Candy Azkiya Hanggono gadis pekerja keras harus menerima ujian hidup yang berat saat atasannya membuat kesalahan satu malam yang membuat dirinya harus menanggung beban seorang diri, hamil di luar nikah, di usir dari rumahnya sendiri oleh ibu tirinya.
Ziyyandru Prashadya Andromeda berwajah tampan dan dingin, CEO yang mencintai kekasihnya seorang model terkenal, atasan Candy Azkiya, memiliki kembaran tidak identik Zayyandra Prashadya Andromeda, CEO wajah tampan perpaduan Pras dan Key orang tuanya, wajahnya dominan wajah maminya, berkepribadian hangat dan humble seperti maminya.
Ziyan yang malam itu membuat kesalahan ke karyawannya tidak mengetahui siapa wanita tersebut. Sampai suatu hari ia dikejutkan dengan seorang bocah lelaki yang mirip dengannya saat ia ke mall bersama kekasihnya.
Hai, jumpa lagi, ini kisah cinta putra kembarnya Pras dan Key (Jangan Jadikan Aku Yang Kedua). Ikuti yuuk perjalanan kisah seru Ziyan-Candy-Zayya.
Salam,
ariista 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membawa Twins V ke Rumah Papi Pras
Selesai membereskan mainan anak-anak yang berserakan Candy berjalan ke dapur. Ziyyan mengambil ponselnya yang terus berbunyi. Ziyyan melihat nama yang menelpon di rejectnya.
Ziyyan jadi berpikir apakah Candy melihat nama yang menelpon makanya wajahnya berubah. Atau ada hal yang lainnya.
"Vire, Vira kita ke rumah opa oma yuk," ajak Ziyyan.
Vir dan Vira menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, tunggu ayah ajak bunda sekalian,"
Ziyyan berjalan ke belakang, di lihatnya Candy sedang mencuci mangkok kotor yang tadi di pakai makan Vire dan Vira.
Ziyyan mendekati Candy.
Candy tidak sadar dengan kedatangan Ziyyan di belakangnya.
"Kita ke rumah papi mami ya ajak si kembar, mereka sudah mau," pelan suara Ziyyan di belakang Candy.
Candy kaget, untung saja mangkok yang di pegang nya tidak jatuh.
Tubuh Candy menegang. Ziyyan berdiri di samping Candy memperhatikan wajah Candy yang menegang.
"Kamu kaget? Maaf. Mau ya ke rumah papi mami, kita nginap di sana sekalian ada yang harus aku sampaikan ke papi mami tentang kita,"
Candy tidak berani mengangkat kepalanya. Ia menyelesaikan pekerjaannya.
"Tidur sana? Apa tidak apa-apa?" tanya Candy sambil menyusun piring mangkok di lemari piring.
"Ya gak apa-apa, emang kenapa?" Ziyyan terus bicara tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Candy dengan hijab rumahnya.
"Gak enak sama papi mami, aku juga harus kasih tau ke Zura dulu,"
"Papi mami pasti gak masalah, aku ingin kita menikah minggu depan,"
Candy menghentikan gerakannya, ia mematung. reflek ia menoleh ke wajah lelaki tampan yang di wajahnya di tumbuhi bulu-bulu halus, rambutnya juga sudah minta di rapikan.
"Apa?! Minggu depan?" tanya Candy kaget.
"Iya lebih cepat lebih baik, aku gak mau menunda-nunda lagi, kasihan si kembar kalau lama-lama, usia mereka juga sudah cukup untuk masuk PAUD,"
Candy masih terdiam. Pernikahan ini apakah karena status untuk Vire dab Vira saja? Ia ingin menanyakan langsung tapi sulit baginya untuk mengeluarkan suaranya.
"Ayo siap-siap kita pergi sekarang, kita buat kejutan buat papi, mami,"
Candy berjalan ke depan, ia melihat putra putri nya yang masih asyik bermain.
"Aku akan siapkan pakaian mereka," ucap Candy dan berjalan masuk ke kamar si kembar.
"Yesss!" teriak Ziyyan pelan, si kembar melihat heran lelaki yang mereka panggil Om itu.
"Kita ke rumah opa oma ya sayang,"
Berdua sedang asyik mereka hanya menganggukkan kepala.
Candy keluar kamar dengan membawa tas berisi pakaian si kembar dan juga dirinya.
"Ayo kita berangkat twins ayah," ajak Ziyyan ke si kembar.
Vire dan Vira di gandeng Ziyyan keluar rumah menuju ke mobilnya.
Candy mengunci pintu rumah ia menyusul jalan di belakang Ziyyan dan anak-anaknya menuju ke mobil yang di parkir di halaman rumah.
"Vira sama bunda ya di belakang, Vire duduk di depan," ucap Candy.
Ziyyan membuka pintu mobil, Ziyyan menggendong Vire mendudukkannya di kursi depan dan memasangkan seatbeltnya.
Candy dan Vira sudah duduk ke kursi penumpang di belakang.
Ziyyan terkahir masuk ke mobil. Ia memasang seatbeltnya dan memakai kacamata hitam nya. Semakin tampan dengan penampilannya yang masih memakai jas kerjanya.
Candy sempat melirik sekilas mantan bosnya itu. Sewaktu masih bekerja ia sering mendengar teman-temannya membicarakan bos mereka yang katanya tampan dan sulit tersenyum, sangat irit bicara.
Candy masih anak baru di kantor itu ia hanya pernah melihat beberapa kali aja bosnya saat bosnya menunggu lift di lobby.
Sampai sekarang Candy juga masih canggung dengan bosnya itu. Baginya bosnya terlalu jauh berbeda dengan dirinya yang hanya staf paling bawah di perusahaan.
Di dalam mobil seperti biasa Vire dan Vira sudah tertidur.
Ziyyan melirik ke wanita muda yang sudah menjadi ibu buat anak kembar nya. Wanita yang baru bisa di lihatnya baru-baru ini. Padahal sudah beberapa kali mereka bertemu secara tidak sengaja di jalan.
Mengingat itu Ziyyan menertawakan dirinya sendiri. Betapa bodohnya dirinya. Sudah merusak gadis polos tetapi tidak tau sama sekali siapa yang di tidurinya.
Tanpa terasa mobil mereka sampai di depan pagar tinggi rumah papi Pras. Pintu gerbang terbuka. Ziyyan melajukan mobilnya pelan ke dalam halaman luas rumah papinya.
"Tunggu aja di mobil, nanti aku yang angkat Vira masuk ke dalam, aku angkat Vire dulu," ucap Ziyyan begitu ia mematikan mesin mobilnya dan menoleh ke belakang ke arah Candy. Mata mereka bertaut, tetapi Candy segera mengalihkan pandangannya ke Vire. Candy menganggukkan kepalanya.
Ziyyan membuka seatbeltnya dan berjalan memutari kap mobil depannya. Ia membuka pintu penumpang membuka seatbelt Vire dan mengangkat tubuh Vire masuk ke rumah.
"Assalamu'alaikum,"
"Waalaikumsalam, loh.. loh.. kok kamu bisa sama Vire, Ziyy?" mami Key kaget melihat kedatangan putranya sambil menggendong Vire yang sedang tertidur.
Ziyyan naik ke lantai dua ke kamarnya, ia menidurkan anaknya di ranjang kamarnya yang besar dan empuk.
Mami mengikuti Ziyyan sampai ke kamarnya.
"Mami tungguin Vire ya, Ziyy angkat Vira dulu mereka masih di mobil,"
"Vira sama bundanya?" tanya mami hatinya senang.
"Iya Mi, Ziyy turun dulu,"
Ziyyan turun kembali ke mobilnya. Ia mengangkat tubuh Vira dari dalam mobil, Candy mengikutinya.
Candy heran mereka naik ke lantai dua. Bukan di lantai satu di ruang keluarga.
"Kak kita mau kemana?" tanya Candy.
Ziyyan membuka pintu kamarnya. Candy terdiam di pintu.
"Ayo masuk, ini ada mami di kamar," ucap Ziyyan setelah mebaringkan Vira di kasur.
Candy ragu-ragu, mami menyusul ke pintu.
"Kiya," panggil mami.
Candy mengangkat kepalanya. Mami merangkul tangan Candy.
"Ayo masuk, si kembar tidur di kamar Ziyyan, nanti mami mau dengar dari Ziyyan kok bisa membawa si kembar, mami senang sekali, kalian nginap kan di sini, tenang aja kamu gak tidur di kamar ini," mami mengajak masuk Candy ke kamar Ziyyan yang jarang juga di tempati Ziyyan.
Candy melihat si kembar tidur dengan nyenyak di kasur besar milik Ziyyan.
Candy tidak melihat di mana Ziyyan. Entah keluar lagi atau sedang mandi.
"Mami senang akhirnya kamu menginap di rumah ini, mami ingin dekat dengan si kembar, mereka mirip dengan Ziyyan kecil, jadi mami ingin mengingat Ziyyan kecil, Ziyyan sekarang kan sudah sibuk dengan kerjaannya,"
Candy tersenyum, "Mami penasaran kenapa kalian bisa bersama?"
"Mami jangan kepoh ya," tiba-tiba terdengar suara Ziyyan yang sudah memakai baju rumahan, kaos dan celana pendek.
Candy sangat sungkan dengan mantan bosnya itu. Candy masih insecure, ia merasa dirinya terlalu jauh levelnya dengan lelaki tampan itu. Candy masih terlalu muda pikirannya belum terlalu matang sebagai wanita dewasa, tetapi dengan kesulitan hidupnya Candy mampu bertahan dan membesarkan anak kembarnya dengan bantuan sahabat baiknya Zura, itu poin penting bagi keluarga Prashadya. Candy mampu mendidik dan merawat anak kembarnya dengan baik.
"Kamu pasti belum makan siang kan? Nanti kita makan siang bareng di bawah, tunggu anak-anak bangun saja,"
"Biar Candy jaga si kembar, Mi, mami makan aja dulu,"
"Gak apa-apa nanti kita sama-sama aja, paling bentar lagi si kembar bangun,"
"Mami sama bunda si kembar makan aja dulu, biar Ziyyan yang jaga mereka di sini," ucap Ziyyan.
"Baiklah, ayo sayang kita turun ke bawah," mami Key mengajak Candy turun ke bawah makan siang.
Candy pun menurut mengikuti mami Key turun ke lantai satu.