NovelToon NovelToon
One Night Mistake, Love And Revenge

One Night Mistake, Love And Revenge

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Single Mom / Anak Genius / Mafia / Tamat
Popularitas:706.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reni Juli

Alicia yang tak tahu apa pun harus menanggung akibat dari kemarahan Austin karena perbuatan kakaknya. Malam kelam harus dia lewati di mana Austin merenggut keperawanan dan harga dirinya. Dia hendak dijadikan tawanan sebagai pemuas nafsu namun Alicia melarikan diri dan bersembunyi dari Austin. Dia pergi yang jauh namun lima tahun kemudian, Alicia kembali bersama dua anak kembar yang dia lahirkan akibat malam naas itu untuk membalas dendam. Dia bahkan bergabung dengan musuh Austin demi tujuannya tapi apakah dia mampu membunuh Austin yang adalah ayah dari kedua anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Sudi Mendengarkan

Gara-gara kedatangan Austin, membuat Alicia harus mencari rumah baru karena dia takut Austin datang lagi lalu bertemu dengan putra dan putrinya. Dia kembali hanya untuk balas dendam, bukan mempertemukan Austin pada anak-anaknya karena dia tidak mau Austin  merebut Archer dan Arabella darinya.

Dia tidak mau sampai hal itu terjadi jadi dia harus segera membawa putra dan putrinya pindah tapi mencari rumah dengan harga sewa yang murah bukanlah hal yang mudah. Alicia sudah berjam-jam mencari rumah namun dia belum  mendapatkan yang cocok. Bukan rumahnya yang tidak cocok, tapi harganya yang tidak cocok. Apakah dia harus meminjam uang pada Colvin agar dia bisa segera pindah?

Tidak, dia tidak mau berhutang pada siapa pun. Rumah dengan harga sewa bukannya tidak ada, rumah dengan harga sewa tentu ada tapi lokasinya cukup jauh dari sekolah putra putrinya juga dari tempatnya bekerja. Alicia sampai melupakan pekerjaannya hanya untuk mencari sebuah rumah saja.

Suara telepon yang berbunyi mengalihkan perhatian Alicia. Dia segera mengangkatnya karena dia tahu jika itu dari bosnya.

"Datang ke ruanganku!" perintah Colvin.

"Segera, Sir!" sudah dia duga jadi sebaiknya dia bergegas.

Sebuah berkas sudah berada di atas meja ketika dia sudah berada di dalam ruangan Colvin. Pria itu terlihat sibuk dengan berkas lainnya.

“Apa ada yang harus aku kerjakan, Sir?” tanya Alicia.

“Pergi, bawa kedua dokumen ini ke kantor Austin dan dapatkan tanda tangan darinya!” perintah dari Colvin tentu saja membuat Alicia terkejut namun itu adalah tugasnya jadi dia tidak bisa menolak.

“Apa ada yang lain?” Alicia melangkah mendekat lalu mengambil dokumen yang ada di atas meja.

“Manfaatkan hal ini untuk mencari kelemahannya dan jika bisa, rayu dia!”

“Maaf, aku tidak bisa merayunya jadi aku tidak bisa mematuhi perintahmu yang ini!” demi apa pun dia tidak sudi merayu Austin apalagi hanya untuk balas dendam.

“Aku yakin kau tahu, Alicia. Seorang pria lemah terhadap seorang wanita dan kau memiliki penampilan yang cukup menarik. Aku yakin Austin tidak akan bisa menolak pesonamu. Jika kau ingin tujuan kita cepat tercapai maka kau harus mencoba merayunya lalu gunakan kesempatan itu untuk membunuh Austin!”

Dia sengaja memberi perintah itu kepada Alicia karena bisa saja Alicia mau melakukannya tapi jika tidak, dia akan mencari cara lain.

Alicia belum menjawab, dia tampak berpikir. Lebih baik dia mengiyakan dari pada dia berdebat. Lagi pula bosnya tidak mungkin melihat apa yang dia lakukan di tempat Austin nanti. Dari pada dia menggoda Austin hanya untuk balas dendam, dia lebih rela terjun ke dalam jurang sebab dia tak sudi pria itu menyentuh dirinya lagi.

“Aku akan mencobanya,” ucap Alicia.

“Bagus, tunjukkan padaku jika kau adalah rekan yang bisa aku percaya!”

“Aku tidak berjanji tapi aku tetap akan berusaha. Aku permisi, Sir,” Alicia bergegas pergi, karena dia tidak ingin mendengar perintah tak masuk akal yang diberikan oleh Colvin lagi.

Colvin memandanginya dengan tatapan curiga. Awas saja jika sampai Alicia tidak mau melakukan perintahnya. Dia tidak akan segan meski wanita itu bisa memberikan kemenangan untuknya.

Alicia pergi ke kantor Austin meski dia sangat tidak mau tapi dia harus menemui pria itu untuk mendapatkan tanda tangannya.

Kedatangan Alicia ke kantornya tentu saja mengejutkan Austin. Dia mendapatkan laporan itu dari resepsionisnya jika Alicia ingin bertemu. Tanpa membuang waktu, Austin meminta resepsionisnya untuk mengantar Alicia dan lihatlah, wanita itu sudah berada di dalam ruangannya saat ini.

Austin sangat senang tapi dia berusaha mengendalikan diri. Semoga hari ini mereka bisa bicara baik-baik untuk menyelesaikan permasalahan di antara mereka.

Alicia melangkah mendekat lalu meletakkan dokumen yang dia bawa ke atas meja. Dia berusaha mengabaikan tatapan mata Austin yang tak berpaling darinya. Dia juga berusaha menahan dendam yang bergejolak karena dia tak boleh salah mengambil tindakan saat dia berada di markas musuh.

"Tuan Dallas ingin kau menandatangani dokumen itu, Sir. Tolong kerja samanya," Alicia berusaha sesopan mungkin dan berpura-pura tidak terjadi apa pun sebelumnya di antara mereka.

"Setelah aku menandatangani dokumen ini, apa kau bisa meluangkan waktu untuk berbicara denganku?" dokumen diambil, Austin mulai melihatnya.

"Maaf, tidak. Aku harus kembali jadi jangan mempersulit aku!"

 Austin memandanginya, Alicia tampak sangat tenang. Dia tidak seperti semalam, yang begitu emosional. Sepertinya wanita itu pandai menempatkan diri dan pandai mengendalikan dirinya.

"Hanya sebentar saja atau kita bicara sekarang!"

"Tidak, aku tidak mau membicarakan apa pun denganmu jadi bergegaslah!"

"Ayolah, aku ingin membicarakan banyak hal padamu!" Austin beranjak dari tempat duduk tapi apa yang dia lakukan justru mengejutkan Alicia.

Pistol yang dia sembunyikan di balik roknya ditarik, Alicia menodongkan senjata apinya sampai membuat Austin dan anak buahnya yang ada di sana terkejut sehingga mereka juga mengambil senjata api dan menodongkannya ke arah Alicia.

"Wow, kau membawa benda berbahaya itu ke mana-mana?" Austin mengangkat kedua tangan akibat refleks namun dia menurunkan tangannya kembali.

"Tidak perlu sok akrab, berikan dokumen itu jika kau sudah selesai!" pinta Alicia.

"Tidak, aku ingin berbicara denganmu," Austin menarik dokumen ke belakang agar Alicia tidak bisa mengambilnya dengan mudah.

"Jangan menguji kesabaran. Aku bisa meledakkan kepalamu kapan saja!" itu hanya ancaman saja karena dia tidak mungkin melakukannya sebab dia akan mati konyol di tempat itu.

“Jika begitu lakukan agar kau puas!” Austin mendekati Alicia tanpa ragu, dia ingin melihat apakah Alicia berani melakukannya atau tidak.

“Sebaiknya tidak melangkah lebih dekat!” teriak Alicia.

"Kenapa? Kau bisa menembak aku sekarang. Aku tidak memiliki pistol, kau bisa melihatnya!"

"Mungkin kau tidak bisa melawan tapi aku bukan orang bodoh yang mau mati konyol di tempatmu ini jadi sebaiknya kau tidak mendekat lebih dari pada itu!"

“Ternyata kau benar-benar begitu siaga. Apa kau selalu seperti ini?”

“Seekor binatang akan membalas dendam jika dia diperlakukan dengan keji. Apa kau pikir aku tidak menyimpan dendam setelah perbuatan keji yang kau lakukan padaku malam itu?” Kedua tangannya gemetar, Alicia berusaha sekuat tenaga mengendalikan dirinya.

“Alicia, kejadian malam itu?”

“Diam!” teriak Alicia dengan lantang.

“Aku tidak ingin mendengar basa-basimu. Berikan dokumen itu agar aku bisa pergi!"

“Aku hanya ingin memberikan penjelasan padamu, apa kau tidak ingin mendengar?”

“Setelah apa yang kau lakukan padaku, apa kau pikir penjelasanmu berguna saat ini? Jika kau ingin mendengarkan sebuah penjelasan, seharusnya kau mendengarkan penjelasanku malam itu tapi kau tidak mau mendengarkannya dan sekarang aku pun tak sudi mendengarkan penjelasanmu yang tidak berguna karena penjelasan yang kau berikan tidak dapat mengubah apa pun. Ingatlah perkataanku ini, hanya kematianmu saja yang bisa memadamkan dendam di hatiku!”

Austin tak mendekati Alicia lagi, dia memandangi wanita penuh dendam itu dengan perasaan bersalah. Bagaimana caranya agar dia dapat menembus kesalahan yang telah dia lakukan 6 tahun yang lalu?

“Pergilah, jangan sampai Colvin memarahi dirimu!” Austin mendorong dokumen ke arah Alicia,  sebaiknya dia tidak mempersulit Alicia.

Alicia mengambil dokumen dengan satu tangan. Tatapan matanya tak lepas dari Austin. Setelah mendapatkan dokumennya, Alicia melangkah mundur dengan perlahan namun pistol masih tidak dia turunkan. Austin hanya memandanginya, dia pun tak mencegah kepergian Alicia.

Kebencian Alicia terhadap dirinya begitu besar, dia bisa melihat itu. Dia masih tidak mampu membuat Alicia mau mendengarkan penjelasannya tapi setelah dia pikirkan, apa yang mau dia jelaskan karena dia sendiri butuh penjelasan kenapa Aiden yang sangat dia percaya mengkhianati dirinya.

Apa yang Alicia katakan sangat benar. Penjelasan yang dia berikan tidak bisa mengubah apa pun dan sepertinya, tak ada celah baginya untuk memperbaiki kesalahan. Apakah dia harus menyerah dan tak mengganggu Alicia lagi? Austin seperti sudah putus asa tapi sebentar lagi dia tidak akan berpikir demikian karena asistennya menemukan sesuatu yang sangat berharga.

1
Sylvia Violetta
tamat riwayatmu merry 😄
Sylvia Violetta
jangan melalukan hal yang tidak membuat dirimu bahagia ... atas nama apapun !!!
Sylvia Violetta
aiden bodooohhh !!!
Sylvia Violetta
pengen banget ngegamparr si austin ... orang trauma dibawa ke dokter utk disembuhkan bukan main pegang dan peluk seperti itu ... kebayang rasa takut yg dirasa alice ... sotooyyy emang si austin 👊👊👊👊👊
Sylvia Violetta
sukuriiiiiinnnn !!!
Sylvia Violetta
diperkosa dengan keji dan dilakukan berkali-kali ... lue pikir enak tin? gilaaa ... kau rusak orang yg tidak berdosa padamu ... kamu punya ibu ngga? atau kamu lahir dari kerbau?? dunguuu dasaarr 😤😤😤
Ikoh Jenggung
karya ka Reni memang selalu bagus
Ikoh Jenggung
kesini dulu nunggu laras up
Nona_Bell
Pokonya cerita dari Othor Reni selalu menjadi yang terfavorit 🥰
Nona_Bell
Lebih menarik cerita keluarga Smiths, paket komplit semuanya ada....
Hesti Surgika
Luar biasa
Nona_Bell
Kalau masalah perkelahian gelut tembakan ceritanya lebih seru di keluarga Smiths, apalagi dulu ada ninu ninu aman² saja /Grin/
Nona_Bell
Rejeki Austin kalau Alicia minum ninu ninu /Facepalm/
Fakhirah Nurfathanah
Bukan salah Alicia sbb Colvin sdh jd musuh Austin dr fulu sblm kenal Alicia.
sinh
bagusss..
apaa adaaa kisah lanjutan archer, arabella & simon kakkk??
Chuzaefah Chuzaefah
Luar biasa
Lyn
padahal Austin nunggu respon Alicia
Lyn
apa jgn2 Merry hamil anak Colvin makanya dia jebak Aiden yg nda tau apa blng klo itu anaknya, apakah ini berarti Simon bukan anak Aiden dong
wahh parahh sih Merey
Lyn
kasian Simon kuat banget dehh, jgn mau nyari mommy yh Simon, mommymu bukan org baik
Lyn
pembalasan dari anak, ayah dan ibu beda2 lho Colvin, kau bermain licik mereka bermain cantik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!