NovelToon NovelToon
RUNGKAD

RUNGKAD

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:344k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Kecewa. Satu kata itulah yang mengubah Rukayah menjadi sosok berbeda. Hidup bersama lelaki yang berstatus suami tapi diperlakukan layaknya keset membuat Rukayah jengah dengan kehidupan rumah tangganya.

Bersabar bukan lagi jalan keluar. Dia tidak bisa terus bersama orang yang tidak menghargai dirinya.

Keputusan untuk berpisah sudah bulat meski suaminya, si Raden Manukan itu nantinya akan mengemis meminta untuk terus bersama.. I'm sorry mas, aku wes kadung rungkad!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan nggak sadar posisi!

Rasanya jika ada lomba untuk memperebutkan gelar manusia paling tidak tahu malu di bumi Pertiwi, Ru akan dengan senang hati mendaftarkan Raden sebagai salah satu pesertanya.

Lihat senyum menyebalkan itu ketika Ru diam tak menjawab ucapan Raden. Raden berpikir mantan istrinya pasti syok karena Raden bisa sepintar itu meminta haknya sebagai seorang mantan suami pada mantan istrinya.

Ru beranjak dari tempatnya berdiri, mendekati Raden yang bersandar pada motornya. Gagah ya? Oh no, yang ada muak iya! Ru memutar kaca spion motornya ke arah muka Raden. Raden hanya melihat saja, malah freaknya lelaki itu, dia sempat merapikan rambut karena terpaan angin selama perjalanan tadi.

"Udah liat belum muka orang paling nggak sadar diri di muka bumi? Jangan nolah-noleh gitu dong, itu liat deh di spion.. Nah! Iya... kamu baru aja liat pantulan muka orang yang ku maksud di spion motor."

Senyum Raden ilang. Dia datang ke tempat kerja Ru karena berpikir wanita itu pasti bisa ditekan, setidaknya beberapa lembar rupiah akan dia dapat jika sedikit menggerak manta istrinya. Namun lihat yang Ru lakukan, dia malah merasa mentalnya tertekan karena ucapan nyelekit Ru.

"Jangan kurang ajar kamu Ru. Meski kita udah pisah tapi kamu kan dulu pernah juga idup seneng bareng aku! Pernah aku nafkahi, nggak ada bersyukurnya ya kamu ini?!" Hardik Raden menunjuk muka Ru.

Ru makin ingin melempar sampah sisa kulit singkong yang dikupas ke muka Raden.

"Gini Den, aku nggak punya banyak waktu buat ngadepin orang nggak tau malu kayak kamu. Kerjaan ku numpuk dan ya, dengerin ini baik-baik jika kamu pengen banget aku sadarin dari kenyataan.. Kasihan aku lihatnya. Hidupmu penuh sama kehaluan."

"Yang pertama, dari awal nikah kamu jarang banget ngasih aku nafkah. Misal pernah itu juga cukup buat makan sehari dua hari, lima hari sisanya aku kudu ngutang beras ke warung. Yang kedua, kita pernah jadi pasangan suami istri tapi kamu lebih milih nyiksa batin wanita yang dulu kamu nikahi ini. Hidup sama kamu senengnya semenit ngenesnya nyampe tiga tahun ke depan."

"Yang ke tiga, kamu minta harta gono gini, emang selama kamu nikahin aku, kamu pernah ngasih aku apa? Rumah aja tinggal di tempat orang tuaku. Dan ini.. Motor yang kamu pakai, kamu naikin nyampe sini tuh punyaku. Aku beli motor ini sebelum nikah sama kamu. Apa kamu pikir motor ini kamu yang beli nyampe petentang-petenteng nggak mau balikin ke aku?"

Ru sampai memukul jok motor yang sebelahnya diduduki Raden. Muka Raden gelisah, benar apa kata Ru.. Motor yang dia pakai memang punya mantan istrinya.

"Satu lagi. Jangan ganggu aku terus Den! Kita udah pisah. Kamu ngerti nggak arti kata pisah? Salah kalau kamu ke sini tujuannya meres aku! Kamu lihat di sana.. Matamu masih bisa dipakai kan? Di sana banyak ibu-ibu yang usianya jauh lebih tua dari kamu, mungkin tenaga mereka juga sudah ringkih, tapi mereka mau berusaha, mereka mau bekerja dan gerakin tangan kaki mereka biar apa? Biar dapet uang! Buat nyambung hidup tanpa harus ngemis ke orang lain. Meski sehari cuma diupah 20 ribu tapi mereka tetap mensyukurinya."

Skakmat!

Lidah Raden ingin menjawab semua argumen itu tapi semua yang Ru ucapkan memang adalah kebenaran. Raden melihat ke arah pekerja yang tampak berbeda-beda usianya.

Jelas juragan Maulana nggak hanya buka usaha untuk memperkaya diri sendiri, dia juga memikirkan kesejahteraan warga di sekitar tempatnya mencari cuan. Entah itu perkebunan atau di beberapa gudang lokasi UMKM, dia nggak pernah mematok persyaratan khusus semisal batas maksimal usia yang bisa berkerja di sana, latar belakang pendidikan, atau punya pengalaman kerja sebelumnya. Semua boleh ikut bekerja di tempat Maulana asal punya kemauan dan kemampuan.

Pulang dengan membawa rasa malu. Ru sampai geleng kepala melihat Raden, dia nggak berubah. Masih merasa paling benar dan istimewa.

"Yang abis disamperin sarden eciyeee.." Lita pelakunya, dia sampai menyenggol bahu Ru.

Muka Ru tak menunjukkan tanda-tanda bahagia. Berarti bukan waktu yang tepat untuk Lita ngecengin sahabatnya. Apalagi dia sekarang mandor, bisa dikasih lemburan nyampe gempor dia kalo macem-macem.

"Kenapa oee, muka asem bener!" Lita penasaran.

"Dia ke sini minta dibagiin harta gono-gini. Aku suruh aja dia ngaca."

"Si muka badak emang dia itu. Nggak kamu minta lagi itu motormu? Laki modelan gitu kok bisa-bisanya masih ada yang mau ya.. Apa sih lebihnya dia?" Balas Lita.

"Lebih nggak waras dari manusia pada umumnya." Jawab Ru asal.

Lita tertawa. "Bukan karena onderdil bawaan pabrik punya dia garang kan Ru, heran aja kok abis lepas dari kamu langsung dapet ganti baru."

"Maksud kamu ti_tidnya? Kamu lihat itu, pisau yang kamu pegang aja gagangnya lebih gede dari pada punya dia."

"Hahahaha.. Kampret!! Untung dia nggak denger, bisa terluka harga dirinya kalo kamu samain belalainya sama gagang piso."

Keduanya tertawa. Tapi setelah itu, keduanya bekerja dengan posisi masing-masing. Lita masih nunduk fokus sama singkong-singkong di depannya, dan Ru mulai mengerjakan laporan yang akan dia berikan pada mas juragan sore harinya.

Ketika fokus pada pekerjaannya, Ru dikejutkan dengan sebuah botol air mineral yang menggelinding ke arahnya. Pelakunya ada di ujung meja, sedang tersenyum tanpa dosa.

"Serius amat Ru. Minum dulu, biar nggak dehidrasi."

"Iya mas. Makasih."

Mas juragan muncul tiba-tiba tanpa Ru tau dari mana datangnya. Ru hanya bilang makasih tanpa senyum dan kembali mengerjakan tugasnya.

Tapi setelah beberapa menit tangannya bergerak menciptakan tulisan sebagai tanda bukti jika dia sedang mengerjakan laporan harian, Ru menatap ke arah Maulana yang menopang dagu sambil tersenyum teduh ke arahnya.

"Maaf mas, kenapa lihatnya kayak gitu? Apa ada upil yang tertinggal di hidungku? Atau belek kering masih nyempil di antara mataku?"

Pertanyaan nyeleneh Ru nyatanya mampu membuat Maulana tertawa. Jika banyak wanita akan jaim, malu-malu, dan salting jika berhadapan dengan crush nya, berbeda dengan Ru. Dia cuek dan terkesan masa bodoh.

Lagian ngapain juga salting, Ru memandang Maulana hanya sebagai atasan. Sementara masih gitu sih. Skenario buat mereka berdua bucin-bucinan belum dibikin sama yang nulis soalnya, yang nulis kebanyakan beban hidup mungkin!

"Kamu lucu Ru." Kata Maulana kemudian.

"Iya makasih, aku anggap itu sebagai bentuk pujian. Meski dalam pikiranku, lucu itu kayak orang pake alis model clurit tinggi sebelah, atau pake lipstik nyampe giginya juga ikut di gincuin, ada lagi.. Lucu itu yang pake bedak mukanya putih tapi lehernya coklat menjurus ke hitam. Lucu yang mas maksud itu yang mana ya?"

Sekali lagi Maulana tertawa. Menarik sih, kok bisa hanya ucapan konyol nyaris random kayak gitu bisa terlintas di otak Ru. Sebenarnya yang nggak beres itu Ru yang ceplas-ceplos atau Maulana yang mengagumi janda muda itu dari segi apapun. Ru tidak seperti wanita kebanyakan yang begitu menjaga penampilan agar bisa menarik perhatian lawan jenisnya. Dia lebih suka menunjukkan kesengklekan haqiqi yang dia punya.

"Hidup bareng kamu pasti bahagia terus ya Ru. Nggak mikirin beban, tiap hari bisa ketawa mulu."

"Nggak juga mas. Nyatanya sekarang aku jadi janda. Hidup nggak cukup cuma hahahihi aja."

"Ya bagus karena kamu udah jadi janda. Soalnya kalo masih bersuami aku yang repot, suka kok sama istri orang."

Deg!

'Apa sih ntung jantung, bisa nggak detaknya biasa aja!'

1
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kowok podo kowok e
Wanita Aries
🤣🤣🤣🤣
Wanita Aries
litaaa kocakk abis
Wanita Aries
🤣🤣🤣
Wanita Aries
bener2 edannn 3th bisa gila kl mental gk kuat
Wanita Aries
karya author bagus bikin nagih bacanya
Wanita Aries
somplak bgt sih🤣
Wanita Aries
bner ada lagu 'jangan salah pasangan' hasilnya ya begini. ihh aku pny suami bgtu tak lempar panci
zuwariyah c
/Facepalm/
Mommy Fa²Sha²
Terus semangat berkarya....
Ceritanya menarik...
Mommy Fa²Sha²
Alurnya menarik, ceritanya jg menarik. Membahas kehidupan sehari-hari yang nyata terjadi. Tokoh-tokohnya juga unik, menarik...
𝐙⃝🦜𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𒈒⃟ʟʙᴄ
bab berapa sarden meninggal thor🤣🤣
𝐙⃝🦜𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𒈒⃟ʟʙᴄ
nah ru nikah aja ru
𝐙⃝🦜𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𒈒⃟ʟʙᴄ
🤣🤣🤣
𝐙⃝🦜𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𒈒⃟ʟʙᴄ
hama semua ih keluarganya
𝐙⃝🦜𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𒈒⃟ʟʙᴄ
kesel ih
𝐙⃝🦜𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𒈒⃟ʟʙᴄ
andumku udah end aj thorr, ini lanjut ke rungkad🤣 31+ masih sisa dikit lagi
𝐙⃝🦜𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𒈒⃟ʟʙᴄ
nah kan manukan🤣🤣 dikatin dikit doang mengkerut kamu
Endang Sulistia
salah sendiri ..
Endang Sulistia
sabar ya Nimas...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!