NovelToon NovelToon
ALENA

ALENA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Alena harus memilih, menggugurkan atau mempertahankan bayi dalam kandungannya. Karena taruhannya adalah masa depannya.

Sementara pria yang harusnya bertanggung jawab malah menyuruhnya untuk membuang bayi yang tengah dikandungnya.

Dia memutuskan untuk pergi dari rumah demi hidupnya dan bayi yang tengah dia kandung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Masih Menunggu.

Satu jam, dua jam, tiga jam Hardi masih belum kembali. Ponsel pun tak berbunyi dari tadi hanya sekedar memberi kabar. Alena mulai bimbang. Mungkin keputusan Hardi mengakhiri hubungan nya dengan Lasya salah.

Seharusnya dia tahu itu akan terjadi. Dia pun tahu bagaimana perasaan Lasya terhadap Hardi. Kini Alena merasa seperti perebut kekasih orang lain. Bukankan dia jahat?

Seharusnya dia tak membiarkan dirinya sendiri terhanyut dalam permainan ini. Seharusnya dia tahu diri.

Tapi hati ini begitu egois. Ingin memiliki dia sepenuhnya. Hanya menjadi milikku seorang.

Alena bermaksud keluar dari apartemen ketika dia mendapati pintu di hadapan nya terbuka. Tampak lah sosok Hardi yang berantakan.

Rambut kusut, dengan wajah lebam di sebelah kirinya. Sudut bibirnya seperti bekas mengeluarkan darah.

"Kakak kenapa?" Alena menghambur ke pelukan pemuda di hadapannya.

Hardi tampak murung.

"Gimana kak Lasya?" gadis itu menarik Hardi ke dalam. Mendudukannya di sofa di depan televisi. Memindai wajah lebamnya dengan khawatir.

"Dia ... hampir meninggal." Hardi bergumam dengan tatapan kosong.

Alena terhenyak.

"Lasya memotong urat nadi tangannya. Dia melukai dirinya sendiri."

Hardi sesenggukkan, meraih tubuh kecil dihadapannya.

"Apa aku sudah jadi orang jahat karena meninggalkan dia?"

"Tapi aku tak bermaksud menyakiti dia, Al!!"

***********

Kampus tampak ramai hari ini. Semua orang berkumpul seperti sedang mendiskusikan sesuatu. Beberapa diantara mereka sedang membahas gosip yang diberitakan sebuah media berita online.

"Eh sumpah lho gue gak percaya si Lasya nekad gitu." salah satu diantara mereka menatap layar ponsel pintar di tangannya.

"Kabarnya Kak Hardi mutusin dia gara-gara cewek lain." yang lainnya menimpali.

"Gak nyangka gue." yang lainnya lagi menyela.

"Sayang nya tuh cewek nggak ketahuan siapa. Kalau ketahuan, abis tuh dihujat sama netizen."

Alena mencoba menutup pendengarannya. Dikelasnya pun tak ubahnya seperti ladang gosip. Ada yang prihatin, ada yang bersorak, dan tak sedikit yang menghujat si perempuan yang ada dalam foto yang beredar.

Vania mengecek gosip di laman berita online tersebut.

ARTIS PENDATANG BARU MELAKUKAN P**ERCOBAAN BUNUH DIRI, DIDUGA DEPRESI PUTUS DARI PACAR**.

"Gila!! Langsung viral aja nih gosip." Vania bergumam.

Alena menghela napas pelan.

Ditatap nya ponsel di genggaman menunggu pesan masuk dari seseorang. Tapi tak ada.

Pag-pagi sekali Hardi sudah menelpon dirinya mengabari bahwa pemuda itu harus pergi kerumah sakit. Lasya mengamuk pagi itu.

"Nyangka nggak sih kak Hardi ternyata sebenarnya gitu?" Vania menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.

Alena hanya melirik.

"Ckck!! Kalau bener, duh ... mengecewakan netizen se kampus ini." Vania menggendikkan bahunya.

Alena tetap diam.

Rasa bersalah makin menyeruak dalam rongga dadanya.

*****************

Hingga sore hari ponselnya tak kunjung mendapatkan pesan dari orang yang diharapkan.

Dia pasti sangat sibuk dengan mantan pacarnya.

Alena memutuskan untuk pulang ketika di dapatinya sebuah mobil hitam memepetnya hingga ke pinggir jalanan dan berhenti. Seseorang keluar dari dalam mobil dan menghampirinya.

"Aku telfonin nggak kamu angkat?!" Hardi berseloroh.

"Iyakah?" membuka layar ponsel dan membuka aplikasi. Tampak 23 panggilan tak terjawab.

"Oh ..." ternyata ponselnya berada dalam mode silent.

💮Flashback on💮

Hardi berlari ke ruang rawat yang di tempati Lasya. Pagi-pagi sekali dia mendapatkan telfon bahwa Lasya mengamuk lagi. Didapatinya Lasya sedang meraung-raung memanggil namanya.

Kedua orangtua dan beberapa perawat berusaha menenangkannya. Begitu Hardi memasuki ruangan, Lasya langsung histeris memanggil namanya lagi.

Hardi langsung menghambur memeluk tubuh lemah mantan kekaksihnya tersebut. Disambut dengan isak tangis yang membahana di seluruh ruangan.

Tangisan Lasya mereda setelah beberapa menit dalam pelukan Hardi yang duduk di tepi ranjang. Gadis itu terus mengeratkan pelukan seakan tak ingin membiarkan Hardinya pergi lagi.

"Jangan pergi lagi. Aku mohon!!" Lasya merintih dalam pelukan.

Sementara orang yang sedang memeluknya tak mengeluarkan sepatah katapun. Hanya mengusap punggungnya dengan lembut.

"Aku bisa gila kalau kamu nggak ada di samping aku." Lasya terisak lagi. Kembali mengeratkan pelukannya dengan begitu posesifnya.

Lasya tertidur usai menelan obat yang di berikan lewat Hardi. Dia hanya mau makan dengan Hardi, minum obat dari tangan Hardi. Tidak dari yang lain.

"Dia mengalami depresi berat. Sebisa mungkin harus dijaga dari hal-hal yang membuat dia berpikir dengan keras. Atau akan terjadi sesuatu yang lebih fatal dari ini." dokter menjelaskan.

💮 Flashback off💮

"Mungkin sebaiknya kita jauhan dulu." Alena memulai pembicaraan setelah sekian menit ada dalam keheningan.

"Nggak mungkin!!" Hardi menoleh tajam.

"Sampai kak Lasya sembuh."

Hardi menatap wajah itu dengan seksama. Mata Alena berkaca-kaca. Bibirnya bergetar.

"Aku nggak kuat baca berita..." tangisnya pecah.

Hardi merengkuh tubuh mungil di hadapannya.

"Maaf membuat kamu ada dalam situasi serumit ini. aku janji setelah ini kita akan terus sama-sama." menghirup aroma tubuh yang akan dia rindukan beberapa hari ke depan.

Mereka berpisah malam itu.

******

Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor Hardi menyempatkan diri singgah di rumah sakit. Menemani Lasya sarapan dan kegiatan paginya. Begitupun siang hari saat jam makan siang tiba, pemuda itu akan datang lagi ke rumah sakit untuk menemani Lasya makan siang. Dan menjelang malampun demikian.

Hardi akan sampai di apartemen pada tengah malam. Setelah membujuk Lasya untuk tidur dan berjanji akan kembali menemuinya esok hari. Lasya akan sangat sulit di taklukan ketika sedang merajuk seperti itu.

Dirasakan nya lelah yang teramat sangat. Lelah hati dan pikiran.

Ketika di kantor dia harus menghadapi setumpuk pekerjaan yang menunggu diselesaikan demi deadline tepat waktu. Ditambah harus memikirkan menghadapi Lasya yang sedang depresi berat.

Air mengalir dari shower membasahi seluruh bagian tubuhnya tanpa terkecuali. Dia membiarkan kepalanya dijatuhi air lebih lama dari yang lain.

Hardi mengenakan bathrobe putih yang biasa dipakai Alena ketika sedang berkunjung ke apartemennya. Mengobati rindu yang memenuhi rongga hati lewat aroma tubuh gadis itu yang tertinggal.

Satu mingu berlalu sejak mereka memutuskan berjauhan terlebih dahulu sampai Lasya dinyatakan sembuh.

[Aku kangen.] Hardi mengirim pesan kepada gadis kesayangannya. Entah akan di balas atau tidak di tengah malam buta seperti ini.

Ting!! pesan balasan masuk.

[Aku juga.]

[Besok bisa ketemu?Please.] Hardi memohon.

[kakak nggak sibuk?]

[Nggak.]

[Kak Lasya?]

Hardi terdiam. Kenapa harus selalu menanyakan hal itu? Tidak bisakah jawab iya saja? Mendengus kesal.

[Jangan dulu. Kasian Kak Lasya.]

[Al ...?]

Tak ada balasan.

[P]

[P]

[P]

Tetap tak ada balasan.

Hardi menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Dilemparkannya ponsel ke sembarang arah. Lama-kelamaan matanya terpejam karena lelah.

Lelah fisik dan hati.

Bersambung ....

jangan lupa tinggalkan jejak ya..

I love you 😘😘😘

1
Dey Desuka
nangis teroooossss,, sampe perih mata engsl sesak nafas... Thor Thor teganya kau 🤭
Dey Desuka
mewek juga aku
Retno Desy (Ning)
pas bgt momennya ya
Retno Desy (Ning)
mereka dipertemukan tp TDK berjodoh Krn Hana udah dgn org lain😔
Retno Desy (Ning)
nah Arya ketemu mantan,,
si Hardi malah ketemu tunangannya,,bubar jalan
Retno Desy (Ning)
siap² diamuk Arya aja lu har
Retno Desy (Ning)
nah udah taukan😄
Retno Desy (Ning)
masih ngira kalo Arya itu suaminya alena
Retno Desy (Ning)
aduh itu anak siapa yg JD visualnya mak
Retno Desy (Ning)
aduh ikutan tahan napas akunya,,
Retno Desy (Ning)
yg pasti pernah ketemu lhawong mirip ponakanmu dilan
Retno Desy (Ning)
tanda² jodoh itu bang😄
Retno Desy (Ning)
skrg mah gk mau ya Van tp ntar jg JD suami😄😄
Retno Desy (Ning)
adakah Abang yg seperti bang Arya didlm kehidupan nyata,,Krn AQ jg punya Abang tp TDK seperti itu😭
Retno Desy (Ning)
udah pergi knp harus dicari..
Retno Desy (Ning)
😭😭😭
Retno Desy (Ning)
terlalu bodoh,.
Retno Desy (Ning)
nah kan udah terjadi sekrng mau lari
Retno Desy (Ning)
janji yg akan teringkari saat tau Alena hamil
Retno Desy (Ning)
knp harus diulangi LG sih al
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!