bosen belum sama cerita Adriel dan jovanka ini???
Tinggalkan jejak ya, like koment dan koinnyaa
Thank you..💗💗💗💗💗**